<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>MATOA &#187; Info Lingkungan</title>
	<atom:link href="http://matoa.org/category/info-lingkungan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://matoa.org</link>
	<description>Green Magz</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 08:54:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>8 Sungai di Dunia Terancam Mengering karena Overuse (bag-2)</title>
		<link>http://matoa.org/8-sungai-di-dunia-terancam-mengering-karena-overuse-bag-2/</link>
		<comments>http://matoa.org/8-sungai-di-dunia-terancam-mengering-karena-overuse-bag-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 08:54:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[sungai]]></category>
		<category><![CDATA[sungai di dunia]]></category>
		<category><![CDATA[sungai dunia yang mulai mengering]]></category>
		<category><![CDATA[sungai yang mulai mengering]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=7031</guid>
		<description><![CDATA[Sungai merupakan alah satu sumber daya yang harus dijaga...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://matoa.org/8-sungai-di-dunia-terancam-mengering-karena-overuse-bag-2/amudarya-river-2/" rel="attachment wp-att-7032"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-7032" title="amudarya river" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/02/amudarya-river1-200x193.jpg" alt="" width="200" height="193" /></a>Sungai merupakan salah satu sumber air tawar bagi kehidupan mahluk hidup. Sebagai salah satu sumber daya yang harus dijaga, sungai memiliki peranan penting untuk aspek kehidupan manusia seperti air minum, MCK, industri, dan pertanian. Sayangnya, tak semua mengerti pentingnya menjaga sumber daya satu ini.</p>
<p>Berikut merupakan 8 sungai yang mulai mengering dikarenakan <em>overuse</em> atau terlalu banyak digunakan:<span id="more-7031"></span></p>
<ul>
<li>Sungai Rio Grande</li>
</ul>
<p>Salah satu sungai terbesar di Amerika Utara dengan luas 1.885 mil (3.033 km), Rio Grande mengalir dari bagian barat-daya Colorado ke Teluk Mexico. Hal tersebut menegaskan perbatasan antara Texas dan Mexico.</p>
<p>Sekarang kurang dari 1/5 aliran Rio Grande mencapai teluk. Beberapa tahun di awal 2000an, sungai tersebut tidak mencapai pantai sepenuhnya. Yang memisahkan Meksiko dari Amerika adalah pantai dengan pasir yang kotor.</p>
<ul>
<li>Sungai Kuning</li>
</ul>
<p>Sungai kuning merupakan sungai kedua terpanjang di Cina, setelah YangTze, dan keenam terpanjang di dunia dengan panjang mencapai 3.394 mil (5.464 km). Sungai kuning merupakan peradaban paling awal Cina, dan memiliki cerita panjang yang kompleks di daerah tersebut. Beberapa bencana banjir selama berabad-abad mengakibatkan bencana hilangnya kehidupan, termasuk banjir yang terjadi di tahun 1931 yang membunuh 1 – 4 juta orang.</p>
<p>Sejak 1972, sungai kuning mongering sebelum mencapai laut, akibat dari pengalihan lahan, terutama pertanian. Tahun 1972, sungai kuning tidak mengalir selama 230 hari. Hal tersebut mengakibatkan kekurangan air di delta sungai dan juga longsor karena lumpur.</p>
<p>Sungai kuning membawa lumpur yang banyak hingga berlapis-lapis.</p>
<p>Banyak dam dibangun di sekitar sungai, namun umur dam tersebut tidak lama karena beban lumpur terlalu besar.</p>
<ul>
<li>Sungai Teesta</li>
</ul>
<p>Sungai testa mengalir sepanjang 196 mil (315 km) melalui negara bagian Indian Sikkim dan sungai Brahmaputra di Bangladesh. Mengalir dari Himalaya (lelehan salju), dan kemudian mengukir jalan melalui lembah dan iklim tropis.</p>
<p>Sungai teesta sering disebut garis kehidupan Sikkim, namun beberapa tahun terakhir ini telah digunakan untuk irigasi dan penggunaan lain yang membuat sungai cepat kering. Nelayan tidak bisa lagi menjadikannya tambak dan ribuan petani telah kehilangan persediaan air.</p>
<p>Walau demikian, India akan membangun dam-dam sepanjang Teesta untuk menghasilkan energi listrik. Para geologis memperingatkan berat sedimen akan menumpuk mampu mengakibatkan pada daerah aktif.</p>
<ul>
<li>Sungai Murray</li>
</ul>
<p>Para ahli telah mengingatkan masalah lembah sungai Murray, Australia menjadi pertanda masalah air di wilayah tersebut. Sungai Murray merupakan sungai terpenting dan terpanjang di Australia dengan panjang 1.476 mil (2.375 km) dari <em>Australian Alps</em>, melewati pedalaman  ke Samudra Hindia dekat dengan Adelaide.</p>
<p>Digunakan sebagai irigasi, lembah murray merupakan wilayah pertanian tersebur dan dikenal dengan sumber makanan Australia. Kerusakan dan pengalihan telah mengurangi aliran sungai hingga mulut sungai tertutup akibat lumpur.</p>
<p>Selain itu, sungai murray menghadapi beragam ancaman lingkungan seperti aliran polutan khususnya dari 4 negara bagian Australia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber: Nationalgeographic.com</p>
<p>Sumber gambar: ens-newswire.com</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/8-sungai-di-dunia-terancam-mengering-karena-overuse-bag-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>8 Sungai di Dunia Terancam Mengering karena Overuse (bag-1)</title>
		<link>http://matoa.org/8-sungai-di-dunia-terancam-mengering-karena-overuse-bag-1/</link>
		<comments>http://matoa.org/8-sungai-di-dunia-terancam-mengering-karena-overuse-bag-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 08:47:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[sungai]]></category>
		<category><![CDATA[sungai di dunia]]></category>
		<category><![CDATA[sungai dunia yang mulai mengering]]></category>
		<category><![CDATA[sungai yang mulai mengering]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=7021</guid>
		<description><![CDATA[8 sungai yang mulai mengering dikarenakan overuse...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_7022" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://matoa.org/8-sungai-di-dunia-terancam-mengering-karena-overuse-bag-1/amudarya-river/" rel="attachment wp-att-7022"><img class="size-thumbnail wp-image-7022" title="amudarya river" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/02/amudarya-river-200x193.jpg" alt="" width="200" height="193" /></a><p class="wp-caption-text">Sungai Amu Darya</p></div>
<p style="text-align: justify;">Sungai merupakan salah satu sumber air tawar bagi kehidupan mahluk hidup. Sebagai salah satu sumber daya yang harus dijaga, sungai memiliki peranan penting untuk aspek kehidupan manusia seperti air minum, MCK, industri, dan pertanian. Sayangnya, tak semua mengerti pentingnya menjaga sumber daya satu ini.<span id="more-7021"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Berikut merupakan 8 sungai yang mulai mengering dikarenakan <em>overuse</em> atau terlalu banyak digunakan:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Sungai Colorado</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Sungai Colorado merupakan salah satu sungai yang paling banyak digunakan. Sungai tersebut menyediakan air untuk 30 juta penduduk dan memiliki banyak dam dan area hiburan sepanjang 1.450 mil atau 2.333 km.</p>
<p style="text-align: justify;">Sungai ini banyak digunakan untuk keperluan pertanian, industri, dan kebutuhan perkotaan lainnya. Sungai Colorado jarang mencapai deltanya dan Teluk California. Sekitar 1/10 aliran sungai mengalir ke Mexico, namun kebanyakan digunakan untuk pertanian hingga perbatasan bagian selatan kota.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Sungai Indus</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Sungai ini merupakan sumber air tawar utama di Pakistan. Air sungai Indus digunakan untuk kebutuhan rumah tangga dan industri, dan sekitar 90% kebutuhan air pertanian berasal dari sungai ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelumnya sungai ini memiliki delta sungai yang subur yang ditumbuhi padi dan lahan perikanan yang sudah mengering. Bagian sungai Indus yang lebih rendah memiliki ekosistem subur yang mendukung perikanan rakyat dan menyediakan beragam habitat spesies, termasuk satwa langka yang di ambang kepunahan, Lumba-Lumba Sungai Indus.</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak penduduk yang tinggal di daerah delta menyalahkan pemilik tanah kaya di daerah hulu karena mengambil air di sungai. Selain itu, menurut <em>National Geographic News</em> terjadi ketegangan yang semakin meningkat dengan negara tetangga, India (rumah bagi glacier yang mengalirkan air ke sungai) yang berencana membangun daerah hiburan lebih besar.</p>
<p style="text-align: justify;">Diperkirakan masa depan sumber air di Pakistan “suram” dengan populasi melebihi 220 juta penduduk selama satu dekade. Tak hanya itu, diperkirakan Pakistan hanya mampu memiliki persediaan air sekitar 30 hari penggunaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kabar baiknya, India dan Pakistan akan bekerja sama lebih baik mengenai sumber air di kedua negara. Dan pertumbuhan populasi di kedua negara semakin diperlambat dan meningkatnya kesadaran melindungi salah satu sungai terbesar di dunia tersebut.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Sungai Amu Darya</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Salah satu sumber air terbesar di Dunia, Aral Sea dengan luas permukaan 26.000 mil<sup>2</sup> (67.300 km<sup>2</sup>). Laut tersebut dikelilingi oleh kota-kota yang makmur dan menguntungkan industri dan usaha perikanan di sekitarnya yang menyediakan 40.000 lapangan pekerjaan dan menyediakan Uni Soviet enam titik penangkapan ikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Aral Sea dialiri dua sungai terbesar di Asia, Amu Darya di bagian selatan dan Syr Darya di bagian utara. Dulunya merupakan sungai terpanjang di daerah tersebut dengan daerah padang rumput seluas 1.500 mil (2.414 km).</p>
<p style="text-align: justify;">Namun di tahun 1960’an, Uni Soviet memutuskan membuat padang rumput berbunga. Sehingga, mereka membangun jaringan irigasi, termasuk 20.000 mil kanal, 45 dam, dan lebih dari 80 waduk, semuanya untuk mengairi lahan kapas dan gandum di daerah Kazakhstan dan Uzbekistan. Sistem tersebut bocor dan tidak efisien dan setelah beberapa dekade, Amu Sarya telah kehilangan aliran airnya dan tidak mencapai Aral Sea. Saat ini Aral Sea memiliki luas 70 mil atau 110 km.</p>
<p style="text-align: justify;">Kehilangan banyak sumber utama air, laut tersebut menyusut dengan cepat. Hanya beberapa dekade, Aral Sea menyusut menjadi danau yang kecil, dengan kombinasi volum sepersepuluh aslinya dan kandungan salinitas yang lebih tinggi karena evaporasi. Jutaan ikan mati, garis pantai menyusut beberapa mil dari kota, dan sebagian penduduk yang tersisa terganggu dengan badai debu, sisa industry pertanian dan pengujian senjata.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Sungai Syr Darya</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Sungai Syr Darya termasuk salah satu sungai besar yang tercemari. Sungai ini mulai mengalir dari Gunung Shan di Kyrgyzstan dan Uzbekistan dan memiliki panjang aliran 1.374 mil (2.212 km) menuju bagian tersisa Sral Sea.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada abad ke-18, sistem kanal dibangun di sungai. Struktur ini dikembangkan oleh insinyur Uni Soviet pada abad ke-20, untuk mengembangkan kuantitas kapas. Hampir semua aliran dialihkan, meninggalkan sedikit aliran air.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena air yang berpolusi, penduduk sekitar dilarang mengkonsumsi dan mengairi lahan pertanian. Beberapa tahun yang lalu, World Bank telah membangun dam dan projek restorasi dengan target meningkatkan kesehatan Syr Darya dan meningkatkan aliran ke Aral Sea.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sumber: Nationalgeographic.com</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber gambar: ens-newswire.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/8-sungai-di-dunia-terancam-mengering-karena-overuse-bag-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Karbon Dioksida Menyebabkan Ikan Kehilangan Kemampuan</title>
		<link>http://matoa.org/karbon-dioksida-menyebabkan-ikan-kehilangan-kemampuan/</link>
		<comments>http://matoa.org/karbon-dioksida-menyebabkan-ikan-kehilangan-kemampuan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 04:49:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[akibat emisi karbondioksida]]></category>
		<category><![CDATA[ikan]]></category>
		<category><![CDATA[ikan dan pengaruh karbondioksida]]></category>
		<category><![CDATA[karbondioksida]]></category>
		<category><![CDATA[pengaruh karbondioksida di laut]]></category>
		<category><![CDATA[pengaruh karbondioksida terhadap ikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=6930</guid>
		<description><![CDATA[Peningkatan emisi karbon dioksida manusia mampu mempengaruhi otak dan pusat sistem saraf ikan laut yang berkonsekuensi terhadap kemampuan ikan bertahan hidup.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://matoa.org/karbon-dioksida-menyebabkan-ikan-kehilangan-kemampuan/ikan-terumbu_hawis-300x300/" rel="attachment wp-att-6936"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-6936" title="Ikan-terumbu_Hawis-300x300" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/01/Ikan-terumbu_Hawis-300x300-200x200.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a>Peningkatan emisi karbon dioksida manusia mampu mempengaruhi otak dan pusat sistem saraf ikan laut yang berkonsekuensi terhadap kemampuan ikan bertahan hidup.<span id="more-6930"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Proffesor Philip Muday dari <em>The ARC Centre of Exellence for Coral Reef Studies and James Cook University</em>, konsentrasi karbon dioksida diprediksi akan terjadi di samudra akhir abad ini yang akan mengganggu kemampuan ikan mendengar, mencium, berbalik, dan menghindari predator.</p>
<p style="text-align: justify;">Selama beberapa tahun, timnya telah menguji kinerja bayi ikan karang di air laut yang mengandung CO<sub>2</sub> lebih tinggi. Dan sekarang menjadi jelas bahwa ikan-ikan tersebut menahan gangguan yang signifikan terhadap pusat sistem syaraf mereka, yang kemungkinan akan merusak peluang mereka bertahan hidup.</p>
<p style="text-align: justify;">Prof. Munday dan timnya mengemukakan bukti pertama di dunia mengenai tingkat CO<sub>2</sub> yang tinggi di air laut mengacaukan bagian penting otak (sel yang peka terhadap rangsangan) pada ikan, yang menyebabkan perubahan yang kentara pada kemampuan sensor dan kebiasaan ikan-ikan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Penelitiannya menunjukkan kemampuan penciuman bayi ikan terganggu dengan kandungan karbon dioksida yang tinggi di air yang berarti sangat sulit bagi ikan tersebut untuk menemukan lokasi untuk bertahan dari ikan predator. Selain itu, penelitian lainnya menunjukkan ikan-ikan tersebut kehilangan insting alaminya untuk belok ke kiri atau kanan. Hal tersebut merupakan hal yang sangat penting karena akan membuat ikan-ikan tersebut semakin terganggu kelestariannya karena habis dimakan predator.</p>
<p style="text-align: justify;">Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa kerusakan yang ditimbulkan oleh kandungan CO<sub>2</sub> yang tinggi tidak sederhana. Namun, kandungan karbon diokasida yang tinggi mempengaruhi seluruh pusat sistem syaraf.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekitar 2 – 3 ton emisi CO<sub>2</sub> manusia larut dalam samudra di dunia setiap tahun, yang menyebabkan perubahan kimia lingkungan pada laut di mana banyak ikan dan spesies lainnya hidup.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber: sciencedaily.com</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber foto: lh4.ggpht.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/karbon-dioksida-menyebabkan-ikan-kehilangan-kemampuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penelitian Menunjukan: Produksi Biofuel yang Berasal Hutan akan Meningkatkan Gas Emisi Rumah Kaca</title>
		<link>http://matoa.org/penelitian-menunjukan-produksi-biofuel-yang-berasal-hutan-akan-meningkatkan-gas-emisi-rumah-kaca/</link>
		<comments>http://matoa.org/penelitian-menunjukan-produksi-biofuel-yang-berasal-hutan-akan-meningkatkan-gas-emisi-rumah-kaca/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 07:51:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[bioenergi]]></category>
		<category><![CDATA[bioenergi dari hutan]]></category>
		<category><![CDATA[biofuel]]></category>
		<category><![CDATA[emisi]]></category>
		<category><![CDATA[emisi gas rumah kaca]]></category>
		<category><![CDATA[gas rumah kaca]]></category>
		<category><![CDATA[GRK]]></category>
		<category><![CDATA[hutan bioenergi hutan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=6876</guid>
		<description><![CDATA[produksi bioenergy akan meningkatkan emisi karbondioksida dari hutan-hutan tersebut, setidaknya 14 %, jika efisiensi operasi optimal..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://matoa.org/penelitian-menunjukan-produksi-biofuel-yang-berasal-hutan-akan-meningkatkan-gas-emisi-rumah-kaca/image-kaos/" rel="attachment wp-att-6877"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-6877" title="Image Kaos" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/01/Image-Kaos-200x200.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a>Penelitian efek produksi biofuel dari <em>West Coast Forest</em> terbesar dan paling komprehensif yang telah dilakukan menyimpulkan produksi <em>bioenergy</em> akan meningkatkan emisi karbondioksida dari hutan-hutan tersebut, setidaknya 14 %, jika efisiensi operasi optimal.<span id="more-6876"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Penemuan ini bertentangan dengan asumsi dan beberapa studi sebelumnya yang menunjukan biofuel dari hutan akan menjadi kerbon netral dan mengurangi gas emisi rumah kaca (ERK).</p>
<p style="text-align: justify;">Penelitian ini dipublikasikan oleh <em>Nature Climate Change</em>, oleh ilmuwan dari <em>College of Forestry at Oregon State University</em> dan institusi lainnya di Jerman dan Perancis. Penelitian ini didukung oleh <em>US Department of Energy</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Selama hampir 4 tahun, penelitian dilakukan di 80 jenis hutan dan 19 <em>eco-region</em> di Oregon, Washington dan California, mulai dari hutan hujan sedang hingga hutan semi kering. Hal tersebut termasuk lahan swasta dan umum dengan pendekatan pengelolaan hutan yang berbeda.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Tara Hudiberg, kandidat doktor di <em>Oregon State University</em> pada <em>West Coast</em>, timnya menemukan bahwa proyek penghapusan biomassa hutan dan menggunakan bioenergi di segala bentuk akan melepaskan karbon dioksida lebih banyak ke atmosfer dibanding dengan praktik pengelolaan hutan saat ini.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kebanyakan orang berasumsi bahwa bioenergi kayu akan menjadi karbon netral karena hutan yang akan tumbuh kembali dan ada kesempatan untuk melindungi hutan dari emisi karbon yang disebabkan kebakaran hutan. Bagaimanapun, penelitian kami menunjukan bahwa emisi dari aktivitas-aktivitas tersebut membuktikan lebih banyak karbon yang dilepaskan dibanding disimpan,” kata Hudiberg</p>
<p style="text-align: justify;">“Hingga saat ini terdapat banyak konsep yang salah mengenai pengaruh dari penipisan hutan, pencegahan kebakaran dan produksi <em>biofuel</em> karena hal tersebut berhubungan dengan emisi karbon dari hutan,” Beverly Law, professor di <em>OSU Department of Forest Ecosystem and Society</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">“Jika target terbesar adalah mengurangi emisi gas rumah kaca, menghasilkan bioenergi dari hutan akan kontraproduktif. Beberapa praktek pengelolaan hutan ini akan berdampak negatif terhadap tanah, keanekaragaman hayati, dan habitat. Isu ini belum dipikirkan masak-masak,” kata Law.</p>
<p style="text-align: justify;">Penellitian ini memeriksa ratusan hutan dengan data dan penelitian yang terperinci, menggunakan 27 parameter, termasuk peran kebakaran hutan, penyimpanan emisi dari penggunaan bioenergi, subtitusi produk kayu, pengerumunan serangga, penjarangan hutan, dan proses yang dibutuhkan untuk menghasilkan biofuel.</p>
<p style="text-align: justify;">Terdapat 4 dasar skenario: bisnis, pengelolaan hutan untuk pencegahan kebakaran, tingkat tambahan panen untuk mencegah kebakaran, tetapi juga menghasilkan operasi yang lebih layak secara ekonomi, dan produksi bioenergi yang signifikan sambil berkontribusi dalam pengurangan kebakaran.</p>
<p style="text-align: justify;">Dibandingkan dengan skenario bisnis atau pendekatan pengelolaan satt ini, semua aplikasi tersebut meningkatkan emisi karbon, penelitian menunjukan. Di bawah tingkat paling optimal, menejemen yang hanya digunakan untuk pencegahan, naik 2%. Untuk ekonomi yang lebih baik 6%, dan peningkatan bioenergi lebih tinggi, 14%.</p>
<p style="text-align: justify;">“Bagaimanapun, kami tidak percaya bahwa efisiensi optimal produksi memungkinkan dengan kondisi dunia yang seperti ini. Dengan tingkat efisiensi yang lebih realistis, kami memproyeksikan bahwa penggunan hutan-hutan untuk produksi bioenergi yakan lebih tinggi meningkatkan emisi karbon hingga 17%,” kata Hudiberg.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekitar 98 persen hutan di kawasan ini diperkirakan akan menjadi penyimpan karbon, yang berarti bahkan dengan pendekatan pengelolaan yang ada, hutan-hutan tersebut menyimpan lebih banyak karbon dibanding melepasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sumber: sciencedaily.com</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber gambar: matoa.org</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/penelitian-menunjukan-produksi-biofuel-yang-berasal-hutan-akan-meningkatkan-gas-emisi-rumah-kaca/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Emisi Karbon Global Mencapai 10 Milyar Ton</title>
		<link>http://matoa.org/emisi-karbon-global-mencapai-10-milyar-ton/</link>
		<comments>http://matoa.org/emisi-karbon-global-mencapai-10-milyar-ton/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2011 09:44:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[efek peningkatan polusi udara]]></category>
		<category><![CDATA[peningkatan polusi udara]]></category>
		<category><![CDATA[polusi]]></category>
		<category><![CDATA[Polusi udara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=6791</guid>
		<description><![CDATA[Emisi karbon dioksida global dari pembakaran bahan bakar fosil telah meningkat 49% dalam dua dekade terakhir...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://matoa.org/emisi-karbon-global-mencapai-10-milyar-ton/polusi-udara2/" rel="attachment wp-att-6792"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-6792" title="polusi udara2" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2011/12/polusi-udara2-200x200.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a>Emisi karbon dioksida global dari pembakaran bahan bakar fosil telah meningkat 49% dalam dua dekade terakhir, berdasarkan gambaran yang diberikan oleh tim internasional, termasuk para peneliti di <em>Tyndall Centre</em> untuk Penelitian Perubahan Iklim, Universitas East Anglia.</p>
<p style="text-align: justify;">Dipublikasikan pada 4 Desember di Jurnal <em>Nature Climate Change</em>, analisis baru oleh <em>Global Carbon Project</em> menunjukan emisi bahan bakar fosil meningkat 5,9% di tahun 2010 dan 49% sejak 1990 (Protokol Kyoto).</p>
<p style="text-align: justify;">Rata-rata emisi bahan bakar fosil telah meningkat 3,1% setiap tahun di tahun 2000 – 2010 (3 kali tingkat peningkatan emisi di tahun 1990an).</p>
<p style="text-align: justify;">Emisi total yang mengkombinasikan pembakaran bahan bakar fosil, produksi semen, deforestasi, dan emisi penggunaan lahan lainnya (mencapai 10 milyar ton di tahun 2010 untuk pertama kali). Setengah dari emisi tersisa di atmosfer, di mana konsentrasi karbon dioksida mencapai 389,6 bagian per juta. Sisa emisi tersebut diambil oleh samudra dan waduk.</p>
<p style="text-align: justify;">Pantulan dari krisis keuangan global tahun 2008 – 2009 ketika emisi berkurang sementara, tahun lalu pertumbuhan tinggi disebabkan oleh ekonomi negara naju dan berkembang. Negara-negara kaya melanjutkan <em>outsource</em> bagian emisi mereka ke negara berkembang melalui perdagangan internasional.</p>
<p style="text-align: justify;">Kontribusi terhadap pertumbuhan emisi global di 2010 yang terbesar adalah Cina, USA, india, Rusia, dan Uni Eropa. Emisi dari produksi perdagangan barang dan jasa di negara berkembang namun dikonsumsi negara-negara Barat meningkat dari 2,5% dari pangsa negara-negara kaya pada tahun 1990 menjadi 16% pada tahun 2010.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Inggris, emisi karbon dioksida bahan bakar fosil tumbuh 3,8% pada 2010, namun di bawah 14% tahun 1990. Bagaimanapun, emisi dari petumbuhan perdagangan barang dan jasa dari 5% emisi yang diproduksi secara lokal pada tahun 1990 menjadi 46% pada tahun 2010—kompensasi berlebih pengurangan emisi lokal. Emisi di Inggris di atas 20% tahun 1990 ketika emisi perdangan diperhitungkan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Emisi karbon dioksida global sejak tahun 2000 adalah pelacakan akhir yang tinggi proyeksi yang digunakan oleh Panel  antar-Pemerintah tentang Perubahan Iklim, yang jauh melebihi dua derajat pemanasan tahun 2100,” menurut <em>co-author Prof Corinne Le Quéré, director of the Tyndall Centre for Climate Change Research and professor at the University of East Anglia</em>. “Namun pemerintah telah berjanji untuk tetap menjaga pemanasan di bawah dua derajat untuk menghindari aspek paling berbahaya dari perubahan iklim seperti stres air meluas dan kenaikan permukaan laut, dan peningkatan kejadian iklim ekstrim,”</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Lead author</em> Dr. Glen Peters, <em>of the Centre for International Climate and Environment Research in Norway </em>mengatakan “Banyak melihat krisis keuangan global sebagai kesempatan untuk memindahkan ekonomi global jauh dari pertumbuhan emisi yang tinggi dan persisten, namun mengembalikan pertumbuhan emisi pada 2010 menunjukan peluang tersebut tidak dimanfaatkan,”</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sumber: sciencedaily.com</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber foto: industri17irfan.blog.mercubuana.ac.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/emisi-karbon-global-mencapai-10-milyar-ton/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bakteri Mampu Memecah Polutan Berbahaya</title>
		<link>http://matoa.org/bakteri-mampu-memecah-polutan-berbahaya/</link>
		<comments>http://matoa.org/bakteri-mampu-memecah-polutan-berbahaya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 03:28:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[bakteri]]></category>
		<category><![CDATA[bakteri pemecah]]></category>
		<category><![CDATA[bakteri pemecah polusi]]></category>
		<category><![CDATA[pemecah polusi]]></category>
		<category><![CDATA[polusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=6775</guid>
		<description><![CDATA[Para peneliti sekarang mengerti bagaimana bakteri dapat memecah asam fosfor...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://matoa.org/bakteri-mampu-memecah-polutan-berbahaya/bakteri-3/" rel="attachment wp-att-6776"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-6776" title="bakteri" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2011/12/bakteri-200x200.gif" alt="" width="200" height="200" /></a>Para peneliti sekarang mengerti bagaimana bakteri dapat memecah asam fosfor, polutan yang persisten dan berpotensi berbahaya bagi lingkungan yang ditemukan di produk obat, deterjen, dan herbisida.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kami telah mencapai langkah kritis yang telah menghindari kelompok peneliti lainnya selama hampir 50 tahun,” kata David Zechel, professor dari <em>Department of Chemistry</em> dan pakar dalam katalisis enzim. “Memiliki identifikasi sukses yang protein butuhkan untuk memecah molekul-molekul ini, akhirnya kami menguji bagaimana reaksi ini bekerja dan insinyur spesialis bakteri di laboratorium memberikan komponen-komponen yang tidak berbahaya ini.”</p>
<p style="text-align: justify;">Stabilitas asam fosfor berarti bahwa komponen ini tidak mudah memecah di alam. Bagaimanapun, bakteri tertentu berhasil memecah ikatan-ikatan molekul  terkait dengan sangat mudah. Tim tersebut mengidentifikasi dengan sukses protein kompleks yang dipercaya melakukan langkah penting memecah ikatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Diperkirakan bahwa lebih dari 20.000 ton asam fosfor dilepaskan setiap tahun ke lingkungan Hemisfir bagian utara. Banyak di antaranya berakhir seperti kontaminan dalam air tanah, menyebabkan keprihatinan atas dampaknya terhadap kesehatan manusia dan kehidupan akuatik.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sumber: sciencedaily.com</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber gambar: kaskus.us</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/bakteri-mampu-memecah-polutan-berbahaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kerusakan Ozon</title>
		<link>http://matoa.org/kerusakan-ozon/</link>
		<comments>http://matoa.org/kerusakan-ozon/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Nov 2011 08:56:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya rusaknya ozon]]></category>
		<category><![CDATA[kerusakan ozon]]></category>
		<category><![CDATA[lubang ozon]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat ozon]]></category>
		<category><![CDATA[ozon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=6736</guid>
		<description><![CDATA[Hingga Juli 2011, kerusakan lapisan ozon di Kutub Selatan mencapai 27 juta km2, kerusakan tersebut lebih besar dari Amerika Utara...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://matoa.org/kerusakan-ozon/lubang-ozon/" rel="attachment wp-att-6737"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-6737" title="lubang ozon" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2011/11/lubang-ozon-200x200.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a>Hingga Juli 2011, kerusakan lapisan ozon di Kutub Selatan mencapai 27 juta km<sup>2</sup>, kerusakan tersebut lebih besar dari Amerika Utara yang luasnya sekitar 25 juta km<sup>2</sup>.</p>
<p>Meningkatnya kerusakan ozon diakibatkan karena banyaknya alat pemadam kebakaran dan bahan pestisida yang menggunakan bahan perusak ozon (BPO).</p>
<p>Ozon merupakan gas yang secara alami berbentuk gas dan terdapat di atmosfer bumi. Ozon berbentuk molekul yang tersusun dari 3 atom oksigen. Ozon dapat pecah secara alami di atmosfer oleh rekasi kimia yang mengandung nitrogen, hidrogen,dan klorin.</p>
<p>Ozon berguna untuk menyerap radiasi ultraviolet pada panjang gelombang tertentu. Ozon berperan sebagai penyaring radiasi sinar UV-B matahari sehingga mampu melindungi bumi dan kehidupan di dalamnya.</p>
<p>Radiasi UV-B sangat berbahaya bagi kehidupan. Adanya ozon stratosfir membuat sebagian besar UV-B diserap sehingga seharusnya yang akan sampai ke permukaan bumi hanya 2-3 %. Radiasi UV-B yang tinggi mampu mengakibatkan mata rusak, kanker kulit, mengurangi laju pertumbuhan tanaman, mengganggu keseimbangan ekosistem, mempercepat degradasi plastik, mengurangi sistem kekebalan manusia, dan meningkatkan resiko terhadap penyakit.</p>
<p>Bahan perusak ozon (BPO) merupakan bahan-bahan kimia yang berpotensi bereaksi dengan molekul ozon di stratosfer. Senyawa tersebut mengandung berbagai kombinasi elemen kimia klorin, florin, bromin, karbon, dan hydrogen dari kelompok halokarbon.</p>
<p>Gas asap buang kendaraan dan industri tidak bisa menyebabkan kerusakan lapisan ozon karena tidak mengandung bpo <em>chlor</em> dan <em>fluor</em> atau <em>brom</em> dan <em>fluor</em>. Gas asap bunag kendaraan bermotor ataupun industry tidak dapat mencapai ketinggian ozon di stratosfir. Namun, gas buang tersebut membahayakan bagi kehidupan karena berperan dalam pemanasan global.</p>
<p>Sebagian besar negara masih menggunakan BPO untuk kegiatan servis lemari es, AC, dan peralatan pendingin yang menggunakan BPO jenis CFC dan HCFC. BPO digunakan sebagai bahan pengembang untuk pembuatan busa (<em>foam</em>), sebagai cairan pembersih (<em>cleaning solvent</em>) pada industri elektronika, sebagai zat pendorong (<em>propellant</em>) untuk aerosol (semprotan), sebagai bahan mensterilkan, bahan pemadam kebakaran, bahan fumigasi untuk pergudangan, karantina, dan pra-pengapalan.</p>
<p>Penipisan lapisan ozon tidak terkait secara langsung dengan efek pemanasan global. Kedua isu tersebut merupakan masalah terpisah. Namun, selain menipiskan lapisan ozon BPO merupakan gas rumah kaca (GRK) yang dapat memerangkap panas. Kontribusi CF terhadap pemanasan global sekitar 10%, sedangkan karbon diokasida mencapai 63%.</p>
<p>Untuk menghindari radiasi UV-B yang berbahaya bagi kita, sebaiknya:</p>
<ul>
<li>Kurangi kegiatan luar rumah terutama pada jam antara 10.00 – 15.00 ketika matahari bersinar sangat terik.</li>
<li>Guanakan tabir surya dan baju lengan panjang untuk melindungi kulit dari bahaya UV-B.</li>
<li>Cek sebelum membeli.</li>
</ul>
<p>Sebelum membeli peralatan rumah tangga seperti kulkas dan AC sebaiknya melihat apakah barang-barang tersebut sudah bebas BPO.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber: FAQ Ozon.2010 dan republika.co.id</p>
<p>Sumber foto: fuad148.wordpress.com</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/kerusakan-ozon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penyerap Polusi Alami</title>
		<link>http://matoa.org/penyerap-polusi-alami/</link>
		<comments>http://matoa.org/penyerap-polusi-alami/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Nov 2011 08:05:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[penyerap polusi]]></category>
		<category><![CDATA[pohon]]></category>
		<category><![CDATA[pohon penyerap polusi]]></category>
		<category><![CDATA[polusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=6722</guid>
		<description><![CDATA[Anda dapat menanam pohon-pohon berikut di rumah Anda agar mendapatkan udara sehat.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://matoa.org/penyerap-polusi-alami/bunga-dadap-merah/" rel="attachment wp-att-6723"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-6723" title="bunga-dadap-merah" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2011/11/bunga-dadap-merah-200x200.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a>Semakin hari tingkat polusi di udara semakin meningkat. Bagi Anda yang hidup di perkotaan tentu sangat sulit mendapatkan udara yang sehat. Namun, Anda dapat menanam pohon-pohon berikut di rumah Anda agar mendapatkan udara sehat.<span id="more-6722"></span></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Pohon dadap merah</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Pohon yang satu ini selain dapat menghisap polusi, pohon dadap merah juga mampu mendatangkan burung. Buah dadap merah merupakan santapan burung. Bunga yang tersusun dalam tandan berbentuk kerucut ini dapat dijadikan sebagai pagar hidup atau pohon peneduk di pekarangan. Selain itu, daun dadap yang muda dapat dijasikan sebagai sayuran dan obat seperti menyembuhkan disentri, meringankan rematik, obat pencahar, dan peluruh dahak. Tak hanya itu, daun-daun dadap berkhasiat memperbanyak air susu ibu, membuat tidur lebih nyenyak, dan bunganya mampu memperlancar haid.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Pohon kelengkeng</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Bukan buahnya saja yang enak dan manis dimakan. Pohon kelengkeng juga mampu meredam polusi udara. Banyak pabrik-pabrik menanam pohon kelengkeng untuk meredam polusi udara yang dihasilkan.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Pohon mahoni</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Selain digunakan sebagai bahan baku furniture kayu. menurut laboratorium, pohon mahoni termasuk dalam criteria pohon yang mampu mengurangi polusi udara sekitar 47% &#8211; 69%. Daun-daunnya menyerap polutan-polutan dan melepaskan oksigen ke udara. Selain itu, pohon mahoni termasuk pohon pengikat air karena akarnya dapat mengikat air sehingga menjadi cadangan air bagi lingkungan sekitar.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Lumut</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Lumut merupakan indikator apakah udara yang ada di lingkungan sekitar merupakan udara bersih. Semakin banyak lumut berada dalam pohon, maka semakin baik kualitas udara yang ada.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Sirih belanda</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Tanaman yang dapat hidup di mana saja ini mampu menyerap polusi di udara. Sirih belanda dengan efektif mampu menyerap formaldehida dan benzene, dalam sehari sirih belanda mampu menyerap 54% total benzene 0,156 ppm, 67% ppm formaldehida dari 18 ppm, dan karbonmonoksida sebesar 113 ppm dapat dihilangkan hingga 75%.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Kembang sepatu</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Tanaman yang berbunga indah ini mampu menyerap nitrogen sehingga menyegarkan udara. Hal yang harus dihindari menanam kembang sepatu adalah tidak menanamnya dekat dengan ruang radiografi karena dapat meneruskan radiasi sehingga berbahaya bagi orang sekitar di tempat radiografi tersebut.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Lidah mertua</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Tanman yang memanjang ini tidak diragukan lagi dapat menyerap polutan yang ada di udara. Lidah mertua mampu menyerap 107 jenis racun termasuk asap rokok dan radiasi nuklir.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Pohon trembesi</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Pohon trembesi merupakan pohon tinggi, besar, dan lebat yang mampu menyerap 28,5 ton karbon dioksida per tahun. Selain penyerap polusi, pohon trembesi mampu menyerap air tanah sehingg saat musim hujan tiba, wilayah sekitar pohon trembesia tidak tergenang air.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sumber: berbagai sumber</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber foto: jepretanhape.wordpress.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/penyerap-polusi-alami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Meningkatkan Biomassa Alga</title>
		<link>http://matoa.org/meningkatkan-biomassa-alga/</link>
		<comments>http://matoa.org/meningkatkan-biomassa-alga/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Nov 2011 09:45:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[alga]]></category>
		<category><![CDATA[biofuel]]></category>
		<category><![CDATA[biomassa]]></category>
		<category><![CDATA[biomassa alga]]></category>
		<category><![CDATA[meningkatkan biomassa laga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=6717</guid>
		<description><![CDATA[enelitian di Iowa State University telah menemukan metode genetik yang dapat meningkatkan biomassa alga hingga 50 – 80%. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://matoa.org/meningkatkan-biomassa-alga/algae/" rel="attachment wp-att-6718"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-6718" title="algae" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2011/11/algae-200x200.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a>Penelitian di <em>Iowa State University</em> telah menemukan metode genetik yang dapat meningkatkan biomassa alga hingga 50 – 80%. Terobosan tersebut datang dari mengekspresikan gen tertentu dalam alga yang mampu meningkatkan jumlah fotosintesis dalam tanaman, terutama biomassa.<span id="more-6717"></span></p>
<p>Mengekspresikan gen berarti fungsi gen telah dihidupkan. Kunci untuk meningkatkan biomassa adalah kombinasi dua gen yang meningkatkan fotosintesis konversi karbon hingga 50% dibanding tipe liar di bawah pengayaan kondisi karbon dioksida. Menurut Profesor Spalding di <em>Department of Genetics, Development, and Cell Biology</em>.</p>
<p>Kondisi pengayaan karbon merupakan kondisi di mana alga telah menyimpan karbon dioksida. Kondisi ini membuka kemungkinan lebih untuk perkembangan <em>biofuel</em>. Di lingkungan yang memiliki tingkat rendah karbon dioksida seperti atmosfer bumi, dua gen dalam alga, LCIA dan LCIB diekspresikan (atau dihidupkan) untuk membantu menangkap dan menyalurkan karbon dioksida lebih banyak dari udara ke sel-sel menjaga agar alga tetap hidup dan tumbuh.</p>
<p>Bagaimanapun, ketika alga berada dalam lingkungan dengan tingkat karbon dioksida tinggi seperti tanah yang dekat dengan akar tanaman yang mengakhiri karbon dioksida, dua relevan gen tersebut mati karena tanaman tersebut mendapatkan karbon dioksida cukup.</p>
<p>Prosesnya sama seperti kendaraan yang menanjak bukit. Percepatannya (dua gen ini) ditekan dan mesin berjalan sekeras mungkin untuk menanjaki bukit. Namun, ketika menuruni lereng, supir akan melepaskan percepatan gas karena gas tidak dibutuhkan (gen mati).</p>
<p>Dua gen tersebut diekspresikan (dasarnya menjaga kaki alga pada percepatan) bahkan ketika alga  berada dalam lingkungan kaya karbon dioksida dan tidak membutuhkan karbon dioksida tambahan.</p>
<p>Penelitian oleh grup Spalding menunjukan alga tersebut dapat dibuat menghasilkan biomassa dengan percepatan, bahkan dalam kondisi di pantai sekalipun.  Dua gen tersebut bekerja bersamaan untuk meningkatkan jumlah karbon dioksida yang telah dikonversi melalui fotosintesis menjadi biomassa di bawah kondisi alga yang kayak akan kandungan karbon dioksida.</p>
<p>Sisa biomassa secara alami berubah menjadi pati melalui proses fotosintesis dan meningkat menjadi pati hingga 80%.</p>
<p>Dengan menggunakan gen mutasi yang ada. Spalding dapat menginstruksikan alga menghasilkan minyak dibanding pati. Proses ini membutuhkan energi lebih dan proses tersebut menghasilkan peningkatan 50% minyak biomassa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber: sciencedaily.com</p>
<p>Sumber foto: 3.bp.blogspot.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/meningkatkan-biomassa-alga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gulma Mengganggu tapi Berkhasiat</title>
		<link>http://matoa.org/gulma-mengganggu-tapi-berkhasiat/</link>
		<comments>http://matoa.org/gulma-mengganggu-tapi-berkhasiat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Nov 2011 09:29:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[gulma]]></category>
		<category><![CDATA[khasiat gulma]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat gulma]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=6682</guid>
		<description><![CDATA[Umumnya orang mengenal gulma karena jenis tumbuhan ini mengganggu, namun ada juga gulma yang berkhasiat...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_6683" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://matoa.org/gulma-mengganggu-tapi-berkhasiat/rumput-teki/" rel="attachment wp-att-6683"><img class="size-thumbnail wp-image-6683" title="rumput-teki" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2011/11/rumput-teki-200x200.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">rumput teki</p></div>
<p>Umumnya orang mengenal gulma karena jenis tumbuhan ini mengganggu pekarangan rumah karena tumbuhnya yang tak beraturan dan juga mengganggu pertumbuhan tanaman Anda karena harus berbagi nutrisi dengan gulma.</p>
<p>Namun, tanaman yang sering dianggap merugikan ini memiliki manfaat khusus yang orang jarang tahu. Berikut ulasannya:<span id="more-6682"></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li>Meniran (<em>Phylanthus urinaria, Linn.</em>)</li>
</ul>
<p>Gulam jenis ini memiliki ciri morfologi batang berbentuk bulat berbatang basah dengan tinggi kurang dari 50 cm, berdaun sirip genap setiap satu tangkai daun terdiri dari daun majemuk yang berukuran kecil dan berbentuk lonjong, bunga terletak di ketiak daun menghadap ke arah bawah. Meniran tumbuh subur di tempat yang lembab di dataran rendah hingga ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut. Beberapa zat kimia dikandung tanaman ini seperti filantin, hipofilantin, kalium, dammar dan tannin. Filantin dan hipofilantin berkhasiat melindungi sel hati dan zat toksik (hepatoprotektor). Meniran berkhasiat membersihkan hati/ sakit kuning (liver), ayan, pereda demam, peluruh kencing, dahak, dan haid, disentri, mengobati jerawat, dan menambah nafsu makan.</p>
<ul>
<li>Rumput teki (<em>Cyperus rotundus</em>)</li>
</ul>
<p>Tanaman yang termasuk jenis rumput semu menahun ini memiliki tinggi 10 -95 cm. Batang rumputnya berbentuk segitiga dan tajam. Daunnya berjumlah 4-10 helai yang terkumpul pada pangkal batang. Akar dengan pelepah daunnya tertutup tanah. Helaian daun berbentuk pita bersilang sejajar. Permukaan atas berwarna hijau mengilat dengan panjang daun 10–30 cm dan lebar 3-6 cm. salah satu gulam yang sulit diberantas ini tumbuh subur di daerak terbuka dan kurang dan sedikit terlindung dari matahari. Bagian rumput teki yang dapat dimanfaatkan adalah umbinya yang mengandung alkaloid, flavonoid, sineol, pinen, siperon, rotunal, siperenon, dan siperol. Rumput teki berkhasiat untuk menormalkan siklus haid, menghilanglan rasa sakit (analgesik), dan sebagai penenang (sedatif). Selain itu, rumput teki sering digunakan untuk meningkatkan nafsu makan, meredakan demam, dan meringankan penyakit hati. Minyak atsirinya digunakan sebagai parfum.</p>
<ul>
<li>Bandotan (<em>Ageratum conyzoides</em>)</li>
</ul>
<p>Gulma yang satu ini memiliki ciri khas tersendiri yaitu berbau kambing sehingga disebut wedusan atau bebandotan, sedangkan dalam bahasa inggris disebut goatweed atau chick weed. Ciri-ciri morfologi gulma ini adalah terna berbau keras, berbatang tegak atau berbaring, berakar pada bagian yang menyentuh tanah, batang gilig, dan berambut jarang, serta tinggi mencapai 120 cm. Gulma yang satu ini cukup menjengkelkan karena mampu menghasilkan hingga 40.000 biji per individu tumbuhan. Babadotan dikenal sebagai obat luka. Daun babadotan diremas-remas, dicampur dengan kapur, lalu oleskan pada luka yang masih segar. Rebusan daunnya dapat digunakan untuk obat sakit dada, dan ekstrak daunnya digunakan sebagai obat mata yang panas. Akar babadotan yang ditumbuk dioleskan ke badan untuk obat demam dan ekstraknya diminum.</p>
<p>Namun, jenis gulma ini juga memiliki daya racun. Di barat, bandotan dapat dimanfaatkan sebagai insektisida dan nematisida. Penelitian lain menemukan bahwa babandotan dapat menyebabkan luka-luka pada hati dan menumbuhkan tumor. Tumbuhan ini mengandung alkaloid pirolizidina.</p>
<ul>
<li>Patikan kebo (<em>Euphorbioa hirta</em>)</li>
</ul>
<p>Jenis gulma yang satu ini berciri-ciri terna, tegak, memanjat, tinggi sekitar 20 cm, batang berambut, percabangan selalu keluar dan pangkal batang tumbuh ke atas, warna merah atau keunguan. Daun berbentuk jonong meruncing sampai tumpul dan tepi daun bergerigi. Bunga memiliki susunan satu bunga betina dikelilingi lima bunga, empat di antaranya bunga jantan. Patikan kebo memiliki sifat anti inflamasi (anti radang), diuretic (peluruh kencing), dan anti pruritic (menghilangkan gatal). Bahan kimia yang terkandung adalah taraxerol, friedin, betha amyrin, betasitosterol, beta eufol, euforbol, triterpenoid, tirukalol, eufosterol, hentriacontane, flavonoid, tanin, dan elagic acid. Berdasarkan catatan dan hasil penelitian, tanaman ini mampu mengobati disentri, melancarkan kencing, mengobati asbes paru, bronchitis kronis, asbes payudara, typus abdomenalis, radang ginjal, radang tenggorokan, astma, dan radang kelenjar susu atau payudara bengkak.</p>
<ul>
<li>Putri malu (<em>Mimosa pudica</em>)</li>
</ul>
<p>Tanaman yang memiliki ciri daunnya cepat menutup jika disentuh ini memiliki nama yang berarti pemalu seperti makahiya (Filipina “malu”) dan dalam bahasa latin “pudica” berarti malu atau menciut. Puti malu memiliki sifat manis dan agak dingin. Khasiat yang dimiliki puti malu adalah peluruh dahak, anti batuk, penurun panas anti radang, peluruh air seni, dan mengobati insomnia.</p>
<p>Sumber: aneh92.blogspot.com</p>
<p>Sumber foto: kaskushotthread.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/gulma-mengganggu-tapi-berkhasiat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

