<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>MATOA</title>
	<atom:link href="http://matoa.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://matoa.org</link>
	<description>Green Magz</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 May 2013 03:47:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<br />
<b>Warning</b>:  call_user_func_array() [<a href='function.call-user-func-array'>function.call-user-func-array</a>]: First argument is expected to be a valid callback, 'mytheme_rss_version' was given in <b>/home/matoaorg/public_html/wp-includes/plugin.php</b> on line <b>173</b><br />

		<item>
		<title>Kenapa satwa liar tidak boleh dijadikan binatang peliharaan?</title>
		<link>http://matoa.org/kenapa-satwa-liar-tidak-boleh-dijadikan-binatang-peliharaan/</link>
		<comments>http://matoa.org/kenapa-satwa-liar-tidak-boleh-dijadikan-binatang-peliharaan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 May 2013 03:42:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya pelihara satwa liar]]></category>
		<category><![CDATA[satwa langka]]></category>
		<category><![CDATA[satwa liar]]></category>
		<category><![CDATA[zoonosis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=8806</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Satwa liar merupakan binatang yang hidup di darat atau air yang masih memiliki sifat liar baik yang hidup bebas di alam liarnya ataupun yang dipelihara manusia. Indonesia sebagai negara &#8230; <div class="next-bttn"><a href="http://matoa.org/kenapa-satwa-liar-tidak-boleh-dijadikan-binatang-peliharaan/">Baca Selengkapnya</a></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_8807" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://matoa.org/kenapa-satwa-liar-tidak-boleh-dijadikan-binatang-peliharaan/3792125550_6fdf616c86/" rel="attachment wp-att-8807"><img class="size-medium wp-image-8807" alt="Pongo pygameus. BUkan untuk dipelihara sendiri loh? Sumber : flickr/Acinet@" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2013/05/3792125550_6fdf616c86-300x199.jpg" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text"><em>Pongo pygmaeus,</em> Bukan untuk dipelihara sendiri loh? Sumber : flickr/Acinet@</p></div>
<p>Satwa liar merupakan binatang yang hidup di darat atau air yang masih memiliki sifat liar baik yang hidup bebas di alam liarnya ataupun yang dipelihara manusia. Indonesia sebagai negara dengan tingkat keanekaragaman hayati tinggi tentunya memiliki banyak sekali satwa liar baik yang populasinya terancam dan dalam status dilindungi ataupun satwa liar yang populasinya tidak terancam dan sering ditemui di hutan.</p>
<p>Jika kita melihat di masyarakat banyak sekali yang masih memelihara satwa liar dengan berbagai alasan seperti rasa kasihan, rasa bangga memelihara satwa dilindungi, atau dikarenakan kelucuan dan keunikan satwa tersebut hingga dapat meningkatkan gengsi atau status sosial si pemilik di masyarakat. Hal inilah yang menjadi salah kaprah yang terjadi di masyarakat dikarenakan tidak tahu resiko yang harus ditanggung ketika memelihara satwa liar. Berikut beberapa alasan lebih jelas kenapa tidak boleh memelihara satwa liar, apalagi satwa yang dilindungi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><b>1. Memelihara satwa liar merupakan tindakan ilegal dan melanggar hukum</b></p>
<p>Memelihara beberapa jenis satwa liar tertentu terutama yang dilindungi merupakan tindakan melanggar hukum negara. Sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan pemerintah UU RI No. 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya, Pada Pasal 21 ayat 2 disebutkan bahwa bagi pelanggar akan dikenai sanksi berupa pidana penjara 5 tahun atau denda paling banyak 100.000.000 (seratus juta rupiah). Untuk kasus tertentu seperti perdagangan dan sebagainya dapat dilihat lebih lanjut status satwa tersebut di CITES (<i>Convention International Trade of Endangered Species). </i></p>
<p><b>2. Kita tidak dapat mendomestikasi satwa liar</b></p>
<p>Dibutuhkan waktu berabad-abad untuk dapat melakukan domestikasi satwa liar menjadi satwa yang dapat hidup berdampingan dengan manusia. Kucing dan anjing yang berhasil didomestikasi sendiri membutuhkan waktu hingga seribu tahun untuk dpaat dijadikan binatang peiharaan. Demikian juga sapi, kambing, dan beberapa hewan ternak yang berhasil didomestikasi oleh nenek moyang kita.</p>
<p><b>3. Satwa liar dapat menjadi agen pembawa penyakit</b></p>
<p>Resiko yang dapat diakibatkan dari memelihara satwa liar adalah beragam kemungkinan penyakit baru yang dapat diakibatkan kontak antara satwa liar dengan manusia yang semakin dekat. Lingkungan satwa liar yang hidup di hutan dan jauh dari masyarakat merupakakan reservoir agen seperti virus, bakteri, protozoa, termasuk vektornya yang tidak pernah bersentuhan langsung dengan lingkungan hidup manusia. Semakin dekat batas antara satwa liar dengan manusia dapat mengakibatkan agen (virus, bakteri, protozoa, ataupun vektor) yang sebelumnya tidak bersentuhan dengan manusia dapat terpapar dan menyebabkan penyakit baru yang muncul (emerging disease). Penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia disebut juga zoonosis.</p>
<p>Contoh zoonosis yang muncul dan ditularkan melalui kontak dengan satwa liar contohnya West Nile Virus, Ebola, Flu burung, dan flu babi. Spesies tertentu juga dapat menularkan penyakit tertentu misalnya resiko dari memelihara primata (rabies, TBC, kecacingan), dan reptil atau amphibi liar (salmonelosis akut).Berbagai alasan telah disebutkan mengapa satwa liar tidak seharusnya dipelihara secara individu. Jika anda menemukan satwa liar baik di rumah ataupun di jalan, hal yang dapat dilakukan yaitu menghubungi pihak berwenang BKSDA (Balai Konservasi sumber Daya Alam) setempat untuk mengamankan satwa tersebut.</p>
<p>Ayo jaga kelestarian satwa liar Indonesia? daripada dipelihara sendiri, yuk kita lestarikan satwa liar kita dari habitat aslinya dengan cara menjaga kelestarian hutan dan tidak merusak lingkungan. Salam hijau.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/kenapa-satwa-liar-tidak-boleh-dijadikan-binatang-peliharaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 spesies hewan favorit dunia</title>
		<link>http://matoa.org/10-spesies-hewan-favorit-dunia/</link>
		<comments>http://matoa.org/10-spesies-hewan-favorit-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 May 2013 10:10:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[satwa endemik]]></category>
		<category><![CDATA[satwa favorit\]]></category>
		<category><![CDATA[satwa langka]]></category>
		<category><![CDATA[satwa liar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=8799</guid>
		<description><![CDATA[&#160; ARkive, lembaga non-profit yang bekerja secara global untuk mempromosikan keanekaragaman hayati dan alam melalui fotografi, merayakan ulang tahunnya yang ke-10 dengan melakukan survei tentang hewan favorit di dunia. Dari &#8230; <div class="next-bttn"><a href="http://matoa.org/10-spesies-hewan-favorit-dunia/">Baca Selengkapnya</a></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_8800" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://matoa.org/10-spesies-hewan-favorit-dunia/animals/" rel="attachment wp-att-8800"><img class="size-large wp-image-8800" alt="Satwa favorit dunia, Sumber : arkive" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2013/05/animals-600x406.jpg" width="600" height="406" /></a><p class="wp-caption-text">Satwa favorit dunia, Sumber : arkive</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>ARkive, lembaga non-profit yang bekerja secara global untuk mempromosikan keanekaragaman hayati dan alam melalui fotografi, merayakan ulang tahunnya yang ke-10 dengan melakukan survei tentang hewan favorit di dunia. Dari hasil survei yang berasal dari 14.000 responden yang tersebar di 162 negara didapatkan &#8220;10 spesies hewan favorit dunia&#8221;. Yang cukup unik dari hasil survei ini yaitu hewan yang dinobatkan menjadi hewan favorit bukan spesies ikonik seperti harimau (nomor 2) dan beruang kutub (nomor 10), justru berupa burung cantik asal Selandia baru, <b>Kakapo</b>. Berikut daftar lengkapnya :</p>
<p><b>#1 Kakapo</b></p>
<p>Bagi kita yang di Indonesia, mungkin banyak yang tidak kenal spesies ini, Kakapo yang memiliki nama latin  <i>Strigos habroptila </i>merupakan satwa endemik yang hanya ditemui di Selandia Baru. Hewan ini masuk dalam daftar <i>Critically Endangered</i> oleh IUCN, memiliki tubuh besar, dan walaupun masuk dalam spesies burung, burung ini tidak dapat terbang. Hewan ini juga hanya satu-satunya golongan kakaktua yang tidak dapat terbang. Warna bulu spesies ini hijau dengan bintik-bintik coklat atau kekuningan yang digunakan untuk kamuflase.</p>
<p><b>#2 Harimau</b></p>
<p>Siapa yang tidak kenal dengan hewan bernama latin Panthera tigris ini. Terdapat 9 jenis subspesies dari harimau dan 3 diantaranya telah punah pada awal abad 20-an yaitu <i>Panthera tigris balica</i> (Harimau bali), <i>P.t. sondaica</i> (Harimau Jawa), dan <i>P.t. virgata</i> (Harimau Kaspian). Saat ini jenis harimau yang masih dapat ditemui yaitu Harimau Siberia, harimau China Selatan, harimau Sumatera, Harimau Indochina, Harimau Malayan, dan hariamu Bengal.</p>
<p><b>#3 Gajah Afrika</b></p>
<p>Hewan mamalia terestrial terbesar ini (<i>Loxodonta africana</i>) dapat mencapai lebar 4 meter dan berat hingga 10 ton. Gajah Afrika juga memiliki kapasitas otak yang besar dibandingkan hewan darat lainnya serta tulang hewan ini mencapai 25% dari bobot total berat tubuhnya. Berbeda dengan satwa lainnya, gajah afrika memilki keunikan yaitu hewan ini tetap tumbuh walaupun pertumbuhannya akan melambat seiring dengan usia dewasa kelamin.</p>
<p><b>#4 Serigala abu-abu</b></p>
<p>Hewan ini masuk dalam Famili Canid terbesar. <i>Canis lupus </i>telah menjadi ikon mengilhami banyak karya sastra mengenai serigala. Bentuk tubuh hewan ini tampak seperti anjing lokal besar, namun memiliki kaki lebih panjang, lebih lebar, bidang dada yang lebih sempit, dan ekor yang lurus.</p>
<p><b>#5 Beruang kutub</b></p>
<p>Beruang kutub (<i>Ursus maritimus</i>) merupakan karnivor terbesar yang hidup di daratan, dengan pejantan dapat memiliki tinggi badan mencapai 2,6 m. Dibandingkan dengan jenis beruang lainnya, beruang kutub dapat dibedakan dari warna bulu serta habitat hidupnya yang di daerah kutub. Hampir seluruh bagian tubuh hewan ini ditutupi rambut tebal kecuali telapak kaki dan ujung hidungnya yang berwarna hitam. Saat bunting, hewan ini dapat memiliki bobot mencapai 500 kg untuk menyimpan cadangan lemak tubuh.</p>
<p><b>#6 Panda Merah</b></p>
<p>Hewan populer ke-6 bukannya Panda namun justru Panda merah. Dengan bentuk morfologi yang memiliki kemiripan antara rakun dengan beruang, sehingga sempat terjadi perdebatan antara peneliti sejak pertama kali ditemukan pada 1825. <i>Ailurus fulgens </i>saat ini dikategorikan dalam rakun, namun dipisahkan subfamili Ailurainae. Warna bulunya yang merah kecoklatan merupakan kamuflase agar dapat disamarkan dengan daerah hidupnya yaitu di batang-batang pohon.</p>
<p><b>#7 Cheetah</b></p>
<p>Cheetah termasuk hewan mamalia darat tercepat (<i>Acinox jubatus</i>) yang dapat beradaptasi untuk berlari melintasi padang. Kemampuan berlari hewan ini ditunjang dengan dada panjang dan ruang dada yang luas, serta spesies ini memiliki pinggang ramping dengan tulang belakang fleksibel. Berbeda dengan kucing, cheetah memiliki kuku yang tidak dapat keluar secara keseluruhan.  Hewan ini berpostur mirip dengan kucing dengan warna bulu kekuningan dan bintik-bintik hitam.</p>
<p><b>#8 Leopard salju</b></p>
<p>Leopard salju <i>(Panthera uncia)</i> merupakan spesies leopard yang memiliki bulu berwarna abu-abu dengan corak kekuningan dan pola bintik mekar berwarna gelap. Leopard salju dapat beradaptasi di daerah dingin, memiliki bulu tebal mencapai lebih dari 7 cm. Keunikan hewan ini memiliki ekor yang panjang mencapai 1 meter yang dapat berguna untuk menghangatkan tubuh dengan cara melingkari bagian tubuh terutama yang tidak memiliki bulu seperti telapak kaki saat hewan ini istirahat.</p>
<p><b>#9 Orang utan</b></p>
<p>Satwa orang utan ini merupakan satwa yang juga dapat ditemui di Indonesia, terutama di habitat aslinya di Pulau Kalimantan. Spesies <i>Pongo pygameus</i> ini merupakan satu-satunya spesies kera yang terdapat di Asia.</p>
<p><strong>#10 Leopard amur</strong></p>
<p>Leopard amur masuk  dalam daftar hewan yang dinyatakan terancam kritis keberadaannya oleh IUCN. Diperkirakan populasinya hanya 35 di alam aslinya. Hewan ini termausk dalam 10 jenis subspesies leopard yang masih masih ada di dunia. Hewan ini memiliki bentuk tubuh sepertio harimau dengan warna bulu dara putih, berpola kotak-kotak, dengan warna hitam kecoklatan.</p>
<p>Kita harus bangga ada 2 satwa Indonesia yang masuk dalam daftar spesies satwa favorit dunia. Yuk jaga keanekaragaman satwa kita dengan cara tidak merusak habitat satwa liar tersebut. Salam hijau.</p>
<p>sumber : www.arkive.org</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/10-spesies-hewan-favorit-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Matoa Writing Contest : JERITAN LERENG BUNGBRUN GUNUNG PAPANDAYAN</title>
		<link>http://matoa.org/matoa-writing-contest-jeritan-lereng-bungbrun-gunung-papandayan/</link>
		<comments>http://matoa.org/matoa-writing-contest-jeritan-lereng-bungbrun-gunung-papandayan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 May 2013 10:41:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[matoa writing contest]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=8794</guid>
		<description><![CDATA[JERITAN LERENG BUNGBRUN GUNUNG PAPANDAYAN (kisah tragis dampak kebakaran hutan di gudang keanekaragaman hayati) Kebakaran hutan yang melanda kawasan Gunung Papandayan pada akhir tahun 2012 lalu telah menyisakan duka yang &#8230; <div class="next-bttn"><a href="http://matoa.org/matoa-writing-contest-jeritan-lereng-bungbrun-gunung-papandayan/">Baca Selengkapnya</a></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p align="center">JERITAN LERENG BUNGBRUN GUNUNG PAPANDAYAN</p>
<p align="center">(kisah tragis dampak kebakaran hutan di gudang keanekaragaman hayati)</p>
<p style="text-align: left;" align="center"><span style="text-align: left;">Kebakaran hutan yang melanda kawasan Gunung Papandayan pada akhir tahun 2012 lalu telah menyisakan duka yang begitu besar, Lereng Bungbrun (bagian dari Gunung Papandayan) mengalami kerusakan paling dahsyat, bagaimana tidak, seluruh tutupan hutan tropis pegunungan di wilayah itu luluh lantah dengan hanya menyisakan puing-puing kayu yang telah menjadi arang, sebagian lagi masih berdiri berupa tiang-tiang yang gosong.  Mereka merasakan dirinya dibakar hidup-hidup waktu itu, tak hanya itu, mungkin ribuan organisme tanah mati tanpa mampu menyelamatkan diri, burung-burung jatuh bergelimpangan, serangga-serangga ikut gosong. </span></p>
<div id="attachment_8795" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://matoa.org/matoa-writing-contest-jeritan-lereng-bungbrun-gunung-papandayan/artikel-untuk-eco-writing-contes-ichsan-1/" rel="attachment wp-att-8795"><img class="size-large wp-image-8795" alt="Papandayan Pasca Kebakaran September 2012, Foto: Courtesy Ichsan Suwandhi" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2013/05/Artikel-untuk-Eco-Writing-Contes-Ichsan-1-600x299.jpg" width="600" height="299" /></a><p class="wp-caption-text">Observasi Lereng Bungbrun di Gunung Papandayan Pasca Kebakaran September 2012, Foto: <em>Courtesy</em> Ichsan Suwandhi</p></div>
<p align="center">
<p> Mang Ipin dan Mang Ujang (Petugas BKSDA) yang sehari-hari mengurus Cagar Alam Papandayan begitu trenyuh dan berkali-kali mengelus dada sembari menunjukkan wajah kesedihannya.  Upaya pemadaman swadaya yang dilakukan bersama para voulentair lingkungan dengan peralatan seadanya tetap tak mampu menakhlukkan raja api yang begitu besar, lereng dan jurang yang begitu terjal menyulitkan tim fire rescue ini untuk memadamkan api.  Kawan-kawan berusaha mencegah api tidak menjalar lebih luas dengan membuat sekat-sekat bakar.  Salut kepada mereka yang telah berkorban mempertaruhkan keselamatan dirinya demi sekantong keanekaragaman hayati di Lereng Bungbrun.  Hanya dalam waktu beberapa saat seluas kurang lebih 30 ha ekosistem hutan tropis pegunungan dengan berbagai keanekaragaman hayatinya yang dimilikinya musnah, luluh lantah, gosong dengan kepulan asap tebal, semua diam tak bergeming, begitu miris dan tragis tragedi ini.  Tak terbayangkan bila ini terjadi pada kita terbakar hidup-hidup. Tidak hanya itu, pipa-pipa pralon untuk mengalirkan air bersih yang yang selama ini menjadi hajat hidup masyarakat sekitar di lereng itu pun rusak dilalap api, menyisakan derita dan tangis memilukan.</p>
<p>Setelah 3 bulan berlalu, aku bersama Eko (asistenku) diajak Mang Ipin dan Mang Ujang menyaksikan sisa-sisa kebakaran ini, betul-betul memprihatinkan hutan kita, namun Mang Ipin dengan senyumnya selalu optimis, selain proses suksesi yang terjadi, kita akan tanami kembali hutan rusak ini, keceriaan Mang Ipin dan Mang Ujang dengan kesungguhan kerjanya yang tanpa pamrih perlu kita acungi jempol, walaupun kesejahteraannya kurang mendapat perhatian, tapi dia tetap enjoy melaksanakan tugas-tugasnya.  Marilah kita contoh etos kerja kedua petugas Cagar Alam Papandayan ini, dengan kemampuan yang ada pada kita untuk mendukung lestarinya hutan tropis kita.</p>
<p>Kini areal bekas kebakaran itu sedang aku teliti, mengamati proses suksesi yang terjadi, ada harapan besar dari areal ini yang mengisayaratkan kepadaku untuk ingin kembali pulih.  Disana-sini mulai terlihat anakan-anakan alam Haruman (<i>Paraserianthes lophanta</i>) mulai tumbuh menjadi jenis tumbuhan pionir.  Dengan segenap dedikasi yang kita miliki, marilah kita dukung dan jaga proses suksesi ini dengan tidak mengganggu areal.  Semoga tulisan ini bermanfaat bagi semua pihak dan meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian hutan tropis. Salam Hijau.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Oleh : Ichsan Suwandhi (Forest Ecologist of SITH ITB)</p>
<p>&nbsp;</p>
<div>
<div></div>
</div>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/matoa-writing-contest-jeritan-lereng-bungbrun-gunung-papandayan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beda monyet dan kera?</title>
		<link>http://matoa.org/beda-monyet-dan-kera/</link>
		<comments>http://matoa.org/beda-monyet-dan-kera/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 08:33:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Suryakanta]]></category>
		<category><![CDATA[apes]]></category>
		<category><![CDATA[kera]]></category>
		<category><![CDATA[kera dan monyet]]></category>
		<category><![CDATA[monkey]]></category>
		<category><![CDATA[monyet]]></category>
		<category><![CDATA[perbedaan kera monyet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=8786</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Banyak sekali diantara kita yang kebingungan membedakan mana yang kera dan monyet? atau keduanya baik kera ataupun monyet sama?  Monyet dan kera merupakan dua jenis satwa yang berbeda. Keduanya &#8230; <div class="next-bttn"><a href="http://matoa.org/beda-monyet-dan-kera/">Baca Selengkapnya</a></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_8788" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://matoa.org/beda-monyet-dan-kera/monyet-dan-kera/" rel="attachment wp-att-8788"><img class="size-medium wp-image-8788" alt="monyet dan kera" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2013/05/monyet-dan-kera-300x146.jpg" width="300" height="146" /></a><p class="wp-caption-text">monyet dan kera</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Banyak sekali diantara kita yang kebingungan membedakan mana yang kera dan monyet? atau keduanya baik kera ataupun monyet sama?  Monyet dan kera merupakan dua jenis satwa yang berbeda. Keduanya memang memiliki kemiripan dan kesamaan yaitu sama-sama dari golongan primata. Bahkan manusia pun sebenarnya juga termausk dalam primata. Lantas apa beda monyet dan kera?</p>
<p>Monyet dan kera merupakan satwa mamalia yang termasuk dalam ordo Primata. Primata berasal dari kata <b><i>primates </i></b>yang berarti &#8220;yang pertama, terbaik, atau mulia&#8221;. Di dalam ordo ini termasuk lemur, tarsius,monyet, kera, dan manusia. Seluruh primata identik dengan ciri memiliki 5 jari terpisah (<em>pentadactyly</em>). Untuk lemur dan tarsius cukup mudah dibedakan dilihat dari ukuran tubuh dan bentuk fisiknya. Bagaimana dengan kera atau monyet? Berikut perbedaan monyet dan kera dilihat dari :</p>
<p><b>Klasifikasi ilmiah</b></p>
<p>Kera (<i>apes</i>) dan monyet (<i>monkeys</i>), keduanya berasal dari sub-famili yang berbeda. Kera (apes) berasal dari super-famili Hominoidea yang dibagi menjadi 5 genus yaitu <i>Homo </i>(manusia), <i>Pan</i> (simpanse), <i>Gorrila</i> (gorila),<i> Pongo </i>(pongo), dan<i> Hylobates</i> (gibbon). Sedangkan untuk monyet termasuk dalam superfamili Cercopithecidae.</p>
<p>Kera memiliki bentuk lengan lebih panjang dibandingkan kakinya. Kera menggunakan lengan untuk bergantungan di cabang atau ranting pepohonan. Kera juga dapat berjalan dengan menggunakan kedua kakinya. Monyet memiliki ukuran lengan hampir sama atau bahkan lebih pendek dibandingkan ukuran kakinya. Monyet umumnya berjalan dengan keempat kakinya dan tidak terbiasa bergelantungan. Jika kera tidak mempunyai ekor, berbeda dengan monyet yang memiliki ekor panjang, cara inilah yang paling mudah untuk membedahkan antara kera atau monyet yaitu dilihat dari ekornya. Ukuran perbandingan otak dengan tubuh kera juga lebih besar dibandingkan monyet.</p>
<p><b>Tingkah laku</b></p>
<p>Perbedaan tingkah laku antara kera dan monyet dapat diakibatkan karena perbedaan volume otak. Volume otak pada kera lebih besar dibandingkan monyet sehingga kera dapat menggunakan alat-alat untuk berburu. Berbeda dengan monyet yang tidak dapat menggunakan alat-alat khusus untuk mendapatkan makanan. Habitat kera di alamnya yang bersifat terestrial-semi terestrial, berbeda dengan monyet yang bersifat arbotrial (tinggal di pohon). Kera juga lebih tergantung pada penglihatan dibandingkan penciumananya, oleh karena itu hidung kera lebih pendek dibandingkan monyet.</p>
<p>sumber : science.howstuffworks.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/beda-monyet-dan-kera/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Permata di Taman Nasional Komodo</title>
		<link>http://matoa.org/permata-di-taman-nasional-komodo/</link>
		<comments>http://matoa.org/permata-di-taman-nasional-komodo/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 04:10:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Taman Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[komodo]]></category>
		<category><![CDATA[pulau komodo]]></category>
		<category><![CDATA[pulau rinca]]></category>
		<category><![CDATA[taman nasional komodo]]></category>
		<category><![CDATA[varranus komodoensis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=8778</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Taman Nasional Komodo merupakan taman nasional yang terdiri dari beberapa pulau dengan perairan dan lautnya serta terletak di antara Pulau Flores (Nusa Tenggara Timur) dan Pulau Sumbawa (Nusa Tenggara &#8230; <div class="next-bttn"><a href="http://matoa.org/permata-di-taman-nasional-komodo/">Baca Selengkapnya</a></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_8779" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://matoa.org/permata-di-taman-nasional-komodo/1244303531_e291ea2a4b/" rel="attachment wp-att-8779"><img class="size-medium wp-image-8779" alt="Komodo, Foto: Flickr/kimtravels" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2013/05/1244303531_e291ea2a4b-300x224.jpg" width="300" height="224" /></a><p class="wp-caption-text">Komodo di TN Komodo, Foto: Flickr/kimtravels</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Taman Nasional Komodo merupakan taman nasional yang terdiri dari beberapa pulau dengan perairan dan lautnya serta terletak di antara Pulau Flores (Nusa Tenggara Timur) dan Pulau Sumbawa (Nusa Tenggara Barat).  Kawasan ini dinamakan Komodo dikarenakan habitat asli dari satwa komodo <i>(Varanus komodoensis)</i>, yaitu reptilia purba raksasa yang tersisa di bumi. Tahun 1991, Taman Nasional ini dideklarasikan sebagai <i>World Herritage Site</i> oleh UNESCO dan 1995 baru ditetapkan menjadi Taman Nasional Komodo oleh Menteri Kehutanan dengan luas 132.572 ha.</p>
<p>Taman Nasional Komodo terdiri dari 3 pulau utama yaitu Pulau Komodo, Rinca, dan Padar yang dikelilingi dengan pulau-pulau kecil lainnya. Kawasan pulau-pulau di Taman Nasional Komodo berupa padang savana yang luas ditumbuhi pohon lontar (<i>Borrasus flabellifer</i>), sumber air terbatas, dan suhu yang cukup panas menjadikan kawasan ini sangat unik dan eksotis.</p>
<p><b>Topografi</b></p>
<p>Pulau-pulau di kawasan TN komodo memiliki topografi bergelombang, berupa bukit-bukit dan gunung-gunung.  Di beberapa tempat terdapat lereng curam dengan kemiringan mencapai 80% dan ketinggian berkisar antara 0-735 m dpl. Gunung yang tertinggi yaitu Gunung Satalibo (735 m dpl) terletak di pualu Komodo, dan Gunung Dora (667 m dpl) yang terletak di pulau Rinca.</p>
<p><b>Iklim</b></p>
<p>Kawasan TN Komodo memiliki curah hujan rendah atau tidak hujan sama sekali selama 7-8 bulan dalam setahun. Bulan kering dimulai dari April ingga Oktober dan bulan basah antara November hingga Maret. Suhu berkisar antara 17-34 C, dengan tingkat kelembabab 36%.</p>
<p><b>Flora dan fauna</b></p>
<p>Keadaan iklim yang kering dan panas justru membuat daerah ini merupakan tempat yang disenangi oleh komodo (<i>Varanus komodoensis</i>). Tidak hanya dihuni oleh komodo, TN Komodo juga merupakan rumah bagi satwa endemik seperti rusa (<i>Cervus timorensis)</i>, anjing hutan (<i>Cuon alpini</i>s), monyet ekor panjang (<i>M. fascicularis</i>), kuda liar (<i>Equus caballus)</i>, tikus besar rinca (<i>Ratus rintjanus</i>). Tidak hanya mamalia, TN Komodo juga rumah bagi burung seperti kakaktua jambul kering, perkutut, tekukur, dan beragam reptil seperti ular kobra, ular russel, penyu sisik, dan penyu hijau. Tidak hanya di daratan, alam bawah laut TN Komodo juga dapat ditemui lumba-lumba, dugong, paus, 260 jenis terumbu karang, dan 1000 jenis ikan.</p>
<div id="attachment_8781" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://matoa.org/permata-di-taman-nasional-komodo/2649396120_4283b627ff/" rel="attachment wp-att-8781"><img class="size-full wp-image-8781" alt="Pulau Komodo dilihat dari udara" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2013/05/2649396120_4283b627ff.jpg" width="500" height="375" /></a><p class="wp-caption-text">Pulau Komodo dilihat dari udara</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk tumbuhan atau flora yang terdapat di TN Komdo dibagi menjadi beberapa jenis kawasan hutan. Tipe kawasan savana/padang rumput mendominasi 70% kawasan TN dengan dominasi tumbuhan lontar (<i>Borarrus flobellifer</i>). tumbuhan rumput meliputi genus <i>Setaria, Chloris, Heteropogon, </i>dan <i>Themeda.</i> Terdapat kawasan hutan hujan tropis  pada 25% kawasan TN dan sisanya berupa hutan bakau.</p>
<p>Untuk waktu berkunjung terbaik di TN Komodo yaitu bulan Maret-Juni dan bulan Oktober-Desember. Obyek wisata yang dapat dilakukan meliputi pengamatan satwa seperti komodo, wisata selam, snorkling, dan berkemah. Lokasi menarik untuk dikunjungi yaitu <b>Loh liang </b>yang merupakan pintu masuk utama untuk kegiatan pengamatan satwa liar di hutan musim. Tedapat pantai dan perkampungan penduduk. <b>Loh Buaya</b>, di tempat ini anda dapat menikmati pemandangan alam yang spektakuler. Untuk kegiatan laut dapat dilakukan di daerah <b>Pualu Lasa, Pantai Merah, Loh Bo</b>, dan <b>Sebita</b>, serta untuk pengamatan satwa juga dapat dilakukan di <b>Banu Nggulung</b>.</p>
<p>Sumber : Buku Informasi 50 Taman Nasional di Indonesia. Ditjen PHKA-Kementerian Kehutanan R.I.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/permata-di-taman-nasional-komodo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Window socket : Gadget ramah lingkungan</title>
		<link>http://matoa.org/window-socket-gadget-ramah-lingkungan/</link>
		<comments>http://matoa.org/window-socket-gadget-ramah-lingkungan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 May 2013 04:36:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[gadget ramah lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[window socket]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=8768</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Disaat sedang berpergian atau beraktifitas di luar rumah, seringkali secara tiba-tiba handphone, tablet, atau gadget lainnya milik kita kehabisan sumber energi. Lalu kita pasti mencari sumber listrik (plug in) &#8230; <div class="next-bttn"><a href="http://matoa.org/window-socket-gadget-ramah-lingkungan/">Baca Selengkapnya</a></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_8769" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://matoa.org/window-socket-gadget-ramah-lingkungan/window_socket/" rel="attachment wp-att-8769"><img class="size-thumbnail wp-image-8769" alt="Window socket, Sumber : www.yangkodesign.com" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2013/05/window_socket-200x200.jpg" width="200" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Window socket, Sumber : www.yangkodesign.com</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Disaat sedang berpergian atau beraktifitas di luar rumah, seringkali secara tiba-tiba handphone, tablet, atau gadget lainnya milik kita kehabisan sumber energi. Lalu kita pasti mencari sumber listrik (<i>plug in</i>) untuk mengisi baterai gadget kita. Lantas bagaimana jika kita tidak menemukan sumber listrik? Sampai saat ini kita dapat menggunakan <i>power bank</i> yang dapat menyimpan energi listrik dan dapat digunakan kapanpun disaat gadget kehabisan energi. Namun ada cara yang lebih hijau sebagai alternatif sumber listrik selain<i> power bank yaitu </i>kita dapat menggunakan <i>window socket</i>.</p>
<p>Apa <i>window socket</i>?</p>
<p><i>Window Socket</i> merupakan karya desainer Korea Kyuho Song dan Boa Oh yang mengadopsi dari penggunaan panel surya. Alat ini dinamakan <i>window socket</i> dikarenakan untuk mendapatkan energi listrik cukup dengan menempelkan alat ini pada kaca <i>(window)</i> yang terpapar sinar matahari, lalu secara otomatis panel surya yang terpasang di bagian belakang alat ini akan menangkap sinar matahari, lalu menyimpan atau langsung menyalurkan energi listrik melalui soket atau <i>plug</i> listrik di bagian depan alat tersebut.</p>
<p>Desainer juga menjelaskan bahwa alat ini didesain agar pengguna dapat mendapatkan energi listrik secara bebas dan nyaman terutama ketika kita berada di tempat yang sulit mendapatkan akses plug/soket listrik seperti di pesawat, kendaraan, ataupun di luar ruangan. Alat ini juga memiliki cara penggunaan yang hampir sama dengan plug listrik rumah sehingga dapat digunakan dengan mudah oleh pengguna tanpa memerlukan pelatihan khusus layaknya mesin diesel atau panel surya pada umumnya.</p>
<p>Alat ini terbuat dari bahan plastik dan pada bagian belakang dibuat transparan agar dapat menyerap panas sinar matahari. Selain panel surya, alat ini juga dilengkapi dengan alat konverter energi yang dapat merubah energi cahaya menjadi energi listrik. Kapasitas lstrik yang disimpan dapat mencapai 1000mAh dan dibutuhkan 5-8 jam untuk menyimpan penuh.</p>
<p><a href="http://matoa.org/window-socket-gadget-ramah-lingkungan/window_socket4/" rel="attachment wp-att-8770"><img class="aligncenter size-full wp-image-8770" alt="window_socket4" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2013/05/window_socket4.jpg" width="600" height="364" /></a></p>
<p><a href="http://matoa.org/window-socket-gadget-ramah-lingkungan/window_socket6/" rel="attachment wp-att-8771"><img class="aligncenter size-full wp-image-8771" alt="window_socket6" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2013/05/window_socket6.jpg" width="600" height="450" /></a></p>
<p>Ide alat ini tampaknya hanya bisa diaplikasikan untuk alat-alat yang membutuhkan energi kecil, namun setidaknya dapat menjadi inovasi penghasil listrik dari sumber daya berkelanjutan kedepannya. Salam hijau.</p>
<p>sumber : www.yangkodesign.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/window-socket-gadget-ramah-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beragam jenis air minum</title>
		<link>http://matoa.org/beragam-jenis-air-minum/</link>
		<comments>http://matoa.org/beragam-jenis-air-minum/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 May 2013 08:33:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dari Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[air minum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=8757</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Minum merupakan kebutuhan dasar manusia untuk hidup. Mungkin kita bisa saja dapat bertahan tanpa makan hingga dua hari sedangkan kita tidak dapat hidup tanpa minum hingga 1 minggu. Pentingnya &#8230; <div class="next-bttn"><a href="http://matoa.org/beragam-jenis-air-minum/">Baca Selengkapnya</a></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_8758" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://matoa.org/8757/58628947_041be6a5d3/" rel="attachment wp-att-8758"><img class="size-thumbnail wp-image-8758" alt="Air, Foto : Flickr/Leafdigital" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2013/05/58628947_041be6a5d3-200x200.jpg" width="200" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Air, Foto : Flickr/Leafdigital</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Minum merupakan kebutuhan dasar manusia untuk hidup. Mungkin kita bisa saja dapat bertahan tanpa makan hingga dua hari sedangkan kita tidak dapat hidup tanpa minum hingga 1 minggu. Pentingnya manfaat air meliputi pengatur metabolisme tubuh, mengatur keseimbangan asam dan basa, serta hampir semua metabolisme tubuh manusia mulai dari perombakan energi dari makanan, enzim, dan sebagainya memerlukan air. Bagi masyarakat kita, dahulu umumnya air minum didapatkan dari merebus air mentah menjadi air matang. Namun seiring dengan peningkatan gaya hidup masyarakat,  telah merubah kebiasaan dari yang awalnya merebus air sendiri menjadi menggunakan air dalam kemasan untuk kebutuhan minum sehari-hari.</p>
<p>Beragam jenis air dalam kemasan dijual di pasaran mulai dari kemasan gelas, botol, hingga ukuran galon. Asal air juga beragam dari yang bersumber dari air lokal hingga air dalam kemasan yang berasal dari impor negara lain. Beragam jenis air tersebut umumnya memiliki label tersendiri seperti air murni, air mineral, hingga<i> sparking water</i>. Tahukah anda bahwa walaupun sama-sama air minum namun memiliki sifat yang berbeda? lantas apa saja perbedaannya?</p>
<p><strong>Air murni</strong> Air murni merupakan jenis air yang berasal dari proses penyaringan atau distilasi sehingga tidak hanya menyaring kontaminan namun juga menyaring mineral alami yang terkandung dalam air tersebut. Beragam cara memurnikan air dengan cara menguapkan air sehingga air yang didapatkan tidak lagi mengandung mineral. Air hasil distilasi juga baik digunakan pada saluran pemanas air maupun setrika uap.</p>
<p><strong>Air mineral</strong> Air mineral atau biasa disebut juga <em>spring water</em> merupakan jenis air yang paling sering ditemukan di pasaran. Air ini berasal dari air bawah tanah atau alam yang melalui proses terlebih dahulu sebelum dimasukan dalam kemasan untuk mencegah adanya kontaminan. Proses dekontaminasi dapat berupa deionisasi, <em>reverse osmosis,</em> atau proses lainnya. Kandungan mineral air tersebut tergantung dari tempat air berasal. Masing-masing daerah memiliki kandungan mineral air yang berbeda.</p>
<p>Lantas manakah yang baik dikonsumsi?</p>
<p>Sampai sat ini masih menjadi perdebatkan mengenai jenis air manakah yang paling baik dikonsumsi, semuanya kembali lagi terhadap konsumen untuk memilih jenis air manakah yang akan dikonsumsi. Selama air tersebut memenuhi <em>Standart Nasional Indonesia (SNI)</em> untuk air minum dalam kemasan makan air tersebut aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber :  www.mnn.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/beragam-jenis-air-minum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanaman cantik pembersih udara dalam ruang</title>
		<link>http://matoa.org/tanaman-cantik-pembersih-udara-dalam-ruang/</link>
		<comments>http://matoa.org/tanaman-cantik-pembersih-udara-dalam-ruang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 May 2013 09:17:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[lidah buaya]]></category>
		<category><![CDATA[lidah mertua]]></category>
		<category><![CDATA[sirih belanda]]></category>
		<category><![CDATA[tanaman ruangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=8751</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Semakin banyak polusi dalam perkotaan menyebabkan polusi juga dapat masuk ke dalam ruangan. Udara yang tidak bersih dapat menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan kita. Untuk dihasilkan kualitas udara yang &#8230; <div class="next-bttn"><a href="http://matoa.org/tanaman-cantik-pembersih-udara-dalam-ruang/">Baca Selengkapnya</a></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_8752" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://matoa.org/tanaman-cantik-pembersih-udara-dalam-ruang/0218e868b55011e2ab9022000a9f14bb_7/" rel="attachment wp-att-8752"><img class="size-thumbnail wp-image-8752" alt="Tanaman rumah, Foto: Instagram/deelestrai" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2013/05/0218e868b55011e2ab9022000a9f14bb_7-200x200.jpg" width="200" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Tanaman rumah, Foto: Instagram/deelestari</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Semakin banyak polusi dalam perkotaan menyebabkan polusi juga dapat masuk ke dalam ruangan. Udara yang tidak bersih dapat menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan kita. Untuk dihasilkan kualitas udara yang baik dalam rumah, hal paling penting yaitu menjaga kualitas aliran udara dalam rumah dan dapat ditambahkan juga <i>air filter</i> untuk dihasilkan kualitas udara yang baik. Penggunaan mesin filter udara membutuhkan biaya lebih dan tentunya membutuhkan energi listrik sehingga selain boros energi juga boros di kantung anda tentunya.</p>
<p>Solusi untuk mendapatkan penyaring udara yang murah dan berkelanjutan buat lingkungan, kita dapat menggunakan berbagai jenis tanaman yang dapat diletakan di dalam rumah. Hasil publikasi di <em>Journal of American Society Horticulture</em> <em>Studies</em> menyebutkan beberapa jenis tanaman diketahui memiliki kemampuan untuk menyaring udara sehingga dapat menyebabkan kualitas udara di dalam rumah semakin baik. Berikut daftarnya :</p>
<p><strong>Lidah Buaya <em>(Aloe vera)</em></strong></p>
<p>Lidah mertua selain dapat dikonsumsi ternyata tanaman ini mempunyai kemampuan untuk menyaring udara kotor. Tanaman ini diketahui dapat menyaring sejenis racun seperti formaldehid dan benzene yang merupakan racun dari pembersih kimia, cat, dan sebagainya. Selain itu buah atau gel lidah mertua dapat dijadikan obat untuk luka ataupun kulit yang terbakar.</p>
<p><strong>Lidah mertua <em>(Sansieviera sp)</em></strong></p>
<p>Tanaman lidah mertua telah banyak diketahui mempunyai kemampuan untuk memperbaiki kualitas udara dalam rumah. Tanaman ini dapat menyerap banyak racun terutama formaldehid. Racun formaldehid dapat dihasilkan dari pewarna tisu toilet, tisu, dan juga produk-produk pribadi. Tanaman lidah mertua dapat diletakan di tempat yang cukup lembab  seperti pojok ataupun di dalam kamar mandi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Sirih Belanda <em>(Scindapus aures)</em></strong></p>
<p>Tanaman ini juga dapat menangkal polutan seperti formadehid. Tanaman ini jua dapat digunakan sebagai tanaman tambahan penghias rumah.</p>
<p>Untuk mendapatkan hasil optimal, anda dapat meletakan seluruh jenis tanaman tersebut di dalam rumah. Selain mengurangi polusi dalam udara, anda dapat menghias interior rumah anda dan juga menjaga kualitas udara dalam rumah. Yang lebih penting lagi, menjaga lingungan untuk tetap bersih dan sehat tanpa harus mengorbankan uang dan energi. Salam hijau.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/tanaman-cantik-pembersih-udara-dalam-ruang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lampu alga : Solusi Kurangi Emisi Karbon dan Krisis Energi</title>
		<link>http://matoa.org/lampu-alga-solusi-kurangi-emisi-karbon-dan-krisis-energi/</link>
		<comments>http://matoa.org/lampu-alga-solusi-kurangi-emisi-karbon-dan-krisis-energi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 May 2013 09:15:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[alga]]></category>
		<category><![CDATA[lampu alga]]></category>
		<category><![CDATA[lampu alga terbarukan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=8745</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Ancaman krisis energi dan bertambahnya emisi karbon global akan terus meningkat ketika tidak diimbangi usaha untuk mengurangi ancaman tersebut. Salah satu penemuan ilmuwan Perancis mungkin dapat menjadi solusi untuk &#8230; <div class="next-bttn"><a href="http://matoa.org/lampu-alga-solusi-kurangi-emisi-karbon-dan-krisis-energi/">Baca Selengkapnya</a></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_8746" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://matoa.org/lampu-alga-solusi-kurangi-emisi-karbon-dan-krisis-energi/images-4/" rel="attachment wp-att-8746"><img class="size-thumbnail wp-image-8746" alt="Lampu alga, Foto: techeblog" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2013/05/images-200x172.jpg" width="200" height="172" /></a><p class="wp-caption-text">Lampu alga, Foto: techeblog</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ancaman krisis energi dan bertambahnya emisi karbon global akan terus meningkat ketika tidak diimbangi usaha untuk mengurangi ancaman tersebut. Salah satu penemuan ilmuwan Perancis mungkin dapat menjadi solusi untuk mengurangi emisi karbon dan krisis energi. <i>Pierre Calleja,</i> ahli biokimia Perancis membuat inovasi untuk membuat lampu dari alga yang diklaim bahwa alga tersebut mempunyai kemampuan untuk menyerap karbondioksida 200 kali lebih besar dibandingkan pohon, atau setara dengan kemampuan menyerap 1 ton emisi karbon per-tahunnya.</p>
<p><i>Callejja </i>melakukan pengembangan dasar pada sistem lampu penerangan yang tidak membutuhkan pasokan energi listrik. Lampu tersebut membutuhkan energi dengan cara menangkap karbondioksida di udara dan menggunakannya sebagai bahan bakar penghasil cahaya dengan produk buangan berupa oksigen. Bahan yang digunakan yaitu alga. Terdapat beragam jenis alga lainnya yang mendapatkan sumber makanan dari sinar matahari, sama seperti jenis alga sebelumnya, alga ini juga menghasilkan produk buangan berupa oksigen.</p>
<div id="attachment_8747" class="wp-caption aligncenter" style="width: 210px"><a href="http://matoa.org/lampu-alga-solusi-kurangi-emisi-karbon-dan-krisis-energi/algae_lamp/" rel="attachment wp-att-8747"><img class="size-thumbnail wp-image-8747" alt="Lampu alga, Foto : techeblog" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2013/05/algae_lamp-200x200.jpg" width="200" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Lampu alga dalam ruangan, Foto : techeblog</p></div>
<p>Lampu hasil temuan <i>Cajella</i> terdiri dari alga yang diisi dalam air dengan sistem lampu dan baterai. Pada siang hari, alga akan menghasilkan energi dari sinar matahari yang nantinya akan disimpan dalam baterai.  Pada malam harinya, energi tersimpan akan digunakan untuk lampu. Tidak hanya berasal dari matahari, alga dapat menyerap gas karbon sehingga tidak perlu menggunakan sinar matahari lagi untuk menghasilkan energi.  Hal ini tentunya selain dapat mengurangi krisis energi, alga juga dapat dimanfaat untuk mengurangi emisi gas karbon di udara.</p>
<p>Jika temuan ini telah disempurnakan, lampu alga ini dapat digunakan di dalam ruangan, di trotoar, ataupun penerangan di jalan raya. Bisa dibayangkan berapa energi listrik yang bisa dihemat maupun berkurangnya polusi udara  terutama di jalan raya dengan menggunakan lampu ini. Salam hijau.</p>
<p>sumber : www.techeblog.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/lampu-alga-solusi-kurangi-emisi-karbon-dan-krisis-energi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kontes Esai Foto &#8220;Sungaiku dari Hulu ke Hilir&#8221;</title>
		<link>http://matoa.org/kontes-esai-foto-sungaiku-dari-hulu-ke-hilir/</link>
		<comments>http://matoa.org/kontes-esai-foto-sungaiku-dari-hulu-ke-hilir/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 May 2013 03:51:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita MATOA]]></category>
		<category><![CDATA[kontes esai foto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matoa.org/?p=8738</guid>
		<description><![CDATA[Hai sahabat matoa, Kalian punya minat terhadap fotografi? Tertarik dengan isu lingkungan? Tahu jika air di dunia yang dapat digunakan manusia hanya 0,01% dari total cadangan air? Mau berbuat sesuatu &#8230; <div class="next-bttn"><a href="http://matoa.org/kontes-esai-foto-sungaiku-dari-hulu-ke-hilir/">Baca Selengkapnya</a></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://matoa.org/kontes-esai-foto-sungaiku-dari-hulu-ke-hilir/brosur-esai-foto/" rel="attachment wp-att-8739"><img class="aligncenter size-large wp-image-8739" alt="brosur esai foto" src="http://matoa.org/wp-content/uploads/2013/05/brosur-esai-foto-424x600.jpg" width="424" height="600" /></a></p>
<p>Hai sahabat matoa, Kalian punya minat terhadap fotografi?</p>
<p>Tertarik dengan isu lingkungan? Tahu jika air di dunia yang dapat digunakan manusia hanya 0,01% dari total cadangan air? Mau berbuat sesuatu untuk lingkungan?</p>
<p>Dalam rangkaian acara &#8220;South East Asia Youth River Tour : from Indonesia for Ecological Child&#8217;s Rights&#8221; yang puncaknya diadakan bulan Juni 2013. Ayo ikutan kampanye sungai regional Asia Tenggara dengan tema &#8220;Our River Our Life/ Sungai Kami Hidup Kami&#8221;.</p>
<p>Ketentuan ;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tema : Sungaiku dari Hulu ke Hilir</p>
<p>Sub tema :</p>
<p><em>1. Sungaiku tempat bermain dan belajar</em></p>
<p><em>2. Dampak pembangunan terhadap sungai</em></p>
<p><em>3. Kehidupan di sekitar sungai</em></p>
<p><em>4. Kekayaan Sungaiku</em></p>
<p><em>5. Aksi untuk Sungai</em></p>
<p><em id="__mceDel"><em id="__mceDel"><em id="__mceDel">Kelompok usia: 14-18 tahun (anak), 19-23 tahun (pemuda)</em></em></em></p>
<p>Info lebih lanjut klik di<a href="http://cisadaneupdate.blogspot.com/2013/03/kontes-esai-foto-sungaiku-dari-hulu-ke.html">  sini</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ayo ikutan.. Salam hijau..</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matoa.org/kontes-esai-foto-sungaiku-dari-hulu-ke-hilir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 0.600 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2013-05-22 10:49:12 -->

<!-- Compression = gzip -->