Saat ini semakin banyak penelitian yang bertujuan mencari sumber energi terbarukan sebagai alternatif energi fosil yang semakin menipis jumlahnya. Salah satu energi terbarukan yang bisa dijadikan alternative energi adalah biogas.
Biogas merupakan campuran gas yang dihasilkan oleh penguraian senyawa organic dalam biomassa oleh bakteri dalam kondisi anaerobik. Biogas merupakan gabungan dari 50 – 70% metana (CH4), 30 – 40% karbon dioksida (CO2), 5 – 10% hidrogen (H2), dan campuran gas-gas lainnya. Gas yang memiliki berat lebih ringan dibandingkan udara ini memiliki nilai panas pembakaran sekitar 4.800 – 6.700 kkal/m3. Walau cukup besar, gas metana murni memiliki nilai panas pembakaran lebih besar mencapai 8.900 kkal/m3.
Sifat biomassa yang mempengaruhi produksi biogas adalah rasio C/N, pH, kadar air, kandungan total padatan, suhu, laju pengumpanan, pengadukan dan konsistensi masukan, dan durasi dalam reaktor.
Bukan hanya berasal dari bahan baku ramah lingkungan, biogas memiliki beberapa keuntungan yang ramah lingkungan, di antaranya:
- Biogas merupakan energi bersih yang dapat digunakan dalam skala rumah tangga. Modal pembuatan sistem biogas berada di awal pembuatan sistem. Setelah sistem berjalan, pengguna dapat menggunakan biogas dengan sangat murah dan tidak menghasilkan asap seperti kayu bakar atau batu bara.
- Memasak menggunakan biogas lebih cepat dan mudah
- Biogas membunuh bakteri pada pupuk ternak. Peternakan dengan sistem biogas lebih bersih dan aman.
- Biogas menghasilkan pupuk yang aman untuk penggunaan di lahan pertanian
- Biogas mampu membantu upaya memitigasi pemanasan global dengan membakar gas metana yang berasal dari limbah organik. Lebih baik gas metana tersebut digunakan dibandingkan dibiarkan lepas ke atmosfer.
Sumber: litbang.deptan.go.id, dekfendy.blog.uns.ac.id, pustaka.litbang.deptan.go.id, dan paceproject.net
Sumber gambar: sosbud.kompasiana.com


























