Info Lingkungan |

Kara Pedang (Canavalia ensiformis)

Kara Pedang (Canavalia ensiformis)

Kara Pedang (Canavalia ensiformis) merupakan tanaman yang berasal dari Amerika Selatan/ Tengah dan menyebar di daerah tropis. Di Indonesia tanaman ini dikenal dengan nama Kacang Parang. Dibeberapa daerah tanaman ini dikenal dengan nama; koro bedog, kacang mekah, koro bendo, koro pedang, krandang (Jawa Tengah), koang (Jawa Barat).

Kara Pedang merupakan tanaman berumur pendek, dengan akar berbintil. Seiring dengan bertambahnya umur, batang menjadi berkayu. Daun berseling terdiri dari 3 helai berbentuk bulat telur. Bunga berwarna ungu kadang-kadang putih. Bentuk biji lonjong berwarna putih atau kuning gading dengan panjang 6-9 mm. Tanaman ini tumbuh baik bila mendapat penyinaran matahari yang penuh dan toleransi keteduhan sedang. Penanaman kara pedang pada lahan hutan dilakukan disela-sela tanaman pokok kehutanan.

Untuk jenis Canavalia ensiformis ini bisa menjadi bahan baku pengganti kacang kedelai untuk pembuatan tempe. Pembuatan tempe yang menggunakan kara pedang jenis ini tidak berbeda dengan pembuatan tempe berbahan baku kedelai.

4 Komentar untuk “Kara Pedang (Canavalia ensiformis)”

  1. benar sekali. koro peang mempunyai kandungan protein yang tinggi. di wilayah karisedan surakarta . Digunakan ebagai campuran abon daging sapi.

  2. benar sekali. koro peang mempunyai kandungan protein yang tinggi. di wilayah karisedan surakarta . Digunakan ebagai campuran abon daging sapi.
    +1

  3. ade says:

    wah boleh tuch sebagai campuran abon daging sapi, gimana perbandingannya?

  4. matoa says:

    untuk perbandingannya sesuai selera, jadi dalam pembuatan abon sapi, kara pedang ini digunakan sebagai campuran untuk menambahkan sensasi tersendiri dalam memakan abon sapi.

Kirim Komentar