<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>MATOA &#187; Opini</title>
	<atom:link href="http://matoa.org/category/opini/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://matoa.org</link>
	<description>Green Magz</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 May 2012 08:48:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=</generator>
		<item>
		<title>Perkebunan Alga sebagai Sumber Energi Terbarukan dan Pereduksi CO2</title>
		<link>http://matoa.org/perkebunan-alga-sebagai-sumber-energi-terbarukan-dan-pereduksi-co2/</link>
		<comments>http://matoa.org/perkebunan-alga-sebagai-sumber-energi-terbarukan-dan-pereduksi-co2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Mar 2011 07:28:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Rekomendasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[alga]]></category>
		<category><![CDATA[alga sebagai pereduksi CO2]]></category>
		<category><![CDATA[alga sebagai sumber energi terbarukan]]></category>
		<category><![CDATA[alga sebagai sumber energi terbarukan dan pereduksi CO2]]></category>
		<category><![CDATA[CO2]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat alga]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber energi terbarukan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=3492</guid>
		<description><![CDATA[Alga, organisme bersel satu berpotensi sebagai sumber energi dan membantu mengurangi CO2 di udara.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2011/03/alga-hijau.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-3493" title="alga hijau" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2011/03/alga-hijau-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Hal yang menarik untuk mengembangbiakan alga adalah mampu menangkap karbon, menghasilkan <em>biofuel</em>, pembangkit listrik, dan gas buang indutri lain yang digunakan dalam foto bio-reaktor untuk budi daya alga. Micro alga dapat dimodifikasi secara genetik agar memiliki kandungan gula tinggi dan tepung atau kandungan minyak lipid yang tinggi. Gula dan tepung ini dapat diekstrak dan digunakan sebagai bahan baku untuk menghasilkan <em>biofuel</em>. Minyak lipid dapat diekstrak menggunakan proses penekanan dan dialihkan menjadi bio-diesel, bio-massa diesel, dan bahan bakar bio-jet. Menambahkan perkebunan alga ke dalam fasilitas yang memiliki sumber CO<sub>2</sub> akan sangat menguntungkan.</p>
<p><span id="more-3492"></span>Sistem Alga foto-bioreaktor merupakan inovasi energi terbarukan yang bersih dan terbaru</p>
<p>Alga merupakan sumber energi terbarukan yang bersih dan tidak habis-habisnya dan potensi terbesar untuk memutuskan ketergantungan akan persediaan minyak. Peningkatan lingkungan dengan kandungan non-sulfur dan pengurangan CO<sub>2</sub> memungkinan dalam perkebunan alga.</p>
<p>Foto-bioreaktor alga memiliki kemampuan untuk membuat energi terbarukan dalam waktu yang sedikit dengan kemampuan permintaan produksi, sering beberapa produk dapat dihasilkan dari produksi  tanaman tunggal alga. Dengan penambahan karbon, sistem ini menghasilkan pendapatan berkali-lipat bagi pemiliknya.</p>
<p>Alga merupakan organisme satu sel. Alga membutuhkan hidrogen yang didapat dari H<sub>2</sub>O dan karbon dari CO<sub>2</sub> dan melalui proses fotosintesis menghasilkan rantai hidrokarbon dan melepaskan oksigen. Banyak alga hijau dan hijau-biru mampu menduakalilipatkan massanya setiap 24 jam siklus pertumbuhan. Suku lain alga memproduksi minyak alga dengan sedikit perbedaan rantai hidrokarbon.</p>
<p>Micro alga memiliki tingkat pertumbuhan lebih cepat dari tanaman <em>terrestrial</em>. Panen  minyak alga per unit  diperkirakan antara 2000 hingga 20000 galon per acre, per tahun (4,6 hingga 18,4 l/m<sup>2</sup> per tahun); hal ini 7 sampai 30 kali lebih baik dari tanaman terbaik lainnya, lemak Cina (699 galon).</p>
<p>Penelitian menunjukkan alga mampu menghasilkan hingga 60% bomassa dalam bentuk minyak. Karena sel tumbuh dalam suspensi air di mana mereka memiliki akses lebih efisien di air, CO<sub>2</sub>, nutrisi terlarut. Mikroalga mampu menghasilkan biomassa dalam jumlah besar dan minyak yang dapat digunakan baik dalam kolam tingkat tinggi atau alga foto-bioreaktor. Minyak ini dapat dialihkan menjadi biodiesel yang dapat dijual untuk <em>automobile</em>. Biomassa dapat digunakan untuk memproduksi biogas menjadi metana untuk menghasilkan listrik. Semakin efisien prosesnya semakin besar keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan. Produksi regional dan pengolahan microalga menjadi biofuel akan menyediakan keutungan ekonomi untuk  komunitas pedesaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Biobutanol</p>
<p>Butanol dapat dibuat menggunakan alga dengan hanya menggunakan kekuatan <em>biorefinery</em>. Bahan bakar jenis ini memiliki berat jenis yang hampir sama dengan gasoline, dan lebih baik dari etanol dan methanol. Kebanyakan mesin gasolin, butanol dapat digunakan untuk mengganti gasolin dengan tanpa modifikasi. Pada beberapa tes, konsumsi butanol mirip dengan gasoline, dan jika dicampur dengan gasoline, menyediakan kinerja lebih baik dan daya tahan terhadap korosi dibandingkan etanol. Sampah hijau tersisa dari ekstraksi minyak alga dapat digunakan untuk memproduksi butanol.</p>
<p>Biogasolin</p>
<p>Saat ini, bahan bakar jet dibuat dari minyak alga. “<em>Flare test</em>” menyatakan bahwa bahan bakar terbakar, tapi tidak meledak.  “<em>Can Combuster Test</em>” menyatakan bahan bakar cocok dengan teknologi dasar mesin jet.</p>
<p>Tampaknya alga menjanjikan banyak kebutuhan melliputi produksi gas metana untuk listrik. Karakter alga yang diinginkan:</p>
<ul>
<li>Mudah ditumbuhkan</li>
<li>Tumbuh di mana saja</li>
<li>Panen tinggi per acre</li>
<li>Tidak digunakan untuk pakan hewan</li>
<li>Ramah lingkungan</li>
</ul>
<p>Alga mengurangi karbondioksida dalam jumlah banyak dari udara. Perkebunan alga merupakan pelahap gas CO<sub>2</sub> yang disediakan siklus karbondioksida dari pembakaran bahan bakar. Sangat memungkinkan menyita sebanyak mungkin CO<sub>2</sub> dalam setahun dari pertanian alga. Satu acre perkebunan alga mengurangi 400 metrik ton CO<sub>2</sub> dari udara. Foto bioreactor alga merupakan sistem tertutup, oleh karena itu karbondioksida harus dimasukan ke dalam makanan alga.</p>
<p>Pelaksanaan emulsi CO<sub>2</sub> menjadi sumber air bernutrisi alga memungkinkan pelacakan mudah bagi pengurangan jumlah CO<sub>2</sub>. Sistem alga foto bioreactor menggunakan CO<sub>2</sub> dengan pasif (atmosfer) atau aktif (pelaksanaan emulsi). Sumber CO<sub>2</sub> seperti gas buang dari pembakaran batu bara aktif, aspal, dan industry lainnya yang merupakan sumber besar untuk produksi alga.</p>
<p>Karbon dan pertanian alga menyediakan diversifikasi keuntungan melalui alga dengan produk dan pengurangan karbondioksida aktif. Produksi alga untuk menciptakan biogas metana merupakan fokus terbaru yang popular dan cara hijau untuk menciptakan listrik terbarukan yang tiada habisnya untuk banyak kota dan industri di seluruh dunia.</p>
<p>Sumber: Ezinearticles.com</p>
<p>Sumber foto: aquariumslife.com</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/perkebunan-alga-sebagai-sumber-energi-terbarukan-dan-pereduksi-co2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>COP 13 &#8211; Cara Oke Pelihara 13umi</title>
		<link>http://matoa.org/cop-13-cara-oke-pelihara-13umi/</link>
		<comments>http://matoa.org/cop-13-cara-oke-pelihara-13umi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Apr 2010 07:11:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[bumi]]></category>
		<category><![CDATA[global warming]]></category>
		<category><![CDATA[pelihara bumi]]></category>
		<category><![CDATA[pelihara lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[pemanasan global]]></category>
		<category><![CDATA[selamatkan bumi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=1846</guid>
		<description><![CDATA[Peduli hidup dan masa depan lingkungan kita yang lebih baik, selalu mencari tahu dan menambahkan pengetahuan tentang perubahan iklim serta cara mencegahnya.....]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a rel="attachment wp-att-1849" href="http://matoa.org/?attachment_id=1849"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1849" title="COP1" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/04/COP11-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Mulailah dari diri sendiri</strong></p>
<ul>
<li>Peduli hidup dan masa depan lingkungan kita yang lebih baik</li>
<li>Selalu mencari tahu dan menambahkan pengetahuan tentang perubahan iklim serta cara mencegahnya</li>
<li>Sebarkan dan tularkan kepada orang dimana dan kapan saja</li>
</ul>
<p><strong><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/04/COP2.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1850" title="COP2" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/04/COP2-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Hemat Energi Listrik</strong></p>
<p>Penerangan di rumah biasanya menghasilkan 1/20 sampai 1/10 total emisi karbon rumah tangga dan sebagian besar alat elektronik di rumah tangga seperti televisi, kulkas, AC, penyedot debu, oven, setrika, mesin cuci, dan komputer menyerap listrik dalam jumlah besar, termasuk dengan membiarkannya dalam kondisi “<em>stand by</em>” tetap menyerap energi listrik.</p>
<p>Ingatlah :</p>
<ul>
<li>Segera padamkan lampu bila sudah tidak diperlukan, sering kali kita lupa dan tidak peka dengan hal lain</li>
<li>Beralihlah dari penggunaan lampu pijar ke lampu naon atau ke jenis lampu lain yang hemat energi</li>
<li>Gunakan pangkal listrik yang memiliki tombol “<em>on/off</em>”, sehingga aliran listrik bisa dihentikan bila sudah tidak terpakai</li>
<li>Matikan alat elektronik kita walaupun dalam kondisi “<em>stand by</em>”</li>
<li>Bila memungkinkan atau sedang membangun rumah, maka buatlah ruangan terbuka di rumah sehingga cahaya matahari dan aliran udara dapat masuk setiap saat, untuk meminimal pengguanaan lampu penerangan.</li>
</ul>
<p><strong><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/04/COP3.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1853" title="COP3" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/04/COP3-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Habis Manis, Sepah Didaur Ulang</strong></p>
<p>Pepatah dahulu mengatakan “habis manis sepah dibuang”, tapi kini kita harus berpikir lebih jauh lagi, karena jika membuang sampah terus menerus tanpa mengolahnya lebih lanjut atau didaur ulang akan mengakibatkan pencemaran lingkungan.</p>
<p>Ingatlah :</p>
<ul>
<li>Lakukan pemilihan sampah organik dan non-organik, yang organik dapat dijadikan kompos dan yang non-organik dapat didaur ulang untuk dijadikan produk-produk lainnya</li>
<li>Jangan bakar sampah karena bisa menghasilkan karbondioksida dan mengakibatkan polusi udara</li>
<li>Kalau bosan dengan barang-barang lama, boleh juga menggalakan “<em>garage sale</em>”, siapa tahu barang-barang bekas kita bisa dimanfaatkan oleh orang lain</li>
</ul>
<p><strong><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/04/COP4.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1854" title="COP4" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/04/COP4-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Hemat BBM &amp; Bijak Gunakan Moda Transportasi</strong></p>
<p>Berdasarkan data WWF sektor transportasi menyumbang 27% emisi CO2 dari pembakaran bahan bakar fosil serta dari pemaparan Kementrian ESDM tahun 2006, cadangan minyak Indonesia diperkirakan tinggal 18 tahun saja.</p>
<p>Lakukanlah :</p>
<ul>
<li>Berangkat ke kantor secara bersama dengan seluruh anggota keluarga atau teman-teman yang memiliki tujuan yang searah. Selain menghasilkan efisiensi biaya cara ini tentunya akan membangun kebersamaan dan keakraban</li>
<li>Bila memungkinkan hindari penggunaan alat transportasi pribadi dengan menggunakan kendaraan transportasi masal seperti kereta api, bus/busway yang nyaman dan aman ataupun kendaraan umum lainnya. Tentu cara ini akan menghemat pengeluaran uang dibandingkan membawa kendaraan sendiri</li>
<li>Gunakan transportasi yang ramah lingkunagan seperti sepeda atau berjalan kaki ke tempat yang dekat</li>
<li>Jangan ngebut di jalanan karena dengan mengendarai mobil 50 km/jam kita akan hemat energi sebanyak 25% dibanding 70 km/jam.</li>
</ul>
<p><strong><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/04/COP5.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1855" title="COP5" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/04/COP5-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Hemat Air</strong></p>
<p>Menurut data WHO, air yang layak dimanfaatkan manusia 2,5%, dan hanya kurang dari 1% dari jumlah tersebut yang dapat di konsumsi manusia, sisanya 97,5% merupakan air laut. Pada tahun 2003, Indonesia menempati urutan kelima sebagai negara kaya air di dunia, dengan 2.779 milimeter rata-rata curah hujan per tahun. Namun 66% dari air hujan itu berubah menjadi air melimpah yang banyak menimbulkan bencana banjir dan tanah longsor, akibat tidak terserap tanah yang sudah gundul, akibat perusakan hutan terus menerus. Dan ternyata pada tahun 2006 setidaknya 90 juta rakyat Indonesia tidak memiliki akses ke air bersih.</p>
<p>Ingatlah :</p>
<ul>
<li>Kita harus menghemat penggunaan air</li>
<li>Mandi dalam jangka waktu yang lama tentunya akan menghabiskan air</li>
<li>Ketika menggosok gigi, menyabuni badan, atau mencukur jenggot, sebaiknya air dimatikan terlebih dahulu</li>
<li>Sebaiknya siram tanaman pada waktu malam hari, agar air tidak menguap sehingga tidak perlu menggunakan air telalu banyak</li>
<li>Buat juga sumur resapan air di rumah, sehingga dapat menampung air hujan untuk keperluan rumah tangga</li>
</ul>
<p><strong><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/04/COP6.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1858" title="COP6" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/04/COP6-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Hindari Plastik</strong></p>
<p>Plastik merupakan benda yang lama terurai di alam bahkan membutuhkan waktu 1000 tahun untuk diuraikan secara alami oleh bumi, seringkali menumpuk menjadi sampah apalagi kalau di tempat umum di luar TPA (tempat pembuangan akhir) seperti pantai, hutan, gunung ataupun sungai dan selokan sehingga menyebabkan dampak yang luar biasa saat hujan lebat, bahkan seringkali membuat banjir dan jalanan tergenang karena terhambatnya air mengalir melalui tempatnya.</p>
<p>Lakukanlah :</p>
<ul>
<li>Saat berbelanja bawalah dan gunakan tas/keranjang belanja sendiri (lebih baik lagi bila tas yang terbuat dari bahan eceng gondok dan serat tebu yang ramah lingkungan)</li>
<li>Bila memungkinkan dan tersedia mintalah bungkus/kantongyang terbuat dari kertas kepada toko tempat kita belanja</li>
</ul>
<p><strong><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/04/COP71.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1860" title="COP7" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/04/COP71-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Daur Ulang Kertas</strong></p>
<p>Kertas yang sering kita gunakan ternuat dari serat kayu, sehingga semakin banyak kertas digunakan semakin banyak pula pohon yang ditebang. Bayangkan hutan Indonesia yang terbesar kedua di dunia dan berfungsi sebagai paru-paru bumi, kini luasnya semakin berkurang akibat penggundulan dan pembalakan liar rata-rata 1,19 juta hektar per tahun. Akibatnya bencana banjir dan longsor kerap terjadi terutama pada musim hujan, karena penyerapan air dan mineral tidak berjalan.</p>
<p>Lakukanlah :</p>
<ul>
<li>Hemat kertas dengan mencetak di kedua sisi dan dengan menggunakan kembali kertas bekas</li>
<li>Sebisa mungkin gunakan kertas daur ulang</li>
<li>Manfaatkan elektronik/digital file dalam hal surat menyurat jaringan komputer dan internet</li>
</ul>
<p><strong><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/04/COP8.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1861" title="COP8" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/04/COP8-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Kembali ke Alam</strong></p>
<p>Produk kebutuhan sehari-hari seperti sampo, sabun dan makanan yang kita gunakan sekarang ini banyak mengandung unsur kimia, yang tentunya membutuhkan energi pengolahan dan tidak baik untuk tubuh kita.</p>
<p>Cobalah :</p>
<ul>
<li>Menggunakan bahan-bahan alami dengan manfaat yang sama untuk rambut dan tubuh kita. Contohnya jeruk segar, minyak zaitun, lidah buaya. Negara kita juga salah satu pionir Spa yang banyak menggunakan produk alami lokal untuk perawatan dan relaksasi tubuh</li>
<li>Mulailah mengkonsumsi makanan organik</li>
</ul>
<p><strong><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/04/COP9.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1866" title="COP9" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/04/COP9-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Ayo Tanam Pohon dan Berkebun</strong></p>
<p>Setiap hari tubuh kita membutuhkan oksigen, pergi menggunakan moda transportasi (mobil, motor, pesawat) memerlukan oksigen, selanjutnya seluruh aktivitas tersebut kita menghasilkan CO2. Padahal kita tidak pernah membayar atau membeli sedikitpun terhadap oksigen yang kita pergunakan tersebut. Sangatlah tidak adil kepada alam bila  kita hanya mengambil oksigen terus tanpa sedikitpun menabung untuk penyerapan CO2 yang dihasilkan oleh kita.</p>
<p>Lakukanlah :</p>
<ul>
<li>Usahakan menanam pohon apa saja disekitar rumah kita</li>
<li>Bila kita hendak atau sudah bepergian jauh dan menggunakan moda transportasi maka lakukanlah penanaman pohon untuk membayar kembali oksigen yang kita serap dan CO2 yang kita keluarkan</li>
<li>Bila tidak memiliki lahan untuk menanam pohon, bergabunglah dengan berbagai organisasi yang melakukan kegiatan penanaman pohon</li>
</ul>
<p><strong><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/04/COP10.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1867" title="COP10" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/04/COP10-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Bawa Makanan dari Rumah</strong></p>
<ul>
<li>Kebiasaan untuk membeli makanan atau jajan saatistirahat mengakibatkan lebih banyak pembuangan bungkusan sampah dan emisi karbon dari proses pembuatannya. Kondisi ini bisa dikurangi dengan membawa makanan dari rumah, selain tidak menghasilkan sampah juga dapat menghemat pengeluaran dan tubuh mengkonsumsi makanan yang lebih sehat</li>
</ul>
<p><strong><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/04/COP111.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1870" title="COP11" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/04/COP111-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Liburan ? Piknik Yuk !<br />
</strong></p>
<ul>
<li>Piknik ke taman, hutan, perkebunan dan penggunaan itu banyak gunanya, selain kita bisa bersosialisasi dengan teman dan keluarga, kita juga menikmati keindahan alam yang segar dan kaya akan aneka flora dan fauna</li>
<li>Kebiasaan ini akan membuat kita semakin mencintai bumi dan akan melakukan langkah-langkah untuk menjaganya. Anak-anak, sebagai generasi penerus bangsa juga akan menjadi lebih cinta kepada lingkungan</li>
</ul>
<p><strong>Gunakan Produk Lokal dan Ramah Lingkungan</strong></p>
<ul>
<li>Dalam membeli barang perhitungkan juga energi yang dipergunakan, saat produksi dan pengirimannya (transportasi dari pabrik sampai ke konsumen), tentunya memanfaatkan produk asing yang harus diimpor dari luar negeri membutuhkan bahan bakar dalam jumlah besar dibandingkan produk lokal</li>
<li>Menggunakan produk lokal juga dapat meningkatkan perekonomian nasional kita</li>
<li>Ikuti pula nilai-nilai tradisional warisan leluhur kita yang didalamnya penuh pesan kecintaan terhadap bumi</li>
<li>Produk ramah lingkungan, biasanya menggunakan tanda tersendiri seperti : untuk produk-produk yang berasal dari kayu; untuk lemari es, AC, hair spray, parfum spray serta spray pengharum ruangan, pembasmi serangga; untuk alat pemadam kebakaran</li>
<li>Produk elektronik pilihlah pilihan yang hemat energi (rendah daya listrik/watt)</li>
<li>Kendaraan lebih ramah lingkungan (beremisi rendah dan hemat bahan bakar, seperti biosolar dan hibrida)</li>
</ul>
<p><strong><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/04/COP12.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1871" title="COP12" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/04/COP12-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Jadilah Pejuang Lingkungan<br />
</strong></p>
<ul>
<li>Bertindaklah bila melihat terjadinya perusakan lingkungan</li>
<li>Bisa menegur orang yang membuang sampah sembarangan</li>
<li>Bisa melaporkan kepihak yang berwenang (Polisi, Kementerian Negara Lingkungan Hidup dan Badan atau Dinas Lingkungan Hidup di daerah)</li>
<li>Bergabung dengan kelompok masyarakat pencinta lingkungan.</li>
</ul>
<p><strong>Disarikan dari berbagai Sumber.</strong></p>
<p><strong>Disusun oleh</strong> :  Valerina Daniel, Duta Lingkungan</p>
<p><strong>Dibantu oleh</strong> :  MATOA Friend of Environmental Communication</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/cop-13-cara-oke-pelihara-13umi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rebung dari Halaman Rumah</title>
		<link>http://matoa.org/rebung-dari-halaman-rumah/</link>
		<comments>http://matoa.org/rebung-dari-halaman-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 May 2009 00:26:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=1357</guid>
		<description><![CDATA[Memanen rebung di halaman rumah, sebagai sumber pangan keluarga kami]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2009/05/rebung.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1358" title="rebung" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2009/05/rebung.jpg" alt="rebung" width="440" height="433" /></a></p>
<p>Hari minggu yang lalu, saya bersama istri berkeliling kebun di sekitar rumah kami yang berlokasi di kaki gunung salak, saat itu golok dan sepatu bot sudah kami pergunakan, kenapa? karena kami sedang mencari rebung dari berbagai rumpun bambu yang kami miliki. Kami memiliki bambu andong, kuning, tali, hitam serta bambu betung. Dari semu bambu itu tidak tunas mudanya (rebung) bisa dimakan, hanya bambu betung, kuning dan hitam yang dapat kami ambil untuk dimasak.</p>
<p>Setelah mencari ke berbagi rumpun bambu akhirnya kami mendapatkan juga rebung yang kami cari, walaupun ukurannya tidak terlalu besar tapi dapat kami ambil untuk diolah menjadi sayuran. Pencarian bukan berhenti sampai rebung, namun kami terus mencari daun pepaya, setelah memetik 4 daun, akhirnya kami kembali ke rumah untuk mengolah rebung dan daun pepaya.</p>
<p>Istri saya hari ini ingin sekali memasak rebung dan daun pepaya, karena kami memiliki tanaman sendiri maka tidak perlu kami beli dari pasar, cukup memanennya di halaman rumah. Jadi bagi anda yang memiliki halaman yang cukup kenapa tidak menanam juga tanaman pangan, bisa apa saja, tidak hanya bunga, palem atau angrek sebagai tanaman eksotik. Dengan demikian kita memiliki sumber pangan di halaman rumah. Selamat mencoba.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/rebung-dari-halaman-rumah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenikir Tanaman Pekarangan Berkhasiat</title>
		<link>http://matoa.org/kenikir-tanaman-pekarangan-berkhasiat/</link>
		<comments>http://matoa.org/kenikir-tanaman-pekarangan-berkhasiat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2009 03:02:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=1009</guid>
		<description><![CDATA[Bau dan rasa yang khas sering mengundang selera kita untuk makan daun kenikir, ternyata berkhasiat obat penambah nafsu makan, ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2009/04/kenikir.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1012" title="kenikir" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2009/04/kenikir.jpg" alt="kenikir" width="440" height="330" /></a></p>
<p>Sudah pernahkah anda memakan daun kenikir? bagi kita yang diperkotaan besar  tentunya sudah tidak mudah untuk mendapatkannya. Rasa dan aroma yang khas membuatnya menjadi makanan yang cukup mengundang selera. Biasanya dimakan daunnya yang mentah baik untuk lalap, sayuran dalam urap ataupun lain.</p>
<p>Hari ini sebelum berangkat ke kantor, saya menyempatkan diri untuk melihat tanaman kenikir yang berada di halaman rumah, waah ternyata sudah mulai berbunga dan mekar. Tanaman kenikir mudah sekali ditanam, yaitu dengan biji, tidak memerlukan lahan yang luas bahkan di dalam pot  juga bisa asalkan mendapat sinar matahari yang cukup. Ternyata tanaman yang banyak kita temui di Indonesia ini berasal dari Amerika Latin dengan nama <em>Cosmos caudatus. </em></p>
<p>Bagaimana manfaatnya, ternyata cukup banyak yaitu obat penambah nafsu makan, lemah lambung, penguat tulang serta bisa menjadi pestisida organik sebagai pengusir serangga. Kenapa? karena kandungan yang terdapat di kenikir ini mengandung saponin, flavonoida polifenol dan minyak atsiri. Akarnya mengandung hidroksieugenol dan koniferil alkohol (Fuzzati et al., 1995).</p>
<p>Selamat mencoba menanam kenikir!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/kenikir-tanaman-pekarangan-berkhasiat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Panen Matoa</title>
		<link>http://matoa.org/panen-matoa/</link>
		<comments>http://matoa.org/panen-matoa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Nov 2008 10:23:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=225</guid>
		<description><![CDATA[<p></p>
<p>Bagi teman-teman yang belum tahu seperti apa buah matoa, perlu saya ceritakan rasanya enak sekali bila dipanen tepat waktu. Karena &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2008/11/matoa2.jpg" alt="matoa.jpg" /></p>
<p>Bagi teman-teman yang belum tahu seperti apa buah matoa, perlu saya ceritakan rasanya enak sekali bila dipanen tepat waktu. Karena matoa yang belum matang akan terasa tidak nikmat, manisnya kurang dan bahkan bila kulit bijinya termakan akan terasa pahit. Buah matoa yang matang akan menghasilkan daging buah yang mudah melotok (lepas dari bijinya) dan terasa manis sekali. Bila yang belum pernah merasakannya silahkan mencobanya bila menemukan di toko buah ya. Sayangnya matoa tidak bisa disimpan untuk waktu lama, sehingga akan terasa lebih nikmat bila dimakan saat baru panen.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/panen-matoa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asam Payang</title>
		<link>http://matoa.org/asam-payang/</link>
		<comments>http://matoa.org/asam-payang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Sep 2008 06:24:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=208</guid>
		<description><![CDATA[<p align="center"><a title="asam-payang.jpg" href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2008/09/asam-payang2.jpg"></a></p>
<p>Buah ini rasanya asam namun segar. Serat dalam daging buahnya sangat banyak, sehingga terkadang untuk membukanya harus dengan puratan. Buah &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><a title="asam-payang.jpg" href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2008/09/asam-payang2.jpg"><img src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2008/09/asam-payang2.jpg" alt="asam-payang.jpg" /></a></p>
<p>Buah ini rasanya asam namun segar. Serat dalam daging buahnya sangat banyak, sehingga terkadang untuk membukanya harus dengan puratan. Buah ini saya temukan juga di Pasar Melak Kalimantan Timur dengan nama lokal Asam Payang (dayak Kalbar) atau Encamp Payakng (dayak benuaq) atau Ambawang putaran (Banjar).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/asam-payang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ihau (Klengkeng Asli Kalimantan)</title>
		<link>http://matoa.org/ihau-klengkeng-asli-kalimantan/</link>
		<comments>http://matoa.org/ihau-klengkeng-asli-kalimantan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Sep 2008 13:49:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=194</guid>
		<description><![CDATA[<p align="center"><a title="ihau-_3.jpg" href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2008/09/ihau-_36.jpg"></a></p>
<p>Buah ini saya temukan di Pasar Melak, Kalimantan Timur, dengan nama lokal Ihau, rasanya persis kelengkeng, yang membedakan hanyalah bentuk &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><a title="ihau-_3.jpg" href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2008/09/ihau-_36.jpg"><img src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2008/09/ihau-_36.jpg" alt="ihau-_3.jpg" /></a></p>
<p>Buah ini saya temukan di Pasar Melak, Kalimantan Timur, dengan nama lokal Ihau, rasanya persis kelengkeng, yang membedakan hanyalah bentuk kulit luar yang tidak halus. Jadi kenapa harus selalu beli yang import? kalau memang ada pilihan buah asli Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/ihau-klengkeng-asli-kalimantan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tapal Batas Indonesia Sabah</title>
		<link>http://matoa.org/tapal-batas-indonesia-sabah/</link>
		<comments>http://matoa.org/tapal-batas-indonesia-sabah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 12:59:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=187</guid>
		<description><![CDATA[<p><a title="tapal-batas-negara.jpg" href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2008/09/tapal-batas-negara2.jpg"></a></p>
<p>Sahabat, ini dia batas negara kita dengan malaysia (Sabah) yang patoknya sama dengan batas tanah disekitar kita. Tapal batas ini &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="tapal-batas-negara.jpg" href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2008/09/tapal-batas-negara2.jpg"><img class="alignleft" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2008/09/tapal-batas-negara2.jpg" alt="tapal-batas-negara.jpg" width="295" height="221" /></a></p>
<p>Sahabat, ini dia batas negara kita dengan malaysia (Sabah) yang patoknya sama dengan batas tanah disekitar kita. Tapal batas ini berada di Kabupaten Nunukan, Kecamatan Krayan. Bila bentuknya batasnya seperti ini, bila ada orang yang iseng atau bermaksud jahat bisa saja menggesernya sesuka hati.</p>
<p>Lokasinya berada disekitar Taman Nasional Kayan Mentarang, untuk mencapai lokasi Krayan ini hanya ada 1 jalan yaitu melalui udara, dan sejak Januari 2008 sudah tidak ada penerbangan komersial lagi menuju ke sana. Betapa kasihan dan terpencilnya mereka. <a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/09/08/17402052/penerbangan.ke.nunukan.terhenti.warga.marah">Sehingga secara nyata mereka banyak memenuhi kebutuhannya dari malaysia</a>. Adakah yang mau membantu mereka?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/tapal-batas-indonesia-sabah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buah Lay</title>
		<link>http://matoa.org/buah-lay/</link>
		<comments>http://matoa.org/buah-lay/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 11:54:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=183</guid>
		<description><![CDATA[<p><a title="lay.jpg" href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2008/09/lay2.jpg"></a></p>
<p>Buah ini salah satu yang menjadi favorite saya bila berkunjung ke Kaltim (bila sedang musim), sangat mudah ditemukan sepanjang perjalanan &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="lay.jpg" href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2008/09/lay2.jpg"><img class="alignleft" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2008/09/lay2.jpg" alt="lay.jpg" width="267" height="270" /></a></p>
<p>Buah ini salah satu yang menjadi favorite saya bila berkunjung ke Kaltim (bila sedang musim), sangat mudah ditemukan sepanjang perjalanan Balikpapan dan Samarinda. Selain di Kaltim pernah merasakan juga di Palangka Raya bersama mas Hardi dari COP . Biasanya disebut Lay&#8230;rasanya manis, legit dan baunya itu tidak berdampak lama seperti durian. Saat ini saya sudah menanamnya di kaki gn. salak, semoga saja 5-10 tahun lagi sudah dapat memanen buahnya. Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/buah-lay/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sarapan pagi dengan ubi jalar</title>
		<link>http://matoa.org/sarapan-pagi-dengan-ubi-jalar/</link>
		<comments>http://matoa.org/sarapan-pagi-dengan-ubi-jalar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 02:04:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[<p></p>
<p>Mertua saya seorang petani, tangannya sangat dingin sekali, menanam apa saja selalu jadi dengan hasil yang baik, kemaren sore beliau &#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2008/04/ubi-ungu1.jpg" alt="ubi-ungu.jpg" width="275" height="207" /></p>
<p>Mertua saya seorang petani, tangannya sangat dingin sekali, menanam apa saja selalu jadi dengan hasil yang baik, kemaren sore beliau datang ke rumah kami sambil membawakan hasil panen ubi jalar yang warnanya ungu. Dan pagi ini istri saya menyediakan sarapan pagi dengan ubi jalar tersebut. Rasanya nikmat sekali, sangat cukup untuk menjadikan sarapan pagi saya hari ini sempurna. Jadi tidak harus dengan nasi khan? bagaimana dengan anda?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/sarapan-pagi-dengan-ubi-jalar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

