28 June, 2012, 4:13 pm, Editor: matoa

Andatu: Buah Cinta Pelestarian Badak Sumatera

Kebahagiaan menyambangi keluarga satwa langka badak sumatera, Ratu dan Andalas. Bagaimana tidak? Kelahiran Andatu merupakan keberhasilan kelahiran badak di luar habitatnya yang pertama setelah 124 tahun terakhir. Tahun kelahiran Andatu, 2012 akan diperingati sebagai tahun badak.

Nama Andatu sendiri diambil dari nama Andalas dan Ratu. Kelahiran Andatu yang berkelamin jantan merupakan salah satu bukti upaya konservasi satwa langka yang dilakukan pemerintah, YABI, dan pihak terkait. Sebelum melahirkan Andatu, Ratu telah mengandung sebanyak dua kali namun keguguran. Hamil ketiga kalinya, Ratu diawasi secara ketat oleh dua tim dokter.

Dua hari sebelum melahirkan, Ratu mengalami kesakitan sehingga menggigiti pagar pembatas dan kabel CCTV. Selain itu, dua jam sebelum melahirkan Ratu mengangkat kakinya ke atas pohon agar mudah melahirkan calon anaknya.

Beruntung, Andatu lahir dengan selamat dan lancar. Lebih beruntung lagi karena Ratu mau menyusui anaknya. Sikap Ratu tersebut berbeda dengan badak kebanyakan yang tidak mau menyusui anaknya paska melahirkan.

Pihak YABI dan Taman Nasional Way Kambas akan memberikan perawatan dan pengamanan ekstra untuk Andatu karena sempat dikira babi ngepet oleh masyarakat sekitar. Sehingga, membahayakan bagi keselamatan Andatu.

Program conservation breeding di Way Kambas akan menjadi model percontohan pelaksanaan rencana pembangunan Javan Rhino Study Conservation Area (JRSCA) di Taman Nasional Ujung Kulon sebagai upaya konservasi badak jawa di Ujung Kulon.

Sumber: jpnn.com

Gambar: mediaindonesia.com

Share: