7 February, 2011, 4:50 pm, Editor: matoa

Bioinsektisida Tanaman

Budi daya tanaman, bukan hanya membutuhkan asupan mineral dan perawatan. Proteksi tanaman dari hama penyerang sangat dibutuhkan agar tanaman dapat tumbuh berkembang semaksimal mungkin.

Sayangnya, pembasmian hama masih menggunakan bahan kimia berbahaya yang dapat merusak lingkungan dan membahayakan kesehatan manusia.

Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mencegah perkembangan hama serangga dan juga memlihara lingkungan adalah menggunakan bioinsektisida. Bioinsektisda adalah salah satu jenis biopestisida yang mampu mengendalikan hama serangga.

Beberapa tanaman dapat dijadikan bahan baku bioinsektisida. Di antaranya adalah daun mimba (Azadirachta Indica), daun paitan (Titonia Diversifolia), daun sirih (Piper Betle Linn.), akar philodendron (Philodendron Martianum), akar philodendron jari (Philodendron bipinnatifidum), akar monster (Monstera Deliciosa), dan akar tuba (Derris Elliptica) yang mengandung metabolit sekunder pada bagian akar, serta getah pepaya yang dapat menjadi sumber bahan baku bioinsektisida.

Bioinsektisida dapat dibuat dari bahan-bahan tersebut dengan cara: akar philodendron, monster, tuba, daun sirih, mimba, pepaya, dan paitan ditimbang sebanyak 40 gram. Semua bahan tersebut dicuci bersih kemudian dilanjutkan dengan pembilasan menggunakan alkohol 70% selama tiga menit.

Akar dan daun yang dikumpulkan, dipotong berukuran 0,5 cm. Selanjutnya, direndam dalam 200 ml aquades yang ditempatkan pada botol tertutup rapat. Cairan hasil rendaman potongan daun dan akar tersebut disimpan selama 24 jam di suhu kamar. Hal ini dilakukan untuk mengeluarkan senyawa kimia dari organ tanaman.

Setelah 24 jam, larutan tersebut disaring menggunakan kertas saring dan simpan larutan tersebut pada botol steril.

Esktraksi dapat dilakukan dengan pemanasan. Proses awal sebelum pemanasan bahan tanaman sama dengan mendapatkan ekstrak tanaman melalui proses perendaman. Penambahan jumlah aquades bertujuan mengantisipasi penguapan air. Jumlah aquades yang ditambahkan adalah 250 ml. Pemanasan tanaman dilakukan di atas kompor selama 10 menit dimulai setelah campuran mendidih. Sama halnya dengan perendaman, larutan hasil pemanasan disaring menggunakan kertas saring dan ditempatkan pada botol plastik steril.

Selamat mencoba dan semoga berhasil

Sumber: shear-dunkdunk.blogspot.com dan distributor.agromedia.net

Sumber foto: ikutngeblog.info

Share: