<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>MATOA &#187; Info Lingkungan</title>
	<atom:link href="http://matoa.org/category/info-lingkungan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://matoa.org</link>
	<description>Green Magz</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 May 2013 08:33:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<br />
<b>Warning</b>:  call_user_func_array() [<a href='function.call-user-func-array'>function.call-user-func-array</a>]: First argument is expected to be a valid callback, 'mytheme_rss_version' was given in <b>/home/matoaorg/public_html/wp-includes/plugin.php</b> on line <b>173</b><br />

		<item>
		<title>Forest Bathing : Solusi sehat yang HIJAU (part 1)</title>
		<link>http://matoa.org/forest-bathing-solusi-sehat-yang-hijau-part-1/</link>
		<comments>http://matoa.org/forest-bathing-solusi-sehat-yang-hijau-part-1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Apr 2013 04:33:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[forest bathing]]></category>
		<category><![CDATA[forest bathing kolestrol]]></category>
		<category><![CDATA[kolestrol]]></category>
		<category><![CDATA[solusi forest bathing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=8661</guid>
		<description><![CDATA[Disadari atau tidak berkunjung ke tempat yang lebih tenang dan sejuk dapat menghilangkan rasa penat dan menyegarkan pikiran kita. Salah satu tempat yang relatif tenang dan sejuk yatu berada di &#8230; <div class="next-bttn"><a href="http://matoa.org/forest-bathing-solusi-sehat-yang-hijau-part-1/">Baca Selengkapnya</a></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_8662" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://matoa.org/forest-bathing-solusi-sehat-yang-hijau-part-1/4973641200_6ce16f6662/" rel="attachment wp-att-8662"><img class="size-thumbnail wp-image-8662" alt="Hutan bambu, Foto: Flickr/ktula " src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2013/04/4973641200_6ce16f6662-200x200.jpg" width="200" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Hutan bambu, Foto: Flickr/ktula</p></div>
<p>Disadari atau tidak berkunjung ke tempat yang lebih tenang dan sejuk dapat menghilangkan rasa penat dan menyegarkan pikiran kita. Salah satu tempat yang relatif tenang dan sejuk yatu berada di dalam hutan. Hutan dengan kanopi pepohonan besar dapat memberikan suasana sejuk serta suara angin, dan kicauan burung dapat memberikan suasanan nyaman dan tenang di dalamnya.</p>
<p>Istilah pergi ke dalam hutan dan menikmati suasana di hutan dikenal dengan istilah <i>Forest Bathing</i> atau <i>Shinrin-yoku</i> dalam bahasa Jepang. Jepang merupakan salah satu negara yang melakukan penelitian terhadap dampak <i>forest bathing </i>pada tubuh manusia.  Banyak manfaat yang didapatkan dari <i>forest bathing</i> terutama menyangkut kesehatan tubuh. <i>Forest bathing</i> diketahui secara signifikan dapat menurunkan kadar kortisol dalam aliran darah. Beberapa peneliti juga menjelaskan bahwa <i>forest bathing</i> dapat mencegah kanker, depresi, hingga kehilangan ingatan.</p>
<p>Lantas apa kaitannya kortisol yang turun dengan kesehatan ?</p>
<p>Kortisol pada dasranya hormon yang diproduksi tubuh pada saat di bawah tekanan atau stress. Fungsi kortisol erat sekali dengan hormon adrenalin. Walaupun kortisol dikeluarkan saat tubuh dalam kondisi tertekan, justru dengan adanya kortisol membantu meningkatkan asupan gula darah sehingga didapatkan energi untuk melakukan sesuatu. Contohnya ketika kita bekerja, saat mendekati <i>deadline</i> (batas akhir) tugas, secara tidak langsung membuat kita tertekan. Tubuh akan mengeluarkan hormon adrenalin dan kortisol. Adrenalin membuat tubuh  meningkatkan frekuensi nafas, jantung, dan tekanan darah. Kortisol membuat tubuh meningkatkan asupan gula darah sehingga akan membuat kita dapat bekerja lebih keras sehingga pekerjaan dapat terselesaikan sesuai <i>deadline</i>. Pada saat berkerja, kortisol akan membantu meningkatkan kerja sistem kekebalan, namun menekan saluran cerna, sistem reproduksi, dan proses perkembangan sel. Setelah pekerjaan terselesaikan dan stres mereda, kortisol akan turun ke level normal dan tubuh akan merasa relaks kembali.</p>
<p>Jika anda termasuk sensitif terhadap stress atau sulit relaks saat stress, maka level kortisol dalam tubuh anda akan tetap tinggi. Hal inilah yang dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Kelebihan jumlah kortisol (stress) dapat menyebabkan resiko penyakit seperti gangguan jantung, <i>sleep disosder</i> (gangguan pola tidur), masalah pencernaan, gangguan ingatan, depresi, dan kegemukan. Salah satu faktor yang juga dapat meningkatkan kortisol tubuh di wilayah perkotaan yaitu suara bising kendaraan, polusi, kemacetan, dan tekanan hidup.</p>
<p>Suasana hijau serta tenang di dalam hutan terbukti dapat menurunkan kadar kolestrol tubuh. Ketika tubuh dapat melakukan kontrol terhadap kortisol sebenarnya diawali dari kontrol terhadap stress. Jika stress dapat dikontrol dengan baik, kadar kortisol dapat kembali ke level normal. Alam telah memberi yang terbaik bagi kita. Jika tubuh kita ingin sehat, salah satu hal yang diperlukan yaitu menghilangkan stress dengan berjalan-jalan di taman atau hutan. Ketika kita sadar akan manfaat hutan bagi kesehatan kita, selayaknya bagi kita untuk tetap menjaga kelestarian hutan. Salam hijau.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber :</p>
<p>www.mindthesciencegap.org</p>
<p>www.hphpcentral.com (health park health people)</p>
<p><a href="http://www.mindthesciencegap.org/"> </a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/forest-bathing-solusi-sehat-yang-hijau-part-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Trenggiling (Manis javanica), mamalia berkulit keras</title>
		<link>http://matoa.org/trenggiling-manis-javanica-mamalia-berkulit-keras/</link>
		<comments>http://matoa.org/trenggiling-manis-javanica-mamalia-berkulit-keras/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Apr 2013 04:41:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[manis javanica]]></category>
		<category><![CDATA[trenggiling]]></category>
		<category><![CDATA[trenggiling mamalia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=8631</guid>
		<description><![CDATA[Banyak yang tidak mengetahui jika trenggiling (Manis javanica) merupakan mamalia. Ya, trenggiling merupakan hewan mamalia yang berarti juga menyusui anak-anaknya. Trenggiling masuk dalam daftar hewan &#8220;endangered&#8217; atau terancam punah dalam &#8230; <div class="next-bttn"><a href="http://matoa.org/trenggiling-manis-javanica-mamalia-berkulit-keras/">Baca Selengkapnya</a></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_8632" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://matoa.org/trenggiling-manis-javanica-mamalia-berkulit-keras/6897692504_3e38eb1ca1_z/" rel="attachment wp-att-8632"><img class="size-thumbnail wp-image-8632" alt="TRENGGILING - Sunda Pangolin (Manis Javanica). @Gede Pangrango National Park-Selabintana Sukabumi Jawa Barat" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2013/04/6897692504_3e38eb1ca1_z-200x200.jpg" width="200" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">TRENGGILING<em>(Manis Javanica) </em>di Taman Nasional Gede Pangrango, Foto : flickr/firman</p></div>
<p>Banyak yang tidak mengetahui jika trenggiling <em>(Manis javanica)</em> merupakan mamalia. Ya, trenggiling merupakan hewan mamalia yang berarti juga menyusui anak-anaknya. Trenggiling masuk dalam daftar hewan &#8220;endangered&#8217; atau terancam punah dalam daftar IUCN. Trenggiling juga disebut sebagai Malayan atau sunda pangolin yang berarti dapat berputar dan menggelinding, <i>scaly ant eater</i>. Nama latin trenggiling yaitu <em>Manis javanica</em> yang berasal dari bahasa latin <em>Manes</em> yang berarti jiwa kematian atau hantu pada kepercayaan bangsa Romawi. Penamaan ini dikarenakan hewan ini hidup di malam hari dan memiliki bentuk fisik yang aneh. <em>Javanica</em> berasal dari asal binatang ini ditemukan yaitu di kepulauan jawa.</p>
<p>Trenggiling hidup di daerah hutan hujan tropis dataran rendah. Spesies ini dapat ditemukan baik di hutan primer maupun hutan sekunder, bahkan di daerah pertanian. Trenggiling dapat ditemukan di daerah tropis asia terutama di kawasan Asia tenggara membentang dari Myamar, Laos. Thailand, Filipina, hingga nusantara Indonesia. Penyebaran di Indonesia meliputi Sumatera, Bangka, Kalimantan, Jawa, dan Bali.</p>
<p>Hewan ini terancam populasinya dikarenakan perburuan secara massal serta alam hidupnya yang semakin sedikit diakibatkan penggunaan hutan sebagai lahan pertanian. Perburuan massal trenggiling terjadi dikarenakan perdagangan trenggiling yang memiliki permintaan cukup tinggi untuk digunakan sebagai obat, daging untuk konsumsi, hingga kulitnya yang dapat digunakan sebagai asesoris.</p>
<p>Secara fisik, trenggiling dapat memiliki bobot badan antara 5-7 kg. Panjang badan antara 425-550 cm. Sampai saat ini informasi mengenai reproduksi trenggiling masih sedikit. Umumnya trenggiling memiliki anak satu namun jarang sekali hingga 2 ekor. Kelahiran bayi trenggiling umumnya terjadi antara bulan Februari hingga Maret, atau Agustus hingga Oktober. Bayi trenggiling masih memiliki kulit yang lembut dan akan mengeras pada saat umur anakan 2 hari. Makanan trenggiling adalah serangga, saat mencari makanan dilakukan pada malam hari dengan memanjat pada pohon menggunakan cakarnya yang kuat. Pada siang hari, trenggiling bersembunyi di dalam sarangnya. Trenggiling dapat membuat sarang di atas pohon rimbun, di lubang akar pohon, hingga membuat lubang di tanah yang selalu ditutup sehingga terbebas dari hewan pemangsa.</p>
<p>Untuk menghindari pemangsa, trenggiling akan menggulung badannya membentuk bola sehingga sulit untuk dimakan oleh predator, justru hal inilah yang membuat trenggiling sangat mudah ditangkap oleh manusia. Selain itu, dalam kondisi terancam trenggiling dapat mengibaskan ekornya yang dapat melukai pengganggunya.</p>
<p>Mari kita lestarikan keberlangsungan hidup satwa yang terancam punah ini, Jangan sampai suatu saat anak cucu kita tidak dapat melihat langsung trenggiling. Salam hijau..!!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber : www. IUCNredlist.org</p>
<p>www.nhm.ac.uk</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/trenggiling-manis-javanica-mamalia-berkulit-keras/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Satwa Liar dan Teknik Perlindungannya</title>
		<link>http://matoa.org/mengenal-satwa-liar-dan-teknik-perlindungannya/</link>
		<comments>http://matoa.org/mengenal-satwa-liar-dan-teknik-perlindungannya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Apr 2013 09:46:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=8619</guid>
		<description><![CDATA[Apa itu satwa liar ? satwa liar adalah semua satwa yang hidup liar/tidak dipelihara manusia, dilindungi atau tidak dilindungi, baik dilingkungan alami ataupun buatan, belum mengalami domestifikasi, (dimanfaatkan oleh manusia) &#8230; <div class="next-bttn"><a href="http://matoa.org/mengenal-satwa-liar-dan-teknik-perlindungannya/">Baca Selengkapnya</a></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div>
<div id="attachment_8620" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://matoa.org/mengenal-satwa-liar-dan-teknik-perlindungannya/414646968_92307d36e5_b/" rel="attachment wp-att-8620"><img class="size-thumbnail wp-image-8620" alt="Kukang, Foto : Wakx/Flickr" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2013/04/414646968_92307d36e5_b-200x200.jpg" width="200" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Kukang, Foto : Wakx/Flickr</p></div>
</div>
<div>Apa itu satwa liar ? satwa liar adalah semua satwa yang hidup liar/tidak dipelihara manusia, dilindungi atau tidak dilindungi, baik dilingkungan alami ataupun buatan, belum mengalami domestifikasi, (dimanfaatkan oleh manusia) dan dalam jumlah yang melimpah hingga sangat terbatas .</div>
<div>
<p>            Apa saja jenis satwa liar di wilayah sumatera dan sulawesi yang sering berinteraksi bahkan berkonflik dengan manusia yaitu gajah , orangutan , harimau dan masih banyak lagi binatang binatang satwa yang sering berinteraksi dengan mabusia . adapun UU No.5/1990 tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya , bagaiman cara memahami UU No.5/1990 agar tidak melanggar ?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pasal 21 ayat 2 :</p>
<p>Disini setiap orang dilarang untuk :</p>
<ol>
<li>Menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup.</li>
<li>Menyimpan,memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi  dalam keadaan mati .</li>
<li>Mengeluarkan satwa yang dilindungi dari suatu tempat indonesia ke tempat lain di di indonesia .</li>
<li>Memperniagakan, menyimpan, atau melukai kulit, tubuh ata bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat ke indonesia  ke tempat lain di dalam atau di luar indonesia .</li>
<li>Mengambil, merusak, memusnahkan, atau memperniagakan atau memiliki telur dan atau sarang satwa yang dilindungi .</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<table width="100%" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td>
<div>
<p><b>Barang  siapa dengan sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 21 ayat (1) dan ayat (2) serta pasal 33 ayat (3) dipidana dengan dipidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000.00 ( seratus juta rupiah).</b></p>
<p align="right"><b> </b></p>
<p><b> </b></p>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di indonesia terdapat beberapa jenis kawasan konservasi yang sudah ditetapkan oleh pemerintah , dimana saja kawasan konservasi di indonesia ? pada bagian kawasan konservasi sumatera dan kawasan konservasi sulawesi .</p>
<p>Mengapa terjadi konflik antara satwa dan manusia karena :</p>
<p>1.     Penyusunan dan kerusakan hutan yang terjadi di sumatera, kalimantan dan sulawesi mencapai titik kritis, penyusunan mengakibatkan semakin sempitnya tempat hidup (ruang) antara manusia dan satwa liar .</p>
<ol>
<li>Semakin banyak perburuan .</li>
<li>Perdagangan satwa maupun bagian-bagian tubuhnya.</li>
<li>Pemeliharaan satwa oleh perorangan sekalipun dilindungi undang-undang .</li>
</ol>
<p>Adapun penanganan apabila terjadi konflik :</p>
<ol>
<li>Ingatlah ! hindari kerugian jiwa maupun materil baik pihak manusia maupun satwa liar.</li>
<li>Manusia diberi akal gunakannlah secara bijaksana dengan membuat “Hubungan Harmonis” antara manusia dengan satwa liar, upayakan untuk tetap mempertahankan keberadaan hewan liar dan tempat hidupnya .</li>
<li>Membuat pagar pembatas dimaksudkan agar binatang satwa tidak merusak tanaman petani .</li>
<li>Upaya yang bijaksana dalam menghindari konflik dengan harimau, tidak menimbukan korban dari kedua pihak.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>Disini pun diperlukan parsitipasi masayarakat  agar ?</p>
<ul>
<li>Menjaga hutan sebagai habitat alami satwa .</li>
<li>Tidak membeli, menjual, dan memelihara satwa liar yang dilindungi secara illegal .</li>
<li>Melaporkan kepada petugas yang berwenang (kemetrian kehutanan/dirjen PHKA dan kantor BKSDA) apabila menemukan pelanggaran atau konflik satwa liar yang dilindungi.</li>
<li>hutan adalah Masyarakat sekitar pihak yang pertama merasakan dampak positif maupun negatif dari upaya pelestarian tau kerusakan hutan.</li>
<li>Masyarakat disekitar hutan menjadi pelaku utama dalam aktifitas pelestarian hutan .</li>
<li>hutan adalah Masyarakat sekitar pihak yang pertama kali mengetahui apabilah telah terjadi pelangaran konflik antara satwa dengan manusia.</li>
</ul>
<p>Sumber : Dari berbagai sumber.</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/mengenal-satwa-liar-dan-teknik-perlindungannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memanggil burung-burung dengan tanam pohon</title>
		<link>http://matoa.org/memanggil-burung-burung-dengan-tanam-pohon/</link>
		<comments>http://matoa.org/memanggil-burung-burung-dengan-tanam-pohon/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Mar 2013 09:04:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[burung kota]]></category>
		<category><![CDATA[burung pohon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=8555</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Masyarakat perkotaan umumnya sudah jarang lagi mendengar suara kicauan burung di jalanan. Pembangunan yang cepet denagn tata kelola lingkungan yang buruk membuat kita melupakan pentingya menjaga keseimbangan ekologi lingkungan. &#8230; <div class="next-bttn"><a href="http://matoa.org/memanggil-burung-burung-dengan-tanam-pohon/">Baca Selengkapnya</a></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_8556" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://matoa.org/memanggil-burung-burung-dengan-tanam-pohon/burung-punai-memakan-buah-kersen-talok/" rel="attachment wp-att-8556"><img class="size-thumbnail wp-image-8556" alt="Burung punai memakan buah kersen" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2013/03/Burung-punai-memakan-buah-kersen-talok-200x200.jpg" width="200" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Burung punai memakan buah kersen, Foto: kutilang.co.id</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Masyarakat perkotaan umumnya sudah jarang lagi mendengar suara kicauan burung di jalanan. Pembangunan yang cepet denagn tata kelola lingkungan yang buruk membuat kita melupakan pentingya menjaga keseimbangan ekologi lingkungan. Salah satunya menyediakan pohon  sebagai salah satu rumah untuk burung-burung yang hidup liar.</p>
<p>Pepohonan yang ditanam selain bertujuan sebagai filtrasi udara kota, pepohonan juag penting bagi kelangsungan hidup burung-burung. Burung menggunakan pohon sebagai tempat bertengger, bersosialisasi, makan, bahkan tempat tinggal. Dengan semakin menyempitnya lahan hijau di lingkungan masyarakat, burung-burung di perkotaan menjaid semakin sedikit populasinya. Padahal burung-burung tersebt memiliki fungsi penting sebagai indikator kelestarian lingkungan di wilayah urban. Jika populasi burung menurun drastis, hal ini merupakan idnikator jika lingkungan tersebut sedang mengalami kerusakan lingkungan.</p>
<p>Salah satu  jenis burung-burung yang seringkali ditemukan di perkotaan meliputi burung alap-alap sapi, burung madu, burung gereja, burung kacamata biasa, burung cucak kutilang, dan masih banyak lainnya. Jika anda iongin melesatrikan keberadaan burung-burung di lingkungan rumah, cukup dengan menanam beberapa jenis tanaman ataupun pohon. Pohon dan tanaman tertentu dapat memancing burung untuk datang dikarenakan pada pohon tersebut digunakan untuk tempat tinggal, bereproduksi, maupaun sebagai sumber makanan burung.</p>
<div id="attachment_8557" class="wp-caption aligncenter" style="width: 210px"><a href="http://matoa.org/memanggil-burung-burung-dengan-tanam-pohon/mod-house-jpg-492x0_q85_crop-smart/" rel="attachment wp-att-8557"><img class="size-thumbnail wp-image-8557 " title="rumah burung" alt="rumah burung" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2013/03/mod-house.jpg.492x0_q85_crop-smart-200x200.jpg" width="200" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Rumah burung, Foto : treehugger</p></div>
<p>Jenis tanaman yang suka sekali didatangi oleh burung0burung yaitu seperti belimbing sayur, bugenvil, melati, dan palem-paleman. Untuk pepohonan yang bisa digunakan yaitu palem seledri, kluwak, pohon tanjung, mahoni, dan masih banyak pohon-pohon yang lain.</p>
<p>Untuk membuat kenyamanan burung, anda juga dapat membuat rumah burung dengan berbagai model yang digantung ke genteng rumah, pohon tua, ataupun dinding-dinding rumah. Semoga dengan menanam selain fungsi filtrasi udara dapat maksimal, kita cukup terhibur dengan kedatangan burung-burung yang berkicau di halaman rumah. Salam hijau.</p>
<p>sumber : www.kutilang.co.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/memanggil-burung-burung-dengan-tanam-pohon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anemon Laut: predator cantik di lautan</title>
		<link>http://matoa.org/anemon-laut-predator-cantik-di-lautan/</link>
		<comments>http://matoa.org/anemon-laut-predator-cantik-di-lautan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Feb 2013 10:14:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[anemon laut]]></category>
		<category><![CDATA[terumbu karang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=8530</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Indonesia merupakan negara kepulauan dengan luas laut mencapai 2/3 dari luas total wilayahnya. Dengan tempat daerah di wilayah tropis menyebabkan Indonesia memiliki keanekaragaman hayati berlimpah, tentunya juga dengan keanekaragaman &#8230; <div class="next-bttn"><a href="http://matoa.org/anemon-laut-predator-cantik-di-lautan/">Baca Selengkapnya</a></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_8531" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://matoa.org/anemon-laut-predator-cantik-di-lautan/469717625_682fc4afc7/" rel="attachment wp-att-8531"><img class="size-thumbnail wp-image-8531" alt="Simbiosis terumbu karang dan anemon" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2013/02/469717625_682fc4afc7-200x200.jpg" width="200" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Simbiosis terumbu karang dan anemon, Foto: Flickr/salkiwi</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Indonesia merupakan negara kepulauan dengan luas laut mencapai 2/3 dari luas total wilayahnya. Dengan tempat daerah di wilayah tropis menyebabkan Indonesia memiliki keanekaragaman hayati berlimpah, tentunya juga dengan keanekaragaman hayati di lautan. Jika kita sering bersnorkling di wilayah dengan terumbu karang yang cantik dan beraneka warna, seringkali kita juga melihat seperti karang atau tumbuhan yang bergerak lemah gemulai mengikuti arus lautan yang biasanya dijadikan tempat bersembunyi beberapa ikan, salah satunya ikat badut<i> (clown fish).</i>Apakah anda tahu mahluk hidup apakah itu? orang seringkali menyebutnya anemon atau mawar laut. Memang sepintas tampak seperti tumbuhan laut, namun anemon sebenarnya masuk dalam golongan hewan invertebrata laut.</p>
<p>Anemon laut merupakan salah satu jenis karang dari filum Cnidaria. Baik karang maupun anemon laut berasal dari kelas yang sama yaitu Anthozoa. Perbedaan dari keduanya yaitu kerang menghasilkan kalsium karbonat, sednagkan anemon tidak. Anemon merupakan hewa invertebrata yang memiliki beragam bentuk baik radial simetru, columnar, dan memiliki satu mulut yang dikelilingi oleh tentakel. Tentakel berfungsi untuk alat penyengat serangan predator dan juga untuk menagkap mangsa. Anemon laut umumnya memiliki ukuran tubuh antara 2,5-10 cm, beberapa anemon juga dapat tumbuh hingga mencapai 1,8 meter.</p>
<p>Makanan anemon laut yaitu krustacea, moluska, ikan, serta feses dan bahan organik dalam perairan. Sistem penceranaan hanya terdiri 1 mulut yang berfungsi sebagai mulut dan anus.  Bentuk anemon terdiri dari 2 yaitu polip dan medusa. Polip merupakan jenis  anemon yang melekat pada dasar perairan, dan medusa merupakan jenis anemon yang hidup bebas mengikuti arus perairan.</p>
<p>Sistem reproduksi anemon yaitu secara aseksual dan seksual. Secara aseksual, anemon berkembangbiak dengan memutuskan bagian tubuhnya. Tubuh tersebut nantinya akan menjadi anemon baru. Secara seksual, pertemuan sel betina dan sel jantan terjadi di dalam air. setelah terjadi peleburan sel jantan dan sel betina akan membentuk zigot kemudian berkembang menjadi larva. Anemon merupakan hewan hermafrodit sehingga dalam satu invidu dapat menghasilkan sekaligus sel gamet jantan dan betina. Penyebaran anemon sangat luas meliputi kawasan perairan tropis hingga sub tropis. Anemon dapat ditemukan soliter ataupun hidup berkelompok membentuk koloni.</p>
<p>Anemon dapat dimanfaatkan sebagai komoditi perairan yang meiliki nilai ekologis dan ekonomis. Secara ekologi, hewan ini berfungsi dalam membentuk ekosistem terumbu karang. Perairan tropis tercatat 51 spesies ikang karang melakukan simbiosis fakultatif dengan anemon laut. Anemon juga berfungsi dalma pembentukan terumbu karang. Sel-sel endodermis dari anemon terdapat banyak sel-sel zooxanthellae sebagai simbion intraseluler. Zooxanthellae juga berfungsi dalam proses transfer 60% karbon dalam proses fotosintesis. Keberadaan anemon juga dapat meningkatkan perlindungan bagi proses kembangbiak beberapa jenis ikan-ikan karang. Nilai ekonomis dari anemon yaitu sumber pangan dan juga hewan pengisi akuarium.</p>
<p>Beragam manfaat yang didapat dari anemon, layaknya kita melindungi keanekaragaman hayati ini. Perlindungan anemon dapat dilakukan dengan tidak merusak terumbu karang dan ekosistem terumbu karang. Bagi sahabat yang sedang berwisata menikmati terumbu karang dengan snorkling atupun diving, hendaknya tidak menginjak ataupun memegangnya. Membuang sampah ke laut juga dapat merusak ekosistem perairan termasuk keberadaan anemon dan terumbu karang. Untuk para nelayan juga hendaknya tidak menangkap ikan ataupun anemon secara besar-besaran. Walaupun anemon memiliki nilai ekonomis tinggi bukan berarti kita mengeksploitasi secara berlebihan. Salam hijau sahabat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/anemon-laut-predator-cantik-di-lautan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengurangi Penggunaan Asam Nitrit pada Industri</title>
		<link>http://matoa.org/mengurangi-penggunaan-asam-nitrit-pada-industri/</link>
		<comments>http://matoa.org/mengurangi-penggunaan-asam-nitrit-pada-industri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Sep 2012 06:49:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[asam nitrit]]></category>
		<category><![CDATA[bahan kimia pada industri]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[kentang]]></category>
		<category><![CDATA[kentang kudisan]]></category>
		<category><![CDATA[kudis pada kentang]]></category>
		<category><![CDATA[mengurangi penggunaan asam nitrit]]></category>
		<category><![CDATA[mengurangi penggunaan bahan kimia]]></category>
		<category><![CDATA[Streptomyces scabies]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=7957</guid>
		<description><![CDATA[...berpotensi mengurangi penggunaan bahan kimia asam nitrit yang berkorosif tinggi. <div class="next-bttn"><a href="http://matoa.org/mengurangi-penggunaan-asam-nitrit-pada-industri/">Baca Selengkapnya</a></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/09/kentang-kudis.jpg"><img class="alignleft  wp-image-7958" title="kentang kudis" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/09/kentang-kudis.jpg" alt="" width="259" height="173" /></a>Enzim pada bakteri yang menyebabkan kentang kudisan mampu membantu menciptakan biokatalis baru ramah lingkungan yang berpotensi mengurangi penggunaan bahan kimia asam nitrit yang berkorosif tinggi.</p>
<p><span id="more-7957"></span></p>
<p>Ahli kimia di Universitas Warwick di UK berkolaborasi dengan peneliti di <em>Cornell University</em>, Amerika, telah melaporkan di jurnal <em>Nature Chemical Biology</em>, penemuan enzim pada bakteri <em>Streptomyces scabies</em> bahwa katalis adalah reaksi aromatic nitrasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>TxtE, sebuah enzim cytochrome  P450 merupakan contoh pertama enzim yang telah berevolusi menjadi katalis reaksi aromatik nitrasi. TxtE dapat melakukan hal tersebut dengan menggunakan gas nitrogen monoksida, dihasilkan dari asam amino arginin oleh synthase nitrit oksida mitra enzim txtD, dan dioksigen.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hasil-hasil ini akhirnya menemukan aplikasi pada industri kimia, di mana bahan kimia asam nitrit dan asam sulfur yang berkorosi tinggi digunakan untuk membawa reaksi aromatik nitrasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Teknik enzim TxtE memungkinkan untuk mengembangkannya sebagai biokatalis nitrasi untuk produksi bahan kimia industri tanpa penggunaan asam nitrit.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Professor Greg Challis dari Departemen Kimia di Universitas Warwick, yang memimpin proyek mengatakan: “Reaksi nitrasi sangat penting secara komersil, sebagai contohnya untuk membuat senyawa bahan peledak dan nitroaromatik yang merupakan blok bangunan penting industri kimia. Reaksi tersebut dilakukan menggunakan bahan kimia berkorosif tinggi seperti asam nitrit, yang sulit untuk ditangani dan tidak ramah lingkungan. Akan sangat menarik jika biokatalis dapat dikembangkan untuk produksi nitroaromatik ramah lingkungan.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Enzim Cytochrome P450 berada di mana-mana dalam organisme hidup. Biasanya bertanggung jawab terhadap <em>hydroxylation</em> dan rekasi oksidasi lainnya. Namun, baru kali ini dilaporkan bahwa enzim cytochrome P450 mengkatalis reaksi nitrasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>TxtE mengkatalis pengenalan kelompok nitro menjadi posisi tertentu cincin aromatik dari asam amino tryptophan. Hal ini merupakan langkah penting pertama dalan biosintesis thaxtomin A.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Thaxtomin A memungkinkan <em>Streptomyces scabies</em> merusak kentang dan sayuran akar lainnya dengan menghambat produksi selulosa, dengan demikian merusak dinding sel dan memungkinkan infeksi meradang.</p>
<p>Peran enzim yang krusial dalam biosintesis thaxtomin A membuatnya menjadi target potensial untuk pengembangan molekul baru untuk menghadang produksi thaxtomin dan mencegah kudis pada kentang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber: sciencedaily.com</p>
<p>Sumber gambar: apps.rhs.org.uk</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/mengurangi-penggunaan-asam-nitrit-pada-industri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jual-Beli Kulit Harimau Digagalkan</title>
		<link>http://matoa.org/jual-beli-kulit-harimau-digagalkan/</link>
		<comments>http://matoa.org/jual-beli-kulit-harimau-digagalkan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Aug 2012 04:52:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[harimau sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[kulit harimau]]></category>
		<category><![CDATA[kulit macan tutul]]></category>
		<category><![CDATA[kulit satwa liar]]></category>
		<category><![CDATA[macan tutul]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan]]></category>
		<category><![CDATA[penjualan kulit harimau]]></category>
		<category><![CDATA[perdagangan ilegal]]></category>
		<category><![CDATA[perdagangan ilegal kulit harimau sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[perdagangan ilegal kulit macan tutul]]></category>
		<category><![CDATA[perdagangan ilegal satwa liar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=7864</guid>
		<description><![CDATA[Perdagangan kulit harimau sumatera (Phantera tigris sumatrae) dan macan tutul (Phantera pardus) kembali berhasil digagalkan oleh Kementerian Kehutanan. <div class="next-bttn"><a href="http://matoa.org/jual-beli-kulit-harimau-digagalkan/">Baca Selengkapnya</a></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/08/kulit-harimau.jpg"><img class="alignleft  wp-image-7865" title="kulit harimau" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/08/kulit-harimau.jpg" alt="" width="350" height="232" /></a>Perdagangan kulit harimau sumatera (<em>Phantera tigris sumatrae</em>) dan macan tutul (<em>Phantera pardus</em>) kembali berhasil digagalkan oleh Kementerian Kehutanan (kemenhut). Operasi penertiban perdagangan ilegal satwa liar dilindungi tersebut dipimpin oleh Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (Dirjen  PHKA), Ir. Darori, MM.<span id="more-7864"></span></p>
<p>Dalam operasi tersebut ditemukan barang bukti berupa satu lembar kulit harimau sumatera dan satu lembar kulit macan tutul dalam keadaan utuh. Selain itu, ditangkap empat orang pemilik barang temuan tersebut.</p>
<p>Satu kulit utuh (satu <em>offset</em>) harimau sumatera atau macan tutul dihargai sekitar Rp 26 juta hingga Rp 28 juta, bahkan harga pasaran di internet bisa mencapai Rp 76 jutaan. Namun kerugian ekologis yang disebabkan penjualan ilegal satawa liar jauh di atas nilai jual tersebut.</p>
<p>Sebelumnya, Juli lalu, aparat kemenhut berhasil menggagalkan transaksi yang melibatkan sedikitnya 18 kulit harimau, singa dan macan tutul yang sudah diawetkan di Depok, Jawa Barat.</p>
<p>Tersangka perdagangan illegal satwa liar dilindungi akan dijerat dengan pasal 21 ayat (2) dan pasal 40 ayat (2) UU No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem dengan sanksi pidana penjara selama lima tahun dan denda sebesar Rp 100 juta.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber: Kementerian Kehutanan</p>
<p>Gambar: <a href="http://dephut.go.id">dephut.go.id</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/jual-beli-kulit-harimau-digagalkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lautku Tercemar Sampah</title>
		<link>http://matoa.org/lautku-tercemar-sampah/</link>
		<comments>http://matoa.org/lautku-tercemar-sampah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Aug 2012 08:45:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[laut]]></category>
		<category><![CDATA[laut tercemar sampah]]></category>
		<category><![CDATA[pantai]]></category>
		<category><![CDATA[pantai tercemar sampah]]></category>
		<category><![CDATA[pemcemaran]]></category>
		<category><![CDATA[pencemaran sampah]]></category>
		<category><![CDATA[polusi]]></category>
		<category><![CDATA[sampah]]></category>
		<category><![CDATA[sampah di laut]]></category>
		<category><![CDATA[sampah di pantai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=7849</guid>
		<description><![CDATA[Sayangnya, tidak sedikit masyarakat yang belum sadar pentingnya menjaga kebersihan dan keindahan laut. <div class="next-bttn"><a href="http://matoa.org/lautku-tercemar-sampah/">Baca Selengkapnya</a></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_7850" class="wp-caption alignleft" style="width: 359px"><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/08/sampah-di-pantai.jpg"><img class=" wp-image-7850 " title="sampah di pantai" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/08/sampah-di-pantai.jpg" alt="" width="349" height="234" /></a><p class="wp-caption-text">Timbunan sampah di muara angke</p></div>
<p>Indonesia sangat terkenal dengan luasnya lautan dan kekayaan yang ada di dalamnya. Sayangnya, tidak sedikit masyarakat yang belum sadar pentingnya menjaga kebersihan dan keindahan laut.</p>
<p>Indikasi kurang sadarnya masyarakat terlihat dari semakin banyaknya sampah di tepi perairan. Lebih parah lagi, sampah tersebut didominasi oleh sampah plastik yang sangat sulit terurai. Sampah plastik yang semakin menumpuk dapat dengan mudah ditemukan di tepi pantai.</p>
<p>Timbunan sampah yang semakin menumpuk tentu sangat mengganggu keindahan alam, terlebih bagi mahluk hidup yang ada di perairan. Tidak sedikit hewan laut yang mengira plastik adalah sumber makanan. Faktanya, pada tahun 2008, 2 ekor paus sperma terdampar di pesisir California AS dan memiliki 205 kg jaring ikan dan serpihan sampah palstik dalam tubuhnya. Tahun 2002, ditemukan paus menelan hampir satu ton sampah di Perancis. Bayangkan jika sampah plastik semakin merajalela, banyak mahluk hidup yang mati karena menelan sampah-sampah tersebut.</p>
<p>Selain itu, banyaknya sampah yang mengapung di perairan laut akan tersangkut di batang bibit bakau menyebabkan bibit bakau terganggu dan banyak yang mati. Padahal tanaman yang biasa hidup di pinggir pantai ini sangat bermanfaat bagi kelestarian kehidupan laut. Tanaman bakau mampu melindungi pantai dari abrasi dan ombak laut yang besar.</p>
<p>Kerugian yang ditimbulkan sampah tidak terbatas hanya itu saja, masih banyak kerugian lain yang diakibatkan sampah dalam jangka waktu panjang.</p>
<p>Mulai saat ini, kurangi penggunaan plastik di daerah pantai. Sebaiknya gunakan bahan-bahan organik. Misalnya, untuk penyajian makanan tidak perlu menggunakan plastik atau styrofoam, penjual atau pengunjung dapat menggunakan daun pisang atau kertas, atau bisa juga menggunakan tempat atau peralatan makan agar lebih hemat.</p>
<p>Hindari membuang sampah di laut. Terdengar sepele, namun aktivitas ini sangat berpengaruh terhadap kelestarian dan kebersihan laut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Semoga bermanfaat</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber gambar: <a href="http://foto.inilah.com/">foto.inilah.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/lautku-tercemar-sampah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teknologi Baru Menghilangkan Racun Tanaman</title>
		<link>http://matoa.org/teknologi-baru-menghilangkan-racun-tanaman/</link>
		<comments>http://matoa.org/teknologi-baru-menghilangkan-racun-tanaman/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Aug 2012 06:50:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Brassica napus]]></category>
		<category><![CDATA[menghilangkan racun tanaman yang tidak diinginkan]]></category>
		<category><![CDATA[oilseed rape]]></category>
		<category><![CDATA[racun tanaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=7802</guid>
		<description><![CDATA[Oilseed rape (Brassica napus) menghasilkan glucosinolates yang berguna sebagai pertahanan. <div class="next-bttn"><a href="http://matoa.org/teknologi-baru-menghilangkan-racun-tanaman/">Baca Selengkapnya</a></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/08/Brassica_napus_plant.jpg"><img class="alignleft  wp-image-7803" title="Brassica_napus_plant" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/08/Brassica_napus_plant-459x600.jpg" alt="" width="321" height="420" /></a>Tanaman menghasilkan racun sebagai pertahanan diri melawan musuh atau predator (hama herbivora atau penyakit). <em>Oilseed rape</em> (<em>Brassica napus</em>) menghasilkan <em>glucosinolates</em> yang berguna sebagai pertahanan. <span id="more-7802"></span>Bagaimanapun, karena kandungan <em>glucosinolates</em>, para petani hanya dapat menggunakan <em>Oilseed rape</em> kaya protein yang terbatas untuk pakan babi dan ayam. Saat ini, tim peneliti dari Universitas Copenhagen telah mengembangkan metode untuk menghalangi racun yang tidak diinginkan agar tidak menjadi bagian yang bisa dimakan pada tanaman.</p>
<p>Terobosan tersebut dipublikasikan pada 5 Agustus di <em>Scientific Journal Nature</em>.</p>
<p>“Kami telah mengembangkan teknologi baru sepenuhnya yang disebut “teknik transport”. Teknik transport dapat digunakan untuk menghapus zat-zat yang tidak diinginkan dari bagian panen yang bisa dimakan,” kata Prof. Barbara Ann Halkier, kepala <em>Excellence for Dynamic Molecular Interactions</em> (DynaMo) di Universitas Copenhagen, Fakultas Ilmu Pengetahuan.</p>
<p><em>Oilseed rape</em> merupakan salah satu contoh tanaman yang bisa ditingkatkan secara besar-besaran menggunakan teknologi baru. Tidak seperti <em>glucosinolates</em> sehat yang ditemukan di brokoli. Minyak biji tanaman pakan biasanya menghasilkan <em>glucosinolate</em> yang berbahaya bagi kebanyakan hewan ketika dikonsumsi dalam jumlah yang besar.</p>
<p>Ini berarti bahwa <em>Oilseed rape</em> yang kaya protein dihasilkan menggunakan produk sampingan biji pakan yang dipress untuk minyak, hanya bisa digunakan dalam jumlah yang terbatas untuk pakan babi dan ayam. Oleh karena itu, Eropa bagian utara melanjutkan impor jumlah besar kedelai untuk pakan.</p>
<p>Terobosan tersebut meningkatkan <em>Oilseed rape</em> sebagai pakan hewan yang komersil: “Kami mengatur untuk menemukan dua protein yang mengangkut <em>glucosinolates</em> ke biji-biji tanaman selada, relasi yang dekat dengan tanaman pakan minyak biji. Ketika kita memproduksi selada tanpa dua protein ini, hasil luar biasa adalah biji mereka bebas dari <em>glucosinolates</em> dan cocok sebagai pakan,”.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber: sciencedaily.com</p>
<p>Sumber gambar: missouriplants.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/teknologi-baru-menghilangkan-racun-tanaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Harapan Berlebihan terhadap Biofuel?</title>
		<link>http://matoa.org/harapan-berlebihan-terhadap-biofuel/</link>
		<comments>http://matoa.org/harapan-berlebihan-terhadap-biofuel/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jun 2012 09:10:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[biofuel]]></category>
		<category><![CDATA[emisi bioenergy]]></category>
		<category><![CDATA[emisi biofuel]]></category>
		<category><![CDATA[emisi karbon]]></category>
		<category><![CDATA[produksi bioenergi]]></category>
		<category><![CDATA[produksi biofuel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=7645</guid>
		<description><![CDATA[produksi bioenergi mengabaikan informasi penting yang telah menyebabkan harapan berlebihan terhadap penggunaan biofuel dibandingkan bahan bakar fosil. <div class="next-bttn"><a href="http://matoa.org/harapan-berlebihan-terhadap-biofuel/">Baca Selengkapnya</a></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/06/green_fuel.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-7646" title="green_fuel" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/06/green_fuel-300x274.jpg" alt="" width="300" height="274" /></a>Dua ilmuwan menantang norma-norma penerimaan produksi biofuel saat ini. Komentar terbaru yang dipublikasikan di GCB <em>Bioenergy</em> mengungkapkan bahwa perhitungan emisi gas rumah kaca (GRK) dari produksi bioenergi mengabaikan informasi penting yang telah menyebabkan harapan berlebihan terhadap penggunaan biofuel dibandingkan bahan bakar fosil.<span id="more-7645"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kritik memanjang terhadap model <em>Life Cycle Analysis</em> (LCA) produksi bioenergi. LCA merupakan tehnik yang digunakan untuk mengukur dan menyusun semua faktor yang berhubungan dengan produksi, penggunaan, dan pembuangan bahan bakar atau suatu produk. Pengarang menyimpulkan bahwa LCA berharap berlebihan terhadap dampak positif penggunaan biofuel vs penggunaan bahan bakar fosil dengan menghilangkan emisi karbon dioksida dari kendaraan yang menggunakan ethanol dan biodiesel.</p>
<p style="text-align: justify;">Pendukung bioenergi membantah bahwa analisis harus selalu mengabaikan karbon dioksida karena tanaman tumbuh untuk menyangga biofuel dan oleh karenanya mengimbangi jumlah karbon yang sama yang diemisikan oleh penyulingan dan pembakaran bahan bakar. Banyak yang mengkritik metode ini dengan berpendapat bahwa melakukan penghitungan ganda sehingga karbon yang diserap ketika tanaman bioenergi tumbuh di lahan yang telah digunakan untuk produksi hasil pertanian atau yang telah menumbuhkan tanaman jenis lain karena bioenergi tidak selalu menghasilkan penambahan penyerapan karbon. Biofuel hanya mengurangi gas rumah kaca jika mereka menghasilkan penyerapan karbon tambahan, atau jika menghasilkan tambahan biomassa yang dapat digunakan dengan menangkap limbah yang akan membusuk.</p>
<p style="text-align: justify;">Harapan berlebihan terhadap LCA bioenergi menjadi semakin diperbesar ketika kelalaian CO<sub>2</sub> dikombinasikan dengan mangabaikan emisi nitrogen dari penggunaan pupuk. Berdasarkan pengarang utama Dr Keith Smith dari Universitas Edinburgh, “Emisi N<sub>2</sub>O dari tanah membuat kontribusi besar terhadap pemanasan global yang berhubungan dengan hasil pertanian karena setiap kilogram N<sub>2</sub>O diemisikan ke atmosfir memilliki efek sama dengan 300 kg CO<sub>2</sub>. Ia mengatakan bahwa beberapa LCA merendahkan persentase penggunaan pupuk nitrogen yang sebetulnya diemisikan ke atmosfir sebagai GRK. Pengarang mengklaim bahwa penyerapan N<sub>2</sub>O meningkat di atmosfir menunjukkan bahwa persentase ini faktanya mendekati nilai ganda yang digunakan LCA, yang mengubah hasil dengan sangat besar.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena hasil LCA telah digunakan secara luas , Searcsinger dan Smith menyimpulkan bahwa pengembangan keseluruhan dan penelitian alternatif bahan bakar telah menuju arah yang salah. “Kesempatan terbaik untuk membuat biofuel yang menguntungkan adalah menggunakan bahan limbah atau fokus terhadap lahan basah tapi lahan terdegradasi tinggi,” kata Dr. Smith. Jika hasil pertanian bioenergi dihasilkan pada lahan terdegradasi, GRK akan lebih sedikit diemisikan dan banyak yang akan disimpan. Selain itu, lahan jenis ini tidak akan berkompetisi dengan tanaman pangan, tekstil, dan produk lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sumber: sciencedaily.com</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber gambar: projectbiofuel.blogspot.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/harapan-berlebihan-terhadap-biofuel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 1.818 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2013-05-19 08:26:15 -->

<!-- Compression = gzip -->