<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>MATOA &#187; Tips</title>
	<atom:link href="http://matoa.org/category/tips/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://matoa.org</link>
	<description>Green Magz</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 May 2012 08:48:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=</generator>
		<item>
		<title>Fakta Alat Elektronik di Sekitar Kita</title>
		<link>http://matoa.org/fakta-alat-elektronik-di-sekitar-kita/</link>
		<comments>http://matoa.org/fakta-alat-elektronik-di-sekitar-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 May 2012 08:48:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[alat elektronik]]></category>
		<category><![CDATA[alat elektronik hemat energi]]></category>
		<category><![CDATA[elektronik]]></category>
		<category><![CDATA[hemat listrik. cara hemat listrik]]></category>
		<category><![CDATA[listrik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=7579</guid>
		<description><![CDATA[Semakin sedikit energi listrik yang digunakan, semakin sedikit memperparah keadaan bumi dan semakin sedikit membayar beban listrik.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/05/bumi-sekarat.jpg"><img class="alignleft  wp-image-7580" title="bumi sekarat" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/05/bumi-sekarat.jpg" alt="" width="234" height="248" /></a>Listrik sudah menjadi kebutuhan pokok yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Banyak yang tidak mengetahui beberapa fakta mengenai alat-alat elektronik di sekitar kita yang dapat menambah penggunaan energi listrik dan juga menambah beban biaya.<span id="more-7579"></span></p>
<p>Berikut beberapa fakta menarik tersebut:</p>
<ul>
<li>Lampu pijar merupakan lampu lumen yang banyak dipakai sebelum lampu neon populer. Lampu pijar sangat tidak efektif karena 85% daya listrik yang digunakan menjadi energi panas. Oleh karena itu peternak menggunakan lampu pijar sebagai pemanas untuk ayam broiler. Karena banyaknya energi listrik menjadi cahaya, lampu ini berefisiensi renda (10 – 20 lumen per watt) dan memiliki umur pemakaian 750 jam. Walau harganya lebih murah, namun pemakaiannya jauh lebih boros.</li>
<li>Lampu hemat energi atau <em>fluorescent</em> memiliki tingkat efisiensi lebih tinggi dibanding lampu pijar. Lampu ini menghasilkan 50 – 60 lumen per watt dan dapat digunakan sekitar 10 kali lipat lebih lama dibanding lampu pijar. Lampu jenis ini mengubah 80% energi listrik menjadi energi cahaya.</li>
<li>Peralatan dapur</li>
</ul>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top" width="128">Peralatan</td>
<td valign="top" width="128">Daya ketika digunakan</td>
<td valign="top" width="128">Daya ketika tidak digunakan</td>
<td valign="top" width="128">Energi terbuang (kalau alat hanya digunakan 1 jam/hari)</td>
<td valign="top" width="128">Biaya pemborosan per tahun</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="128">Oven microwave</p>
<p>Magic jar</p>
<p>Dispenser</td>
<td valign="top" width="128">600 watt</p>
<p>350 watt</p>
<p>350 watt (membuat air panas)</td>
<td valign="top" width="128">5 watt</p>
<p>40 watt</p>
<p>80 watt</td>
<td valign="top" width="128">115 watt/jam</p>
<p>920 watt/jam</p>
<p>1.820 watt/jam</td>
<td valign="top" width="128">Rp25.200</p>
<p>Rp201.500</p>
<p>Rp400.000</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<ul>
<li>AC yang tepat untuk berbagai ukuran ruangan</li>
</ul>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top" width="213">Ukuran Ruangan</td>
<td valign="top" width="213">Ukuran AC</td>
<td valign="top" width="213">Daya</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="213">10 – 14 m<sup>2</sup></p>
<p>14 – 18 m<sup>2</sup></p>
<p>18 – 24 m<sup>2</sup></p>
<p>24 – 36 m<sup>2</sup></p>
<p>36 – 48 m<sup>2</sup></td>
<td valign="top" width="213">½ PK (Daya Kuda)</p>
<p>PK</p>
<p>1 PK</p>
<p>1 ½ PK</p>
<p>2 PK</td>
<td valign="top" width="213">400 – 600 watt</p>
<p>600 – 900 watt</p>
<p>900 – 1.200 watt</p>
<p>1200 – 1.900 watt</p>
<p>1.900 – 2.700 watt</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>*Diolah berdasarkan Buku Panduan Efisiensi Energi di Hotel, Yayasan Pelangi, 2005</p>
<ul>
<li>AC dengan daya 600 watt yang menyala selama 1 jam setiap harinya mengeluarkan emisi sebanyak 160 kg CO<sub>2</sub>/tahun dan menghabiskan Rp 130.000,-/ tahun.</li>
<li>Untuk lebih hemat listrik (klik di sini).</li>
</ul>
<p>Semakin sedikit energi listrik yang digunakan, semakin sedikit memperparah keadaan bumi dan semakin sedikit membayar beban listrik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selamat mencoba</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber: hidup hirau hijau, 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/fakta-alat-elektronik-di-sekitar-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengomposan Sampah Pasar</title>
		<link>http://matoa.org/pengomposan-sampah-pasar/</link>
		<comments>http://matoa.org/pengomposan-sampah-pasar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 May 2012 08:20:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[kompos]]></category>
		<category><![CDATA[kompos sampah pasar]]></category>
		<category><![CDATA[membuat kompos]]></category>
		<category><![CDATA[membuat kompos sampah pasar]]></category>
		<category><![CDATA[membuat pupuk kompos sampah pasar]]></category>
		<category><![CDATA[pupuk kompos]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=7567</guid>
		<description><![CDATA[Sebagian besar sampah pasar merupakan sampah organik yang bisa dijadikan sebagai bahan kompos.
Bagaimana cara membuatnya? ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/05/taman2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-7568" title="taman" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/05/taman2.jpg" alt="" width="300" height="400" /></a>Pengomposan kini tengah menjadi tren masyarakat. Selain dapat mengurangi limbah yang dihasilkan oleh rumah tangga, pengomposan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami tanah. Penggunaan kompos pada tanah merupakan cara terbaik untuk mengembalikan dan memperbaiki kondisi tanah.<span id="more-7567"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kompos mampu meningkatkan jumlah kandungan bahan humus ke tanah, sehingga meningkatkan kandungan mineral pokok seperti N, P, dan K yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Kompos juga mampu meningkatkan kandungan unsur-unsur mikro yang dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah sedikit. Selain itu, penggunaan kompos dapat mempertahankan kandungan organik tanah.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu limbah organik yang banyak dan bisa dimanfaatkan adalah sampah pasar. Sebagian besar sampah pasar merupakan sampah organik yang bisa dijadikan sebagai bahan kompos.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana cara membuatnya? Berikut langkah-langkah pembuatan kompos cair:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Pemilahan</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Setelah sampah pasar dikumpulkan, lakukan pemilahan awal untuk memisahkan bahan non-organik kasar seperti plastik dan pisahkan juga bahan yang dapat merusak mesin penggiling seperti kayu besar.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Pencacahan</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Pencacahan bahan organik dilakukan menggunakan mesin cacah bertenaga besar. Pencacahan ini sangat berguna agar proses lebih cepat dan kompos lebih seragam.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Pengomposan</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Bahan-bahan organik yang telah dicacah, dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam bak pengomposan. Bahan tersebut dicampurdengan kotoran ternak, dan aktifator. Setelah bahan tercampur, tutup campuran bahan menggunakan plastik. Sebaiknya aduk campuran seminggu sekali selama sebulan (30 hari) agar aerasi tetap berjalan.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Penyelesaian</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Setelah kompos matang, tumpukan komposa dipindahkan ke ruang pengeringan. Ruang pengeringan merupakan ruangan yang tak beratap dan berlantai semen. Kompos ditebarkan di lantai agar terkena angin, sehingga menjadi kering dan siap disaring.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Penyaringan</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Kompos yang sudah mengering, harus disaring untuk memisahkan kompos halus dan kasar. Gunakan kawat penyaring dengan diameter 1 cm sehingga kompos yang lebih kecil dari 1 cm akan tersaring. Dan sisanya dikomposkan kembali.</p>
<p style="text-align: justify;">Cukup mudah dan bisa dilakukan oleh ibu rumah tangga maupun siswa sekolah. Pupuk kompos yang dihasilkan bisa digunakan untuk taman di sekitar rumah Anda atau dijual ke penjual bunga.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Selamat mencoba</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sumber: Dr. Hilman Affandi dan Arif Nuryadin (SEAMEO BIOTROP)</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber gambar: <a href="http://matoa.org">matoa.org</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/pengomposan-sampah-pasar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Detoksifikasi: Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari</title>
		<link>http://matoa.org/detoksifikasi-penerapan-dalam-kehidupan-sehari-hari/</link>
		<comments>http://matoa.org/detoksifikasi-penerapan-dalam-kehidupan-sehari-hari/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 May 2012 07:20:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[bermacam-macam detoksifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[cara detoksifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[detoksifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[detoksifikasi tubuh]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat detoksifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[proses detoksifikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=7556</guid>
		<description><![CDATA[Melakukan detoksifikasi tidak harus dilakukan di klinik kesehatan atau kecantikan. Anda dapat melakukannya sendiri di rumah.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/05/detoksifikasi.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-7557" title="detoksifikasi" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/05/detoksifikasi.jpg" alt="" width="306" height="204" /></a>Pernah mendengar kata detoksifikasi? Detoksifikasi berasal dari kata detoks yang berarti racun, sedangkan detoksifikasi adalah proses pembuangan limbah yang berbahaya bagi tubuh. Detoksifikasi telah kita lakukan rutin sehari-hari seperti buang air dan berkeringat. Detoksifikasi sangat penting karena jika limbah sisa metabolisme tubuh tidak dikeluarkan maka akan menumpuk dan menjadi racun bagi tubuh.<span id="more-7556"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Melakukan detoksifikasi tidak harus dilakukan di klinik kesehatan atau kecantikan. Anda dapat melakukannya sendiri di rumah. Detoksifikasi alami dapat dilakukan beberapa cara seperti: detoksifikasi air, usus besar, herbal, dan kulit.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Detoksifikasi air</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Seperti namanya detoksifikasi air menggunakan media air dalam prosesnya. Menurut dokter olahraga KONI Pusat, Dr. Carmen Yahya, detoksifikasi air dapat dilakukan dengan mengkonsumsi 1,5 liter atau lebih air setiap hari. Detoksifikasi air bagi seseorang yang memiliki pola makan buruk dan tidak seimbang, kelebihan berat badan,d an memiliki bebean rutinitas fisik dan pikiran yang tinggi. Proses pembuangan dilakukan melalui kulit, ginjal, dan keringat. Kekurangan air dalam tubuh akan mengakibatkan darah lengket dan kental, sehingga menyumbat dan meracuni sistem dalam tubuh. Air yang harus diminum bebas dari bau, zat politan, logam berat, kaporit, dan tawas.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Detoksifikasi usus besar</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Detoksifikasi usus besar adalah salah satu pembuangan limbah yang penting bagi tubuh. Menjaga usus besar tetap bersih berarti menjaga pembuagan racun tubuh lancer. Detoksifikasi usus besar bisa dilakukan dengan diet kaya serat, mengkonsumsi banyak sayuran dan buah. Konsumsi serat yang lebih banyak membantu mempersingkat dan memperlancar pembuangan toksin dalam tubuh. Sumber serat yang disarankan antara lain buah bit, lobak, <em>artichoke</em>, kubis, brokoli, spirulina, <em>chlorella</em> (ganggang hijau), dan rumput laut.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Detoksifikasi herbal</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Detoksifikasi herbal baerguna untuk pembersihan organ tubuh tertentu seperti paru-paru atau ginjal. Herbal mengandung beberapa vitamin, mineral, dan enzim yang dibutuhkan tubuh seperti chamomile, licorice, marshmallow, dan peterseli, serta makanan yang mengandung vitamin C—memproduksi glutathione, senyawa hati yang mampu menghilangkan racun dalam tubuh (baik untuk hati), jahe dan rumput dandelion (baik untuk ginjal). Herbal dapat dikonsumsi dalam bentuk teh, bubuk atau ekstrak. Herbal yang paling mudah dikonsumsi sehari-hari adalah teh. Teh dapat dikonsumsi kapan saja dan akan bekerja lebih maksimal jika dibarengi dengan diet yang baik.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Detoksifikasi kulit</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Kulit merupakan salah satu indra yang sangat penting. Proses detoksifikasi yang dilakukan kulit adalah mengeluarkan keringat. Jika Anda memiliki <em>bath tub</em> untuk berendam, Anda dapat mencoba ramuan yang dapat membantu proses detoksifikasi kulit. Bahan-bahan yang harus dipersiapkan adalah ½ cangkir baking soda dan ½ cangkir garam laut, campurkan bahan-bahan tersebut ke dalam air, lalu rendam dan gosok tubuh Anda dengan sabun dari bahan alami. Nantinya air rendaman tubuh akan kotor karena toksin sudah keluar dari tubuh. Jika Anda ingin memiliki kulit wajah yang cerah, Anda dapat melakukan detoksifikasi pada wajah. Caranya dengen menggunakan air panas. Letakan air panas dalam baskom atau ember, wajah yang sudah dibersihkan ditaruh kira-kira 2 jengkal dari air panas, tutupi kepala Anda dengan handuk. Setelah agak lama dan berkeringat, istirahatkan wajah Anda selama 5 – 10 menit, lalu ulangi proses tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Detoksifikasi tak lepas dari efek samping. Beberapa efek yang terjadi setelah proses detoksifikasi adalah sakit kepala, tidak enak badan, dan mual (bervariasi setiap orang). Dan pastinya akan merasa lapar dan haus. Namun, efek yang didapatkan akan sangat baik bagi tubuh Anda. Semakin banyak detoks yang dkeluarkan, semakin prima kondisi tubuh Anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Selamat mencoba</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sumber: wrm-indonesia.org dan ruangcantik.com</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber gambar: cara-praktis.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/detoksifikasi-penerapan-dalam-kehidupan-sehari-hari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Vermikompos: Pengomposan dengan Bantuan Cacing</title>
		<link>http://matoa.org/vermikompos-pengomposan-dengan-bantuan-cacing/</link>
		<comments>http://matoa.org/vermikompos-pengomposan-dengan-bantuan-cacing/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 May 2012 07:36:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[cacing]]></category>
		<category><![CDATA[cacing tanah]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi air]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi tanah]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat cacing tanah]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat cacing tanah bagi tanah]]></category>
		<category><![CDATA[menyuburkan tanah]]></category>
		<category><![CDATA[tanah]]></category>
		<category><![CDATA[tanah subur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=7532</guid>
		<description><![CDATA[Jika Anda tidak memiliki aktivator untuk membantu pengomposan. Anda dapat menggunakan bantuan cacing untuk pengomposan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/05/cacing-tanah.gif"><img class="alignleft  wp-image-7533" title="cacing tanah" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/05/cacing-tanah.gif" alt="" width="320" height="240" /></a>Jika Anda tidak memiliki aktivator untuk membantu pengomposan. Anda dapat menggunakan bantuan cacing untuk pengomposan. Pembuatan kompos dengan bantuan cacing atau vermikompos dapat menjadi alternatif pilihan pengomposan.<span id="more-7532"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Vermikompos merupakan kompos yang diperoleh dari hasil perombakan bahan-bahan organik yang dilakukan cacing tanah. Vermikompos terdiri dari kotoran cacing tanah (<em>casting</em>) yang dicampur dengan sisa media atau pakan dalam budidaya cacing tanah.</p>
<p style="text-align: justify;">Vermikompos dapat menjadi pilihan kompos karena memiliki beberapa keunggulan, seperti:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Mampu menahan air mencapai 40 – 60%</li>
<li>Memperbaiki struktur tanah dan menetralkan pH tanah</li>
<li>Mengandung bermacam-macam unsur hara yang dibutuhkan tanaman seperti N, P, K. Ca, Mg, S, Fe, Mn, Al, Na, Cu, Zn, Bo, dan Mo</li>
<li>Menyediakan nutrisi bagi tanaman</li>
<li>Meningkatkan kesuburan tanah</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Kualitas vermikompos tergantung pada jenis bahan media atau pakan yang digunakan, jenis cacing tanah, dan umur vermikompos. Ciri-ciri vermikompos yang berkualitas prima adalah berwarna hitam kecoklatan hingga hitam, tidak berbau, bertekstur remah, dan matang (C/N &lt; 20).</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak sulit mengaplikasikan vermikompos karena tidak perlu biaya mahal untuk membuatnya, luas lahan yang dibutuhkan relatif kecil, tidak membutuhkan keahlian yang tinggi untuk mengerjakannya, dan bahan baku tidak perlu dibeli (sampah organik).</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk membuat vermikompos, berikut beberapa tahapan yang harus Anda lakukan:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Pengumpulan Bahan</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Tidak perlu susah-susah mencari bahan baku vermikompos. Anda dapat menggunakan sampah organik dapur Anda. Sampah organik seperti tanaman mengandung banyak C, sedangkan kotoran hewan merupakan sumber N. Jika tidak ada kotoran hewan yang bisa digunakan, Anda dapat menambahkan tanaman polong-polongan sebagai sumber N.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Fermentasi Substrat</li>
</ul>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Jika sampah organik yang akan digunakan masih dalam bentuk yang cukup besar. Anda harus mencacahnya agar bahan menjadi lebih homogen dan proses pengomposan akan lebih cepat.</li>
<li>Tumpuk bergantian antara sampah dedaunan dan kotoran ternak. Ukuran tumpukan susunan ini adalah 1m x 1m x 1m.</li>
<li>Selanjutnya, tutup dengan terpal/karung agar bahan campuran tidak bercampur dengan air</li>
<li>Aduk semua bahan 3 hari sekali selama 2minggu</li>
<li>Kompos yang matang akan dijadikan sebagai media cacing</li>
</ol>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Pengomposan dengan Cacing</li>
</ul>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Siapkan wadah atau ember</li>
<li>Masukkan kompos dasar dan cacing ke dalam wadah yang telah disediakan</li>
<li>Biarkan campuran tersebut selama 2 minggu</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Vermikompos yang sudah jadi dapat digunakan sebagai pupuk kompos alami. Untuk tanaman pot, gunakan 1 kg vermikompos dicampur dengan 3kg tanah. Untuk setiap 10m<sup>2</sup> lahan dapat menggunakan 6 – 10 kg vermikompos. Sedangkan untuk satu ha  lahan dapat menggunakan 6 – 10 ton vermikompos.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Selamat mencoba</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sumber: organikganesha.com dan bioter.wordpress.com</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber gambar: iptek.net.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/vermikompos-pengomposan-dengan-bantuan-cacing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tampilan Komputer Berwarna Putih Lebih Banyak Menghabiskan Energi</title>
		<link>http://matoa.org/tampilan-komputer-berwarna-putih-lebih-banyak-menghabiskan-energi/</link>
		<comments>http://matoa.org/tampilan-komputer-berwarna-putih-lebih-banyak-menghabiskan-energi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 May 2012 10:14:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[hemat berkomputer]]></category>
		<category><![CDATA[hemat energi]]></category>
		<category><![CDATA[hemat listrik]]></category>
		<category><![CDATA[komputer hemat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=7528</guid>
		<description><![CDATA[Tampilan komputer berwarna putih lebih banyak menghabiskan energi]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/05/matoa.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-7530" title="matoa" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/05/matoa.jpg" alt="" width="300" height="182" /></a>Seperti yang pernah dibahas pada <a title="Hemat Energi saat Berkomputer" href="http://matoa.org/hemat-energi-saat-berkomputer/">Hemat Energi saat Berkomputer</a>. Tak banyak yang tahu jika layar komputer dengan tampilan berwarna putih menghabiskan energi lebih banyak dibandingkan warna hitam atau warna-warna yang lain. Hal ini dikarenakan semua elemen warna pada komputer menyala.</p>
<p style="text-align: justify;">Masih ingatkan pelajaran IPA? Cahaya matahari merupakan gabungan dari semua warna sehingga menghasilkan warna putih. Hal tersebut berlaku untuk tampilan layar monitor juga. Dengan begitu, kita bisa lebih hemat energi dengan mengaplikasikan tampilan monitor yang bukan berwarna putih. Agar bisa lebih hemat energi lebih besar (<a title="Hemat Energi saat Berkomputer" href="http://matoa.org/hemat-energi-saat-berkomputer/">klik di sini</a>).</p>
<p style="text-align: justify;">Jika lebih hemat energi berarti hemat listrik, hemat listrik berarti hemat uang</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Selamat mencoba</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/tampilan-komputer-berwarna-putih-lebih-banyak-menghabiskan-energi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membuat Instalansi Biogas</title>
		<link>http://matoa.org/membuat-instalansi-biogas/</link>
		<comments>http://matoa.org/membuat-instalansi-biogas/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Apr 2012 08:29:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[biogas]]></category>
		<category><![CDATA[digester biogas]]></category>
		<category><![CDATA[instalansi biogas]]></category>
		<category><![CDATA[membuat biogas]]></category>
		<category><![CDATA[membuat instalansi biogas]]></category>
		<category><![CDATA[metode membuat instalansi biogas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=7504</guid>
		<description><![CDATA[Membuat instalasi biogas cukup sederhana dengan metode berikut]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/04/biogas1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-7505" title="biogas" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/04/biogas1.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>Seperti dijelaskan di awal, pembuatan sistem biogas memerlukan dana di awal pembuatan. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan instalasi biogas. Bangunan utama dari instalasi biogas adalah digester yang berfungsi untuk menampung gas metana hasil perombakan bakteri. Sebaiknya gunakan digester dengan model <em>continuous feeding</em>, model ini cukup banyak digunakan karena pengisian bahan organik bisa dilakukan kontinyu setiap hari.<span id="more-7504"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Ukuran digester yang akan dibangun tergantung pada bahan baku yang dihasilkan. Misal bahan baku yang digunakan adalah kotoran ternak sapi, maka harus menghitung volume keseluruhan kotoran ternak yang dihasilkan sapi setiap harinya. Namun, biasanya lahan yang diperlukan untuk pembuatan instalasi biogas sekitar 16 m<sup>2</sup>. Bahan bangunan yang digunakan pembuatan digester adalah semen, pasir, batu kali, batu koral, bata merah, besi konstruksi, cat, dan pipa prolon.</p>
<p style="text-align: justify;">Pastikan lokasi instalasi biogas dekat dengan sumber bahan baku (kandang ternak), sehingga dapat langsung disalurkan ke digester. Hasil sampingan instalasi biogas adalah <em>sludge </em>(lumpur), sediakan bak penampung untuk menampung sludge. Sludge dapat digunakan sebagai pupuk organic bagi tanaman Anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Pipa prolon digunakan sebagai penghubung dan penyalur digester ke saluran gas metana yang bisa langsung digunakan dan penyalur kotoran hewan ke digester. dihasilkan instalasi biogas. Pasang kran gas pada bagian atas digester untuk mengatur keluar masuk gas dalam digester.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah instalasi selesai, berikut langkah-langkah membuat biogas:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Mencampur kotoran sapi dan air dengan perbandingan 1:1. Percampuran dengan air dilakukan agar bahan baku dapat masuk ke digester dengan mudah.</li>
<li>Bahan baku dimasukkan ke dalam digester melalui pipa prolon yang menghubungkan kandang dengan digester. Saat memasukan kotoran hewan, sebaiknya kran gas pada digester dibuka untuk memudahkan pemasukan bahan baku ke digester. Untuk pengisian pertama, sebaiknya penuhi digester dengan bahan baku kotoran sapi.</li>
<li>Tambahkan starter sebanyak 1 liter dan 5 karung isi rumen segar yang bisa didapat di rumah potong hewan (RPH) untuk kapasitas digester 3,5 – 5 m<sup>2</sup>. Setelah semua bahan dicampur, tutup rapat digester agar fermentasi dapat dilakukan.</li>
<li>Agar optimal, buang gas pertama yang dihasilkan pada hari ke-1 hingga ke-8 karena gas yang terbentuk adalah karbon dioksida. Sedangkan pada hari ke-10 hingga hari ke-14, gas yang terbentuk adalah gas metana. Sehingga dapat digunakan untuk keperluan rumah tangga.</li>
<li>Hari ke-14, gas yang terbentuk sudah bisa digunakan untuk menyalakn api pada kompor gas. Agar terus kontinyu, lumpur kotoran harus terus dialirkan ke digester.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Biogas tidak beracun, namun jika biogas bertemu dengan udara dan api maka dapat menyebabkan ledakan. Ledakan terjadi jika hanya udara dan api berdekatan dengan sumber gas metana.</p>
<p style="text-align: justify;">Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, lebih baik Anda memelihara instalansi gas dengan baik dan teratur:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Mengisi bahan baku (bahan organik) ke dalam reactor (digester) sesuai kapasitas pengisian setiap hari</li>
<li>Menghindari bahan-bahan penghambat pertumbuhan bakteri (pestisida, desinfektan, air deterjen, sabun, dan shampoo) masuk ke dalam reactor</li>
<li>Membersihkan peralatan (kompor, lampu, generator listrik), melakukan pemeriksaan jaringn pipa/selang gas dan bagian pengaman secara rutin dalam kurunwaktu tertentu</li>
<li>Memanfaatkan lumpur hasil sampingan biogas sebagai pupuk organik tanaman</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: left;">Sumber: litbang.deptan.go.id, <a href="file:///D:/artikel%20matoa/dekfendy.blog.uns.ac.id">dekfendy.blog.uns.ac.id</a>, <a href="http://pustaka.litbang.deptan.go.id/">pustaka.litbang.deptan.go.id</a>, dan paceproject.net</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber gambar: sosbud.kompasiana.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/membuat-instalansi-biogas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aksi Mengurangi Polusi Udara</title>
		<link>http://matoa.org/aksi-mengurangi-polusi-udara/</link>
		<comments>http://matoa.org/aksi-mengurangi-polusi-udara/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Apr 2012 09:44:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[aksi mengurangi polusi udara]]></category>
		<category><![CDATA[hemat air]]></category>
		<category><![CDATA[hemat bbm]]></category>
		<category><![CDATA[hemat listrik]]></category>
		<category><![CDATA[kurangi polusi]]></category>
		<category><![CDATA[kurangi polusi udara]]></category>
		<category><![CDATA[Polusi udara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=7444</guid>
		<description><![CDATA[Hal-hal kecil ini dapat Anda lakukan dan akan berefek bagi lingkungan Anda dan orang-orang sekitar Anda.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/04/polusi-udara.jpg"><img class="alignleft  wp-image-7445" title="polusi-udara" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/04/polusi-udara.jpg" alt="" width="240" height="180" /></a>Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi polusi udara di sekitar kita. Hal-hal kecil ini dapat Anda lakukan dan akan berefek bagi lingkungan Anda dan orang-orang sekitar Anda.<span id="more-7444"></span></p>
<ul>
<li>Tanam pohon sebanyak-banyaknya</li>
</ul>
<p>Pohon berfungsi sebagai penyerap karbon dioksida (salah satu polutan di udara) dan menghasilkan oksigen. Menanam pohon berarti Anda mengurangi gas polutan dan menambah oksigen di udara. Agar lebih maksimal, Anda dapat menanam tanaman lidah mertua, sri rejeki, bambu, trembesi, dan beragam tanaman penyerap polusi (<a title="Penyerap Polusi Alami" href="http://matoa.org/penyerap-polusi-alami/">lihat di sini</a>).</p>
<ul>
<li>Gunakan transportasi umum</li>
</ul>
<p>Jika sebagian karyawan kantor menggunakan jasa transportasi umum atau bersepeda, kemacetan dan polusi udara akibat polusi akan sangat berkurang. Lima liter bensin yang digunakan kendaraan pribadi akan melepaskan karbon sebanyak 15 kilogram di udara. Bayangkan jika satu mobil atau motor berkapasitas hanya satu penumpang. Berapa banyak karbon yang akan dilepaskan di udara?</p>
<ul>
<li>Hemat listrik</li>
</ul>
<p>Listrik telah menjadi salah satu kebutuhan yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia. Saat ini, sebagian besar sumber listrik Indonesia masih menggunakan sumber energi fosil (minyak, batu bara, gas) sebagai penghasil listrik. Artinya, semakin boros menggunakan listrik, semakin banyak gas polusi yang dilepaskan ke udara. Cara hemat listrik (<a title="Tips: Bijak Gunakan Energi Listrik" href="http://matoa.org/tips-bijak-gunakan-energi-listrik/">lihat di sini</a>).</p>
<ul>
<li>Hemat air</li>
</ul>
<p>Air bersih yang dikonsumsi setiap hari merupakan air yang berasal dari mata air atau air tanah. Untuk mendapatkannya diperlukan mesin-mesin besar yang memompa air agar bisa sampai ke konsumen. Mesin-mesin pompa tersebut menggunakan bahan bakar fosil untuk menggerakkannya, yang menghasilkan karbon dioksida dan gas buang lainnya. Selain untuk mencegah banyaknya gas polusi yang dilepaskan, hemat menggunakan air akan membuat sumber daya air tetap lestari. Sehingga dapat digunakan untuk generasi yang akan datang. Tips hemat air (<a title="Hemat Gunakan Air" href="http://matoa.org/hemat-gunakan-air/">lihat di sini</a>).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selamat mencoba</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber gambar: matanews.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/aksi-mengurangi-polusi-udara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membuat Sumur Resapan Air Hujan</title>
		<link>http://matoa.org/membuat-sumur-resapan-air-hujan/</link>
		<comments>http://matoa.org/membuat-sumur-resapan-air-hujan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Apr 2012 07:57:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[air hujan]]></category>
		<category><![CDATA[air tanah]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi air]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi air tanah]]></category>
		<category><![CDATA[sumur]]></category>
		<category><![CDATA[sumur resapan]]></category>
		<category><![CDATA[sumur resapan air hujan]]></category>
		<category><![CDATA[sumur resapan air tanah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=7433</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk menanggulangi kekurangan air tanah adalah dengan membuat sumur resapan air tanah. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_7435" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/04/sumur-resapan-air1.jpg"><img class="size-full wp-image-7435" title="sumur-resapan-air" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/04/sumur-resapan-air1.jpg" alt="" width="300" height="244" /></a><p class="wp-caption-text">Konstruksi Sumur Resapan</p></div>
<p style="text-align: justify;">Semakin lama, penggunaan air tanah semakin banyak. Sayangnya peningkatan penggunaan air tidak seirama dengan jumlah air yang ada di dalam bumi. Kekurangan air tanah dapat berakibat bencana kekeringan saat musim kemarau.<span id="more-7433"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Jika dibiarkan terus-menerus, kondisi muka air tanah akan semakin turun, sehingga akan menyulitkan memperoleh air tanah untuk keperluan pertanian dan kebutuhan hidup sehari-hari.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk menanggulangi kekurangan air tanah adalah dengan membuat sumur resapan air tanah. Sumur resapan merupakan salah satu konservasi air yang bisa dilakukan. Dengan muka air yang tetap terjaga atau menjadi lebih dangkal. Air tanah dapat dimanfaatkan saat terjadi musim kemarau.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumur resapan merupakan sumur atau lubang pada permukaan tanah yang dibuat untuk menampung air hujan/aliran permukaan agar dapat meresap ke dalam tanah.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk membuat sumur resapan dibutuhkan pipa paralon, besi, beton, dan seng/plastik. Air hujan yang jatuh di genting rumah, ditampung menggunakan seng/plastik, selanjutnya air tersebut dialirkan melalui paralon menuju sumur resapan. Sedangkan beton atau batu bata digunakan sebagai dinding sumur resapan.</p>
<p style="text-align: justify;">Persyaratan yang harus dipenuhi untuk membuat sumur resapan adalah:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Sumur resapan harus berada pada lahan yang datar, tidak pada tanah yang berlereng, curam atau labil</li>
<li>Sumur resapan harus berjarak minimal lima meter dari tempat penimbunan sampah dan <em>septic tank</em> dan berjarak minimal satu meter dari fondasi bangunan</li>
<li>Kedalaman sumur resapan bisa sampai tanah berpasir atau maksimal dua meter di bawah permukaan air tanah. Kedalaman muka air (<em>water table</em>) tanah minimum 1,5 m pada musim hujan.</li>
<li>Struktur tanah harus mempunyai permeabilitas tanah (kemampuan menyerap air) minimal 2,0 cm per jam.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Sebelum membangun sumur resapan, sebaiknya Anda melakukan hal-hal berikut:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Melakukan analisis curah hujan. Analisa ini dimaksudkan unuk menghitung intesitas curah hujan maksimum pada periode ulang tertentu. Dengan mengetahui intesitas curah hujan maksimum, maka kapasitas sumur resapan akan dapat dihitung.</li>
</ul>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Menghitung luas tangkapan hujan. Dengan mengetahui intesitas curah hujan maksmum dengan periode ulang tertentu akan dapat dihitung besarnya debit aliran.</li>
</ul>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Analisis lapisan tanah/batuan. Lapisan tanah terdiri dari beragam lapisan (tanah berlempung, pasir berlempung, dan gravel atau kombinasi lapisan tersebut). Sumur resapan akan efektif bila dibuat sampai pada daerah dengan lapisan batuan yang terdiri pasir atau gravel.</li>
</ul>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Memasang sumur. Sumur resapan dapat dibangun dengan menggunakan besi beton dengan lapisan porus atau susunan batu bata yang disusun secara teratur.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Proses pembuatan sumur resapan sebagai berikut:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Siapkan lahan yang akan digunakan sebagai sumur resapan</li>
<li>Buat sumur dengan diameter 80 – 100 cm sedalam 1,5 m dan tidak melebihi muka air tanah.</li>
<li>Untuk memperkuat dinding tanah, pasang bis beton atau batu bata (tanpa plester).</li>
<li>Gunakan pipa paralon untuk membuat saluran pembuangan dari sumur resapan menuju parit yang berfungsi membuang limpahan air saat sumur resapan kelebihan air. Ketinggian pipa pembuangan harus lebih tinggi dari muka air tanah tertinggi pada selokan drainase jalan tersebut.</li>
<li>Isi lubang sumur dengan koral hingga 15 cm.</li>
<li>Tutup bagian atas sumur dengan plat beton.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sumur resapan yang ada di rumah akan meminimalisir air hujan yang terbuang karena air hujan yang tertampung di genting akan menuju ke sumur resapan melalui paralon.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Selamat mencoba</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sumber: alamendah.wordpress.com, pla.deptan.go.id, dan kelair.bppt.go.id</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber gambar: alamendah.wordpress.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/membuat-sumur-resapan-air-hujan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hemat Energi saat Berkomputer</title>
		<link>http://matoa.org/hemat-energi-saat-berkomputer/</link>
		<comments>http://matoa.org/hemat-energi-saat-berkomputer/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Apr 2012 07:28:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[cara hemat energi pada komputer]]></category>
		<category><![CDATA[energi]]></category>
		<category><![CDATA[energi listrik]]></category>
		<category><![CDATA[energi pada komputer]]></category>
		<category><![CDATA[hemat listrik]]></category>
		<category><![CDATA[hemat listrik pada komputer]]></category>
		<category><![CDATA[komputer]]></category>
		<category><![CDATA[listrik]]></category>
		<category><![CDATA[tips komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=7365</guid>
		<description><![CDATA[Banyak keuntungan yang didapat jika kita mampu menghemat energi listik pada komputer.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/04/komputer.gif"><img class="alignleft  wp-image-7366" title="komputer" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/04/komputer.gif" alt="" width="270" height="185" /></a>Saat ini pengguna komputer di dunia lebih dari satu milyar penduduk. Hal ini semakin menunjukkan komputer merupakan salah satu alat pintar yang banyak digunakan masyarakat karena mudah digunakan dan dibutuhkan.<span id="more-7365"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Energi yang digunakan komputer agar tetap menyala sangat besar. Banyak keuntungan yang didapat jika kita mampu menghemat energi listik pada komputer.  Bagaimana agar Anda bisa menghemat energi pada komputer?</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut ulasannya:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Matikan komputer saat tidak digunakan</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Menurut penelitian, saat 100.000 komputer dimatikan setelah bekerja, maka lebih dari 2.680 kilowatt energi listrik akan tersimpan atau setara dengan mengurangi 3.562 lbs emisi karbondioksida yang dihasilkan 107 mobil di jalan.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Mengatur Pencahayaan dan Kontras Monitor</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Tidak banyak yang tahu jika pencahayaan dan kontras monitor berpengaruh terhadap energi listrik yang digunakan. Pencahayaan atau kontras yang diatur terlalu tinggi lebih banyak menghabiskan banyak energi. Oleh karena itu, membuat tampilan layar monitor lebih gelap akan berpengaruh terhadap pemakaian energin listrik.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Matikan <em>hard disk</em> dan perlengkapan lainnya</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Walaupun tidak melakukan apa-apa, namun data akan selalu terbaca oleh <em>hardi disk</em>, sehingga jika tidak  dimatikan akan sangat berpengaruh terhadap daya listrik yang digunakan. Selain itu, mematikan peralatan lain sebelum ditinggalkan juga sangat penting. Jika tidak akan digunakan dalam waktu yang cukup lama, printer, modem external, dan <em>scanner</em> sebaiknya di matikan.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Gunakan aplikasi “<em>hibernate</em> dan <em>standby</em>”</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Kedua aplikasi tersebut cukup efektif digunakan saat Anda tidak menggunakan komputer dalam jangka waktu yang cukup lama. Untuk menggunakannya, sebaiknya pekerjaan yang sedang dikerjakan disimpan terlebih dahulu agar hasil pekerjaan Anda tidak hilang atau rusak.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Gunakan UPS</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><em>Uniterruptible Power Supply</em> (UPS) merupakan perlengkapan listrik yang menyediakan tenaga listrik <em>emergency</em> jika sumber listrik utama mati. Alat ini cukup efektif untuk membantu menyelamatkan data atau pekerjaan saat mati listrik.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Charge baterai laptop dengan benar</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Kadang-kadang karena terburu-buru kita lupa untuk melepaskan atau men-<em>charge</em> baterai laptop sembarangan. Baterai laptop dalam keadaan sedang diisi tidak boleh tiba-tiba aliran listriknya dimatikan. Hal tersebut dikarenakan akan menambah jumlah energi yang dihabiskan dan membuat baterai laptop tidak optimal.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Gunakan monitor LCD atau LED</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Monitor-monitor tersebut lebih hemat dan efisien dalam penggunaan listrik. Lain halnya dengan monitor tabung yang cukup menghabiskan energi listrik yang banyak. Selain itu, monitor-monitor tersebut lebih nyaman digunakan karena mata tidak akan terlalu terpapar radiasi.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Port USB</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Jika USB tidak digunakan, sebaiknya cabut USB tersebut. USB yang masih menempel di komputer atau laptop akan menambah jumlah energi yang digunakan.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Pilih monitor secukupnya</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Semakin kecil layar monitor, penggunaan listrik semakin efisien dan hemat. Monitor berukuran 14 inchi menghabiskan energi 40% lebih rendah dibanding monitor 17 inchi.</p>
<p style="text-align: justify;">Selamat mencoba</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sumber: berbagai sumber</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber gambar: chivaz.net</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/hemat-energi-saat-berkomputer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyiapkan Pesta Kebun di Rumah</title>
		<link>http://matoa.org/menyiapkan-pesta-kebun-di-rumah/</link>
		<comments>http://matoa.org/menyiapkan-pesta-kebun-di-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Mar 2012 04:38:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[kebun]]></category>
		<category><![CDATA[menyelenggarakan pesta kebun]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan ramah lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[pesta]]></category>
		<category><![CDATA[pesta di rumah]]></category>
		<category><![CDATA[pesta kebun]]></category>
		<category><![CDATA[pesta kebun di rumah]]></category>
		<category><![CDATA[pesta ramah lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[tips menyelenggarakan pesta kebun]]></category>
		<category><![CDATA[tips pesta kebun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=7316</guid>
		<description><![CDATA[jika Anda memiliki pekarangan rumah yang cukup luas, Anda dapat menyelenggarakan pesta kebun di rumah...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://matoa.org/menyiapkan-pesta-kebun-di-rumah/pesta-kebun/" rel="attachment wp-att-7317"><img class="alignleft  wp-image-7317" title="pesta kebun" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2012/03/pesta-kebun.jpg" alt="" width="303" height="227" /></a>Menyelenggarakan pesta memang tidak mudah, apalagi pesta yang mengusung tema “ramah lingkungan”. Namun, jika Anda memiliki pekarangan rumah yang cukup luas, Anda dapat menyelenggarakan pesta kebun di rumah.<span id="more-7316"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Terdapat kelebihan maupun kelemahan dalam menyelenggarakan pesta kebun. Kelebihan yang didapat: udara lebih sehat dan segar karena berasal dari luar ruangan; hemat listrik (cahaya dari matahari, bukan lampu listrik); dan lebih ramah lingkungan. Sedangkan kelemahannya adalah: cuaca tidak menentu.</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut hal-hal yang harus Anda persiapkan untuk merencanakan pesta kebun:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Dekorasi</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Hal yang harus dipersiapkan untuk menyelenggarakan pesta kebun salah satunya adalah dekorasinya. Pastikan Anda telah memilih tanaman yang akan menjadi bagian dekorasi pesta Anda. Karena Negara kita adalah Negara tropis, tanaman bunga tropis banyak tersedia untuk dijadikan sebagai pemanis kebun. Sebelum menyelenggarakan pesta, sebaiknya Anda telah membeli atau menanam bibit tanaman bunga. Jika ingin menambahkan aroma bunga, Anda dapat menambahkan bunga mawar, lili, dan anggrek. Rawat tanaman tersebut dengan baik agar cantik saat menjadi tanaman dekorasi. Anda dapat menggunakan bunga favorit sebagai penghias, usahakan warna-warna bunga tersebut kontras agar suasana dekorasi lebih hidup. Jika Anda membeli bunga, sebaiknya beli saat bunga masih kuncup agar mekar saat hari-H. Tanaman hias seperti pohon bambu hias maupun palem hias dan juga bonsai dapat Anda gunakan sebagai tanaman dekorasi. Fokuskan dekorasi pada gerbang menuju lokasi pesta, tiang-tiang tenda, area makanan, tempat duduk, dan pelaminan (pesta pernikahan).</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Lokasi Pesta</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Lokasi pesta kebun Anda harus jelas. Jika pesta dilaksanakan kecil-kecilan di rumah, tidak banyak yang harus Anda persiapkan. Anda hanya butuh memotong rumput dan merapikan tanaman-tanaman kesayangan dan menambahkan tanaman bunga agar suasana lebih semarak. Namun, jika dilaksanakan di taman yang cukup luas, Anda harus menyewa tukang kebun untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Pesta kebun jika dilaksanakan siang hari, sebaiknya pilih lokasi yang banyak pohon agar lebih sejuk dan juga siapkan tenda.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Cuaca</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Sebelum melaksanakan pesta kebun, ada baiknya jika Anda mengikuti prakiran cuaca menjelang diadakannya pesta. Hal ini sangat penting, sehingga Anda dapat memperkirakan apa yang harus dipersiapkan ketika cuaca panas maupun hujan.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Serangga</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Pastikan lokasi pesta pilihan Anda bersih dari nyamuk dan serangga lainnya agar pada saat pesta berlangsung, tidak ada tamu atau penyelenggara yang terserang. Untuk menanggulangi serangan serangga pada makanan, sebaiknya gunakan lilin sereh. Lilin sereh cukup ampuh dalam mengusir nyamuk dan serangga.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Semoga membantu dan selamat mencoba</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sumber gambar: dikotakita.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/menyiapkan-pesta-kebun-di-rumah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

