18 January, 2012, 4:47 pm, Editor: matoa

Berkunjung ke Taman Nasional Gunung Palung

Taman Nasional yang memiliki berbagai tipe ekosistem ini merupakan salah satu kawasan pelestarian alam yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Hutan mangrove, hutan rawa, rawa gambut, hutan rawa air tawar, hutan pamah tropika, dan hutan pegunungan merupakan jenis ekosistem yang ada di Taman Nasional Gunung Palung (Gunung Palung).

Kawasan yang 65% adalah hutan yang tidak terganggu aktivitas manusia ini merupakan satu-satunya kawasan hutan tropika Dipterocarpus yang terbaik dan terluas di Kalimantan dan memiliki banyak komunitas tumbuhan dan satwa air.

Keanekaragaman hayati flora yang ada di taman nasional ini adalah jelutung (Dyera costulata), ramin (Gonystylus bancanus), dammar (Agathis borneensis), pulai (Alstonia scholaris), rengas (Gluta renghas), kayu ulin (Eusideroxylon zwageri), Bruguiera sp., Lumnitzera sp., Rhizophora sp. dan, Sonneratia sp. Sedangkan tanaman yang terbilang unik adalah anggrek hitan (Coelogyne pandurata) yang dapat dilihat di Sungai Matan pada bulan Februari – April. Bunga ini bertanda denegan warna hijau dengan kombinasi bercak hitam pada bagian tengah bunga dan lama mekar antara 5 – 6 hari.

Keanekaragaman fauna yang ada di kawasan ini adalah 190 jenis burung yang kemungkinan besar terdapat di Kalimantan dan 35 jenis mammalian yang berperan dalam penyebaran biji tumbuhan di hutan. Satwa yang terlihat di Gunung Palung adalah bekantan (Nasalis larvatus), orangutan (Pongo satyrus), bajing tanah bergaris empat (Lariscus hosei), kijang (Muntiacus muntjak pleiharicus), beruang madu (Helarctos malayanus euryspilus), beruk (Macaca nemestrina nemestrina), klampiau (Hylobates muelleri), kukang (Nyticebus coucang borneanus), dan tupai kenari (Rheithrosciurus macrotis).

Lokasi-lokasi yang wajib dikunjungi adalah:

  • Pantai Pulau Datok dan Bukit Lubang Tedong sebagai kawasan wisata bahari dan berenang
  • Gunung Palung dan Gunung Panti sebagai kawasan pendakian, air terjun, pengamatan tumbuhan/satwa, dan berkemah
  • Cabang Panti merupakan pusat penelitian dengan fasilitas stasiun penelitian, wisma peneliti, perpustakaan, kampong baru, dan pengamatan satwa bekantan.
  • Sungai Matan dan Sungai Simpang sebagai kawasan menyelusuri sungai, pengamatan satwa, dan wisata budaya (situs purbakala).

Sumber: dephut.go.id

Sumber: ndoetphyton.blogspot.com

Share: