<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>MATOA &#187; Taman Nasional</title>
	<atom:link href="http://matoa.org/category/taman-nasional/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://matoa.org</link>
	<description>Green Magz</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 May 2012 08:48:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=</generator>
		<item>
		<title>Berselancar di Taman Nasional Alas Purwo</title>
		<link>http://matoa.org/berselancar-di-taman-nasional-alas-purwo/</link>
		<comments>http://matoa.org/berselancar-di-taman-nasional-alas-purwo/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Apr 2012 04:35:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Taman Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[alas purwo]]></category>
		<category><![CDATA[berselancar di alas ourwo]]></category>
		<category><![CDATA[ombak besar]]></category>
		<category><![CDATA[pantai dengan ombak besar]]></category>
		<category><![CDATA[taman nasional alas purwo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=7410</guid>
		<description><![CDATA[Selain terkenal sebagai taman nasional yang memiliki beragam keanekaragaman hayati. Taman Nasional Alas Purwo (Alas Purwo) juga terkenal akan ombak pantai besar yang ada di Plengkung.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_7411" class="wp-caption alignleft" style="width: 368px"><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/04/pelengkung-alas-purwo.jpg"><img class=" wp-image-7411 " title="pelengkung alas purwo" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/04/pelengkung-alas-purwo.jpg" alt="" width="358" height="210" /></a><p class="wp-caption-text">Ombak di Alas Purwo</p></div>
<p style="text-align: justify;">Selain terkenal sebagai taman nasional yang memiliki beragam keanekaragaman hayati. Taman Nasional Alas Purwo (Alas Purwo) juga terkenal akan ombak pantai besar yang ada di Plengkung.<span id="more-7410"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Taman Nasional yang terletak di Banyuwangi, Jawa Timur ini merupakan salah satu perwakilan tipe ekosistem hutan hujan dataran rendah di Pulau Jawa.</p>
<p style="text-align: justify;">Tercatat 158 jenis tumbuhan (59 famili), sedangkan jenis-jenis vegetasi yang terdapat di Alas Purwo lebih dari 300 jenis. Tumbuhan endemik yang berada di Alas Purwo adalah sawo kecik (<em>Gigantochloa manggong</em>), ketapang (<em>Terminalia cattapa</em>), nyamplung (<em>Calophyllum inophyllum</em>), kepuh (<em>Sterculia foetida</em>), dan keben (<em>Barringtonia asiatica</em>).</p>
<p style="text-align: justify;">Hasil inventarisasi mencatat sebanyak 21 jenis satwa liar mamalia, 35 jenis burung hutan, 59 jenis burung air, dan 14 jenis reptilian. Alas purwo terkenal sebagai habitat beberapa satwa liar seperti lutung budeng (<em>Trachypithecus auratus auratus</em>), banteng (<em>Bos javanicus</em>), ajag (<em>Cuon alpines javanicus</em>), burung merak (<em>Pavo muticus</em>), ayam hutan (<em>Gallus gallus</em>), rusa (<em>Cervus timorensis russa</em>), macan tutul (<em>Panthera pardus melas</em>), dan kucing bakau (<em>Prionailurus bengalensis javanensis</em>). Selain itu, beberapa satwa langka yang dilindungi seperti penyu lekang (<em>Lepidochelys olivacea</em>), penyu belimbing (<em>Dermochelys coriacea</em>), penyu sisik (<em>Eretmochelys imbricata</em>), dan penyu hijau (<em>Chelonia mydas</em>). Penyu-penyu tersebut seringkali mendarat di pantai Selatan taman nasional ini pada bulan Januari s.d. September.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada periode-periode tertentu seperti bulan Oktober-Desember, di Segoro Anakan dapat dilihat 16 jenis burung migran dari Australia di antaranya cekakak suci (<em>Halcyon chloris/ Todirhampus sanctus</em>), burung kirik-kirik laut (<em>Merops philippinus</em>), trinil pantai (<em>Actitis hypoleucos</em>), dan trinil semak (<em>Tringa glareola</em>).</p>
<p style="text-align: justify;">Ada satu kawasan yang sangat dikenal oleh peselancar di dunia yang disebut G-Land. G-Land atau plengkung berada di sebelah selatan taman nasional ini. Plengkung merupakan salah satu dari empat lokasi terbaik di dunia bagi peselancar air dan dapat disejajarkan dengan Hawai, Australia, dan Afrika Selatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pantai pasir putih dari Trianggulasi ke Plengkung terdapat pasir gotri. Pasir tersebut berwarna kuning, bulat, dan berdiameter 2,5 mm.</p>
<p style="text-align: justify;">Penduduk di kawasan ini masih menjunjung budaya “Blambangan”. Masyarakat percaya jika Alas Purwo merupakan tempat pemberhentian terakhir rakyat Majapahit yang menghindar dari serbuan kerajaan Mataram, dan masih meyakini di hutan taman nasional ini masih tersimpan Keris Pusaka Sumelang Gandring. Sehingga banyak yang bertapa dan mengadakan upacara adat di Goa Padepokan dan Goa Istana.  Selain itu, terdapat peninggalan sejarah berupa “Pura Agung” yang merupakan tempat upacara umat Hindu (Pagerwesi). Upacara tersebut diadakan setiap 210 hari.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sumber:  dephut.go.id dan tnalaspurwo.org</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber gambar: indiraatmayana.blogspot.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/berselancar-di-taman-nasional-alas-purwo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamatkan Kebun Binatang Surabaya!</title>
		<link>http://matoa.org/selamatkan-kebun-binatang-surabaya/</link>
		<comments>http://matoa.org/selamatkan-kebun-binatang-surabaya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Mar 2012 07:28:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Taman Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[kbs]]></category>
		<category><![CDATA[kebun binatang]]></category>
		<category><![CDATA[kebun binatang surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=7208</guid>
		<description><![CDATA[Berawal dari konflik pengelolaan KBS, kini KBS menjadi sorotan para pecinta satwa di Indonesia dan dunia. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://matoa.org/selamatkan-kebun-binatang-surabaya/kbs/" rel="attachment wp-att-7209"><img class="alignleft size-full wp-image-7209" title="KBS" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/03/KBS.jpg" alt="" width="285" height="222" /></a>Dulunya kebun binatang Surabaya (KBS) merupakan salah satu kebun binatang yang popular di kalangan masyarakat Indonesia. Kebun binatang yang berlokasi di Jalan Setail No.1 Surabaya tersebut memiliki keanekaragaman satwa tropis yang lengkap.</p>
<p style="text-align: justify;">KBS juga merupakan kebun binatang terbesar di Asia Tenggara dengan memiliki 300 spesies satwa yang berbeda dan terdiri dari 4300 lebih binatang, termasuk satwa langka di Indonesia maupun dunia. KBS sering dijadikan sebagai sarana edukasi bagi siswa-siswi sekolah yang ingin menambah pengetahuan mengenai ilmu alam khususnya, dan satwa-satwa di dunia khususnya.</p>
<p style="text-align: justify;">KBS merupakan anggota PKBSI (Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia). Menurut hasil keputusan tersebut, kebun binatang atau zoo adalah tempat perkembangan satwa saja. Sehingga atraksi-atraksi yang ada akan dihilangkan secara perlahan-lahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Berawal dari konflik pengelolaan KBS, kini KBS menjadi sorotan para pecinta satwa di Indonesia dan dunia. Sebelumnya KBS dikelola oleh Perkumpulan Taman Flora Satwa Surabaya (PTFSS) yang dipimpin oleh Stany Soebakir hingga akhirnya Menteri Kehutanan membekukan kepengurusan PTFSS pada tahun 2010 dan pengelolaan dialihkan ke Tim Pengelolaan Sementara (TPS) yang diketuai Tony Sumampauw.</p>
<p style="text-align: justify;">Konflik berlanjut hingga PTFSS melayangkan gugatan kepada Menteri Kehutanan, Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, dan Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam.</p>
<p style="text-align: justify;">KBS kembali menjadi perhatian setelah satu-satunya jerapah yang ada di KBS ambruk di kandangnya karena sakit. Jerapah yang berusia 30 tahun tersebut diinfus karena nafsu makannya menurun. Setelah mendapat perawatan intensif, satwa asal Afrika tersebut akhirnya mati. Sebelumnya, ada jerapah di KBS mati karena usia dan terdapat plastik di lambungnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Januari lalu, seekor celeng goteng ditemukan tak bernyawa dengan tanda-tanda keracunan sianida di lambung, jantung, dan paru-parunya. Tercatat sebanyak 1.919 satwa mati di KBS dalam kurun waktu 2006 – 2010. Menurut Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur akan mengevakuasi satwa-satwa koleksi KBS jika tidak ada perbaikan dari KBS. BKSDA menilai kematian satwa disebabkan dua factor: satwa dibiarkan mati atau buruknya kondisi pakan dan kandang satwa.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, KBS sendiri terancam ditutup tahun ini karena Pemerintah Kota Surabaya akan menggunakan lahan KBS untuk hal lain. Pemkot Surabaya menilai pengelolaan KBS tidak layak. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya satwa yang mati di kebun binatang tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">KBS akan tetap ada jika Kementerian Kehutanan bersama-sama Pemkot Surabaya dan instansi terkait mau memperjuangkan keberlangsungan KBS di Surabaya demi keberlangsungan satwa-satwa dan  edukasi bagi masyarakat sekitar.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sumber: berbagai sumber</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber gambar: nopha.student.umm.ac.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/selamatkan-kebun-binatang-surabaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lestarikan Macan Tutul Jawa</title>
		<link>http://matoa.org/lestarikan-macan-tutul-jawa/</link>
		<comments>http://matoa.org/lestarikan-macan-tutul-jawa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Feb 2012 02:44:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Taman Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[leopard javan]]></category>
		<category><![CDATA[macan]]></category>
		<category><![CDATA[macan tutul]]></category>
		<category><![CDATA[macan tutul jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Panthera pardus melas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=7118</guid>
		<description><![CDATA[Macan Tutul Jawa atau Panthera pardus melas merupakan satwa langka yang ada di Pulau yang masuk dalam kategori “Critically Endangered”]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://matoa.org/lestarikan-macan-tutul-jawa/indonesia-javan-leopard/" rel="attachment wp-att-7120"><img class="alignleft  wp-image-7120" title="Indonesia Javan Leopard" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/02/macan-tutul-jawa.jpg" alt="" width="307" height="205" /></a>Macan Tutul Jawa atau <em>Panthera pardus melas</em> merupakan satwa langka yang ada di Pulau yang masuk dalam kategori “<em>Critically Endangered</em>”. Satwa ini memiliki dua variasi, Macan Tutul berwarna terang dan Macan Tutul berwarna hitam atau Macan Kumbang.<span id="more-7118"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Satwa yang memiliki panjang tubuh sekitar 90 – 150 cm ini memiliki bobot tubuh berkisar 40 – 60 kg. Macan tutul mampu hidup selama 21 – 23 tahun dan memiliki ruang gerak antara 5 – 15 km<sup>2</sup>. Satwa ini bersifat soliter, namun dapat hidup berkelompok saat berpasangan atau pengasuhan anak.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa tahun lalu, keberadaan macan tutul jawa sangat mengkhawatirkan karena perbururuan yang dilakukan oleh warga sekitar. Bagian tubuh macan yang dijual adalah taring dan kulitnya yang dihargai Rp7 juta – Rp8 juta.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, akibat konservasi lahan, ruang pergerakan macan tutul jawa menjadi terbatas. Sehingga, tidak jarang macan tutul sering menyambangi pemukiman manusia. Diduga hal tersebut dilakukan karena macan tutul kekurangan sumber makanan.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa daerah konservasi macan tutul di pulau jawa adalah Taman Nasional (TN) Ujung Kulon, TN Gunung Halimun Salak, TN Gunung Gede, Hutan Lindung Petungkriyono Pekalongan, dan TN Meru Betiri.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sumber: berbagai sumber</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber gambar: alamendah.wordpress.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/lestarikan-macan-tutul-jawa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 Pantai Terindah di Indonesia</title>
		<link>http://matoa.org/10-pantai-terindah-di-indonesia/</link>
		<comments>http://matoa.org/10-pantai-terindah-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 08:48:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Taman Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[10 pantai terindah]]></category>
		<category><![CDATA[10 pantai terindah di indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pantai]]></category>
		<category><![CDATA[pantai indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pantai terindah]]></category>
		<category><![CDATA[pantai terindah di indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=6983</guid>
		<description><![CDATA[Berikut merupakan pantai-pantai terindah yang bisa dijadikan tujuan wisata...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bumi pertiwi memang memiliki beragam kekayaan alam, salah satunya adalah pantai. Merupakan negara katulistiwa yang dikelilingi samudra, Indonesia memiliki pantai-pantai terindah di dunia. Berikut merupakan pantai-pantai terindah yang bisa dijadikan tujuan wisata:<span id="more-6983"></span></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Pantai Senggigi, Lombok</li>
</ul>
<div id="attachment_6984" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://matoa.org/10-pantai-terindah-di-indonesia/pantai-senggigi/" rel="attachment wp-att-6984"><img class="size-thumbnail wp-image-6984" title="pantai-senggigi" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/01/pantai-senggigi-200x200.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Pantai Senggigi, Lombok</p></div>
<p style="text-align: justify;">Pantai yang terletak di Lombok, NTB ini merupakan salah satu tujuan wisata yang terkenal. Letak pantai ini di sebelah barat pesisir Pulau Lombok. Pemandangan bawah lautnya sangat indah, sehingga memungkinkan wisatawan melakukan snorkeling. Pantai senggigi memiliki terumbu karang yang menjulang di tengah lautan, sehingga ombak besar pecah di tengah lautan dan tidak berbahaya bagi para pengunjung pantai. Hotel yang tersedia beragam di daerah ini dari hotel yang mahal hingga ekonomis.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div style="clear: both;"></div>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Pantai Kuta, Bali</li>
</ul>
<div id="attachment_6985" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://matoa.org/10-pantai-terindah-di-indonesia/olympus-digital-camera-2/" rel="attachment wp-att-6985"><img class="size-thumbnail wp-image-6985" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/01/Pantai-Kuta-Bali-200x200.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Pantai Kuta, Bali</p></div>
<p style="text-align: justify;">Pantai ini merupakan pantai dengan pengunjung yang selalu ramai setiap harinya. Pantai kuta terletak di sebelah selatan Denpasar. Biasanya para pengunjung melakukan selancar di pantai ini karena memiliki ombak bagus. Pantai yang terletak di Kabupaten Badung ini sudah terkenal sejak tahun 1970-an dan disebut sebagai pantai matahari terbenam (<em>sunset beach</em>).</p>
<p>&nbsp;</p>
<div style="clear: both;"></div>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Pantai Pangandaran, Jawa Barat</li>
</ul>
<div id="attachment_6986" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://matoa.org/10-pantai-terindah-di-indonesia/pantai-pangandaran/" rel="attachment wp-att-6986"><img class="size-thumbnail wp-image-6986" title="pantai pangandaran" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/01/pantai-pangandaran-200x200.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Pantai Pangandaran, Jawa Barat</p></div>
<p style="text-align: justify;">Pantai pangandaran sudah terkenal sejak lama sebagai pantai dengan pemandangan terindah di kawasan Jawa Barat. Pantai yang terletak di Desa Pananjung ini menurut <em>AsiaRooms</em> merupakan objek wisata pantai terbaik di Pulau Jawa dan berjarak ± 92 km ke arah selatan kota Ciamis.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div style="clear: both;"></div>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Pantai Parai Tenggiri, Bangka Belitung</li>
</ul>
<div id="attachment_6987" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://matoa.org/10-pantai-terindah-di-indonesia/pantai-parai-tenggiri6/" rel="attachment wp-att-6987"><img class="size-thumbnail wp-image-6987" title="Pantai Parai Tenggiri6" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/01/Pantai-Parai-Tenggiri6-200x200.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Pantai Parai Tenggiri, Bangka Belitung</p></div>
<p style="text-align: justify;">Pantai yang terkenal dengan batuan granit ini merupakan objek wisata yang terkenal. Pantai parai tenggiri terletak di kawasan Matras, Sungailiat, Bangka Belintung. Keindahan pantai ini dilengkapi dengan pasir putih dengan birunya laut yang tenang. Berjemur, <em>parasailing</em>, dan <em>jet skiing</em> bisa dilakukan di pantai ini.</p>
<div style="clear: both;"></div>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Pantai Parangtritis, Yogyakarta</li>
</ul>
<div id="attachment_6988" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://matoa.org/10-pantai-terindah-di-indonesia/pantai-parangtritis/" rel="attachment wp-att-6988"><img class="size-thumbnail wp-image-6988" title="pantai parangtritis" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/01/pantai-parangtritis-200x200.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Pantai Parangtritis, Yogyakarta</p></div>
<p style="text-align: justify;">Pantai ini merupakan pantai pesisir Samudra Hindia. Pantai parangtritis terletak di sebelah selatan kota Yogyakarta dan berjarak ± 25 km. Selain pantai samas, baron, kukup krakal, dan glagah, pantai parangtritis cukup terkenal karena ombaknya yang besar dan gunung-gunung pasir tinggi di sekitar pantai.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div style="clear: both;"></div>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Pantai Bunaken, Manado</li>
</ul>
<div id="attachment_6989" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://matoa.org/10-pantai-terindah-di-indonesia/pantai-bunaken/" rel="attachment wp-att-6989"><img class="size-thumbnail wp-image-6989" title="pantai bunaken" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/01/pantai-bunaken-200x200.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Pantai Bunaken, Manado</p></div>
<p style="text-align: justify;">Pantai yang merupakan bagian dari Taman Nasional Bunaken ini merupakan sebuah pulau dengan luas 8,08 km<sup>2</sup> di Teluk Manado, Sulawei Utara. Karena keindahan dunia bawah lautnya, turis mancanegara sering melakukan <em>snorkeling </em>dan <em>diving</em> di pantai ini. Selain keindahan pantai yang tidak diragukan, pantai ini dilengkapi dengan pasir putih yang bersih.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div style="clear: both;"></div>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Pantai Palabuhan Ratu, Jawa Barat</li>
</ul>
<div id="attachment_6990" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://matoa.org/10-pantai-terindah-di-indonesia/pantai-palabuhan-ratu/" rel="attachment wp-att-6990"><img class="size-thumbnail wp-image-6990" title="pantai palabuhan ratu" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/01/pantai-palabuhan-ratu-200x200.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Pantai Palabuhan Ratu, Sukabumi</p></div>
<p style="text-align: justify;">Pantai yang terletak di Sukabumi ini merupakan kawasan wisata pesisir Samudra Hindia di Jawa Barat. Pantai yang terletak sekitar 60 km ke arah selatan kota Sukabumi ini memiliki ombak pantai yang mencapai 3-5 meter di musim-musim tertentu dan sangat cocok untuk selancar.</p>
<div style="clear: both;"></div>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Pantai Sanur, Bali</li>
</ul>
<div id="attachment_6991" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://matoa.org/10-pantai-terindah-di-indonesia/pantai-sanur/" rel="attachment wp-att-6991"><img class="size-thumbnail wp-image-6991" title="pantai sanur" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/01/pantai-sanur-200x180.jpg" alt="" width="200" height="180" /></a><p class="wp-caption-text">Pantai Sanur, Bali</p></div>
<p style="text-align: justify;">Satu lagi pantai yang menyuguhkan keindahan di Kota Bali, Pantai Sanur. Pantai ini merupakan salah satu pantai yang menjadi tujuan para wisatawan untuk bersantai. Terletak di sebelah timur kota Denpasar, pantai sanur menawarkan pemandangan indah dan panorama matahari terbit.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div style="clear: both;"></div>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Pantai Dreamland, Bali</li>
</ul>
<div id="attachment_6992" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://matoa.org/10-pantai-terindah-di-indonesia/pantai-dreamland/" rel="attachment wp-att-6992"><img class="size-thumbnail wp-image-6992" title="pantai dreamland" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/01/pantai-dreamland-200x200.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Pantai Dreamland, Bali</p></div>
<p style="text-align: justify;">Selain pantai kuta dan pantai sanur, Bali menyuguhkan pantai yang bisa menjadi tujuan wisata. Pantai Dreamland terletak di ujung selatan Pulau Bali dan dapat dicapai dalam waktu 30 menit dari kawasan kuta. Dikelilingi tebing-tebing dengan pemandangan indah dan hamaparan pasir putih yang bersih merupakan penarik para wisatawan untuk berkunjung.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div style="clear: both;"></div>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Pantai Raja Ampat</li>
</ul>
<div id="attachment_6993" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://matoa.org/10-pantai-terindah-di-indonesia/pantai-raja-ampat/" rel="attachment wp-att-6993"><img class="size-thumbnail wp-image-6993" title="pantai raja ampat" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/01/pantai-raja-ampat-200x200.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Pantai Raja Ampat, Papua Barat</p></div>
<p style="text-align: justify;">Pantai ini merupakan salah satu pantai tereksotis dan terindah di Indonesia. Berada di Papua Barat, pantai ini merupakan taman laut terbesar di Indonesia dan memiliki kekayaan biota laut terbesar di dunia. Hampir 75% jenis terumbu karang di dunia berada di Raja Ampat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div style="clear: both;"></div>
<p>Sumber: berbagai sumber</p>
<p>Sumber foto: berbagai sumber</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/10-pantai-terindah-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Si Malang Harimau Sumatera</title>
		<link>http://matoa.org/si-malang-harimau-sumatera/</link>
		<comments>http://matoa.org/si-malang-harimau-sumatera/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 06:55:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Taman Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[harimau]]></category>
		<category><![CDATA[harimau indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[harimau sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[panthera tigris]]></category>
		<category><![CDATA[Panthera Tigris Sumatrae]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=6923</guid>
		<description><![CDATA[Betapa malangnya nasib satwa langka ini, rumahnya (hutan) yang semakin berkurang membuat harimau semakin punah...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://matoa.org/si-malang-harimau-sumatera/harimau-sumatera-2/" rel="attachment wp-att-6924"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-6924" title="harimau sumatera" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/01/harimau-sumatera-200x200.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a>Salah satu satwa terlangka dan paling dilindungi di Indonesia, Harimau Sumatera semakin berkurang populasinya. Sekitar 40 Harimau Sumatera mati sepanjang 2011 akibat konflik dengan masyarakat dan ekspansi lahan perkebunan dan pembalakan liar.<span id="more-6923"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Satwa yang memiliki nama latin <em>Panthera tigris sumatrae</em> ini memiliki Sembilan subspesies di dunia. Indonesia memiliki 3 subspesies, namun sayangnya 2 subspesies telah punah yaitu Harimau Jawa dan Harimau Bali.</p>
<p style="text-align: justify;"> Diperkirakan tahun 1990 terdapat 400 – 500 ekor Harimau Sumatera. Namun, penelitian akhir tahun 2007 menunjukan jumlah harimau sumatera sekitar 300 – 400 ekor. Sebanyak 86 ekor harimau di kawasan konservasi Riau, 15 ekor terpantau di Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBTT), 30 ekor di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), 15 – 20 ekor terlihat di hutan lindung Senepis, dan sekitar 6 harimau hidup di daerah luar konservasi, di sekitar Hutan Tanaman Industri (HTI) dan perkebunan sawit.</p>
<p style="text-align: justify;">Harimau merupakan satwa yang patut dilestarikan karena peranannya sebagai predator utama rantai makanan. Harimau mempertahankan populasi mangsa liar yang ada di bawahnya, sehingga keseimbangan antara mangsa dan vegetasi dapat terjaga.</p>
<p style="text-align: justify;">Ancaman yang dihadapai harimau adalah kehilangan habitat karena tingginya laju deforestasi dan perburuan ilegal yang memperjualbelikan bagian-bagian tubuh harimau. Laporan tahun 2008 yang dikeluarkan TRAFFIC menemukan adanya pasar ilegal yang berkembang subur yang memperdagangkan bagian-bagian tubuh harimau. Dalam laporan yang sama, paling sedikit 50 harimau sumatera diburu setiap tahunnya dalam kurun waktu 1998 – 2002.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat habitat harimau semakin berkurang, harimau terpaksa memasuki kawasan penduduk yang mengakibatkan terjadinya konflik dengan manusia. Sehingga tidak sedikit harimau yang dibunuh atau ditangkap karena memasuki daerah pedesaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai langkah penyelamatan satwa langka ini, saat ini pemerintah tengah mencari lahan seluas 300 ha untuk dijadikan kawasan pengembangan dan peningkatan populasi satwa langka, terutama harimau sumatera.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sumber: Berbagai Sumber</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber foto: reino-animal.webege.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/si-malang-harimau-sumatera/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berkunjung  ke Taman Nasional Gunung Palung</title>
		<link>http://matoa.org/berkunjung-ke-taman-nasional-gunung-palung/</link>
		<comments>http://matoa.org/berkunjung-ke-taman-nasional-gunung-palung/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 09:47:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Taman Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[gunung palung]]></category>
		<category><![CDATA[taman nasional gunung palung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=6916</guid>
		<description><![CDATA[merupakan salah satu kawasan pelestarian alam yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://matoa.org/berkunjung-ke-taman-nasional-gunung-palung/gunung-palung/" rel="attachment wp-att-6917"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-6917" title="gunung palung" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/01/gunung-palung-200x200.gif" alt="" width="200" height="200" /></a>Taman Nasional yang memiliki berbagai tipe ekosistem ini merupakan salah satu kawasan pelestarian alam yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Hutan mangrove, hutan rawa, rawa gambut, hutan rawa air tawar, hutan pamah tropika, dan hutan pegunungan merupakan jenis ekosistem yang ada di Taman Nasional Gunung Palung (Gunung Palung).<span id="more-6916"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kawasan yang 65% adalah hutan yang tidak terganggu aktivitas manusia ini merupakan satu-satunya kawasan hutan tropika Dipterocarpus yang terbaik dan terluas di Kalimantan dan memiliki banyak komunitas tumbuhan dan satwa air.</p>
<p style="text-align: justify;">Keanekaragaman hayati flora yang ada di taman nasional ini adalah jelutung (<em>Dyera costulata</em>), ramin (<em>Gonystylus bancanus</em>), dammar (<em>Agathis borneensis</em>), pulai (<em>Alstonia scholaris</em>), rengas (<em>Gluta renghas</em>), kayu ulin (<em>Eusideroxylon zwageri</em>), <em>Bruguiera sp., Lumnitzera sp., Rhizophora sp.</em> dan<em>, Sonneratia sp.</em> Sedangkan tanaman yang terbilang unik adalah anggrek hitan (<em>Coelogyne pandurata</em>) yang dapat dilihat di Sungai Matan pada bulan Februari – April. Bunga ini bertanda denegan warna hijau dengan kombinasi bercak hitam pada bagian tengah bunga dan lama mekar antara 5 – 6 hari.</p>
<p style="text-align: justify;">Keanekaragaman fauna yang ada di kawasan ini adalah 190 jenis burung yang kemungkinan besar terdapat di Kalimantan dan 35 jenis mammalian yang berperan dalam penyebaran biji tumbuhan di hutan. Satwa yang terlihat di Gunung Palung adalah bekantan (<em>Nasalis larvatus</em>), orangutan (<em>Pongo satyrus</em>), bajing tanah bergaris empat (<em>Lariscus hosei</em>), kijang (<em>Muntiacus muntjak pleiharicus</em>), beruang madu (<em>Helarctos malayanus euryspilus</em>), beruk (<em>Macaca nemestrina nemestrina</em>), klampiau (<em>Hylobates muelleri</em>), kukang (<em>Nyticebus coucang borneanus</em>), dan tupai kenari (<em>Rheithrosciurus macrotis</em>).</p>
<p style="text-align: justify;">Lokasi-lokasi yang wajib dikunjungi adalah:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Pantai Pulau Datok dan Bukit Lubang Tedong sebagai kawasan wisata bahari dan berenang</li>
<li>Gunung Palung dan Gunung Panti sebagai kawasan pendakian, air terjun, pengamatan tumbuhan/satwa, dan berkemah</li>
<li>Cabang Panti merupakan pusat penelitian dengan fasilitas stasiun penelitian, wisma peneliti, perpustakaan, kampong baru, dan pengamatan satwa bekantan.</li>
<li>Sungai Matan dan Sungai Simpang sebagai kawasan menyelusuri sungai, pengamatan satwa, dan wisata budaya (situs purbakala).</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sumber: dephut.go.id</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber: ndoetphyton.blogspot.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/berkunjung-ke-taman-nasional-gunung-palung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bersantai di Kepulauan Seribu</title>
		<link>http://matoa.org/bersantai-di-kepulauan-seribu/</link>
		<comments>http://matoa.org/bersantai-di-kepulauan-seribu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 07:04:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Taman Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[kepulauan seribu]]></category>
		<category><![CDATA[taman nasional kepulauan seribu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=6853</guid>
		<description><![CDATA[Masyarakat Jakarta sudah tidak asing lagi dengan taman nasional bahari ini... Pulau dengan sejuta keindahan ini patut dikunjungi sebagai tempat liburan...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://matoa.org/bersantai-di-kepulauan-seribu/pulau-pramuka1/" rel="attachment wp-att-6854"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-6854" title="pulau-pramuka1" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/01/pulau-pramuka1-200x200.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a>Masyarakat Jakarta sudah tidak asing lagi dengan taman nasional bahari ini. Taman Nasional Kepulauan Seribu (Kep. Seribu) merupakan salah satu perwakilan kawasan pelestarian bahari di Indonesia, khususnya Pulau Jawa.<span id="more-6853"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Taman nasional yang terletak kurang lebih 45 km sebelah utara Jakarta ini memiliki 78 pulau besar-kecil yang memiliki ketinggiak sekitar 3 meter di atas permukaan laut dan merupakan gugusan pulau karang.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum menjadi pulau-pulau karang seperti sekarang ini, ratusan tahun yang lalu pulau-pulau tersebut terbentuk di atas koloni binatang karang yang sudah mati. Awalnya koloni tersebut tumbuh pada dasar laut yang dangkal. Lapisan atasnya muncul ke permukaan laut dan</p>
<p style="text-align: justify;">mengalami pelapukan. Di atas daratan karang tersebut, tumbuh pioneer berupa semak dan beberapa jenis pohon, sehingga terbentuk daratan. Daratan yang ada di pulau-pulau tersebut tidak sama dengan daratan yang terdiri dari tanah. Sama halnya dengan kekayaan tumbuhan dan satwanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kekayaan flora yang ada di taman nasional ini didominasi tumbuhan pantai seperti nyamplung (<em>Calophyllum inophyllum</em>), waru (<em>Hibicus tiliaceus</em>), pandan (<em>Pandanus</em> sp.), cemara laut (<em>Casuarina equisetifolia</em>), cangkudu (<em>Morinda citrifolia</em>), dan kecundang (<em>Cerbena adollam</em>).</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan kekayaan fauna yang terdapat di Kep. Seribu adalah 54 jenis karang keras/lunak, 144 jenis ikan, 2 jenis ikan kima, <em>Rhodophyta, Chlorophyta, </em>dan <em>Phaeophyta</em> , 6 jenis rumput laut (<em>Halodule </em>sp., <em>Halophila </em>sp., dan <em>Enhalus</em> sp.), dan 17 jenis burung pantai.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Penyu sisik (<em>Eretmochelys imbricata</em>)dan penyu hijau (<em>Chelonia mydas</em>) merupakan satwa langka yang menelurkan telurnya di area ini. Kedua penyu tersebut merupakan satwa yang jarang ditemukan di perairan lain terutama pantai Utara Pulau Jawa, ditangkarkan di Pulau Semak Daun.</p>
<p style="text-align: justify;">Pantai yang ada di Kep. Seribu dilindungi oleh hutan bakau. Hutan bakau tersebut merupakan habitat biawak, ular cincin emas, dan piton hidup.</p>
<p style="text-align: justify;">Objek wisata yang dapat dikunjungi adalah:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Pulau Pramuka, Semak Daun, Kelapa, dan Panggang merupakan kawasan untuk melihat penangkaran penyu, pengamatan satwa, dan wisata bahari.</li>
<li>Pulau Opak dan Karang Congkak merupakan area diving kapal-kapal yang karam.</li>
<li>Pulau Panjang, Putri, Pelangi, dan Perak merupakan area wisata bahari.</li>
<li>Sedangkan Pulau Semut, Karang Kroja, Kotok Besar, Kotok Kecil, dan Gosong Laga merupaka area kegiatan menyelam dan snorkeling.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sumber: dephut.go.id</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber foto: vanydwi.blogspot.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/bersantai-di-kepulauan-seribu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyelam ke Karimun Jawa Yuk!</title>
		<link>http://matoa.org/menyelam-ke-karimun-jawa-yuk/</link>
		<comments>http://matoa.org/menyelam-ke-karimun-jawa-yuk/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Nov 2011 09:31:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Taman Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[karimunjawa]]></category>
		<category><![CDATA[taman nasional karimunjawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=6699</guid>
		<description><![CDATA[Karimunjawa merupakan surga bagi para penyelam. Airnya yang bening dan jernih mampu memperlihatkan keindahan pemandangan beragam ikan dan karang kepada pengunjung.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://matoa.org/menyelam-ke-karimun-jawa-yuk/karimunjawa/" rel="attachment wp-att-6700"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-6700" title="karimunjawa" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2011/11/karimunjawa-200x161.jpg" alt="" width="200" height="161" /></a>Karimunjawa yang berarti samar-samar atau kabur dalam bahasa jawa terletak jauh di luar Pulau Jawa. Seperti kebanyakan taman nasional laut di Indonesia. Karimunjawa merupakan surga bagi para penyelam. Airnya yang bening dan jernih mampu memperlihatkan keindahan pemandangan beragam ikan dan karang kepada pengunjung.</p>
<p>Sejak tahun 2001, karimunjawa secara resmi menjadi Taman Nasional Karimunjawa. Taman nasional yang terdiri dari gugusan 27 buah pulau kecil dan 5 buah pulau yang sudah berpenduduk.</p>
<p>Beberapa pulau yang sering dikunjungi adalah Pulau Menjangan Besar dengan penangkaran hiunya, Pulau Menjangan Kecil dengan beragam ikan kecil berwarna-warni, Pulau Cemara Kecil dan Pulau Cemara Besar, serta Pulau Tanjung Gelam.</p>
<p>Kepulauan yang terletak 230 km utara Yogyakarta ini merupakan Taman Laut Nasional di Indonesia dengan luas total 111.625 ha, 98% dari kawasan tersebut merupakan wilayah perairan, sisanya wilayah daratan.</p>
<p>Keindahan karimunjawa bukan hanya terletak di alamnya, namun dapat dilihat dari keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya seperti 69 marga karang keras, 353 spesies ikan karang, dan 300 ha hutan mangrove.</p>
<p>Beberapa satwa langka seperti penyu sisik (<em>Eretmochelys imbricata</em>), penyu hijau (<em>Chelonia mydas</em>), dan elang laut perut putih (<em>Haliaetus leucogaster</em>). Tumbuhan yang menjadi ciri khas karimunjawa adalah dewodaru (<em>Crystocalyx macrophyla</em>).</p>
<p>Jenis terumbu karang yang terdapat di karimunjawa adalah terumbu karang pantai/tepi (<em>fringing reef</em>), terumbu karang penghalang (<em>barrier reef</em>),d an beberapa taka (<em>patch reef</em>). Dua jenis biota yang dilindungi adalah akar bahar/karang hitam (<em>Antiphates</em> spp.) dan karang merah (<em>Tubipora musica</em>).</p>
<p>Biota laut seperti kepala kambing (<em>Cassis cornuta</em>), triton terompet (<em>Charonia tritonis</em>), nautilus berongga (<em>Nautilus pompilius</em>), batu laga (<em>Turbo marmoratus</em>), dan 6 jenis kima. Sedangkan untuk satwa darat yang ada di kepulauan ini adalah rusa (<em>Cervus timorensis subspec</em>), kera ekor panjang (<em>Macaca fascicularis karimondjawae, </em>dan  40 jenis burung.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber: kumpulan.info, dephut.go.id, karimunjawa.yogyes.com</p>
<p>Sumber foto: biancatours.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/menyelam-ke-karimun-jawa-yuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesia World Heritage of Nature</title>
		<link>http://matoa.org/indonesia-world-heritage-of-nature/</link>
		<comments>http://matoa.org/indonesia-world-heritage-of-nature/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Nov 2011 09:46:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Taman Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[bukit barisan selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Leuser]]></category>
		<category><![CDATA[kerinci seblat]]></category>
		<category><![CDATA[komodo]]></category>
		<category><![CDATA[lorentz]]></category>
		<category><![CDATA[pulau komodo]]></category>
		<category><![CDATA[taman nasional bukit barisan selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Nasional Gunung Leuser]]></category>
		<category><![CDATA[taman nasional kerinci seblat]]></category>
		<category><![CDATA[taman nasional komodo]]></category>
		<category><![CDATA[taman nasional lorentz]]></category>
		<category><![CDATA[taman nasional ujung kulon]]></category>
		<category><![CDATA[ujung kulon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=6611</guid>
		<description><![CDATA[Di Indonesia ada 6 taman nasional yang telah mendapat gelar World Heritage of Nature (Warisan Alam Dunia)...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Indonesia memang kaya akan keindahan alamnya. Tak perlu jauh-jauh pergi ke negeri orang untuk menikmati indahnya alam. Di Indonesia ada 6 taman nasional yang telah mendapat gelar World Heritage of Nature (Warisan Alam Dunia). Berikut ulasannya:<span id="more-6611"></span></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Taman Nasional Ujung Kulon</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://matoa.org/indonesia-world-heritage-of-nature/ujung-kulon-3/" rel="attachment wp-att-6612"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-6612" title="ujung-kulon" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2011/11/ujung-kulon-200x200.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a>Taman nasional yang terletak di barat selatan Pulau Jawa, Banten ini memiliki luas 120.551 ha yang terdiri dari 78.214 ha daratan dan 44.337 ha terumbu karang dan lautan. Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) merupakan habitat ideal bagi kelangsungan hidup satwa langka Badak Jawa (<em>Rhinoceros sondaicus</em>).  Sekitar 700 jenis tumbuhan terlindung dengan baik di kawasan ini seperti merbau (<em>Intsia bijuga</em>), palahlar (<em>Dipterocarpus haseltii</em>), dan berbagai jenis anggrek. Beragam satwa hidup di TNUK di antaranya 35 jenis mamalia, 5 jenis primata, 59 jenis reptil, 22 jenis amfibi, 240 jenis burung, 72 jenis serangga, 142 jenis ikan, dan 33 jenis terumbu karang. Satwa langka dilindungi yang hidup di kawasan ini adalah banteng (<em>Bos javanicus javanicus</em>), rusa (<em>Cervus timorensis russa</em>), macan tutul (<em>Panthera pardus</em>), dan owa (<em>Hylobates moloch</em>). Selain sebagai habitat asli berbagai mahluk hidup, TNUK bisa dijadikan objek wisata alam yang menarik seperti arung jeram, air terjun, pantai pasir putih, sumber air panas, taman laut, dan peninggalan budaya/sejarah (Arca Ganesha dan Gunung Raksa Panaitan). TNUK merupakan taman nasional pertama yang diresmikan di Indonesia dan mendapatkan pengakuan dari Unesco tahun 1991.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Taman Nasional Komodo</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://matoa.org/indonesia-world-heritage-of-nature/komodo01/" rel="attachment wp-att-6613"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-6613" title="komodo01" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2011/11/komodo01-200x200.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a>Pulau komodo merupakan kawasan Taman Nasional Komodo yang berada di sebelah timur Pulau Sumbawa dipisahkan oleh Selat Sape. Tahun Agustus 2009 terdapat 1300 ekor komodo yang hidup di TN Pulau Komodo. Selain binatang purba Komodo, kawasan ini memiliki 259 jenis karang dan 1000 jenis ikan seperti barakuda, marlin, ekor kuning, kakap merah, dan baronang. Beberapa objek wisata yang bisa dikunjungi adalah Loh Liang, Pulau Lasa, Pantai Merah, Loh Bo, dan Sebita. Taman Nasional Komodo mendapatkan pengakuan dari UNESCO pada tahun 1991.</p>
<p style="text-align: justify;">
<ul style="text-align: justify;">
<li>Taman Nasional Lorentz</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://matoa.org/indonesia-world-heritage-of-nature/lorentz-taman-nasional/" rel="attachment wp-att-6614"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-6614" title="lorentz taman nasional" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2011/11/lorentz-taman-nasional-200x200.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a>Taman nasional ini merupakan perwakilan dari ekosistem terlengkap untuk kawasan Asia Tenggara dan Asia Pasifik. Merupakan salah satu dari tiga kawasan di dunia yang memiliki gletser di daerah tropis. Kawasan ini memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi dengan 34 tipe vegetasi, 630 jenis burung, dan 123 mamalia.  Jenis burung yang menjadi ciri khas taman nasional ini adalah dua jenis kasuari, empat megapoda, 31 jenis dara/merpati, 30 jenis kakatua, 13 jenis burung udang, 29 jenis burung madu, dan 20 jenis endemic seperti cendrawasih ekor panjang (<em>Paradigalla caruneulata</em>) dan puyuh salju (<em>Anurophasis monorthonyx</em>). Taman nasional inimemiliki ciri khas tersendiri yaitu adanya gletser di Puncak Jaya dan sungai yang menghilang beberapa kilometer ke dalam tanah Lembah Balliem. Taman Nasional Lorentz diakui UNESCO pada tahun 1999.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Taman Nasional Gunung Leuser</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://matoa.org/indonesia-world-heritage-of-nature/gunung-leuser/" rel="attachment wp-att-6615"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-6615" title="gunung leuser" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2011/11/gunung-leuser-200x200.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a>Taman nasional yang terletak di Nangroe Aceh Darussalam ini merupakan kawasan konservasi yang memiliki perwakilan ekosistem terlengkap (hutan pantai, hutan dataran rendah, hutan pegunungan, dan danau).  Diperkirakan 3000 – 4000 jenis tumbuhan ada di kawasan ini seperti palm, meranti, keruing, dan beberapa jenis bunga raflesia. Terdapat 89 jenis satwa langka dari 717 jenis satwa yang ada di TNGL. Jenis mamalia yang ada di TNGL adalah orangutan (<em>Pongo abelii</em>), kukang (<em>Nycticebus coucang</em>), harimau sumatera (<em>Phantera tigris sumatrae</em>), beruang madu (<em>Helarctos malayanus</em>), gajah sumatera (<em>Elephas maximus</em>), badak sumatera (<em>Dicerorhinus sumatrensis</em>), tapir (<em>Tapirus indicus</em>).</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Taman Nasional Kerinci Seblat</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://matoa.org/indonesia-world-heritage-of-nature/kerinci-seblat/" rel="attachment wp-att-6616"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-6616" title="kerinci seblat" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2011/11/kerinci-seblat-200x200.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a>Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) merupakan perwakilan tipe kosistem hutan hujan dataran rendah hingga ekosistem sub alpin. TNKS memiliki 4000 jenis tumbuhan, di antaranya yang langka adalah pinus kerinci (<em>Pinus merkusii strain </em>Kerinci), kayu pacat (<em>Harpulia alborea</em>), bunga Raflesia (<em>Rafflesia arnoldi</em> dan<em> R. hasseltii</em>), dan bunga bangkai (<em>Amorphophallus titanium</em> dan<em> A. decus-silvae</em>). Sekitar 37 jenis mamalia, 10 jenis reptilia, 6 jenis amfibia, dan 139 jenis burung ada di kawasan ini. Pengamatan menarik di daerah ini adalah suara burung rangkong (<em>Buceros rhinoceros undulatus</em>) dan julang (<em>Aceros undulates undulatus</em>), serta suara tawa histeri burung gading (<em>Rhinoplax vigil</em>).</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Taman Nasional Bukit Barisan Selatan</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://matoa.org/indonesia-world-heritage-of-nature/sony-dsc/" rel="attachment wp-att-6617"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-6617" title="SONY DSC" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2011/11/bukit-barisan-200x200.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a>Taman nasional ini merupakan perwakilan dari rangkaian pegunungan Bukit Barisan. Berbagai jenis tumbuhan hidup di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) seperti pidada (<em>Sonneratia </em>sp.), nipah (<em>Nypa fruticans</em>), cemara laut (<em>Casuarina equisetifolia</em>), pandan (<em>Pandanus </em>sp.), dan bunga Raflesia (<em>Raflesia arnoldi</em>). Bunga bangkai jangkung (<em>Amorphophallus </em>) dan anggrek raksasa/tebu (<em>Grammatophylum speciosum</em>). Beruang madu (<em>Helarctos malayanus malayanus</em>), badak sumatera (<em>Dicerorhinus sumatrensis sumatrensis</em>), harimau sumatera (<em>Elephas maximus sumatranus</em>), dan penyu sisik. Danau Menjukut yang ada di taman nasional ini berbatasan langsung dengan laut lepas Samudera Hindia. Taman ini disorot sebagai daerah prioritas untuk pelestarian badak sumatera.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sumber: <a href="http://matoa.org">matoa.org</a>, dephut.go.id, dan faktaterpendam.com</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber foto: wirawiri.goento.com, indotoplist.com, dephut.go.id, masteg03.blogdetik.com, wisatadaerahlampung.blogspot.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/indonesia-world-heritage-of-nature/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Besarnya Teluk Cenderawasih</title>
		<link>http://matoa.org/besarnya-teluk-cenderawasih/</link>
		<comments>http://matoa.org/besarnya-teluk-cenderawasih/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Oct 2011 08:06:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Taman Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[papua]]></category>
		<category><![CDATA[taman nasional teluk cenderawasih]]></category>
		<category><![CDATA[teluk cenderawasih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=6476</guid>
		<description><![CDATA[Begitu banyaknya Taman Nasional perairan laut yang ada di Indonesia, namun yang terbesar adalah Taman Nasional Teluk Cendrawasih (TNTC). ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://matoa.org/besarnya-teluk-cenderawasih/tntc/" rel="attachment wp-att-6477"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-6477" title="TNTC" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2011/10/TNTC-200x200.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a>Begitu banyaknya Taman Nasional perairan laut yang ada di Indonesia, namun yang terbesar adalah Taman Nasional Teluk Cendrawasih (TNTC). Taman nasional yang terletak di Indonesia Timur, Papua ini memiliki wilayah sekitar 1.453.500 ha.<span id="more-6476"></span></p>
<p>Taman nasional yang ditetapkan sejak tahun 1993 ini berada dalam dua kabupaten yaitu kabupaten Teluk Wondama dan Kabupaten Nabire. Adat dan budaya suku Wamesa masih bisa terlihat di taman nasional ini. Beberapa upacara adat yang masih aktif dilakukan adalah: upacara tindik telinga, pelepasan perahu, gunting rambut, penyambutan tamu, buadaya pemakaman dalam gua, tari balengan dan seruling tambur. Seluruh upacara adat tersebut mampu mempersatukan hubungan antara masyarakat setempat.</p>
<p>TNTC merupakan perwakilan ekosistem terumbu karang, pantai, mangrove, dan hutan tropika daratan pulau di Papua. Karena perwakilan ekosistem terumbu karang, tercatat 150 jenis terumbu karang dari 15 famili. Ekosistem terumbu karang terbagi menjadi dua yaitu zona rataan terumbu (<em>reef flat</em>) dan zona lereng terumbu (<em>reef slope</em>). Jenis-jenis karang yang dapat dilihat antara lain koloni karang biru (<em>Heliopora coerulea</em>), karang hitam (<em>Antiphates </em>sp.), family Faviidae dan Pectiniidae, dan berbagai jenis karang lunak.</p>
<p>Selain terkenal akan kekayaan terumbu karangnya, TNTC terkenal dengan berbagai jenis ikan yang menghuni perairannya seperti <em>butterflyfish, angelfish, damselfish, parrotfish, rabbitfish, </em>dan <em>anemonefish</em>. Sedangkan untuk jenis moluskanya terdapat cowries (<em>Cypraea </em>spp.), keong strombidae (<em>Lambis </em>spp.), keong kerucut (<em>Conus </em>spp), triton terompet (<em>Charonia tritonis</em>), dan kima raksasa (<em>Tridacna gigas</em>).</p>
<p>Beberapa penyu pun turut mendarat di taman nasional ini, di antaranya adalah penyu sisik (<em>Eretmochelys imbricata</em>), penyu hijau (<em>Chelonia mydas</em>), penyu lekang (<em>Lepidochelys olivaceae</em>), dan penyu belimbing (<em>Dermochelys coriaceae</em>).</p>
<p>Duyung (<em>Dugong dugon</em>), paus biru (<em>Balaenoptera musculus</em>), ketam kelapa (<em>Birgus latro</em>), lumba-lumba, dan hiu sering terlihat di perairan TNTC.</p>
<p>Tak hanya dipenuhi dengan kekayaan florabawah lautnya, TNTC dilengkapi dengan goa alam yang merupakan peninggalan zaman purba, sumber air panas di Pulau Mioswaar, pengamatan satwa burung di Pulau Rumberpon, dan wisata budaya di Pulau Roon.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber: dephut.go.id dan telukcenderawasih-nationalpark.org</p>
<p>Sumber foto: moreindonesia.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/besarnya-teluk-cenderawasih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

