27 March, 2012, 4:27 pm, Editor: matoa

Konservasi Air di Lahan Kering

Hampir 88,6% atau setara dengan 60,7 ha lahan Indonesia merupakan lahan kering. Lahan kering biasanya dimanfaatkan untuk tanaman tahunan atau perkebunan. Salah satu yang bisa dilakukan agar lahan kering memiliki produktivitas yang lebih baik adalah dengan mengkonservasi air di sekitar kawasan tersebut.

Pengelolaan air yang baik dapat menjamin ketersediaan air baik di musim penghujan dan musim kemarau agar produktivitas tanaman tidak terganggu. Hal yang dapat dilakukan adalah mengkonservasi air.

Konservasi airbertujuan meningkatkan masuknya air ke dalam tanah melalui infiltrasi dan mengisi daerah cekungan-cekungan dengan air, serta mengurangi terjadinya evaporasi. Jika Anda ingin mengefisienkan penggunaan air di lahan yang kering. Berikut metode dan teknologi yang bisa dilakukan:

  • Menanam berbagai jenis tanaman (metode vegetatif)

Berbagai jenis tanaman dapat ditanam seperti tanaman penutup tanah, tanaman penguat teras, penanaman dalam strip, pergiliran tanaman, serta penggunaan pupuk organic dan mulsa. Pengolahan lahan dengan menanam tanaman dapat menjamin keberlangsungan keberadaan tanah dan air.

  • Mengatur aliran permukaan (metode teknis)

Metode konservasi dengan mengatur aliran permukaan bertujuan agar tidak merusak lapisan olah tanah (top soil) yang bermanfaat bagi tanaman. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk melakukan teknik ini adalah: pengolahan tanah menurut kontur; pembuatan guludan; terasering; dan saluran air. Sebelum teknik ini dilakukan, ada beberapa bahan pertimbangan dalam menetukan teknik konservasi:

1. Iklim

Jumlah curah hujan, intesitas, dan distribusi hujan merupakan faktor utama dalam menentukan teknik konservasi air yang sesuai untuk suatu lokasi. Pada lokasi dengan curah hujan tinggi, teknik konservasi air diarahkan untuk memanen air hujan dan/atau aliran permukaan. Sedangkan lokasi dengan curah hujan rendah bertujuan memanen air hujan dan mencegah kehilangan air melalui penguapan.

2. Kemiringan lahan

Semakin besar kemiringan lahan, semakin cepat laju aliran permukaan, daya kikis dan daya angkut air juga semakin besar. Untuk lahan dengan kemiringan yang tinggi, konservasi yang dapat dilakukan adalah memperlambat laju aliran permukaan dan memperpendek panjang lereng. Sehingga, air lebih lama meresap ke dalam tanah.

3. Kedalaman efektif tanah

Merupakan kedalaman tanah diukur dari permukaan sampai jarak akar tanaman menembus tanah. Pada tanah yang bersoulm (ketebalan tanah di atas bahan induk tanah) dalam atau mempunyai kedalaman efektif yang dalam, hampir semua teknik konservasi air dapat diterapkan. Sedangkan, pada tanah bersolum tipis harus dipilih teknik konservasi air yang tidak banyak membongkar atau menyingkap tanah.

Semoga membantu

Sumber: isjd.pdii.lipi.go.id

Sumber gambar: ayu-dewi-s1-smandela.blogspot.com

Share:

2 Komentar

  1. Dear Yulia,
    menurut saya, konservasi air merupakan usaha-usaha yang dilakukan agar kelestarian dan keberlangsungan air tetap terjaga. Sedangkan kesuburan tanah merupakan kemampuan tanah memproduksi produk tanaman.
    Semoga membantu