9 September, 2011, 4:02 pm, Editor: matoa

Berpetualang di Sebangau

Taman Nasional Sebangau (Sebangau) berlokasi di Kalimantan Tengah, Indonesia. Di antara dua sungai yaitu Sungai Sebangau dan Katingan. Taman nasional yang terletak di Kabupaten Katingan ini memiliki hutan rawa gambut terakhir yang tersisa di Pulau Kalimantan.

Sebangau merupakan habitat penting untuk Orangutan Kalimantan dan rumah bagi flora dan fauna unik lainnya.

Sebangau menawarkan pemandangan alam, hutan di sepanjang aliran sungai, dan beragam flora dan faunda. Para wisatawan ingin mengunjungi Sebangau karena ingin menikmati keindahan alam tropis Sebangau.

Bukit Gunungkaki dan Danau Jalanpangen merupakan saksi keindahan taman. Sepanjang penangkap air Sebangau merupakan air hitam di daerah rawa gambut menawarkan ketenangan alam. Titik kekayaan alam dapat diamati dengan laboratorium alam yang dipimpin oleh CIMTROP – Universitas Palangkaraya (dekat dengan Sungai Sebangau), kira-kira 30 menit dari Pelabuhan Kereng Bangkirai.

Dayak merupakan masyarakat asli Kalimantan. Sebagai masyarakat asli Kalimantan Tengah, suku dayak memiliki tradisi dan budaya warisan yang penuh akan nilai-nilai suci dan mulia. Nila-nilai tersebut diturunkan dari generasi ke generasi dan memiliki pengaruh yang kuat bagi seluruh aspek kehidupan masyarakat Dayak.

Upacara adat merupakan salah satu tradisi yang terkenal dan budaya tersebut adalah “tiwah”. Tiwah merupakan budaya kepercayaan untuk menyampaiklan roh orang mati ke akhirat. Umumnya upacara adat ini berlangsung selama berhari-hari , diisi dengan tarian dinamis yang sarat akan roh.

Tradisi ini merupakan bagian dari ritual masyarakat Dayak yang memegang kepercayaan Kaharingan, walaupun begitu festival tersebut mengundang kerabat. Oleh karena itu, perayaan budaya ini ditujukan untuk semua masyarakat Dayak.

Upacara adat lain yang terkenal adalah Festival Isen Mulang. Festival ini diadakan setiap tahun mengumpulkan masyarakat seluruh Kalimantan Tengah untuk berpartisipaso dalam permainan tradisional seperti bola api, sampan naga, sampan hantu, dan lomba sedotan.

Pada wilayah penyangga, danau-danau untuk pemancingan dan berpotensi untuk olahraga air digunakan untuk pembangunan wisata, seperti Danau Purun di Desa Tumbang Ronen di mana teratai merah dan bangau putih berada di danau. Selain itu, danau ini biasa digunakan sebagai area memancing bagi masyarakat tradisional.

Danau Bulat dan Panjang di Desa Jahanjang saling berdekatan satu sama lain, menyediakan kesempatan untuk melakukan olahraga air seperti bersampan dan ski air.

Sekitar 15 menit atau 3 km dari Pulau Damar, pulau kecil, dekat dengan Laut Jawa, sebelum Sungai Katingan, sekelompok batu besar dengan bentuknya yang unik dapat ditemukan. Batu-batu ini dipercaya sebagai legenda di mana seorang wanita cantik yang memutuskan menghabiskan seluruh sisa hidupnya dengan menyembunyikan dirinya di bebatuan tersebut setelah dicelakai oleh salah satu penggemarnya yang nekat. Saat liburan tiba, daerah bebatuan tersebut sering dikunjungi para wisatawan.

 

Sumber: dephut.go.id

Sumber foto: forum.banjarmasinpost.co.id

Share:

2 Komentar