19 December, 2010, 3:20 pm, Editor: matoa

Cara Pengomposan Limbah Sawit

Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) merupakan limbah pabrik kelapa sawit yang melimpah jumlahnya. Setiap pengolahan 1 ton Tandan Buah Segar (TBS) mampu menghasilkan 22-23 % TKKS. Pada tahun 2004, diperkirakan jumlah TKKS di Indonesia mencapai 18,2 juta ton.

Pengolahan atau pemanfaatan TKKS masih terbatas dilakukan oleh Perkebunan Kelapa Sawit (PKS) di Indonesia. Biasanya, TKKS hanya dibakar dalam incinerator atau dijadikan mulsa di perkebunan kelapa sawit, atau diolah menjadi kompos. Berikut merupakan langkah-langkah maksimal untuk memanfaatkan limbah TKKS.

Pencacahan

Pencacahan bertujuan memperkecil ukuran TKKS dan memperluas luas permukaan area TKKS. Sehingga, kadar air TKKS mengecil karena adanya proses penguapan. Pencacahan dapat menggunakan mesin pencacah konvensional maupun modern. TKKS yang baru keluar dari pabrik pengolahan dapat langsung dimasukkan ke mesin pencacah. Sebaiknya, mesin cacah mampu memperkecil ukuran TKKS menjadi kurang dari 5 cm.

Inokulasi dengan Aktivator Pengomposan

TKKS akan mengalami dekomposisi, walaupun dibiarkan saja. Namun, pendekomposisian TKKS membutuhkan waktu yang cukup lama sekitar 6 bulan hingga 1 tahun. Diperlukan activator pengomposan agar pengomposan berjalan dengan cepat.

Activator tersebut berbahan aktif mikroba decomposer. Mikroba ini berperan dalam percepatan proses pengomposan pada TKKS. Mikroba yang umum digunakan adalah Fungi Pelapuk Putih (FPP) dan Trichoderma sp.  Mikroba-mikroba ini mampu menghasilkan enzim yang dapat mendegradasi senyawa lignoselulosa secara cepat.

Telah beredar beberapa activator pengomposan di pasaran, seperti ActiComp, OrgaDec, EM4, Biopos, dan Promi. Salah satu activator yang lebih sederhana dan dikembangkan untuk mengomposkan TKKS adalah ActiComp. Activator ini berbahan aktif FPP dan Trichoderma harzianum yang berkemampuan mendegradasi TKKS. Penggunaan ActiComp tak membutuhkan proses pembalikan. Activator dapat disebar secara merata ke tumpukan TKKS.

Selain ActiComp, Anda dapat juga menggunakan Promi, hasil pengembangan Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia (BPBPI). Activator ini tak memerlukan bahan lain sebagai tambahan dengan biaya kurang dari Rp25,-/kg.

Setiap 1 ton TKKS membutuhkan 0,5-1 kg promi. Promi diencerkan dengan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (LCPKS). LCPKS yang diperlukan disesuaikan dengan kebutuhan air bahan, sekitar 30-40 % bahan. Larutan ini dapat langsung disemprotkan ke tumpukan TKKS.

Pembalikan

Proses pengomposan dapat berjalan dengan baik jika activator tersebar merata di tumpukan TKKS. Pemerataan activator dapat dilakukan dengan melakukan pembalikan. Pembalikan dapat menggunakan mesin turner atau traktor loader. Pembalikan dilakukan sebulan sekali.

Inkubasi

Sebaiknya setelah dilakukan pembalikan, tumpukan TKKS ditutup dengan terpal yang kuat, tebal, dan usahakan tahan UV. Terpal berfungsi menjaga kelembaban dan suhu agar optimal dalam proses dekomposisi TKKS.

Pengontrolan suhu dan kadar air dilakukan untuk menjaga proses pengomposan tetap berlangsung. Suhu pengomposan yang bagus adalah 60-70oC selama 2-3 minggu dengan pengontrolan TKKS jangan sampai kering atau kurang air.  Proses pengomposan akan berlangsung dalam waktu 1,5-3 bulan. Pengomposan dengan ActiComp berlangsung selama 1,5 bulan, sedangkan promi berlangsung 4-6 minggu.

Pengomposan sempurna ditandai dengan terjadi perubahan warna menjadi coklat kehitaman, suhu mendekati suhu awal pengomposn, dan jika diremas TKKS mudah hancur dan seratnya mudah putus. Ciri kimia pengomposan sudah matang adalah rasio C/N turun berkisar 25. Apabila belum turun sebaiknya pengomposan dilanjutkan hingga rasio C/N di bawah 25.

Kompos sudah siap dipanen. Rendemen kompos adalah 60-65 % berarti dalam 1 ton TKKS akan menghasilkan kompos TKKS 600 hingga 650 kg kompos TKKS. Kadar air kompos cukup tinggi, kurang lebih 50-60 %.

Sumber: binatani.blogspot.com dan isroi.wordpress.com

Sumber foto: isroi.wordpress.com

Share:

5 Komentar

  1. artikel yang luar biasa bgus pak, terima kasih dan snagat membantu saya dalam pekerjaaan, karenaa saya bekerja di pabrik kelapa sawit penam[pungan cponya,

    regards,

    taufik, ST

  2. pak, saya mau tanya, bgaimana cara membuang limbah bekas minyak cpo agar tidak tercemar denagan lingkungan,?? terima kasih

  3. artikel yang baik pak,
    jika artikel ini dari tandan kosong,
    apakah ada dari limbah cair pabrik kelapa sawit?

  4. Menurut sumber yang saya baca, metode aplikasi limbah cair yang umum digunakan adalah sistem flatbed, yaitu dengan mengalirkan limbah melalui pipa ke bak-bak distribusi dan selanjutnya ke parit primer dan sekunder (flatbed). Jika Almer memiliki referensi, silahkan berbagi.
    trims dan semoga bisa membantu