12 June, 2013, 4:38 pm, Editor: matoa

Fitoplankton sebagai Indikator Lingkungan

IMG_00000070Plankton merupakan jasad renik yang melayang dan selalu mengikuti gerakan air. Plankton dibagi menjadi dua, plankton yang mengandung klorofil dan mampu melakukan fotosintesis atau fitoplankton dan plankton yang memiliki alat gerak atau zooplankton.

Sebagai organisme air, plankton memiliki banyak kelebihan sebagai tolok ukur biologis yang mampu menunjukkan tingkat ketidak-stabilan ekologi dan mengevaluasi berbagai bentuk pencemaran.

Perubahan kualitas perairan dapat dilihat dari kelimpahan dan komposisi fitoplankton. Hal tersebut dikarenakan fitoplankton memegang peranan penting dalam suatu perairan, sebagai produsen primer dalam rantai makanan dan mempunyai kemampuan untuk merespon adanya suatu perubahan terhadap lingkungan. Fitoplankton merupakan parameter biologi yang dapat dijadikan indikator untuk mengevaluasi kualitas dan tingkat kesuburan suatu perairan (bio-indikator).

Kelimpahan fitoplankton yang tinggi pada suatu perairan terjadi bila ketersediaan bahan organik tinggi. Ketersediaan bahan organik tinggi kemungkinan besar disebabkan oleh pertumbuhan enceng gondok yang tinggi dan limbah rumah tangga atau industri.

Kandungan bahan organik yang cukup tinggi dalam suatu perairan mampu mengakibatkan pencemaran yang sangat berat dan ditandai dengan banyaknya fitoplankton yang terkandung dalam perairan.

Selain fitoplankton, indikator tercemarnya suatu perairan dapat dilihat dari minimnya keragaman suatu ekosistem, rendahnya kandungan oksigen dalam perairan, tingginya BOD (Biochemical Oxygen Demand), dan kandungan ammoniak yang tinggi.

Pencemaran dapat mengubah struktur ekosistem dan mengurangi jumlah spesies dalam suatu komunitas, sehingga keragamannya berkurang. Semakin berkurang indeksi divesritas atau keragamannya, maka semakin tercemar suatu perairan.

Dalam suatu perairan terdapat oksigen terlarut (DO) yang berperan dalam kehidupan biota perairan. DO yang ada di perairan sangat memungkinkan untuk berkurang karena semakin banyak biota dalam suatu perairan makan semakin berkurang DO yang ada dalam air. Selain itu, rendahnya DO kemungkinan dikarenakan oleh pembuangan limbah yang mengandung bahan organik. Sebagian besar oksigen terlarut digunakan bakteri aerob untuk mengoksidasi karbon dan nitrogen dalam bahan organik menjadi karbondioksida dan air.

Berkurangnya kadar oksigen terlarut dalam air tersebut mengakibatkan hewan-hewan yang ada di dalam perairan seperti ikan, udang, dan kerang mati karena kekurangan oksigen.

Pencemaran suatu perairan harus dikendalikan karena bukan saja berefek pada ekosistem perairan itu sendiri, namun juga berakibat pada manusia dalam jangka waktu panjang karena mempengaruhi persediaan oksigen dan bahan pangan.

Sumber: berbagai sumber

Foto: Sutiman Arief

Share: