Jika Anda sering menyelam di lautan, terumbu karang dengan warna dan bentuk yang indah mungkin sudah tidak asing buat Anda. Bukan hanya enak dipandang menjadi ketertarikan sendiri bagi penyelam. Namun, terumbu karang memiliki fungsi yang sangat penting bagi lingkungan sekitarnya.
Terumbu karang merupakan struktur hidup terbesar dan tertua di dunia dan membutuhkan waktu berjuta-juta tahun untuk membentuk terumbu karang seperti yang bisa dilihat saat ini. Setiap tahunnya laju pertumbuhan terumbu karang hanya beberapa mm dan terumbu karang di Indonesia menghabiskan 450 juta tahun untuk menjadi seperti sekarang.
Terumbu terbentuk oleh hewan karang yang menghasilkan kalsium karbonat pembentuk terumbu. Karang merupakan bantukan hewan kecil yang hidup dalam semacam cawan yang terbentuk dari kalsium karbonat yang disebut polip karang. Dasar terumbu karang terbentuk dari jutaan polip-polip.
Hewan karang bersimbiosis dengan alga bersel satu yang disebut zooxanthellae yang merupakan jenis alga dinoflagelata berwarna coklat dan kuning (Symbiodinium microadriaticum) yang juga bersimbiosis dengan kima raksasa (Tridacna spp), anemone laut dan coelenterate.
Sumber makanan hewan karang adalah plankton, namun nutrisi utama didapatkan dari proses fotosintesis zooxanthellae (hampir 98%). Zooxanthellae juga memberikan warna pada hewan karang yang berwarna asli transparan.
Terumbu karang mampu berkembang baik pada suhu 21o – 29oC dan membutuhkan perairan yang bersih dan dangkal agar zooxanthellae dapat berfotosintesis. Kedalaman pembentukan terumbu pada karang terjadi pada kedalaman 18 – 29 m, namun dapat ditemukan di kedalaman 90m. Selain itu, karang membutuhkan salinitas yang tinggi untuk tumbuh.
Seperti diulas di awal, terumbu karang sangat penting bagi lingkungan di sekitar, di antaranya:
- Pelindung ekosistem pantai
Terumbu karang akan menahan dan memecah energi gelombang, sehingga mencegah abrasi
- Rumah bagi spesies laut
Terumbu karang merupakan oase di tengah perairan. Banyak mahluk hidup yang bergantung pada terumbu karang. Keuntungan manusia dengan menjaga terumbu karang adalah melimpahnya hasil ikan yang bisa didapatkan. Dengan terumbu karang yang sehat, diperkirakan ikan yang dihasilkan mencapai 25 ton per tahun.
- Sumber obat-obatan
Terumbu karang mengandung bahan kimia yang diperkirakan berpotensi sumber obat-obatan manusia.
- Objek wisata
Taman Nasional Raja Ampat, Bunaken, dan Wakatobi merupakan tempat-tempat yang memiliki terumbu karang dengan keindahan yang tidak terkira. Dengan menjaga terumbu karang berarti ikut melestarikan alam dan juga menambah pendapatan.
Di seluruh dunia, luas total terumbu karang di Indonesia mencapai 284.300 km2. Negara kita, Indonesia memiliki 18% jenis terumbu karang yang ada di dunia dengan 2500 jenis ikan, 590 jenis karang batu, 2500 jenis moluska, dan 1500 jenis udang-udangan.
Luas terumbu karang di Indonesia diperkirakan mencapai 60.000 km2 yang sebagian besar berada di Indonesia bagian tengah (Sulawesi, Bali dan Lombok, Papua, Pulau Jawa, Kep. Riau, dan pantai barat serta ujung barat daya Pulau Sumatera).
Salah satu kawasan yang kaya akan terumbu karang adalah Taman Naional Raja Ampat. Jumlah jenis terumbu karang di Raja Ampat sekitar 75% dari seluruh jenis terumbu karang dunia.
Sayangnya, Indonesia belum pandai mengelola sumber daya alam yang melimpah ruah seperti terumbu karang. Menurut laporan Reef at Risk (2002) menempatkan Indonesia sebagai salah satu Negara dengan status terumbu karang yang terancam. Dalam 50 tahun terakhir, kerusakan terumbu karang yang terjadi dari 10% menjadi 50%. Dan menurut hasil survey P2O LIPI (2006) menyebutkan bahwa hanya 5,23% terumbu karang di Indonesia yang berada dalam kondisi sangat baik. Sekitar 40% terumbu karang Indonesia berstatus “rusak berat” dan hanya 29% “bagus” hingga “sangat bagus”.
Terumbu karang harus dijaga dari ancaman-ancaman utama seperti pembangunan daerah pesisir yang merusak lingkungan, polusi laut, sedimentasi, dan pencemaran dari darat (sampah anorganik), penangkapan ikan yang berlebihan, penangkapan ikan dengan cara merusak, dan pemutihan karang (coral bleaching) akibat pemanasan global.
Walaupun hidup di daerah dataran yang jauh dari perairan, namun kita harus menjaga terumbu karang yang ada di lautan dengan:
- Hemat listrik, air, melakukan gaya hidup 3R, dan ramah lingkungan. Hal ini harus dilakukan agar efek perubahan iklim dapat berkurang terhadap terumbu karang.
- Jika berkreasi di pantai, tidak boleh buang sampah sembarangan. Lebih baik lagi jika Anda menggunakan bahan ramah lingkungan dan organic agar pantai tidak tercemar.
- Menjaga ekosistem mangrove
Sumber: goblue.or.id dan alamendah.wordpress.com
Sumber Gambar: Richard Smith


























