29 August, 2011, 12:00 pm, Editor: matoa

Alternatif menanam tanaman

Tahukah Anda? Satu pohon mampu menyerap emisi gas karbondioksida 32 kg per tahun dan mengembalikannya dalam bentuk oksigen ke atmosfer. Sayangnya, setiap tahun hutan mengalami deforestasi sehingga fungsi hutan sebagai penyerap CO2 berkurang. Sedangkan jumlah karbondioksida terus meningkat dan yang hanya bisa diserap pohon-pohon dan hutan di dunia hanya 40%.

 

 

Manusia membutuhkan 0,5 kg oksigen per hari. Fungsi pohon selai pabrik oksigen adalah penyerap polusi udara, menyerap air hujan, dan pemberi kerindangan yang sejuk.

Indonesia merupakan paru – paru dunia karena memiliki kawasan hutan yang luas. Namun,deforestasi selalu terjadi di hutan Indonesia. Tahun 1970-an terjadi deforestasi seluas 300.000 ha per tahun, meningkat di tahun 1981 menjadi 600.000 ha per tahun, dan kembali meningkat hingga 1.000.000 ha per tahun di tahun 1990. Tahun 1997 – 2000, terjadi deforestasi besar – besaran sebanyak 2,3 juta ha per tahun dan tahun 2000 – 2006, deforestasi menurun menjadi 1,08 juta ha per tahun.

Bagaimana kita mengganti pohon – pohon yang ditebang setiap tahunnya?

Hijaukan lingkungan Anda dengan menanam tanaman di lingkungan rumah. Jika Anda kekuraangan lahan, Anda dapat menggunakan pot sebagai pengganti lahan. Selain pot, Anda dapat menggunakan bagian – bagian rumah sebagai tempat tumbuh tanaman seperti:

  • Pagar tanaman

Pagar Anda dapat terlihat lebih hijau dan indah, jika Anda menanam tanaman  sebagai pagar rumah Anda. Anda dapat memulai dengan menanam beluntas. Selain berfungsi sebagai pagar tanaman, beluntas dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan atau obat tradisional.

Anda juga dapat menggunakan hanjuang. Daun hanjuang dapat dipakai sebagai pembungkus tanaman dan menurut penelitian hanjuang memiliki kemampuan antibakterial. Selain tanaman tersebut, Anda dapat merambatkan tanaman rambat pada pagar rumah. Tanaman berdaun seperti Ivy ataupun berbunga seperti morning glory atau thunbergia. Berbagai tanaman rambat dapat Anda lihat di sini.

  • Pergola daun

Pergola daun dapat menjadi alternatif untuk menanam tanaman agar menyerap karbondioksida lebih banyak. Pergola daun dapat dirambati dengan tanaman alamanda dan madevilla.

  • Tanaman atap

Yang satu ini mulai marak digemari oleh penyuka tanaman. Selain indah tanaman atap mampu menyerap panas pada bangunan. Bahkan di Bandung, ada seorang warga berhasil memanen tanaman padi di atas atap menggunkan polybag yang diletakan di atap rumah.

  • Memperbanyak tanaman dalam ruangan

Tak hanya di luar ruangan, di dalam ruangan banyak polutan yang tidak sengaja kita hirup yang berasal dari barang-barang di sekitar kita. Anda dapat menanam paku, bunga krisan, azalea, sri rejeki dan aglonema untuk menyerap formaldehid yang berasal dari triplek, karpet, furniture, bahan pembersih, minyak tanah, dan asap rokok.

Untuk menyerap trikhloroetilena (TCE) yang bersumber dari tinta, cat, pernis, dan lem, Anda dapat menanam hanjuang, palem bambu, dan bunga krisan untuk menyerap polutan tersebut. Sedangkan benzene dapat diserap dengan hanjuang, sanseviera, palem bambu, bunga krisan, dan aglonema. Benzena berasal dari bensin, tinta, minyak, deterjen, dan asap rokok.

 

Sumber: hiduphirauhijau.2005 dan detikhealth.com

Sumber foto: matoa.org

Share: