<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>MATOA</title>
	<atom:link href="http://matoa.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://matoa.org</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Sep 2010 06:16:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>&#8220;Obat Kadaluarsa&#8221; Sampah Yang Berbahaya</title>
		<link>http://matoa.org/sampah-obat-kadaluarsa-yang-berbahaya/</link>
		<comments>http://matoa.org/sampah-obat-kadaluarsa-yang-berbahaya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Sep 2010 03:49:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=2517</guid>
		<description><![CDATA[Tahukah anda  apa yang terjadi apabila kita mengkonsumsi obat kadaluarsa ....]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/09/obat.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2518" title="obat" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/09/obat.jpg" alt="" width="235" height="257" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Tahukah anda  apa yang terjadi apabila kita mengkonsumsi obat kadaluarsa . Obat kadaluarsa sangat berbahaya bagi kesehatan diantaranya bisa mengakibatkan gangguan fungsi ginjal, iritasi lambung, kerusakan hati, dan masih banyak lagi dampak-dampak yang dapat ditimbulkan apabila kita mengkonsumsi obat kadaluarsa.<span id="more-2517"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Sama halnya dengan obat kadaluarsa, sampah obat kadaluarsa juga berbahaya . Sampah jenis ini digolongkan kepada sampah B3(Barang Beracun dan Berbahaya). Dalam membuang sampah B3 ini harus diperhatikan dimana kita membuangnya.Dampak ketika kita membuang sampah obat kadaluarsa begitu saja, dapat berbahaya bagi lingkungan. Ada beberapa jenis obat tertentu yang tidak bisa terurai langsung dan akhirnya menjadi racun seperti ; Antibiotik, Anti septic, Anti Virus, Anti Jamur, Anti cacing. Hal tersebut dapat membahayakan bagi keberlangsungan hidup flora, fauna dan terutama bagi diri kita sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika sampai teruarai ke tanah maka akan menyebabkan ketidak  seimbangan kehidupan mikroorganisme dalam tanah atau malah dapat menyebabkan kekebalan pada mikroorganismeberbahaya. Obat kadaluarsa juga dapat mencemari air tanah, jika dibuang sembarangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Membuang obat kadaluarsa sembarangan juga dapat menimbulkan tindakaan kriminalitas. Hal ini dikarenakan obat kadaluarsa dapat dijual kembali oleh pihak tak bertanggung jawab.</p>
<p style="text-align: justify;">Obat kadaluarsa untuk jenis obat vitamin dan mineral ternyata juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk. Caranya hanya tinggal dihancurkan apabila vitamin berbentuk tablet dan kapsul lalu taburkan bubuk obat ke tanaman. Untuk vitamin bentuk cair hanya perlu menungkan cairan ke tanaman.</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut beberapa solusi cara penanganan sampah obat kadaluarsa :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Kumpulkan obat-obatan yang sudah tak terpakai. Setelah agak banyak, titipkan ke apotik, rumah sakit, atau pabrik obat. Pihak-pihak tersebut biasanya melakukan pemusnahan rutin terhadap stok obat yang sudah kadaluarsa.</li>
<li>Kalau jumlah tablet/kapsul yang sudah kadaluarsa terdapat dalam jumlah sangat besar, dapat juga dititipkan di pabrik semen, untuk dijadikan campuran semen.</li>
<li>Jangan lupa untuk membuang terlebih dahulu kemasan obat. Misalnya stiker pada botol disobek, kotak kemasan digunting. Hal ini untuk mencegah pemalsuan obat, karena bisa saja botol berstiker obat diambil pemulung dan selanjutnya diisi obat palsu</li>
<li style="text-align: justify;">Sisa obat yang tidak akan digunakan lagi tetapi belum kadaluarsa, dapat diserahkan pada yayasan amal yang mengadakan pengobatan gratis. Kondisi obat sebaiknya masih bagus. Artinya tablet/kapsul masih dalam wadahnya (strip, blister) yang belum dibuka, sementara untuk obat cair, tutup botol belum dibuka.[amd]</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/sampah-obat-kadaluarsa-yang-berbahaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanaman Penyerap Polutan</title>
		<link>http://matoa.org/bebas-polusi-udara-dimulai-dari-rumah/</link>
		<comments>http://matoa.org/bebas-polusi-udara-dimulai-dari-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Aug 2010 02:44:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=2504</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin sudah banyak kita melihat dampak dari Global Warming...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/08/Air-pollution-copy.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2505" title="Air-pollution copy" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/08/Air-pollution-copy.jpg" alt="" width="314" height="235" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin sudah banyak kita melihat dampak dari <em>Global Warming</em>. Mencairnya es di Kutub Utara, perubahan iklim yang tidak menentu, bencana alam dimana-mana dan masih banyak lagi dampak yang sudah kita lihat dan rasakan sendiri.<span id="more-2504"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Berkaitan dengan hal tersebut, polusi udara adalah contoh yang langsung kita rasakan kerugiannya bagi kesehatan tubuh kita. Untuk daerah perkotaan, polusi udara merupakan masalah krusial yang penyebab utamanya banyak ditimbulkan oleh asap kendaraan bermotor yang menghasilkan tingkat CO<sub>2</sub> dan Pb (timbal) begitu tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">Solusi untuk mengurangi polutan tersebut sudah jelas, kita harus mengurangi  CO<sub>2</sub> dan Pb itu sendiri, dengan cara paling sederhana yaitu menanam pohon atau mengadakan kegiatan penghijauan.Kegiatan tersebut merupakan cara yang paling efektif untuk mengurangi tingkat polutan.</p>
<p>Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah “Dimana kita akan menanam?”</p>
<p style="text-align: justify;">Lahan yang tersedia untuk menanam di daerah perkotaan sangatlah minim atau mungkin tidak ada lahan yang bisa ditanami lagi dikarenakan sekarang lahan-lahan tersebut sudah berdiri tegak gedung-gedung perkantoran, pusat perbelanjaan atau bangunan niaga lainnya.</p>
<p><em>“Lahan sempit bukan alasan kita tidak melakukan penghijauan.”</em></p>
<p style="text-align: justify;">Mulailah memanfaatkan lahan sempit disekitar kita untuk menanam. Misalnya saja, menanam tanaman hias di pot atau yang lagi trend saat ini adalah “Tambulampot” (Tanaman Buah dalam Pot),  menarik bukan?</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai langkah awal kita terapkan gerakan menanam ini dalam rumah kita masing-masing. Hal ini berguna selain dapat mengurangi tingkat polusi udara dalam rumah, dengan menanam tanaman kita juga dapat mempercantik bangunan rumah, dan memberikan efek teduh pada rumah.</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut beberapa jenis tanaman yang cocok ditanam di rumah, yang dapat menyerap zat kimia berbahaya yang sering menjadi polutan dalam ruangan<em>.(Penelitian, NASA Clean Air Study)</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em> </em>1. Jenis Polutan :<em> </em></p>
<p><strong><em> Formaldehida</em></strong></p>
<p>Sumber Polutan :</p>
<p>Tripleks, Particle board, Karpet, Furnitur, Produk kertas, Bahan</p>
<p>Pembersih, Resin, Minyak tanah, Asap rokok.</p>
<p>Tanaman Penyerap Polutan :</p>
<p>Hanjuang, Ficus, Lili Paris, Palem bambu, Philodendron, Paku Neprolepis,</p>
<p>Bunga Krisan, Azalea, Sri rejeki dan Aglonema.</p>
<p>2. Jenis Polutan :<em> </em></p>
<p><strong><em> Trikhloroetilena</em> (TCE)</strong></p>
<p>Sumber Polutan :</p>
<p>Tinta, Cat, Pernis, dan Lem.</p>
<p>Tanaman Penyerap Polutan :</p>
<p>Hanjuang, Palem bambu, dan Bunga krisan.</p>
<p>3. Jenis Polutan :</p>
<p><strong><em> Benzena</em></strong></p>
<p>Sumber Polutan :</p>
<p>Bensin, Tinta, Minyak, Cat, Plastik, Karet, Deterjen, Asap rokok.</p>
<p>Tanaman Penyerap Polutan :</p>
<p>Hanjuang, Sansivera, Palem bambu, Bunga krisan, Aglonema.</p>
<p>Semoga informasi ini berguna untuk mengurangi efek <em>Global warming</em> yang semakin lama semakin mengkhawatirkan. Bertindak dari hal kecil dan buat efek baik yang besar bagi lingkungan. Demi masa depan yang lebih hijau.[amd]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/bebas-polusi-udara-dimulai-dari-rumah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bahaya Boraks dan Bleng.</title>
		<link>http://matoa.org/bahaya-boraks-dan-bleng/</link>
		<comments>http://matoa.org/bahaya-boraks-dan-bleng/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Aug 2010 03:36:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=2491</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin kita sudah tidak asing lagi mendengar zat-zat berbahaya..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-2493" title="Borax edit" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/08/Borax-edit1.jpg" alt="" width="270" height="235" />Mungkin kita sudah tidak asing lagi mendengar zat-zat berbahaya yang langsung dicampur sebagai bahan pembuat makanan. salah satu zat yang sering digunakan yaitu &#8216;Boraks dan Bleng.&#8221;<span id="more-2491"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>BLENG</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bleng adalah sebutan untuk salah satu zat berbahaya dengan nama ilmiah Natrium Biborat, Natrium Piroborat, Natrium Teraborat. Bleng adalah bentuk tidak murni dari boraks/asam borat murni yang biasa dibuat oleh industri farmasi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><em>BORAKS</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Boraks merupakan senyawa kimia berbahaya untuk pangan dengan nama kimia natrium tetrabonat (NaB4O7 10H2O). Dapat dijumpai dalam bentuk padat dan jika larut dalam air akan menjadi natrium hidroksida dan asam borat (H3BO3). Boraks atau asam borat biasa digunakan sebagai bahan pembuat deterjen, bersifat antiseptik dan mengurangi kesadahan air. Bahan berbahaya ini haram digunakan untuk makanan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai konsumen berarti kita harus lebihh teliti sebelum membeli, berikut tips yang mudah agar kita dapat mendeteksi makanan yang kita beli itu tidak mengandung boraks ;</p>
<p style="text-align: justify;">- Ciri-ciri mie basah mengandung boraks: Teksturnya kenyal, lebih mengkilat, tidak lengket, dan tidak cepat putus.</p>
<p style="text-align: justify;">- Ciri baso mengandung boraks: teksturnya sangat kenyal, warna tidak kecokelatan seperti penggunaan daging namun lebih cenderung keputihan.</p>
<p style="text-align: justify;">-Ciri-ciri jajanan (seperti lontong) mengandung boraks: teksturnya sangat kenyal, berasa tajam, seprti sangat gurih dan membuat lidah bergetar dan meberikan rasa getir.</p>
<p style="text-align: justify;">-Ciri-ciri kerupuk mengandung boraks: teksturnya renyah dan bisa menimbulkan rasa getir.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika sudah seperti itu, sebenarnya ada zat pengganti yang lebih aman untuk dikonsumsi.</p>
<p style="text-align: justify;">Bahan alami yang bisa digunakan untuk menggantikan borak maupun bleng dan memberikan efek sama (sebagai pengenyal maupun pengawet) adalah air abu. Untuk mendapatkan air abu, bakar merang (tangkai bulir padi) atau klaras (daun pisang kering) hingga menjadi abu, kemudian rendam 2-3 hari dengan air bersih. Ambil air rendamannya, manfaatkan sebagai pengenyal maupun pengawet alami. Bisa juga memanfaatkan air kapur sirih.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan demikian kita bisa lebih bijak dalam mengkonsumsi dan memilih makanan. AYO..Gunakanlah bahan yang alami sehingga lebih ramah lingkungan dan yang paling penting baik untuk kesehatan. <em>[amd]</em></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/bahaya-boraks-dan-bleng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Dibalik Bambu Runcing..</title>
		<link>http://matoa.org/cerita-dibalik-bambu-runcing/</link>
		<comments>http://matoa.org/cerita-dibalik-bambu-runcing/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Aug 2010 08:49:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=2476</guid>
		<description><![CDATA[Bambu adalah bagian dari sumber daya hutan yang sangat penting, di dunia...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/08/BambuKuning.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2477" title="BambuKuning" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/08/BambuKuning.jpg" alt="" width="220" height="293" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Kita baru saja memperingati HUT RI ke-65. 65 tahun yang lalu para pahlawan kemerdekaan kita, berjuang merebut hak kemerdekaan bangsa ini dengan bersenjatakan “Bambu Runcing.”</p>
<p style="text-align: justify;">Nah kali ini kita akan membahas sang bambu yang legendaris itu.<span id="more-2476"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Bambu adalah bagian dari sumber daya hutan yang sangat penting, di dunia ada sekitar 70 lebih Genus, 1200 lebih spesies bambu, tersebar luas di daerah Asia, Afrika, Amerika. Cina adalah negara pengasil bambu terbesar di dunia, dalam sumber spesies bambu, luas hutan bambu, simpanan bambu dan produksi bambu, Cina menduduki urutan pertama. Industri bambu sudah menjadi industri dengan masa depan paling berpotensi di dalam masa depan industri kehutanan.</p>
<p style="text-align: justify;">Jenis  bambu ada banyak, dihitung dari spesies, jenis, bentuk, penanaman, berjumlah 500an lebih jenis bambu. Yang terkenal ada Nan Bamboo, Fengwei Bamboo, XiangFei Bamboo, Chimonobambusa, Long Zhu Po, Wong, mercury bamboo, face bamboo,  flowers bamboo, Phyllostachys nigra, Chiloscyllium, Tortoise bamboo,gold bamboo, japonica bamboo, Silver Chain bamboo, jade bamboo edge, Pseudosasa, arrow bamboo, soak bamboo, Rohan bamboo, bamboo seedling, goose feather bamboo, Bambusa, Wong Fei, China Indocalamus, Maizhokunggar, dan sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bambu dapat dimanfaatkan sebagai Tanaman hias, Senjata rakyat, alat musik, Transportasi, Konstruksi bangunan, Kerajinan tangan, dan sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">-Kegunaan bambu luas, bambu memiliki tekstur yang lurus, halus dan kokoh, merupakan bahan penting untuk membuat alat musik, kerajinan seni, alat olahraga. Dalam bidang industri, kegunaannya lebih luas, sudah menjadi hampir ratusan jenis barang, seperti panel bambu, pulp, arang bambu, karbon aktif, dsb. Sekuat tenaga mengembangkan sumber daya bambu, menyebarkan ‘bambu menggantikan kayu’, kegunaan bambu perlahan-lahan akan menjadi penyelesaian dari berbagai masalah penggunaan hutan. Bambu akan menjadi produk pengganti kayu yang paling berpotensi.</p>
<p style="text-align: justify;">-Rebung bambu sebagai salah satu jenis makanan hijau alami, tidak hanya enak rasanya, tapi juga kaya akan nutrisi, merupakan mutiara gunung yang amat segar. Memiliki nilai konsumsi dan nilai pengobatan yang tinggi. Menurut penelitian. Rebung mengandung protein 2.65-3.28%, lemak 0.49%, total gula 2.5% , crude fiber 0.68%, masih ada lagi phosphorus, magnesium, calcium, iron dan elemen-elemen lainnya serta vitamin B1, B2, C, dan 17 macam asam amino. Benar-benar makanan hijau yang kaya akan protein, rendah lemak, dapat membantu pencernaan dan pengeluaran kotoran, sering mengkonsumsi rebung bisa mengurangi dan menyerap zat berbahaya yang tertinggal dalam tubuh, memiliki fungsi anti-kanker dan pendietan.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, kegunaan rebung bambu dari segi medis sangatlah tinggi. Rebung dianggap sebagai makanan yang dapat mendietkan serta mencegah kanker. Karena selulosa di dalam rebung dapat membantu gerakan peristaltik, meningkatkan pengeluaran dari kelenjar pencernaan, baik bagi pencernaan dan ekskersi. Dapat mengurangi dan menyerap zat berbahaya yang tertimbun dalam tubuh, ini bisa mengurangi terjadinya keracunan dan kanker usus. Beberapa tahun ini masih ditemukan, di dalam rebung ada banyak zat gula yang bisa mencegah kanker. Gabungan selulosa dan asam lemak dapat mencegah pembentukan plasma koresterol. Kandungan Tyrosine dalam rebung dapat mengobati Hyperthyroidism. Menghambat perkembangan sel kanker.</p>
<p style="text-align: justify;">-Bambu memiliki keefektivan ekologi yang jelas. Akar bambu yang menjalar di dalam tanah, memiliki akar yang kuat, memiliki fungsi penahan yang sangat kuat. Dapat secara efektif menanggulangi kehilangan air tanah. Batang dan daun bambu padat, permukaan daun sangat luas. Dapat secara efektif membersihkan udara, memperbaiki lingkungan, kemampuan bambu yang berfungsi menyerap karbondioksida, menghasilkan oksigen dibandingkan pohon lain dengan luas permukaan daun yang sama maka kemampuan bambu lebih tinggi 1.5 kali lipat. Kemampuan bambu dalam mengurangi kebisingan dibanding daun-daun pohon biasa juga lebih tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">-Bambu juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bahan bakar alternatif atau biofuel yang ramah lingkungan. Pohon bambu juga berfungsi sebagai penjernih air. maka dari itu daerah bantaran sungai yang banyak pohon bambu, air sungai tersebut terlihat jernih</p>
<p style="text-align: justify;">-Bambu memiliki daya serap karbon yang cukup tinggi untuk mengatasi persoalan CO2 di udara, selain juga merupakan tanaman yang cukup baik untuk memperbaiki lahan kritis, pengembangan bambu di Indonesia seharusnya menjadi agenda penting bukan hanya untuk menjawab persoalan lokal tetapi menjadi sumbangan aspiratif dari Indonesia bagi masyarakat dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">-Pembudidayaan bambu juga untuk menanggulangi lahan kritis termasuk mengatasi banjir dan erosi, pemanfaatan bambu untuk memproduksi biofuel tentu akan sangat menguntungkan dan ramah lingkungan.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun disayangkan begitu besarnya potensi bambu di Indonesia namun tidak dimanfaatkan dengan maksimal, dan bambu merupakan pohon yang serba bermanfaat baik untuk lingkungan alam dan ekonomi sosial.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga informasi mengenai bambu ini menjadi inspirasi untuk kita semua dan mengubah pandangan bahwa bambu merupakan harta karun terpendam yang wajib dibudidayakan.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Sumber: Wikipedia </em></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/cerita-dibalik-bambu-runcing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pawai HUT RI ke-65 yang Ramah Lingkungan</title>
		<link>http://matoa.org/pawai-hut-ri-ke-65-yang-ramah-lingkungan/</link>
		<comments>http://matoa.org/pawai-hut-ri-ke-65-yang-ramah-lingkungan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 08:06:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=2463</guid>
		<description><![CDATA[17 Agustus adalah hari bersejarah bagi rakyat Indonesia...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/08/logo-hut-ri-tahun-2010.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2464" title="logo-hut-ri-tahun-2010" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/08/logo-hut-ri-tahun-2010.jpg" alt="" width="235" height="237" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">17 Agustus adalah hari bersejarah bagi rakyat Indonesia. Seperti biasa HUT RI yang ke-65 ini pastinya akan sedikit berbeda karena kemeriahan HUT RI kali ini bertepatan dengan susana bulan Ramadhan.<span id="more-2463"></span> HUT RI biasanya identik dengan perayaan yang meriah, berbagai lomba bertema perjuangan pasti digelar, beberapa lomba seperti panjat pinang, lomba makan kerupuk, balap karung juga tidak lupa acara yang banyak dinanti para anak-anak yaitu Lomba menghias sepeda dan pawai. Lomba ini sangat menarik, tak jarang kita lupa bahwa bahan penghias sepeda tersebut sering kali belum ramah lingkungan. Berikut beberapa tips “Pawai Ramah Lingkungan.”</p>
<p>Buat pawaimu kali ini berbeda dengan cara:</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Gunakan bahan penghias sepedamu dengan bahan dasar yang ramah lingkungan. Gak susah kok misalnya saja ganti kertas crep dengan kertas bekas, ganti kertas dengan sampah dedaunan itu lebih unik atau manfaatkan botol-botol plastik yang berceceran di rumah menjadi bahan penghias sepedamu.</li>
<li style="text-align: justify;">Ayo manfaatkan barang-barang bekas disekitarmu sehingga lebih hemat biaya.</li>
<li style="text-align: justify;">Agar lebih menarik lagi, beri warna dengan pewarna alami yang terdapat di alam contohnya saja warna merah bisa diambil dari batu bata yang dihancurkan atau warna hitam dari arang kayu yang ditumbuk dan diberi air.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Nah menarik bukan, hias sepedamu dengan bahan yang ramah lingkungan selain unik cara ini juga dapat menekan biaya sehingga lebih hemat. Mari jadikan pawaimu kali ini lebih ramah lingkungan dan lebih hemat biaya.[amd]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/pawai-hut-ri-ke-65-yang-ramah-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>REDD-Indonesia, Program Pengurangan Emisi</title>
		<link>http://matoa.org/redd-indonesia-program-pengurangan-emisi/</link>
		<comments>http://matoa.org/redd-indonesia-program-pengurangan-emisi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 03:03:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Newsletters]]></category>
		<category><![CDATA[Perubahan iklim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=2434</guid>
		<description><![CDATA[Isu perubahan iklim yang  gencar di usung Algore berhasil meyakinkan negara...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/08/REDD-I-logo.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2435" title="REDD-I logo" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/08/REDD-I-logo.jpg" alt="" width="197" height="90" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Isu perubahan iklim yang  gencar di usung Algore berhasil meyakinkan negara-negara di dunia lewat fakta-fakta ilmiah antara aktivitas manusia dengan pemanasan global. Penyebab dari pemanasan global dan perubahan iklim akibat aktivitas manusia ini terutama berasal dari aktivitas industri dan perusakan hutan dan perubahan tata guna lahan. Dalam diskusi politik antar negara (internasional) dalam mengatasi masalah ini, ada pihak penghasil emisi dan pihak penyerap emisi. Negara-negara penyerap karbon yaitu pemilik hutan yang kebanyakan merupakan negara-negara berkembang akan berusaha mencoba menjaga lahannya, dan sebagai kompensasinya negara penghasil emisi yang umumnya negara-negara industri akan membayar apa yang telah mereka keluarkan. Yang menjadi masalahnya yaitu bagaimana menghargai nilai karbon itu. Inilah ide dibalik skema REDD. REDD adalah kependekan dari <em>Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation. </em>Ini berbeda dengan kegiatan konservasi hutan sebelumnya karena dikaitkan langsung dengan insentif finansial untuk konservasi yang bertujuan menyimpan karbon dunia.<span id="more-2434"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Sekilas REDD</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pencegahan deforestasi (avoided deforestation) menjadi isu utama dalam percaturan politik internasional dalam mengurangi pemanasan global. Isu ini pertama kali muncul pada Conferences of the Parties (COP) ke-11 untuk United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) di Montreal 2005. Papua New Guinea dan Costa Rica yang didukung oleh delapan Pihak yang tergabung dalam Coalition for Rainforest Nations (CfRN) mengajukan proposal tentang insentif untuk pencegahan deforestasi atau dikenal dengan Reducing Emissions from Deforestation in Developing Countries (RED).</p>
<p style="text-align: justify;">RED ini kemudian menjadi agenda COP ke-11. COP ke-11 mengundang para Pihak dan peninjau terakreditasi (accredited observers) seperti NGOs, untuk mengajukan pandangan-pandangannya kepada Subsidiary Body on Scientific and Technical Advice (SBSTA) tentang RED dalam proses selama dua tahun untuk disepakati pada COP ke-13 di Bali. Diharapkan pada COP ke-15 pada Desember 2009 di Copenhagen dapat disepakati mengenai modality, aturan dan prosedur implementasi RED.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Proposal-proposal yang diajukan meliputi:</em></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li style="text-align: justify;">hal-hal yang berkaitan dengan saintifik, teknik dan metodologi (scientific, technical and methodological issues);</li>
<li>informasi dan pengalaman-pengalaman mengenai pendekatan kebijakan dan insentif-insetif positif (information and experiences on policy approaches and positive incentives).</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">The Stern Review on Climate Change merupakan salah satu yang menarik perhatian dunia. Laporan yang ditulis oleh Sir Nicholas Stern untuk Ministry of Finance, Inggris itu menggarisbawahi bahwa pencegahan deforestasi harus menjadi bagian dari setiap perjanjian iklim pasca Kyoto dan skema percontohan harus segera dimulai sesegera mungkin. Ada tiga proposal yang diajukan oleh negara-negara para Pihak (Parties) dan NGOs yang memasukan emisi dari deforestasi (RED), deforestasi dan degradasi (REDD) atau deforestasi, degradasi dan enhancement (REDD+).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">REDD di Indonesia (REDD-I)</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Brazil dan Indonesia adalah dua negara teratas dalam hal berkurangnya hutan per tahun masing-masing 1,87 juta ha/tahun. Indonesia menyumbang sekitar 22,86% dari luasan hutan di 10 negara berkembang. Indonesia dikategorikan sebagai negara ketiga emisi terbesar di dunia setelah Amerika Serikat dan Cina, akibat dari kebakaran hutan dan lahan gambut. Jika kebakaran hutan dan gambut dikeluarkan Indonesia berada dalam ranking ke 21. Kajian tentang efek kebakaran hutan dan lahan gambut pada 1997 memperkirakan sekitar 0,81-2,57 Gt karbon dilepaskan ke atmosfir yang menyumbang sekitar 13-40% emisi global tahunan yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil.</p>
<p style="text-align: justify;">Indonesia termasuk negara pendukung REDD, karena skema ini tidak hanya melakukan perlindungan terhadap hutan-hutan yang ada dari deforestasi, tetapi juga memperbaiki hutan yang terdegradasi. Negara lain hanya membatasi skema deforestasi saja (RED) dengan alas an sukar untuk mengukur laju degradasi, dan bagaimana menilai keuntungan dari upaya restorasi hutan.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Manfaat bagi Indonesia</em></p>
<p style="text-align: justify;">Karena deforestasi dan degradasi hutan menghasilkan emisi CO2, Indonesia memiliki manfaat yang potensial dari REDD. Potensi nilai kredit karbon di Indonesia sangat besar. Tetapi perhitungannya sangat bervariasi karena banyaknya ketidakpastian tingkat berkurangnya hutan dan nilai-nilai yang mungkin tercakup dalam emisi karbon. Dengan cara membagi dua rata-rata tahunan laju kehilangan hutan di Indonesia antara 2000 dan 2005, perkiraan nilai karbon kreditnya berkisar antara ,5 sampai ,5 miliar per tahun. Jumlah ini sangat besar jika dibandingkan dengan anggaran belanja negara tahunan dari Departemen Kehutanan. Hal ini memperlihatkan insentif ekonomi untuk menciptakan pendekatan-pendekatan yang lebih baik dan lebih berkelanjutan bagi pemanfaatan sumber daya hutan.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Inisitiatif Indonesia</em></p>
<p style="text-align: justify;">Untuk menghadapi COP ke-13, Indonesia membentuk Indonesian Forest Climate Alliance (IFCA) pada Juli 2007. Aliansi ini merupakan suatu forum komunikasi, koordinasi, dan konsultasi bagi sekelompok ahli yang bergerak di bidang kehutanan dan perubahan iklim di Indonesia, terutama untuk menganalisa praktek skema REDD di Indonesia. Dikoordinatori oleh Departemen Kehutanan, IFCA beranggotakan pemerintah, sektor swasta, masyarakat sipil, lembaga-lembaga saintifik dan mitra internasional. IFCA ini didukung oleh pemerintah Australia, Jerman dan Inggris di bawah koordinasi World Bank. Lembaga-lembaga lainnya yang berkontribusi yaitu dari CIFOR dan ICRAF, The Australian Greenhouse Office, Australian National University, Winrock Internationa, World Resource Institute, URS, Ecosecurities, The Nature Conservancy, WWF, Sekala dan Wetlands International.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Apa Tindak lanjut COP 13 untuk REDDI?</em></p>
<p style="text-align: justify;">Indonesia melalui IFCA telah menetapkan Road Map REDDI yang terbagi ke dalam 3 fase:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Fase Persiapan/Readiness (tahun 2007/sebelum COP-13) untuk penyiapan perangkat metodologi/arsitektur dan strategi implementasi REDDI, komunikasi/koordinasi/konsultasi stakeholders, termasuk penentuan kriteria untuk pemilihan lokasi pilot activities,</li>
</ul>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Fase Pilot/transisi (2008-2012): menguji metodologi dan strategi, dan transisi dari non-market (fund-based) ke mekanisme pasar (market mechanism), dan</li>
</ul>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Fase Implementasi penuh (dari 2012 atau lebih awal tergantung perkembangan negosiasi dan kesiapan Indonesia, dengan tata cara (rules and procedures) berdasarkan keputusan COP dan ketentuan di Indonesia.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Departemen Kehutanan berharap bahwa proyek percontohan (demonstration activities) dapat dilaksanakan antara tahun 2008 dan 2012, untuk mendapatkan proses pembelajaran sebelum REDD dilaksanakan sebelum perjanjian pasca Kyoto dilakukan. Proyek-proyek ini dilakukan dalam skala nasional, provinsi, kabupaten dan lokal.</p>
<p style="text-align: justify;"><em> Sumber: http://redd-indonesia.org/redd/</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/redd-indonesia-program-pengurangan-emisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Air dan Pengobatan Holistik</title>
		<link>http://matoa.org/air-dan-pegobatan-holistik/</link>
		<comments>http://matoa.org/air-dan-pegobatan-holistik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Aug 2010 01:18:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dari Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Info Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=2426</guid>
		<description><![CDATA[Sejak mengenal ilmu Biologi tentu kita tahu bahwa 80 persen tubuh manusia adalah air...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/08/tetesan-air.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2427" title="tetesan-air" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/08/tetesan-air.jpg" alt="" width="320" height="320" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Sejak mengenal ilmu Biologi tentu kita tahu bahwa 80 persen tubuh manusia adalah air dan lebih dari 70 persen permukaan bumi ditutupi oleh air. Di berbagai kitab agama pun kata “air” merupakan salah satu kata favorit. Hal itu menunjukkan betapa pentingnya air bagi tubuh manusia dan betapa dekatnya hubungan air dengan manusia. Para ahli gizi pun menyarankan agar setiap orang mengkonsumsi air minimal 2 liter per hari. Bila kandungan air dalam tubuh manusia kurang, kompisisi tubuh akan tidak seimbang. Selain karena secara medis terbukti air mampu mengembalikan keseimbangan tubuh, penggunaan air sebagai obat dari berbagai penyakit juga didukung oleh faktor kepercayaan atau sugesti pasien. <span id="more-2426"></span>Pengobatan itulah yang disebut dengan holistik, sesuatu yang mengandalkan sugesti manusia itu sendiri. Tidak heran bila banyak ahli kesehatan atau tabib yang mengandalkan air sebagai media penyembuhan pasiennya.</p>
<p style="text-align: justify;">Masyarakat Indonesia memang sudah akrab dengan pengobatan alternatif baik yang menggunakan air, telur, batu atau benda lain sebagai media penyembuhannya. Ketika sang pasien yakin akan sembuh dengan meminum ”air keramat” maka tubuhnya akan beranjak lebih bugar. Selain menjadi media pengobatan penyakit fisik manusia, disadari ataupun tidak, air juga sering menjadi media pengobatan batin secara spiritual. Sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, masyarakat Indonesia juga banyak yang mempercayai khasiat air yang telah dido’akan oleh kyai atau ulama. Tujuannya beragam, misalnya agar dilancarkan rezeki, dimudahkan dalam menghadapi ujian, diberi keturunan, didekatkan jodoh, dan lain sebagainya. Selain itu, beberapa tempat di Indonesia yang memiliki sumber air yang dianggap suci pun dipercaya memiliki banyak khasiat bagi tubuh manusia. Namun hal ini lebih fenomenal karena air yang digunakan memang tidak sembarangan, melainkan air dari berbagai tempat yang diangap keramat maupun dari orang atau benda yang dianggap sakti. Salah satunya kasus Ponari yang sempat menjadi berita utama di berbagai media masa.</p>
<p style="text-align: justify;">Profesor Masaru Emoto, seorang peneliti dari <em>Hado Institute</em> di Tokyo, Jepang mengungkapkan suatu keanehan pada sifat air. Berdasarkan hasil pengamatannya terhadap lebih dari 2000 contoh foto kristal air yang dikumpulkannya dari berbagai penjuru dunia, Emoto menemukan bahwa partikel molekul air ternyata bisa berubah-ubah tergantung perasaan manusia di sekelilingnya, yang secara tidak langsung mengisyaratkan pengaruh perasaan terhadap klasterisasi molekul air yang terbentuk oleh adanya ikatan hidrogen. Hal itu ia sampaikan melalui sebuah buku yang berjudul <em>Message from Water</em> (<em>Pesan dari Air</em>). Emoto juga menemukan bahwa partikel kristal air terlihat menjadi &#8220;indah&#8221; dan &#8220;mengagumkan&#8221; apabila mendapat reaksi positif di sekitarnya, misalnya dengan kegembiraan dan kebahagiaan. Namun partikel kristal air terlihat menjadi &#8220;buruk&#8221; dan &#8220;tidak sedap dipandang mata&#8221; apabila mendapat efek negative di sekitarnya, seperti kesedihan dan bencana. Emoto menyimpulkan bahwa partikel air dapat dipengaruhi oleh suara musik, do’a-do’a dan kata-kata yang ditulis dan dicelupkan ke dalam air tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Penemuan Prof. Emoto tersebut mungkin dapat membuktikan bahwa fungsi air sebagai obat bagi tubuh manusia memang tidak dapat dipisahkan dari sugesti manusia itu sendiri. Hal itu juga dapat menjawab teka-teki yang beredar di masyarakat Indonesia atas penambahan khasiat pada air baik air dari tabib pengobatan alternatif, pengajian kyai, sumber mata air keramat bahkan batu dan tangan ajaib Ponari. Karena pengobatan yang mengandalkan kekuatan sugesti manusia ternyata memang sejalan dengan sifat air yang mampu dipengaruhi isi pikiran manusia itu sendiri. Namun perlu diingat, baik secara holistik maupun medis, air memang sangat penting bagi tubuh manusia. Oleh karena itu, minumlah air yang cukup untuk tetap menjaga kebugaran tubuh Anda.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Penulis: Syelvia Ikramatunnafsiah </em><em><strong></strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/air-dan-pegobatan-holistik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Blok Media Semai  (Nursery Block)</title>
		<link>http://matoa.org/blok-media-semai-nursery-block/</link>
		<comments>http://matoa.org/blok-media-semai-nursery-block/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Aug 2010 04:46:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=2401</guid>
		<description><![CDATA[Inovasi terbaru Blok Media Semai (BMS) adalah suatu bahan yang dikembangkan untuk menggantikan fungsi plastik bag di persemaian atau nursery. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-2419 alignnone" title="flyerNursery" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/08/flyerNursery.jpg" alt="" width="425" height="551" />Blok Media Semai (BMS) adalah suatu bahan yang dikembangkan untuk menggantikan fungsi plastik bag di persemaian atau nursery.   Beberapa kelebihan dari penggunaan BMS, apabila dibandingkan dengan penggunaan plastik bag, adalah :</p>
<ul>
<li>Tingkat perkecambahan bibit tumbuhan lebih tinggi daripada plastik polybag</li>
<li>Lebih praktis dan mudah digunakan</li>
<li>Bibit pada BMS dapat langsung ditanam di tanah</li>
<li>Lebih ramah lingkungan</li>
<li>Hemat biaya<span id="more-2401"></span></li>
</ul>
<p>Tersedia dalam ukuran kecil dan besar, selain bibit tanaman buah, sayur atau tanaman hutan, BMS sangat cocok digunakan pada tumbuhan kelapa sawit. BMS juga tersedia dalam bentuk packaging yang menarik, cocok untuk hadiah atau tanda terima kasih pada acara ceremonial pernikahan.</p>
<p><img class="size-full wp-image-2420 alignnone" title="Packaging" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/08/Packaging.jpg" alt="" width="425" height="386" /></p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>Bagi yang berminat bisa dipesan ke Matoa Albarits melalui</strong></em></p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>email: info@matoa.org</strong></em></p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>Telp. : (0251) 8333267/081802942111 </strong></em></p>
<p style="text-align: center;"><em><strong> <img src='http://matoa.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  <img src='http://matoa.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  <img src='http://matoa.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
</strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/blok-media-semai-nursery-block/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Eco Technology Motoring-IIMS 2010</title>
		<link>http://matoa.org/eco-technology-motoring-iims-2010/</link>
		<comments>http://matoa.org/eco-technology-motoring-iims-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Aug 2010 02:24:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita MATOA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=2384</guid>
		<description><![CDATA[Tim Matoa Albarits mengadakan kunjungan ke Indonesia International Motor Show 2010 ( IIMS ) 2010 yang bertempat di  JIEXPO Jakarta...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/08/iims-20101.jpg"><img class="size-full wp-image-2385 alignleft" title="iims-2010" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/08/iims-20101.jpg" alt="" width="223" height="314" /></a><em>Jakarta, 30 Juli 2010</em> &#8211; Tim Matoa Albarits mengadakan kunjungan ke <strong>Indonesia International Motor Show 2010 </strong>( IIMS) 2010 yang bertempat di  JIEXPO Jakarta yang berlangsung dari tanggal 23 Juli – 1 Agustus 2010. Acara ini menarik perhatian kami karena acara tersebut mengusung tema  “<em>Eco-Technology Motoring</em>.” Kita ketahui bersama bahwa kendaraan bermotor merupakan penyumbang emisi CO<sub>2</sub> terbesar di bumi ini. Sekarang banyak perusahaan yang gencar mengeluarkan <em>Eco Product</em> dan program-program CSR lainnya yang berkaitan dengan penanganan isu global warming. Ada beberapa stand perusahaan yang konsisten akan <em>Eco Product</em> dan CSR berkaitan dengan lingkungan. Beberapa diantaranya yaitu :</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/08/DSCN83081.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-2386 alignleft" title="DSCN8308" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/08/DSCN83081-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><strong>PT. Sumi Rubber Indonesia (DUNLOP)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">“Green” adalah filosofi yang mendasari seluruh kegiatan CSR Sumitomo Rubber Group (Dunlop), yaitu berupa penanaman pohon di tempat-tempat dimana DUNLOP berada di seluruh dunia. Dalam rangka peringatan ulang tahun ke- 100 pada tahun 2009 lalu, seluruh pusat operasi domestik dan internasional mengambil bagian dalam Proyek Acorn – yaitu proyek penanaman sejuta pohon di area setempat hingga 20 tahun  kedepan.</p>
<p style="text-align: justify;">Adapun PT. Sumi Rubber Indonesia kedepan akan menjalankan beberapa rencana terkait dengan penghijauan yang terinpirasi dari beberapa kegiatan CSR di pabrik Dunlop yang ada di Jepang yaitu :</p>
<p style="text-align: left;">1. Penghijauan pabrik yang ada di luar negeri,</p>
<p>Total 70.000 pohon</p>
<p style="text-align: left;">2. Penanaman pohon di luar negeri,</p>
<p style="text-align: justify;">Sepanjang tahun 2008, para karyawan telah menanam 10.105 pohon di pabrik Changshu dan Zhongshan di  China, juga di Indonesia dan Thailand. Rencana 2009 mencakup penanaman pohon dan membangun tempat peristirahatan di sepanjang Pacific Electric Trail (jalur sepeda sepanjang  <span style="text-decoration: underline;"><sup>+</sup></span> 40 km antara San Dimas dan San Bernadino, California.</p>
<p style="text-align: left;">3. penghijauan pabrik yang ada di dalam negeri,</p>
<p>Total 200.000 pohon – 10.000&#215;20 tahun</p>
<p style="text-align: left;">4. Satu “Pohon Peringatan” saat karyawan pensiun,</p>
<p style="text-align: justify;">Pabrik di Shirakawa mengembangkan peremajaan area hutan yang ada di sebelah timur lokasi pabrik. Pada tahun 2008, setelah merampungkan pemotongan daun dan menebarkannya di sepanjang jalur, para karyawan pun  menanam 320 bibit pohon cherry. Dipabrik Nagoya, para karyawan ingin menyumbangkan ‘pohon peringatan’ saat mereka pensiun. Untuk itu Hutan Pohon Pensiunan pun dibentuk di bagian utara pabrik pada tahun 2007. Sementara Hutan Pohon Buah dibentuk di sebelah timur pabrik dengan jenis-jenis yang menghasilkan bebuahan seperti fig, bayberry, dan pohon mikan Jepang. Pada tahun 2009, kantor pusat dan delapan pabrik serta kantor cabang menjadi bagian dalam penanaman pohon yang dipilih untuk melambangkan peringatan 100 tahun Sumitimo Rubber.</p>
<p style="text-align: left;">5. Penanaman pohon Mangrove,</p>
<p>Total 330.000 pohon – 110.000 x 3 tahun</p>
<p style="text-align: left;">6. Beli ban tanam sebatang pohon,</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tahun 2009, Dunlop Group membentuk Tim yang mempromosikan penanaman pohon dengan cara setiap pembelian 4 ban seri tertentu(eco product)  akan menanam satu bibit pohon mangrove. Dengan program ini, pelanggan mempunyai kesempatan untuk ikut memberi kontribusi pada program peremajaan hutan. Dan pada Juli 2009, Dunlop Group memulai program penanaman pohon mangrove ini di Thailand.</p>
<p style="text-align: left;">7. Proyek Acorn,</p>
<p>Total 400.000 pohon – 20000 x 20 tahun</p>
<p style="text-align: left;">8. Fun Rally Dunlop</p>
<p style="text-align: justify;">Merupakan bentuk CSR PT. Sumi Rubber Indonesia (Dunlop) mengambil di tempat di pantai wisata Samudera Baru, Kelurahan Sungai Buntu, Kecamatan Pedes, Karawang. Kegiatan yang dilakukan antara lain pembersihan kawasan pantai, penanaman pohon bakau (mangrove) yang merupakan rangkaian target perusahaan untuk menanam 5.000 pohon sepanjang 2009 yang lalu. Serta langkah antisipatif terhadap abrasi yang semakin tinggi. Sementara untuk tahun 2010, kegiatan bakti sosial dan penanaman pohon bakau yang  dilangsungkan pada tanggal 9-10 Januari di Anyer, Banten.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam ajang Indonesia International Motor Show 2010, Dunlop juga memboyong Enasave 97.<br />
Dunlop menyatakan, ban ini tidak hanya ramah lingkungan saat pemakaian. Bahkan pada proses produksi Enasave 97 telah menggunakan 97 % bahan baku bukan berbahan dasar fosil, sehingga lebih ramah lingkungan. Emisi CO2 saat pemrosesan produksi juga berkurang 1%.<br />
Saat digunakan Enasave bisa mengurangi gesekan hingga 35 persen. Tentunya akan membuat tingkat efisiensi bahan bakar meningkat. Selain itu, tingkat pembuangan CO2 juga berkurang.<br />
Demikian juga saat ban itu sudah tidak dipakai. Rasio biomassa sebanyak 57% akan memudahkan ban ini terurai. CO2 pun bisa berkurang hingga 94 %.</p>
<p><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/08/DSCN83131.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-2387 alignleft" title="DSCN8313" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/08/DSCN83131-150x120.jpg" alt="" width="150" height="120" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><strong>PT. Astra Daihatsu Motor (DAIHATSU)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Berbeda dengan Dunlop, Daihatsu mengusung tema “Teknologi Sahabat Bumi,” berkomitmen selalu menjaga kelestarian alam dengan terus melakukan inovasi menghasilkan mobil <em>compact modern</em>, dengan kapasitas sesuai kebutuhan masyarakat umum, hemat bahan bakar, dan rendah emisi gas buang serta harga yang terjangkau. Produk Daihatsu yang compact selalu selaras dengan lingkungan global. Daihatsu akan terus berinovasi untuk hidup harmonis dengan lingkungan yang lebih berkualitas. Daihatsu terus meningkat teknologi mesinnya untuk mengurangi emisi CO<sub>2</sub> dan mengembangkan fuel cell untuk mencapai zero emission dengan  tahapan sebagai berikut:</p>
<p>1. Mesin teknologi “<em>Eco-Idle</em>”</p>
<p style="text-align: justify;">Mesin ini dilengkapi suatu sistem yang menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna dan meminimumkan keluaran gas CO<sub>2</sub> serta efisiensi konsumsi bahan bakar.</p>
<p>2. Mesin teknologi “<em>Active Ignition</em>”</p>
<p style="text-align: justify;">Mesin ini menghasilkan pengapian yang lebih kuat sehingga penggunaan bahan bakar menjadi 30% lebih hemat dibanding mesin yang ada saat ini.</p>
<p>3. Mesin teknologi <em>Fuel Cell</em></p>
<p style="text-align: justify;">Mesinyang menggunakan teknologi <em>‘Alkali –Hydrazine Hydrate</em>’(emisi air dan nitrogen serta zero CO<sub>2</sub>) sehingga lebih ramah lingkungan.</p>
<p><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/08/DSCN83201.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-2388 alignleft" title="DSCN8320" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/08/DSCN83201-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><strong>PT. Toyota Astra Motor (TOYOTA)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Satu lagi yang menarik perhatian adalah mobil ramah lingkungan yang dibuat oleh Toyota, yaitu mobil bertenaga listrik. Selain itu juga Toyota juga berkomitmen penuh dengan pelestarian lingkungan dengan mengadakan berbagai kegiatan pelestarian sebagai bentuk program CSR-nya salah satunya adalah kegiatan <em>Car For  Tree</em> dan <em>Toyota Forest</em> dan <em>Green Hero</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi sekarang jangan lagi salah pilih, pilihlah produk-produk yang ramah lingkungan dengan perusahaan yang sangat peduli dengan <strong>l</strong>ingkungan, Demi masa depan yang lebih hijau!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/eco-technology-motoring-iims-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lebah Madu Raksasa (Apis Dorsata)</title>
		<link>http://matoa.org/lebah-madu-raksasa-apis-dorsata/</link>
		<comments>http://matoa.org/lebah-madu-raksasa-apis-dorsata/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Aug 2010 02:14:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>matoa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=2362</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa orang menyebut lebah ini dengan sebutan lebah madu raksasa, ada juga yang menyebutnya dengan lebah madu hutan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><a href="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/08/Sarang-tawon-copy1.jpg"><img class="size-full wp-image-2364 aligncenter" title="Sarang tawon copy" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2010/08/Sarang-tawon-copy1.jpg" alt="" width="314" height="116" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Bentuknya setengah lingkaran besar, dari jauh tampak berwarna hitam kecoklatan, menempel di cabang-cabang pohon yang tinggi, sesekali tampak bergoyang-goyang ditiup angin. Ya…itu adalah sarang lebah madu. Lebah madu memang suka bersarang di pohon-pohon. Lebah madu ini berbeda dengan lebah madu yang sering ditemui dan dipelihara di peternakan lebah umumnya. Ini adalah lebah madu hutan, yang berukuran besar dan liar. Sampai saat ini belum ada informasi yang menyatakan bahwa lebah ini dapat diternakkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Lebah termasuk ke dalam <strong>Ordo Hymenoptera</strong> (serangga bersayap jala), nama kelompok familinya adalah <strong>Apidae</strong>, dan nama jenisnya adalah <strong><em>Apis dorsata</em></strong>. Lebah merupakan serangga sosial seperti semut dan rayap, artinya hidup berkelompok, dengan jumlah individu yang sangat banyak, dan membuat sarang. Di dalam sarang terdapat seekor ratu (<em>queen</em>) yang berjenis kelamin betina, ratusan ribu lebah pekerja betina(<em>workers</em>), dan ratusan lebah pejantan (<em>drones</em>). Dalam satu koloni, ratu dapat dikenali dengan mudah karena ukurannya paling besar diantara individu-individu lainnya. Sang ratu tugasnya kawin kemudian bertelur di dalam sarang. Pekerja yang jumlahnya sangat banyak tugasnya membersihkan sarang, memberi makan anakan lebah, mencari makan dan menjaga sarang dari gangguan hewan pemangsa. Lebah jantan tugasnya hanya mengawini ratu dan makan saja di dalam sarang. Lebah jantan akan diusir dari sarang oleh lebah pekerja setelah mengawini lebah ratu.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa orang menyebut lebah ini dengan sebutan lebah madu raksasa, ada juga yang menyebutnya dengan lebah madu hutan. Lebah ini memang berukuran paling besar diantara jenis lebah madu yang lain seperti <em>Apis mellifera</em>, <em>Apis cerana</em>, <em>Apis andreniformis</em> dll. Ukurannya sekitar 2x lipat ukuran lebah madu yang biasa diternakkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pohon-pohon dan tebing-tebing batu yang sangat tinggi menjadi pilihannya untuk membangun sebuah sarang. Sarang yang dibangun hanya satu sisir (<em>single comb</em>). Tidak seperti lebah madu lainnya yang membangun sarang dengan banyak sisir <em>(combs</em>). Sering ditemukan sarang berada pada ketinggian sekitar 20-30 m di atas permukaan tanah menggantung di cabang pohon atau menempel di tebing batu. Apabila didekati ukuran sarang sangat besar sekali. Diameter sarang bisa mencapai 0.5 – 2 m, sedangkan panjangnya sekitar 0.5 – 1 m.</p>
<p style="text-align: justify;">Meskipun sering ditemukan bersarang di pohon-pohon yang tinggi, ada juga pencari madu yang menemukan lebah ini bersarang pada pohon-pohon rendah, bahkan sarangnya sampai akan menyentuh tanah. Kalaupun ditemukan di pohon-pohon rendah sarang terletak agak tersembunyi diantara semak-semak yang tumbuh tinggi. Pada saat musim hujan, lebah ini banyak ditemukan di hutan, alasannya karena pohon-pohon di hutan umumnya berbunga pada saat musim hujan. Sedangkan pada saat musim kemarau lebah ini sering ditemukan bersarang di pohon-pohon yang berada di dekat perkampungan, karena pohon-pohon yang umum ditemukan di perkampungan berbunga terus-menerus.</p>
<p style="text-align: justify;">Lebah ini termasuk lebah migran, yaitu lebah yang melakukan migrasi atau berpindah-pindah tempat. Di Kebun Raya Bogor, berdasarkan penelitian, lebah-lebah ini mulai datang pada bulan Juni/Juli, kemudian menetap sampai sekitar bulan Februari/Maret, setelah bulan-bulan itu tidak ditemukan keberadaannya. Belum diketahui dengan jelas kearah mana pindahnya lebah-lebah tersebut. Uniknya, lebah ini akan bersarang pada pohon yang pernah ditempati sebelumnya. Jadi bisa ditandai pohon-pohon yang pernah ditempati sarang sebelumnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain perilakunya yang unik, lebah merupakan serangga yang menguntungkan karena menghasilkan madu yang dapat dimanfaatkan oleh manusia sebagai obat. Madu yang dihasilkan oleh lebah madu raksasa ini paling banyak bila dibandingkan dengan lebah madu jenis lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber : Dina Maulinda</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/lebah-madu-raksasa-apis-dorsata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
