13 February, 2009, 2:13 pm, Editor: matoa

Kapan Mendaki Gunung Gede-Pangrango?

tngpimg_9917.jpg

Bogor-Sudah pernah mendaki Gunung Gede Pangrango? Banyak pendaki gunung berbondong-bondong ke sana. Saya sendiri belum pernah mendakinya. Terlalu melelahkan kalau harus mendaki gunung. Sekali-kalinya menginjakkan kaki di Gunung Gede Pangrango itu lima tahun yang lalu. Hanya sampai Danau Telaga Biru saja. Terletak pada ketinggian 1.575 meter dpl. Jaraknya sekitar satu setengah kilo dari pintu masuk Cibodas.

Luas Danau Telaga Biru sekitar 500 meter persegi dan permukaan airnya rata-rata dua meter dan berwarna biru. Awalnya, danau ini merupakan tempat penampungan air, karena proses alami yang berlangsung lama, membuat danau ini terbentuk secara alami pula.

Keanekaragaman hayati

Tak hanya Danau Telaga Biru yang menarik untuk dikunjungi dan berguru pada alam di Gede Pangrango. Bayangkan! Gede Pangrango kaya dengan berbagai jenis tumbuhan. Lebih dari 1.500 jenis tumbuhan berbunga tumbuhan di sana, 400 jenis paku-pakuan dan lebih dari120 jenis lumut. Bahkan 300 jenis diantaranya dapat digunakan sebagai bahan obat.

Potensi lainya di Gede Pangrango, ada 300 jenis insekta, 75 jenis reptilia, 20 jenis amphibi dan lebih dari 110 jenis mamalia yang hidup di sana.

Awal abad ke-19 F.W. Junghun (1839-1861) salah seorang yang pertama kali mendaki Gunung pada abad itu, melaporkan di kawasan Gede Pangrango banyak populasi badak, harimau jawa, banteng dan rusa. Dan daerah Kandang Badak merupakan bukti bahwa pada jaman itu, daerah ini merupakan konsentrasi populasi badak. Perburuan satwa saat itu sangat popular dan menyebakan punahnya badak di Gede Pangrango. Populasi jenis satwa lain pun ikut berkurang

Taman Nasional Gede Pangrango juga menjadi habitat sekitar 260 jenis burung, atau sekitar 53 % dari jenis burung yang ada di Pulau Jawa. Terdiri dari 20 jenis burung endemik Pulau Jawa (termasuk Bali), 58 jenis burung dilindungi. Dimana tiga jenis burung berstatus endemic itu antara lain Elang jawa (Spizaetus bartelsi), Celepuk gunung (Otus angelinae) dan Cerecet (Psaltria exilis).

Selain itu ada empat jenis primata antara lain Owa jawa (Hylobates moloch), Surili (Presbytis comate), Lutung (Trachypithecus auratus) dan Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) yang bisa ditemui. Owa jawa satu diantara dua primata yang endemik. Persebarannya masih ditemukan di Cibodas, Bodogol dan daerah bagian selatan taman nasional.

Satu lagi adalah Surili, statusnya terancam punah di alam, tapi masih bias dijumpai dalam kawasan hutan pegunungan bawah dan di sekitar air terjun Cibeureum (Cibodas), Cisarua dan Bodogol.

Untuk mamalia ada Macam tutul (Panthera tigris) diperkirakan jumlah sekitar 20-40 ekor. Macan tutul juga statusnya terancam punah dan dilindungi. Ada lagi Kucing hutan (Felis bengalensis) pada malam hari dapat dijumpai di hutan, juga dilindungi. Sedangkan Musang (Family viverridae) jenis yang sangat sukar ditemui di hutan. Juga Ajag (Cuon alpines) statusnya rawan dan dilindungi.

Beberapa mamalia yang dapat dijumpai di taman nasional ada Berang-berang, Sigung/Teledu, Trenggilingm Kancil, Mencek, Tando, Tupai, Bajing, Tikus babi, Kelelawar, Landak jawa dan Babi hutan.

Sedangkan amfibi dan reptile dari 20 jenis yang ada, tiga antaranya sudah jarang ditemui, yaitu Kodok bertanduk, Katak asia dan Katak titik merah. Sedangkan reptil yang hidup di dalam kawasan ada Bunglon jambul hijau, Bunglon dan Bengkarung. Ketiga jenis ini sering ditemukan di daerah terbuka, yang terkena sinar matahari seperti sekitar Cibeureum.

Iklim di Taman Nasional

Selain kaya dengan keanekaragaman hayatinya, kawasan yang terletak di antara Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi ini merupakan kawasan perwakilan ekosistem hutan hujan pegunungan di Pulau Jawa. Tak heran, taman nasional ini mempunyai arti penting bagi konservasi di Indonesia.

Selain itu, Gunung Gede adalah satu dari 35 gunung berapi aktif di Indonesia, sedangkan Gunung Pangrango telah dinyatakan mati. Kedua gunung tersebut bagian dari rangkaian gunung ebrapi yang membujur dari Sumatra, Jawa dan usa Tenggara yang terbentuk akibat pergerakan kulit bumi secara terus menerus selama periode kegiatan geologi yang tidak stabil.

Tentunya harus diperhatikan pula iklim dan curah hujan di Gunung Gede Pangrango pada saat akan mendaki. Curah hujan yang tinggi, rata-rata pada tiap tahun 3.000-4.200 milimeter, menjadikan taman nasional ini sebagai daerah terbasah di Pulau Jawa.

Angin yang bertiup, adalah angin muson yang berubah arah menurut musim. Pada musim hujan, angin bertiup dari arah Barat Daya dengan kencang, sehingga sering mengakibatkan tumbangnya pepohonan yang mengakibatkan kerusakan hutan. Di musim kemarau, angin bertiup dari arah Timur Laut dengan kecepatan rendah.

Bagaimana Menuju ke Gede Pangrango

Dengan menggunakan mobil atau motor bisa melalui beberapa lokasi pintu masuk. Antara lain:

• Pintu masukCibodas (masuk ke dalam wilayah Kabupaten Cianjur), adalah pintu utama dan terletak di dekat kantor taman nasional, dari Jakarta dapat ditempuh dalam waktu 2,5 jam (+ 100 kilometer), melalu jalur Jakarta-Bogor_puncak-Cibodas. Dari Bandung melalui jalur Bandung-Canjur-Cipanas-Cibodas dengan jarak tempuh + 85 kilometer, sekitar dua jam lamanya.

• Pintu masuk Gunung Putri (masuk ke dalam wilayah Kabupaten Cianjur_ berdekatan dengan Cibodas + 10 kilometer, dapat dicapai melalui Cipanas Pacet.

• Pintu masuk Selabintana dan Situ Gunung (masuk wilayah Kabupaten Sukabumi). Dari Jakarta bisa melalui Jakarta-Bogor-Sukabumi-Selabintana/Situ Gunung, dengan jarak tempuh + 110 kilometer atau sekitar 3,5 jam perjalanan. Atau jalur Bandung-Cianjur-Sukabumi-Selabintana/Situ Gunungm dengan jarak tempuh + 90 kilometer atau tiga jam perjalanan.

• Pintu masuk Bodogol, masuk dalam wilayah Kabupaten Bogor. Dapat ditempuh dari jalan raya Bogor-Sukabumi di Desa Tenjoayu, dengan jarak tempuh + 10 kilometer.

• Pintu masuk Cisarua, masuk dalam wilayah Kabupaten Bogor, bisa ditempuh dar tepi jalan raya Bogor-Puncak melalu Desa Citeko, jarak tempuh + 6 kilometer.

Lokasi Menarik di Taman Nasional Gede Pangrango

1. Telaga Biru, danau berukuran 150 meter persegi ini terletak tak jauh dari pintu masuk. Berjarak 1, 5 kilometer saja. Danaunya selalu tampak biru karena terdapat ganggang biru di dalamnya. Dan bila terkena sinar matahari permukaan air di danau tampak biru kehijauan yang menakjubkan.

2. Air Terjun Cibeureum, dengan tinggi 50 meter. Jaraknya 2,5 kilometer dari pintu masuk. Tempat yang paling sering dikunjungai pengunjung taman nasional. Di sekitar air terjun Cibeureum ada lumut berwarna merah dan endemic di Jawa Barat.

3. Air Panas, dapat ditempuh dalam waktu dua jam perjalanan dari Cibodas atau 5,3 kilometer.

4. Kandang Batu dan Kandang Badak. Sebagai tempat berkemah dan lokasi pengamatan tumbuhan dan satwa. Kandang Batu berada pada ketinggian 2.22o mdpl dengan jarak 5,6 atau 2,5 jam lamanya perjalanan kaki. Sedangakan Kandang Badak berajrak 7,8 kilometer atau 3,5 jam lamanya perjalanan kaki dari pintu masuk Cibodas.

5. Puncak dan Kawah Gunung Gede. Saat mencapai puncak Gunung Gede, biasanya pengunjung menyempatkan diri menikmati matahari terbit. Bila cuaca cerah pengunjung juga dapat melihat hamparan kota Cianjur, Sukabumi dan Bogor dari kejauhan. Lokasi kawah berada pada ketinggian 2.958 mdpl dengan jarak 9.7 kilometer atau lima jam perjalanan dari Cibodas. Pengunjung juga dapat mengamati batuan vulkanik dan tumbuhan khas lainnya.

6. Alun-alun Suryakencana. Dataran seluas 50 hektar yang ditutupi hamparan bunga Edelweis. Tempat yang menakjubkan dan cantik. Berada pada ketinggian 2.750 mdpl. Jarak yang harus ditempuh 11,8 kilometer atau enam jam perjalanan kaki dari Cibodas.

7. Gunung Putri dan Selabintana. Sebagai camping ground yang dapat menampung 100-150 pengunjung.

Jadi, kalau ingin berkunjung ke lokas-lokasi wisata yang ada di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango atau mendakinya, sebaiknya pada bulan Maret – September. Saat itulah waktu yang tepat, karena curah hujan relatif rendah.

Untuk informasi selanjutnya. Silahkan menghubungi :

Kantor Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Jl. Raya Cibodas, P.O Box 3 Sdl.

Cipanas 43253 – Cianjur

Jawa Barat

Telpon : 0263 – 512 776

Fax : 0263 – 519 415

Email : tngp@cianjurwasantara.net.id

Sumber : Buku Informasi 50 Taman Nasional di Indonesia – Dep. Kehutanan.

Share:

33 Komentar

  1. salut..webnya keren..kontentnya sangat menarik..perlu waktu lama nih buat baca semuanya..tengkyu

  2. Alan, kalau ingin berkunjung ke lokas-lokasi wisata yang ada di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango atau mendakinya, sebaiknya pada bulan April – September. Saat itulah waktu yang tepat, karena curah hujan relatif rendah.

  3. wah saya pernah jauh jauh dari muntilan mau ndaki ke gunung tuh ma petugas ngak boleh harus ijin tiga hari sebelumnya tolong dong bikin kelongaran buat para pendaki yang dari kota jauh

  4. bagus bgt blognya. makasih yah, atas infonya cos hr jum’at minggu ini aku akan mendaki tu Gunung Gede Pangrango

  5. tanggal 23-24 mei 2009 kemarin w ke puncak gede Cibodas-Cibodas,tapi sebagai informasi edelwis di SURKEN blum sepenuhnya mekar

  6. gue dari aceh man…………………..
    kmaren gue perrnah naik gunung gede pokox_a mantap banget coyyyy..apalagi
    pas di air panas suasana nya gimana githu ,……..,pokox_a mantap coy………..

  7. gw aj dah 5x ke gede ga bosen2??pemandangannya mangstabbbbbbbbbbbb bro??mngkn krna gw dari jkt ongkosnya MUR-MER euy..!!wakakakakakak

  8. Selamat mendaki gunung gede pangrango, senang informasi di web MATOA bermanfaat buat pemcabanya. Tks

  9. gw naik ke gunung gede cuma nyampe kandang badak. suatu saat sampe puncaknya (insyaAlloh) tapi yang gratis lho. . . .

  10. jalur pendakian bulan agustus..kira2 da opsi pa ngga y?…..nd kpn segera di buka pendakiannya?

  11. kayanya perlu evaluasi masalah pendaftaran yang dibutuhkan waktu 3 hari sebelum pendakian atau diberi kelonggaran bagi pendaki dari luar jabodetabek….tq

  12. salut wat yg bkin web….w dri skbumi dkt bgt k kwsan wisata curug (air terjun)ci beureum.low mles k GP lo2 pda bs wisata k kwsan ne.skdar info da camping groundnya jg.pling rame sch pd msim lburan sklah.wat yang pnah ksna pasti tau gmn indahnya daerah sna(crug cibeureum).wat yang lom pnah ksna,w jmin skli jajal pasti ktgihan………..met mencoba men………….info crug cibeureum bs kontek w.thank”s

  13. Pangrango??hmm.. cukup banyak kenanganku terhadap gunung tersebut.. Keindahan alamnya sangat mempesona n slalu menggodaku tuk datang lagi. saya dah 3 kali mendakinya hingga saat ini gw masih ingin kesana..terakhir kesana tahun 2000 yang lalu..

  14. mao ttanya dong..
    carra boking gunung lewatt internet gmna iia?
    cos ribbet kallo haruus k cibodasnya. tengkiyu

  15. boss, kalau treking di gunung pangrango brpa ?? ak ada 2 orang kalau treking di pangranggo 3hari/2malam brpa ? tks

  16. saya sangat senang dan hobi mendaki gunung tp saya paling sedih kalo melihat sepanjang jalan banyak sampah berserakan,corat coret bebatuan dan papan info. buat temen2 yang merasa hobi mendaki gunung dan merasa menjadi seorang pecinta alam mari kita lestarikan alam dan hutan kita.alam akan sayang pada kita bila kita menyayangi alam . salam satu jiwa ……….

  17. om,klau w’orang mau treking 3 gunung putri,gede,pangrango,sewa renjer brpa,,,,maklum bru pemula

  18. To: Lala

    Kira-kira mau berapa orang untuk trackingnya?Bisa kita atur kok kalo kamu tertarik buat tracking ke sana.. coba kamu kirim kebutuhannya (waktu dan jumlah orang),nanti bisa kita diskusikan lebih lanjut..
    please send email to: info@matoa.org
    atau telf ke: 0251-8333267

    Salam Sahabat Hijau!

  19. pdahal aq pengen bnget mendakii gunung .. itu impian aq drii kcill .. smpe skrang blom ksampean ,…