<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>MATOA &#187; Inspirasi</title>
	<atom:link href="http://matoa.org/category/inspirasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://matoa.org</link>
	<description>Green Magz</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 May 2012 08:48:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=</generator>
		<item>
		<title>Hal Sederhana untuk Lingkungan Lebih Baik</title>
		<link>http://matoa.org/hal-sederhana-untuk-lingkungan-lebih-baik/</link>
		<comments>http://matoa.org/hal-sederhana-untuk-lingkungan-lebih-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Aug 2011 07:15:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[bumi]]></category>
		<category><![CDATA[hal sederhana]]></category>
		<category><![CDATA[hal untuk keselamatan bumi]]></category>
		<category><![CDATA[hal yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan bumi]]></category>
		<category><![CDATA[menyelamatkan bumi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=5789</guid>
		<description><![CDATA[Hal sederhana jika dikerjakan  terus-menerus akan menghasilkan efek yang besar. Hal kecil apa saja yang perlu dilakukan untuk melindungi bumi kita?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://matoa.org/hal-sederhana-untuk-lingkungan-lebih-baik/barbek-2/" rel="attachment wp-att-5790"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-5790" title="barbek" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2011/08/barbek1-200x200.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a>Semakin hari, bumi semakin menderita akibat dampak lingkungan yang rusak. Jika Anda belum berkesempatan untuk melakukan hal besar. Anda dapat melakukan hal sederhana dan kecil untuk menciptakan lingkungan lebih baik.</p>
<p><span id="more-5789"></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lakukan hal sederhana berikut:</p>
<p>Hemat listrik</p>
<ul>
<li>Gunakan listrik seperlunya dan bergantian</li>
<li>Matikan alat listrik yang tidak digunakan. Jika kerlip merah (standby) masih menyala, berarti alat listrik masih mengkonsumsi energi listrik.</li>
<li>Pilih alat listrik yang watt-nya kecil</li>
<li>Gunakan alat elektronik yang ada tanda bintang. Tanda bintang merupakan pertanda jika alat tersebut hemat energi listrik.</li>
<li>Pilih ukuran kulkas sesuai kebutuhan</li>
<li>Jangan sering buka tutup kulkas karena boros listrik.</li>
<li>Daripada AC lebih baik menggunakan kipas angin.</li>
<li>Pilih monitor TV LCD dibanding monitor tabung.</li>
<li>Gunakan lampu neon untuk penerangan</li>
<li>Manfaatkan sinar matahari untuk menjemur pakaian dan penerangan di siang hari.</li>
</ul>
<p>Hemat air</p>
<ul>
<li>Tutup keran saat menggosok gigi.</li>
<li>Batasi penggunaan shower.</li>
<li>Manfaatkan air hujan untuk menyiram tanaman dan membersihkan rumah.</li>
<li>Kurangi konsumsi air dalam kemasan.</li>
<li>Gunakan ember untuk mencuci mobil, baju, dan piring.</li>
<li>Segera perbaiki jamban dan pipa yang bocor.</li>
</ul>
<p>Hemat kayu dan kertas</p>
<ul>
<li>Gunakan kertas di kedua sisi.</li>
<li>Gunakan internet untuk mengirim dokumen.</li>
<li>Gunakan kembali amplop bekas</li>
<li>Gunakan bambu untuk bahan bangunan.</li>
<li>Tanam pohon di mana saja, kapan saja.</li>
</ul>
<p>Kurangi, pakai lagi, dan daur ulang (Reduce, Reuse, Recycle)</p>
<ul>
<li>Bawa tas kain sendiri saat berbelanja.</li>
<li>Pilih produk besar dan dapat diisi ulang.</li>
<li>Hindari penggunaan produk dalam kemasan sachet.</li>
<li>Jangan bakar sampah.</li>
<li>Gunakan kembali kemasan yang masih bisa digunakan, lihat caranya <a title="Tips membersihkan rumah: Reuse atau Recycle Barang-Barang Tak Perlu" href="http://matoa.org/tips-membersihkan-rumah-reuse-atau-recycle-barang-barang-tak-perlu/">di sini</a>.</li>
<li>Pisahkan sampah organik dan non-organik.</li>
<li>Membuat pupuk kompos dari sampah organik, lihat caranya <a title="Kompos Limbah Dapur" href="http://matoa.org/kompos-limbah-dapur/">di sini</a>.</li>
<li>Manfaatkan tas plastik, cara memanfaatkan tas plastik <a title="19 Cara Memanfaatkan Plastik" href="http://matoa.org/19-cara-memanfaatkan-plastik/">di sini</a>.</li>
</ul>
<p>Hal kecil akan berefek besar bagi lingkungan sekitar kita jika kita terus melakukannya dan menularkannya kepada orang lain.</p>
<p>Selamat mencoba</p>
<p>Salam  Sahabat Hijau</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber: wwf.or.id, hiduphirauhijau.2009,  <a href="http://matoa.org">matoa.org</a></p>
<p>Sumber foto: hadinur.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/hal-sederhana-untuk-lingkungan-lebih-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asyiknya bersepeda!</title>
		<link>http://matoa.org/asyiknya-bersepeda/</link>
		<comments>http://matoa.org/asyiknya-bersepeda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jul 2011 08:08:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[asyiknya bersepeda]]></category>
		<category><![CDATA[fakta bersepeda]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat bersepeda]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=5224</guid>
		<description><![CDATA[Tak hanya sehat, sepeda juga menguntungkan dan mengasyikkan. Apa saja faktanya?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-5225" href="http://matoa.org/asyiknya-bersepeda/sepeda/"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-5225" title="sepeda" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2011/07/sepeda-e1309853172530-200x129.jpg" alt="" width="200" height="129" /></a>Bersepeda bisa menjadi alternatif bepergian yang hemat, ramah lingkungan, menyehatkan, terhindar macet. Saat ini semakin banyak para pekerja maupun pelajar yang pergi kekantor ataupun kesekolah dengan menggunakan sepeda. Dan sangat jelas tentunya dengan bersepeda tidak mengunakan bahan bakar selain makanan yang kita makan untuk menghasilkan tenaga agar dapat mengayuh sepeda tersebut.</p>
<p><span id="more-5224"></span>Berikut ini beberapa fakta tentang bersepeda :</p>
<p>1.  Biaya perawatan sepeda lebih murah dibanding mobil atau motor.</p>
<p>2.  Naik sepeda hampir tidak pernah kena macet.</p>
<p>3.  Tidak pusing dengan kenaikan harga BBM.</p>
<p>4.  Tidak perlu lagi pergi ke tempat fitnes apalagi membayar iuran bulanan, karena sudah berolahraga sambil bepergian.</p>
<p>5.  Dapat melewati jalan alternatif  yang tidak hanya terbatas jalan raya dan otomatis waktu tempuh jadi semakin cepat.</p>
<p>6.  Datang kekantor atau kesekolah dengan badan lebih fress karena tubuh sudah aktif bergerak.</p>
<p>7.  Bersepeda memberikan efek yang positif pada perasaan dan suasana hati kita. Bersepeda dapat mengurangi depresi, strees, meningkatkan mood dan memotivasi diri kita.</p>
<p>8.  Untuk yang mau menurunkan berat badan cocok sekali, dengan bersepeda kita sama saja membakar energy kita yang dihasilkan dari makanan yang kita konsumsi semisal coklat dan sedikit minuman beralkohol (sekitar 300 kalori).</p>
<p>9.  Bersepeda juga mengurangi resiko serangan jantung, tekanan darah tinggi, dan diabetes, untuk itulah kenapa bersepeda merupakan salah satu sarana untuk hidup sehat.</p>
<p>10.  Hasil penelitian menyebutkan bersepeda dalam jarak yang pendek dan sering dilakukan akan mengurangi kematian kurang lebih 22%.Bersepeda bisa menjadi alternatif bepergian yang hemat, ramah lingkungan, menyehatkan, terhindar macet. Saat ini semakin banyak para pekerja maupun pelajar yang pergi kekantor ataupun kesekolah dengan menggunakan sepeda. Dan sangat jelas tentunya dengan bersepeda tidak mengunakan bahan bakar selain makanan yang kita makan untuk menghasilkan tenaga agar dapat mengayuh sepeda tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: small;">Sumber foto: <a href="http://matoa.org">www.matoa.org</a></span></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/asyiknya-bersepeda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Energi Terbarukan (Bagian 1)</title>
		<link>http://matoa.org/energi-terbarukan-bagian-1/</link>
		<comments>http://matoa.org/energi-terbarukan-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Feb 2011 16:37:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Alternatif Energi]]></category>
		<category><![CDATA[energi]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Terbarukan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=3287</guid>
		<description><![CDATA[Pertambahan penduduk dan meningkatnya kebutuhan energi, menuntut kita untuk memanfaatkan energi alam di sekitar kita. Energi apa saja yang dapat dimanfaatkan?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2011/02/energi.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3288" title="energi" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2011/02/energi-150x120.jpg" alt="" width="150" height="120" /></a>Perubahan iklim, bertambahnya jumlah penduduk di muka bumi, dan keterbatasan jumlah energi, menuntut kita untuk mencari dan memanfaatkan energi alternatif semaksimal mungkin. Bumi ini memiliki energi alam yang belum termanfaatkan secara maksimal. Energi tersebut memiliki potensi besar dan tak mencemari lingkungan seperti energi fosil. Berikut merupakan sepuluh energi alternatif terbarukan yang dapat dimanfaatkan sebagai energi alternatif masa depan:</p>
<p><span id="more-3287"></span>1. Energi pasang surut</p>
<p>Peristiwa pasang surut mampu menggerakkan air dalam jumlah besar. Setiap harinya terdapat empat kali proses pasang surut yang terjadi di lautan (12,5 jam sekali). Umumnya terdapat dua metodologi untuk memanfaatkan energi pasang surut: dam pasang surut dan turbin lepas pantai.</p>
<p>Energi pasang surut ini tak mencemari lingkungan, terlebih membahayakan lingkungan. Prinsip yang digunakan dalam pemanfaatan energi pasang surut hampir sama dengan turbin angin. Namun, turbin berputar dalam air, bukan di udara. Energi ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik.</p>
<p>2. Satu lagi, energi terbarukan yang berasal dari laut, energi ombak. Salah satu pemanfaatan yang dilakukan adalah membalik cara kerja alat pembuat ombak yang umumnya berada di kolam renang. Keuntungan yang didapat jika mampu memaksimalkan energi ombak adalah energi diperoleh secara gratis, tak memerlukan bahan bakar, tak menghasilkan limbah, mudah dioperasikan, biaya perawatan mudah dan dapat menghasilkan energi dalam jumlah yang memadai.</p>
<p>Memanfaatkan energi ombak bukanlah hal yang mudah karena besarnya ombak tak selalu konstan, memerlukan bahan dan desain kuat untuk memanfaatkan energi ombak, dan menemukan lokasi yang sesuai agar dihasilkan energi ombak yang memadai.</p>
<p>3. Energi Matahari</p>
<p>Energi satu ini merupakan sumber energi di alam semesta. Salah satu pemanfaatan energi matahari adalah fotovoltaik. Fotovoltaik merupakan pemanfaatan energi matahari menjadi energi listrik. Tumbuhan tak mampu berfotosintesis tanpa sinar matahari.</p>
<p>4. Energi Angin</p>
<p>Biasanya energi ini digunakan untuk membangkitkan listrik. Selain sebagai pembangkit tenaga listrik, energi ini dimanfaatkan untuk menggerakkan irigasi. Energi angin sejak dahulu telah dimanfaatkan sebagai penggerak kapal layar.</p>
<p>5. Energi Air</p>
<p>Air merupakan salah satu bentuk energi yang mudah didapat. Di dalam tenaga air tersimpan energi yang sangat besar yaitu energi potensial dan kinetik. Kedua energi tersebut tergabung menjadi energi mekanik yang mampu dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik.</p>
<p>Sumber: dari berbagai sumber</p>
<p>Sumber foto: mancagok.blogspot.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/energi-terbarukan-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanaman Hias Berkhasiat</title>
		<link>http://matoa.org/tanaman-hias-berkhasiat/</link>
		<comments>http://matoa.org/tanaman-hias-berkhasiat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Dec 2010 05:17:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[daun ungu]]></category>
		<category><![CDATA[jawer kotok]]></category>
		<category><![CDATA[mangkokan]]></category>
		<category><![CDATA[tanaman berkhasiat]]></category>
		<category><![CDATA[tanaman hias berkhasiat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=3128</guid>
		<description><![CDATA[Tanaman hias di sekitar kita memiliki khasiat pengobatan yang belum diketahui. Tanaman hias tersebut antara lain jawer kotok...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_3129" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/12/jawer-kotok.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-3129" title="jawer kotok" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/12/jawer-kotok-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">jawer kotok</p></div>
<p>Setiap orang tentu ingin memiliki sebuah taman yang bermanfaat bagi kehidupannya. Cara yang dapat Anda lakukan untuk mendapatkan  hasil yang maksimal adalah menanam tanaman obat. Berikut merupakan pilihan tanaman obat yang bisa Anda tanam di rumah.</p>
<p>Daun Ungu atau <em>Graptophyllum pictum, (Linn), Griff.</em> Merupakan tumbuhan perdu yang memiliki batang tegak. Biasanya tanaman ini ditanam sebagai tanaman hias atau tanaman obat.</p>
<p>Penyakit yang dapat diobati oleh tanaman berdaun ungu ini adalah ambeien, reumatik atau encok, dan bisul, serta melancarkan buang air seni, dan haid. Kandungan kimia yang ada di daun. Kandungan kimia yang terkandung dalam daun ungu adalah alkohol, pektin, dan asam formiat.</p>
<p>Selain daun ungu, tanaman hias yang memiliki khasiat obat adalah jawer kotok. Bagian tanaman yang berkhasiat adalah daun berwarna merah kehitaman. Sedangkan daun berwarna-warni tidak memiliki khasiat pengobatan.</p>
<p>Tanaman yang dapat disebut dengan Miana, Kentangan, dan Ati-ati ini bermanfaat untuk mengobati sakit mata merah, luka, sembelit. Daun yang berbentuk meruncing di ujungnya ini mengandung minyak atsiri seperti, karyakol yang bersifat antibiotik, eugenol yang bersifat menghilangkan nyeri, dan etil salisilat yang berfungsi menghambat iritasi.</p>
<p>Satu lagi tanaman berkhasiat yang biasa ditanam untuk dijadikan pagar adalah mangkokan. Menanam pohon ini cukup mudah. Anda hanya perlu potongan batang, ditanam di tanah hingga batang tenggelam beberapa cm.</p>
<p>Tanaman yang bagian ujungnya melengkung menyerupai mangkok ini berkhasiat mengobati radang payudara yang disertai pembengkakan dan bendungan ASI, rambut rontok, sukar buang air kecil, bau badan, dan luka di kulit.</p>
<p>Anda sudah mengetahui khasiat tanaman hias dan pagar di atas. Tak ada salahnya menanam tanaman tersebut. Selain mempercantik rumah dan memberikan udara segar, tanaman ini mampu mengobati penyakit.</p>
<p>Selamat mencoba.</p>
<p>Sumber: artikel-alternatif.blogspot.com, alfarqy.blogspot.com, dan tipscantik.blogspot.com</p>
<p>Sumber foto: imamherbalplants.blogspot.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/tanaman-hias-berkhasiat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sedekah Pohon &#8211; Beramal dan Menyelamatkan Lingkungan</title>
		<link>http://matoa.org/sedekah-pohon-beramal-dan-menyelamatkan-lingkungan/</link>
		<comments>http://matoa.org/sedekah-pohon-beramal-dan-menyelamatkan-lingkungan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Sep 2010 04:08:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=2525</guid>
		<description><![CDATA[Bulan Ramadhan adalah bulan bagi kita umat Islam mengumpulkan sebanyak-banyaknya pahala...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/09/tanam-pohon.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2526" title="tanam-pohon" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/09/tanam-pohon.jpg" alt="" width="243" height="235" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Bulan Ramadhan adalah bulan bagi kita umat Islam mengumpulkan sebanyak-banyaknya pahala. Selain dengan beribadah kita juga diwajibkan untuk memperbanyak sedekah. Adapun pengertian sedekah adalah suatu pemberian yang diberikan seseorang kepada orang lain secara spontan dan sukarela tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu juga semata-mata sebagai bentuk  kebajikan yang mengharapkan pahala dan ridho Tuhan YME.<span id="more-2525"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sedekah bisa dengan cara bermacam-macam dari hal yang bersifat materil sampai non materil. Hal ini dikarenakan sedekah memiliki arti yang sangat luas, siapa saja bisa bersedekah baik muda-mudi ataupun orang dewasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Baru-baru ini salah satu lembaga penyalur sedekah terkenal di Indonesia tengah giat mepromosikan satu program bertemakan penghijauan yang dipadu padankan dengan kegiatan beramal. “Sedekah Pohon”, Ini adalah cara yang efektif dalam mengurangi dampak global warming juga dalam hal pemberdayaan masyarakat kurang mampu  disekitar kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Pohon yang dipilih untuk disedekahkan adalah pohon yang bersifat ekonomis, seperti pohon buah atau pohon kayu lainnya yang hasilnya dapat diberdayakan oleh masyarakat kurang mampu.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita pun bisa mengelola sendiri kegiatan sedekah pohon, berikut beberapa contoh kegiatan yang bisa dilaksanakan :</p>
<p style="text-align: justify;">1. Sedekah Pohon Di Pesantren.</p>
<p style="text-align: justify;">Target pemberdayaan yang ingin dituju melalui program ini adalah guru, pengajar, dan para santri dari pesantren yang bersangkutan. Salah satu skema yang dapat diterapkan adalah dengan menanam  pohon-pohon tersebut, akan dikelola oleh para guru, pengajar serta para santri, sehingga akhirnya dapat memberdayakan mereka.</p>
<p>2. Sedekah Pohon OLeh Kelompok Hobby.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepedulian kelompok-kelompok hobi rupanya tidak  hanya sebatas pada ruang lingkup hobi yang digelutinya saja.kelompok-kelompok hobi juga juga bisa turut ikut andil sebagai bentuk kepedulian terhadap isu-isu kemanusiaan dan sosial yang memenargetkan pada pemberdayaan masyarakat kurang mampu. Program sedekah pohon ini salah satunya dapat dicapai melalui upaya kerjasama antara lembaga dan komunitas penghobi ini dalam melakukan aktivitas sosial bersama.</p>
<p>3. Sedekah Pohon Oleh Para Eksekutif Profesional</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa koorporasi di Indonesiaa telah dengan  sadar menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR). Umumnya, koorporasi-koorporasi tersebut memiliki wilayah target CSR-nya masing-masing. Menjalin kerjasama dengan mereka untuk menanam pohon di lahan-lahan yang berpotensi di wilayah target CSR tersebut adalah ide yang menarik.</p>
<p>4. Sedekah Pohon Untuk Pelajar</p>
<p style="text-align: justify;">Saat ini, banyak sekolah di tingkat menengah maupun lanjut yang memiliki program sosial bagi masyarakat kurang mampu. Peluang kerjasama dengan sekolah-sekolahi ni pun bisa dijajaki untuk program sedekah pohon.</p>
<p>Tidak sulit bukan, mari kita beramai-ramai bersedekah pohon![amd]</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/sedekah-pohon-beramal-dan-menyelamatkan-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TEMPLAST Sampah-Inovasi Ramah Lingkungan</title>
		<link>http://matoa.org/templast-sampah-inovasi-ramah-lingkungan/</link>
		<comments>http://matoa.org/templast-sampah-inovasi-ramah-lingkungan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jul 2010 08:30:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=2315</guid>
		<description><![CDATA[Satu lagi inovasi ramah lingkungan yang sederhana ciptaan anak negeri, Bharoto Yekti pencipta TEMPLAST SAMPAH...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/07/templast-sampah.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2316" title="templast sampah" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/07/templast-sampah.jpg" alt="" width="314" height="227" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Templast sampah merupakan karya inovasi anak Indonesia bernama Bharoto Yekti yang memenangkan ajang kontes pada salah satu perusahaan rokok terkenal di Indonesia tahun 2009.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Templast sampah merupakan teknologi yang memanfaatkan kantong bekas belanjaan sebagai kantong sampah dan merupakan  salah satu cara untuk mengurangi jumlah polusi sampah plastik, tetapi selama ini tempat sampah yang ada hanya dapat memanfaatkan 1 ukuran kantong plastik belanjaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan hadirnya produk inovatif seperti Templast Sampah, masalah kantong belanja yang tidak terpakai menemukan solusinya. Cukup dengan mengaitkan kantong belanja pada 4 ukuran ring yang ada, semua kantong belanja anda tidak akan terbuang sia-sia  namun bisa digunakan kembali sebagai tempat sampah yang berguna..</p>
<p>Cara ini dapat membantu mengurangi global warming sesuai dengan konsep <em>reduce, reuse </em>dan<em> recycle</em>.</p>
<p>REDUCE: dengan menyimpan semua ukuran kantong plastik bekas belanjaan berarti kita mengurangi jumlah sampah kantong plastik.</p>
<p>REUSE: dengan menggunakan kantong belanjaan bekas sebagai kantong sampah berarti kita memanfaatkan kembali kantong plastik bekas.</p>
<p><em>Sumber: &#8220;Inovasi Anak Negeri&#8221;-Kick Andy- </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/templast-sampah-inovasi-ramah-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komunitas Wiken Tanpa Ke Mall</title>
		<link>http://matoa.org/komunitas-wiken-tanpa-ke-mall/</link>
		<comments>http://matoa.org/komunitas-wiken-tanpa-ke-mall/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2009 02:00:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dari Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Rekomendasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ragunan]]></category>
		<category><![CDATA[Wiken Tanpa Ke Mall]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=1455</guid>
		<description><![CDATA["Siapa pun boleh ikut. Orang kota kadang mengalami kejenuhan, liburan harus ke mall terus, mahal juga beli makannya. “]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2009/06/WTM_01.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-1456" title="WTM_01" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2009/06/WTM_01.jpg" alt="WTM_01" width="307" height="206" /></a>Ragunan, di hari libur penuh dengan pengunjung yang hendak piknik. Apalagi menjelang akhir tahun ajaran sekolah. Di setiap ruang terbuka Ragunan, nampak anak-anak kecil berseragam taman kanak-kanak [TK] memadati lapangan rumput. Ya, Ragunan juga dijadikan ruang perpisahan atau pembagian buku rapot anak-anak TK di Jabodetabek.</p>
<p>Tak hanya anak-anak TK yang meramaikan Ragunan pada Sabtu, 13 Juni 2009  kemarin. Ada  komunitas pencinta liburan alternatif,  yang menamakan dirinya komunitas Wiken Tanpa Ke Mall [WTM] yang bermain di Ragunan. Nama yang unik dan menggelitik rasa ingin tahu.</p>
<p>Komunitas ini diprakarsai oleh Iwan Esjepe dan Indah Esjepe, pasangan suami istri yang sama-sama menyukai kegiatan alam bebas dan peduli dengan Indonesia.  Dibawah rimbunnya pohon,  sambil duduk di atas tikar bekas banner, Indah Esjepe berbagi cerita tentang WTM ini.</p>
<p>“Awalnya sering ngumpul bareng. Seperti waktu 17 Agustus, kami buat Kemah Merah Putih. Terus, waktu Nopember ada Kemah Pelangi. Kegiatan ini  dibuat  tanpa membedakan SARA. Siapa pun boleh ikut. Orang kota kadang mengalami kejenuhan,  liburan harus ke mall terus, mahal juga beli makannya. “</p>
<p>Kaos kuning, bertuliskan “Jangan Ragu Raguna<a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2009/06/WTM_11.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1457" title="WTM_11" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2009/06/WTM_11.jpg" alt="WTM_11" width="326" height="219" /></a>n”  dikenakan seluruh peserta WTM sangat pas dengan cuaca  hari itu. Matahari menebarkan sinarnya di Ragunan.   &#8220;Jangan Ragu Ragunan&#8221;  adalah  kegiatan perdana  WTM.</p>
<p>Aditiyayoga, seorang graphic desain,  hari itu didaulat menjadi ketua pelaksana kegiatan. Ia  menjelaskan alasan kenapa Ragunan yang dipilih.</p>
<p>“Ya, dulu orang beranggapan Ragunan itu buruk banget. Ternyata sekarang  fasilitasnya sangat  mendukung.  Ragunan sudah beradab lah…Sudah ada halte-halte, jadi kalo ke ujanan bisa berteduh. Ruang terbukanya juga sudah banyak. Ya, Ragunan memberikan kemudahan, sangat diluar perkiraan selama ini,” jelas Aditiya.</p>
<p>Lantas kemana saja rute  WTM I di Ragunan ini?<br />
Peserta datang sendiri-sendiri menuju Ragunan dan berkumpul di pintu utama, dekat halte Trans Jakarta. Kira-kira jam 07.30 mereka berangkat menuju pos pertama. Yaitu kandang ular.<br />
“Di sini, ada SIOUX, komunitas pencinta ular yang membantu menjelaskan perihal ular. Selama ini ular dianggap menakutkan, padahal ular juga menjadi penyeimbang alam, terutama untuk hama tikus,”  jelas pria berambut gondrong ini.</p>
<p>Dari kandang ular, peserta WTM, melanjutkan perjalanannya ke kandang burung.  Ada permainan ular tangga ukuran 4 x 4 meter yang dimainkan peserta di sana.  Plus beberapa quiz yang jawabannya bisa ditemukan di kandang burung. Selepas dari kandang burung, peserta yang dibagi menjadi 10 kelompok ini,  diajak melihat orangutan di rumah Ulrike von Mengden. Dari rumah orangutan,  peserta WTM membuat mainan tradisional dari daun kelapa, yaitu keris. Dan bermain  galah asin, untuk semua tim. Seru!</p>
<p>Lalu apalagi yang dilakukan pesertanya? Di pos terakhir, tepatnya di lapangan sebelah Pus<a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2009/06/WTM_8.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-1465" title="WTM_8" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2009/06/WTM_8.jpg" alt="WTM_8" width="307" height="206" /></a>at Primata Schmutzer,  masing-masing kelompok melukis tong sampah.   Tong-tong sampah dari drum sudah disipakan panitia, berjejer di lapangan rumput. Juga kaleng-kaleng cat berwarna biru, merah dan kuning  serta kuas.</p>
<p>Setiap kelompok dengan asyiknya, melukis tong sampah bekas drum yang sudah diberi cat dasar berwarna putih.  Ada jugaa yang mengganti  cat dasarnya  dengan warna kuning, baru membuat sketsa gambar binatang.  Kelompok lain ada yang  langsung menyapukan kuasnya ke atas tong sampah. Sekelompok anak-anak kecil yang ditemani oleh pendampingnya, Rangga , terlihat tak sabar  dan ribut ingin segera menyapukan kuasnya ke atas tong sampah.</p>
<p>Kaleng-kaleng cat pun segera dibuka dan dicampur dengan warna-warna yang tersedia. Tetesan cat tumpah ke atas rumput. Sayang,  tidak disediakan alas untuk kaleng-kaleng cat itu, sehingga mengotori rumput di Ragunan.</p>
<p>Jalan-jalan ala Wiken Tanpa Ke Mall, relatif murah biayanya. Keliling di Ragunan, kemarin, biayanya Rp. 75.000,-/orang. Dewasa dan anak-anak sama harganya.  Mereka dapat kaos, snack pagi dan makan siang.  Banyak hal yang bermanfaat bisa dibawa pulang peserta.  Ya, sesuai dengan tujuan Wiken Tanpa Ke Mall, bahwa liburan tidak harus ke mall, tapi harus ada nilai pendidikannya. Seperti permainan tradisional  dan melukis  tong sampah  tadi. Hasilnya mereka sumbangkan ke Ragunan.</p>
<p>Lantas kemana acara Wiken Tanpa Ke Mall berikutnya?  Kata Aditia masih rahasia, mungkin saja ke musium. Kalau tidak mau ketinggalan acara  Wiken Tanpa Ke Mall, coba klik :      http://wikentanpakemall.multiply.com. Kemana liburan weekend Anda kali ini? Ingat! Tidak harus ke mall!!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/komunitas-wiken-tanpa-ke-mall/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bu Titi dan Perpustakaan Pelita Desa</title>
		<link>http://matoa.org/bu-titi-dan-perpustakaan-pelita-desa/</link>
		<comments>http://matoa.org/bu-titi-dan-perpustakaan-pelita-desa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2009 05:00:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dari Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kejora]]></category>
		<category><![CDATA[Pelita Desa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=1428</guid>
		<description><![CDATA[“ Perpustakaan  adalah jendela dunia. Waktu kecil, mainan gak ada. Adanya perpustakaan, itu pun sangat minim. Sewanya…ya… 10 centlah."]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2009/06/Pelita-Desa2.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-1440" title="Pelita Desa" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2009/06/Pelita-Desa2.jpg" alt="Pelita Desa" width="260" height="194" /></a>Pertama kali mengunjungi perpustakaan Pelita Desa di Sindangbarang Loji, Bogor,  ada Siti di meja resepsionis sedang mencatat. Tak lama kemudian, muncul anak-anak kecil memasuki ruangan perpustakaan. Setelah dipersilahkan duduk oleh Siti, akhirnya bertemu dengan Lukman dan Agus. Kedua lelaki ini, setiap hari Sabtu, dengan sukarela membantu perpustakaan Pelita Desa.</p>
<p>Ternyata, Lukman adalah teman saya saat SMP, sekarang kerja di LIPI. Setelah basa-basi ngobrol dengan Lukman dan Agus, saya diajak ke lantai dua perpustkaan. Ada beberapa meja dan kursi belajar. Juga papan tulis. Sementara anak-anak perempuan yang tadi datang sedang asyik menggambar dan membaca buku.  Di lantai dua, ada sebuah ruangan yang terkunci.<br />
“ ini ruang kerja Bu Titi, biasanya kalau datang, Bu Titi  kerja di sini,” jelas Lukman.</p>
<p>Puas melihat-lihat di lantai dua,  kami turun ke ruang perpustakaan. Di lantai satu ini, berdiri rak-rak buku. Mata pun mengintip setiap rak, secara sepintas. Ada buku cerita anak-anak, novel remaja, dan  buku-buku hasil penelitian Prof. Dr. Setijati Sastrapradja alias Bu  Titi panggilan akrabnya.</p>
<p><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2009/06/Pelita-Desa12.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-1441" title="Pelita Desa1" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2009/06/Pelita-Desa12.jpg" alt="Pelita Desa1" width="311" height="204" /></a>Ya! Bu Titi dan perpustakaan Pelita Desa  sangat erat hubungannya. Keduanya tak  bisa dipisahkan. Setelah beberapa kali bertemu dengannya, saya putuskan untuk berkunjung ke Pelita Desa. Perpustakaan umum  yang dibuka sejak tahun 2003, saat Didin  S. Sastrapradja, suaminya ulang tahun ke -70, setiap Sabtu ramai dikunjungi anak-anak sekitar Desa Loji, Bogor.  Buku-buku yang ada di Pelita Desa  ada yang dibeli oleh Bu Titi, juga sumbangan dari  orang lain.</p>
<p>“ Perpustakaan  adalah jendela dunia. Waktu kecil, mainan gak ada. Adanya perpustakaan, itu pun sangat minim. Sewanya…ya… 10 centlah. Sering tukeran sama teman. Jadi bayarnya cuma satu. Tapi bisa baca buku gantian,”  Bu Titi bercerita tentang  kegemarannya membaca buku saat kecil dulu.</p>
<p>Sejak masih bekerja di LIPI, Bu Titi selalu menyisihkan uang untuk perpustakaan Pelita Desa.  Sekarang, perpustakaan yang Ia dirikan ini sudah menjadi milik desa. Sayangnya, untuk perawatan buku dan kesejahteraan karyawannya belum bisa sepenuhnya dibantu desa. Bantuan yang diberikan untuk Pelita Desa baru sebatas buku-buku pelajaran saja.</p>
<p><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2009/06/Pelita-Desa-2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1434" title="Pelita Desa 2" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2009/06/Pelita-Desa-2.jpg" alt="Pelita Desa 2" width="309" height="231" /></a>Menariknya lagi, anak-anak yang sering datang ke Pelita Desa  dan berprestasi di akhir tahun pelajaran akan mendapatkan hadiah dari Bu Titi, berupa celengan dan uang. Tapi, sebelumnya si anak juga harus mengisi celengan yang disediakan oleh Bu Titi. Apabila celengannya penuh, dan anak itu berprestasi, Bu Titi akan memberikan hadiah uang yang sama jumlahnya dengan yang ada di celengan.</p>
<p>Sayangnya, aturan  main dari Bu Titi seringkali dirusak oleh kebutuhan rumah tangga orangtua anak-anak itu.</p>
<p>“ pernah suatu kali Irma….ada ibu dari anak itu, datang ke Ibu. Dia mau minta uang dari celengan anaknya untuk beli magic jar. Ya sudah, kalau satu orang sudah begitu….yang lain ngikut,” cerita Bu Titi.</p>
<p>Saat ini Bu Titi sudah pensiun dari LIPI. Tapi kecintaan dan kepeduliannya terhadap anak-anak dan dunia membaca patut diacungi jempol. Disela-sela kesibukannya mengajar mahasiswa S2 dan merawat Pak Didin, Bu Titi masih terus menulis cerita untuk bulletin KEJORA yang saat ini diterbitkan oleh MATOA. Cerita dalam KEJORA sangat menarik dan  mengajak anak-anak untuk cinta  pada  tanah air serta kekayaan alam Indonesia.</p>
<p>Kalau Anda ingin memberikan  bacaan yang menarik bagi anak-anak Anda di rumah, taman bacaan, panti asuhan, jangan ragu untuk berlanggaanan KEJORA. Silahkan kirim email ke kejora@matoa.org. Dengan berlangganan KEJORA, Anda ikut mencerdaskan anak-anak Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/bu-titi-dan-perpustakaan-pelita-desa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Unbreak My Earth di Trisakti</title>
		<link>http://matoa.org/unbreak-my-earth-di-trisakti/</link>
		<comments>http://matoa.org/unbreak-my-earth-di-trisakti/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2009 04:27:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita MATOA]]></category>
		<category><![CDATA[Info Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tekhnik Lingkungan Trisakti]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Trisakti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=1418</guid>
		<description><![CDATA[“Tahun ini kan lagi booming tentang pemanasan global, jadi dikaitkan aja, biar catchty,” jelas Nikela Delfi, Ketua Pelaksana Kegiatan Unbreak My Earth 2009.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2009/06/dscn1697.jpg"><img class="size-full wp-image-1420 alignright" title="dscn1697" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2009/06/dscn1697.jpg" alt="dscn1697" width="320" height="238" /></a>Unbreak My Earth, tulisan itu  terpampang di dinding gelanggang mahasiswa Universitas Trisakti, Grogol, Jakarta. Bukan sekedar slogan, itulah tema Hari Lingkungan Hidup yang diadakan oleh  Jurusan Tehnik Lingkungan Universitas Trisakti.  Tahun ini sudah kedelapan kalinya mereka menggelar acara serupa di Kampus A, Universitas Trisakti.</p>
<p>Gelanggang mahasiswa yang didominasi warna krem, cukup meriah dengan hiasan yang bertemakan lingkungan. Mulai dari pintu masuk  gelanggang, lantainya penuh dengan  lembaran-lembaran kertas bertuliskan ajakan untuk peduli lingkungan. Saat melewati meja penerima tamu, nampak foto-foto hasil lomba digantung dengan penjepit kertas dan memaksa pengunjung untuk meliriknya.</p>
<p>Kenapa temanya Unbreak My Earth?</p>
<p>“Tahun ini kan lagi booming tentang pemanasan global, jadi dikaitkan aja, biar <em>catchy</em>,” jelas Nikela Delfi, Ketua  Pelaksana Kegiatan Unbreak My Earth 2009.</p>
<p>Selain pameran pada tanggal 5 Juni 2009 lalu, beberapa hari sebelumnya  ada lomba modern dance, lomba majalah dinding bagi SMA dan lomografi yaitu memotret dengan kamera lomo. Dan penanaman pohon di  Situ Gintung. Penanaman pohon dilakukan sebagai wujud kepedulian terhadap bencana yang menimpa Situ Gintung.</p>
<p>Sementara dipojokkan gelanggang ada tong sampah besar untuk membuah sampah yang berbeda jenis, sehingga memudahkan untuk di daur ulang. Mulai dari sampah plastik, sampah kertas dan sampah makanan. Setiap yang membuang sampah ke dalam tong tersebut, panitia memberikan sebuah pulpen.</p>
<p>Bersamaan dengan pameran di gelanggang <a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2009/06/dscn1700.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1419" title="dscn1700" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2009/06/dscn1700.jpg" alt="dscn1700" width="313" height="234" /></a>mahasiswa, di pelataran parkir ada uji emisi  gratis untuk kendaraan umum dan mahasiswa Trisakti. Uji emisi ini kerjasama dengan Nawilis.  Sedangakan, pada malam harinya, ada pementasan band dari mahasiswa Tehnik Lingkungan.</p>
<p>MATOA  mengisi salah satu stand  pameran di Kampus A, Universitas Trisakti.  Selain itu,  ada National Geographic, Dana Mitra Lingkungan dan Kopiko.  Stand MATOA  sempat heboh saat istirahat makan siang. Banyak mahasiswi Trisakti memborong souvenir ramah lingkungan di stand MATOA.  Anda tertarik dengan souvenir MATOA, seperti Pin, tas belanja dan kaos? Jangan ragu kirim email ke info@matoa.org untuk memesannya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/unbreak-my-earth-di-trisakti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketepeng Obat Penyakit Kulit</title>
		<link>http://matoa.org/ketepeng-obat-penyakit-kulit/</link>
		<comments>http://matoa.org/ketepeng-obat-penyakit-kulit/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 05:43:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Ketepeng Cina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=1333</guid>
		<description><![CDATA[Ketepeng cina (Cassia alata) atau disebut juga Ketepeng Kebo di Jawa dan Ketepeng badak begitu orang Sunda menyebutnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penyakit kulit seperti panu dan kurap tentunya tak asing lagi bag<a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2009/04/ketepeng.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-1334" title="ketepeng" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2009/04/ketepeng.jpg" alt="ketepeng" width="280" height="275" /></a>i kita. Sekarang banyak obat beredar dipasaran untuk menyembuhkannya. Sebetulnya, panu dan kurap tadi bisa juga disembuhkan dengan semacam tanama perdu yang bisa ditanam di halaman rumah, karena pohonnya rindang.</p>
<p>Ketepeng cina (<em>Cassia alata</em>) atau disebut juga Ketepeng Kebo di Jawa dan Ketepeng badak begitu orang Sunda menyebutnya. Jenis perdu yang besar dan banyak ditemukan tumbuh secara di tempat-tempat lembab.</p>
<p>Ukuran daunnya besar-besar dengan bentuk bulat telur yang letaknya berhadap-hadapan satu sama lain dan terurai lewat ranting daun (bersirip genap). Bunga ketepeng cina mempunyai mahkota yang pada bagian bawahnya berwarna kuning dan ujung kuncup pada tandan berwarna coklat muda. Buahnya berupa buah polong yang bersayap dan pipih berwarna hitam. Ketepeng Cina tumbuh subur pada dataran rendah sampai ketinggian 1400 meter diatas permukaan laut.<br />
Lalu apa kegunaan ketepeng selain mengobati panu dan kurap?  Daun ketepeng juga sangat mujarab mengobati sembelit, sariawan , dan cacing keremi. Mau tahu cara meramunya? Silahkan ikuti petunjuk di bawah ini:</p>
<p>Bagian yang dipakai dari ketepeng adalah daun.</p>
<p>•	Pengobatan untuk penyakit kulir panu, kurap. Ambil satu genggam daun ketepeng cina yang masih segar. Tambahkan sedikit tawas atau satu  sendok makan kapur sirih. Setelah itu, semua bahan direbus, dilumatkan sampai menjadi bubur. Ramuan yang sudah jadi digosokkan dengan kuat pada kulit yang sakit. Coba lakukan dua kali setiap harinya.</p>
<p>•	Untuk mengatasi sembelit (susah buang air besar). Cukup ambil tujuh lembar daun muda ketepeng cina segar. Rebuslah daun dengan dua gelas air hingga mendidih sampai godokkan menjadi satu gelas. Setelah dingin, godokkan ketepeng cina diminum sekaligus.</p>
<p>•	Bagi penderita sariawan. Ambil empat lembar daun ketepeng cina segar, tambahkan garam secukupnya. Cuci bersih daunnya, lalu kunyah dengan garam  secukupnya (seperti mengunyah sirih) selama beberapa menit. Kemudian airnya ditelan dan ampasnya dibuang.</p>
<p>•	Cacing Keremi sering menyerang anak-anak. Coba ambil tujuh lembar daun ketepeng cina segar. Tambahkan asam secukupnya untuk menghilangkan bau.  Masukkan dua sendok teh bubuk akar kelembak.  Semua bahan direbus dengan dua gelas air hingga     mendidih sampai menjadi satu gelas. Godokkan ketepeng disaring dan diminum selagi hangat.</p>
<p><strong>Komposisi :</strong><br />
Sifat kimiawai dan efek farmakologis dari ketepeng cina adalah: pedas, hangat, insecticidal, menghilangkan gatal-gatal, pencahar, obat cacing, obat kelainan kulit yang disebabkan oleh parasit kulit.</p>
<p><strong>Kandungan kimia ketepeng cina : </strong>Rein aloe-emodina, rein aloe-emodina-diantron, rein, aloe emodina, asam krisofanat, (<em>dihidroksimetilanthraquinone</em>), tannin.</p>
<p><strong>Nama loka Ketepeng cina:</strong><br />
Seven golden candlestik (Inggris), Ketepeng kebo (Jawa); Ketepeng cina (Indonesia), Ketepeng badak (Sunda); Acon-aconan (Madura), Sajamera (Halmahera),; Kupang-kupang (Ternate), Tabankun (Tidore); Daun kupang, daun kurap, gelenggang, uru&#8217;kap (Sumatera).</p>
<p>Sumber: <a rel="nofollow" href="http://www.iptek.net.id">www.iptek.net.id</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/ketepeng-obat-penyakit-kulit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

