24 March, 2009, 11:00 am, Editor: matoa

Bantuan Mesin Pembuat Briket Arang dan Cuka Kayu

Briket arang tempurung kelapa

Briket arang tempurung kelapa

Tanggal 24 Maret 2009 ini, Menteri Kehutanan akan menyerahkan secara bertahap bantuan mesin pembuat briket arang dan cuka kayu dengan teknologi tepat guna menggunakan bahan baku limbah tempurung kelapa, sebanyak satu unit dari empat unit yang direncanakan kepada masyarakat di Kelurahan Kamonji, Palu, Sulawesi Tengah.

Departemen Kehutanan sebelumnya pernah memberikan bantuan alat pengering kayu kombinasi tenaga surya dan panas tungku untuk masyarakat di Kabupaten Wonosobo, Bojonegoro, dan Katingan, mesin pengolah rotan di Kabupaten Bengkulu Utara, serta mesin bambu lamina di Kabupaten Klaten.

Pemberian mesin pembuat briket arang dan cuka kayu kepada masyarakat Sulawesi Tengah tersebut dilakukan sebagai bagian dari salah satu program pemerintah, khususnya Departemen Kehutanan, yaitu Revitalisasi Industri Kehutanan yang salah satu kegiatannya terkait dengan pemberdayaan Industri Kecil (pro poor) khususnya di Provinsi Sulawesi Tengah melalui bantuan peralatan dan mesin pengolahan hasil hutan yang telah diuji coba oleh Badan Litbang Kehutanan.
Kapasitas produksi satu unit alat tersebut per hari menghasilkan 15-20 kg briket arang dengan asumsi mesin tersebut dioperasionalkan dalam waktu 8-10 jam. Bahan baku berupa tempurung kelapa yang dibutuhkan dalam sehari adalah kurang lebih 100 kg dengan tenaga kerja 7-10 orang. Karena alat ini menggunakan teknologi tepat guna, jika memungkinkan alat ini dapat dibuat dan dikembangkan oleh masyarakat di wilayah pedesaan.

Sebagai kelengkapan dari bantuan tersebut juga dibagikan tungku masak berbentuk seperti anglo yang dibuat dari bahan semen dan pasir. Tungku masak tersebut merupakan hasil rekayasa Litbang Kehutanan, dalam proses memasak untuk keperluan sehari-hari satu tungku tersebut memerlukan 2 kg briket arang untuk memenuhi satu Kepala Keluarga yang terdiri dari 3-5 orang. Tungku tersebut juga dapat dibuat dan dikembangkan sendiri oleh masyarakat mengingat bahan baku banyak tersedia di daerah.

Hasil proses pembuatan arang yang berupa cuka kayu dapat dimanfaatkan sebagai Biopestisida nabati pada tanaman pertanian dan kehutanan. Dari hasil percobaan menunjukkan keberhasilannya dalam memberantas hama cabuk lilin pada tanaman pinus umur 5 tahun di Perum Perhutani Jawa Tengah dan jamur pada tanaman ketimun serta meningkatkan hasil produksi tanaman padi. Selain sebagai biopestisida, cuka kayu ini dapat dimanfaatkan untuk mengawetkan produk makanan utamanya ikan asap dan juga berkhasiat untuk menghilangkan penyakit kulit.

Melalui bantuan langsung paket teknologi, diharapkan dapat menjadi motivator Pemerintah Daerah dan masyarakat untuk bersama-sama menyelesaikan agenda pemerintah dalam rangka pengurangan kemiskinan khususnya di sektor kehutanan dapat diwujudkan, sekaligus pengurangan pengangguran, peningkatan kontribusi kehutanan terhadap pertumbuhan ekonomi, serta perbaikan kualitas lingkungan.

Sumber: SIARAN PERS DEPHUT

Share:

11 Komentar

  1. Saya sangat tertarik dengan pembuatan briket arang dan cuka kayu, kalo ada sy ingin ikut pelatihan. untuk nanti saya terapkan di daerah saya.

  2. Saya sudah bosan jadi pegawai swasta, saya mau memulai usaha pembuatan arang batok kelapa di kampung saya, tapi saya belum tahu cara membuatnya, dimana saya bisa ikut pelatihan.

  3. Apa tips pengolahan cuka arang agar dapat dijadikan biopestisida dalam memberantas hama serta dpt meningkatkan kualitas tanaman tebu dsb

  4. mhn tanya:
    1. brapakah harga per 1 (satu) unit mesin pembuat arang yg bapak pasarkan.???
    2. apakah pembalian minimal harus 20 (dua puluh) unit.????
    3. apakah ada pelatihannya.????
    trimakasih infonya

  5. sy tertarik dgn mesin briket arang tempurung kelapa, bgm cara nya sy beli mesin briket, kebetulan sy skrg lg ada pembakaran arang tempurung kelapa, tlg bls tks

  6. Dear Bpk Suardi,
    informasi mengenai pembelian mesin briket dapat dilihat di rumahmesin.com
    salam sahabat hijau

    matoa

  7. Salam Kenal,

    Saya pengrajin Tusuk sate & Tusuk Gigi dari bahan Bambu di Kab.semarang, dimana saat ini baru kebingungan cara mengolah limbah nya.
    Ada wacana di daur ulang buat Pulp atau Arang Cuka namun belum tahu cara Proses nya.
    Untuk ini mohon bantuan Sharing maupun Sinerginya dalam hal ini.
    Saya tunggu kabar baik nya dan bisa contak ke saya di 08562664389 ( 3007F6E9 ).

    Salam,

    Eko BS

  8. saya tertarik dengan usaha yg anda kembangkan mohon informasi bagai mana cara pengolahannya yg baik?

  9. salam sukses buat semua

    kepada yth

    saya ingin memiliki mesin pembuat briket yang sederhana namun hasil nya bisa di maksimal kan dan saya mau belajar seperti apa komposisi nya dalam adukan bahan khusus nya arang batok kelapa

    mohon informasi nya ke email saya

    Terima Kasih

    hormat saya

    Darnius