14 July, 2008, 12:55 pm, Editor: matoa

Mari Berkebun di Pekarangan Rumah

Berkebun tentu pekerjaan yang menyenangkan. Daripada melihat halaman rumah kosong, alangkah indahnya ditumbuhi pepohonan. Mengurusi aneka tanaman hias, buah-buahan, atau tumbuhan obat dapat menjadikan waktu luang lebih berguna. Suasana tempat tinggal pun tampak lebih segar. Tapi, bagaimana bila tidak memiliki lahan yang memadai? Atau cuma sejengkal tanah di depan rumah yang pas-pasan? Padahal, keinginan merawat pohon sangat besar. Tentang hal itu, enggak perlu patah semangat kok. Ibu-ibu, kaum remaja atau para bapak yang sudah pensiun tetap dapat melakukannya di sela-sela aktivitas rutin sehari-hari. Vertikultur adalah cara pertanian yang hemat lahan. Sangat cocok diterapkan di daerah permukiman padat.

Kata vertikultur diambil dari bahasa Inggris, verticulture yang merupakan penggabungan dua kata, vertical dan culture. Pengertiannya adalah suatu cara pertanian yang dilakukan dengan sistem bertingkat. Mengolah tanah dalam sistem ini tidak jauh berbeda dengan menanam pohon seperti di sebuah kebun atau sawah.

Namun ada kelebihan yang diperoleh, yaitu dengan lahan yang minimal mampu menghasilkan hasil yang maksimal.

vertikultur.jpg

Pada pertanian secara umum atau konvensional, mungkin satu meter persegi hanya dapat ditanami lima batang pohon. Lewat pola bersusun atau bertingkat ini, dapat ditumbuhi sampai lima batang.

Caranya yaitu dengan membuat sebuah rak untuk menaruh tanaman. Tanpa harus menanamnya langsung pada lahan yang ada. Rak tersebut dapat terbuat dari kayu, papan atau bumbu.

Bila ingin lebih kuat dapat menggunakan kerangka besi atau stainless steel. Tapi itu lebih mahal ongkos pembuatannya.

Mengenai model dan ukuran, terserah kreativitas pemesan. Dibuat sedemikian rupa agar mampu menjejali banyak tanaman. Pada umumnya adalah berbentuk persegi panjang, segi tiga, atau dibentuk mirip anak tangga. Dengan beberapa undak-undakan atau sejumlah rak. Yang penting adalah kuat dan mudah dipindah-pindahkan.

Beberapa bentuk bangunan dikombinasikan dengan bahan seperti seng atau aluminum persegi panjang. Kegunaannya yaitu untuk menaburi tanah, sebagai media tanam. Itu mirip dengan petak sawah atau kebun.

Sejumlah pot bunga dapat pula dijejerkan di atas rak. Soal wadah pohon itu, tidak harus membelinya di pasar. Coba saja tengok ke gudang atau serambi rumah. Kaleng cat, bekas minyak pelumas, atau botol plastik minuman mineral yang sudah tidak terpakai, dapat dimanfaatkan.

Antibanjir

Dalam pembuatan kerangka bangunan, yang perlu diperhatikan adalah ukuran tinggi. Perawatan tumbuhan akan lebih mudah bila rak dibuat sewajarnya. Karena pengertiannya bertani bertingkat, tentu tak ubahnya seperti sebuah tangga, bersusun ke atas.

Tidak langsung menanam di dasar tanah pada pekarangan, tapi diatasi lantai. Jarak sedikit agak tinggi dari permukaan tanah, amat berguna bila terjadi genangan air. Lantai pun tetap bersih bila memang ditaruh di sekitar ruangan berubin atau keramik.

Rak mudah ditaruh di mana saja sesuai keinginan. Bisa di halaman depan, samping, di atas tingkat, bahkan di dalam kamar sekalipun. Kerangka bangunan dibuat lebih tinggi untuk mencegah terendamnya tanaman oleh air.

Kreativitas di rumah bisa disalurkan dengan mengecat pot atau rak. Untuk menambah sentuhan seni yang lebih menarik. Dikombinasikan pula dengan aneka warna dari berbagai jenis tanaman. Boleh juga ditambah dengan pernak-pernik pot, seperti wadah air di bawahnya atau pot-pot gantung.

Selain tanaman hias, pohon obat juga baik sekali ditanam. Lumayan untuk menambah koleksi, lagi pula sangat bermanfaat. Jenis tapak dara, sambiloto atau pecah beling dengan mudah hidup di dalam pot.

Tidak itu saja, kombinasi tabulapot (tanaman buah dalam pot) akan menambah isi “kebun” lebih padat. Untuk mendapatkannya, silakan saja ke penjual tanaman. Bermacam-macam pohon yang kecil-kecil sudah berbuah banyak disediakan.

Drum bekas atau sisa kaleng cat ukuran terbesar sekali cocok sekali sebagai wadahnya. Memang jenis pepohonan tersebut terlalu berat ditaruh di atas rak. Namun, bapak atau ibu dapat menyesuaikan penempatannya.

Vertikultur sangat cocok dipakai untuk budi daya tanaman semusim, misalnya sayur-sayuran. Selain menanamnya mudah, hasilnya langsung dinikmati. Aneka sayuran yang dapat ditanam antara lain seledri, selada, kangkung, bayam atau kemangi. Pohon cabai, tomat, atau terong, juga mudah sekali tumbuh di dalam pot. Jenis poly bag atau kantung plastik tebal berwarna hitam, dapat menggantikan fungsi pot tanaman.

Tinggal bagaimana cara merawat dan mengolahnya saja. Bila hasilnya berlebihan, dijual sebagai tambahan keluarga. Lagi pula lebih sehat dan ramah lingkungan.

Lho, apa hubungannya? sebab dalam budi daya bercocok tanam ini, para anggota keluarga tidak perlu lagi mengeluarkan dana untuk membeli pupuk. Pupuk alami mampu dibuat sendiri dari sisa-sisa sampah dapur. Potongan-potongan sayuran, kulit buah atau sisa-sisa makanan merupakan bahan organik yang bermanfaat. Yaitu bahan yang mudah terurai oleh tanah dan diperlukan oleh tanaman.

Pembuatannya cukup menimbun di dalam tanah. Dibiarkan terurai selama kurang lebih satu bulan lamanya. Setelah itu dapat dipakai sebagai media tanam. Dengan ditambah oleh campuran pasir, tanah gembur, serta pupuk kompos tadi. Takarannya yang seimbang, yaitu 1:1:1.

sumber : www.studiolanskap.or.id

By the way, terlampir dalam artikel ini materi siaran kami di program Sapa Nusantara Delta FM, 14 Juli 2008 ini dan buku saku berkebun di pekarangan.

buku-saku-berkebun-di-pekarangan.PDF

sapa-nusantara-14-juli-2008-tanaman-pekarangan.PDF

Semoga bermanfaat.

Share:

41 Komentar

  1. Saya tertarik dengan artikel diatas. Saya juga pernah mendengar metode pengolahan sampah organik dengan metode Keranjang Takakura. Mohon untuk menginformasikan metode ini secara detail dan dimana saya mendapatkan peralatannya?

    Salam Lestari,
    DWF

  2. Terima kasih Kang Dadan untuk permohonannya….

    di bawah ini saya sampaikan metode takakura yg kang Ridha Nugraha sampaikan di WP nya. semoga bermanfaat.

    Metode takakura itu adalah metode pembuatan komposter yang diperkenalkan sama pak Takakura dari Jepang. Metode ini punya beberapa kelebihan, diantaranya ialah : tidak menghasilkan bau, praktis penggunaannya, dan yang paling penting mah murah biaya nya.

    nah ini dia cara pembuatannya

    Bahan :
    1. Wadah : Keranjang berpori dari plastik tahan lama (Polipropilen), yang suka dijual di pasar-pasar, contohnya merk Lion Star (Bukan promosi lho), yang dilengkapi dengan penutup.

    2. Biang kompos (starter) : diisi ke dalam keranjang sampe 2/3 ukuran wadah. Komposisi biang kompos (starter) ini ntar dikasih belakangan.

    3. Lapisan Kardus : Kardus pakai-ulang (reuse) dipakai buat melapisi dinding wadah. Berfungsi menahan panas dan mencegah kompos keluar dari wadah

    4. Bantalan Sekam : sebanyak dua buah, diletakkan di bawah dan di atas biang kompos (starter). Berfungsi menahan panas, mengatur kelembaban, dan mencegah lalat.

    5. Kain Penutup : diletakkan di bawah tutup wadah. Berfungsi untuk mencegah lalat bertelur ke dalam wadah.

    Itu bahan-bahannya. Nah sebelum bikin komposternya, kita harus bikin starternya dulu. Ini ni komposisi starternya :

    1. Dedak 4 takaran
    2. Sekam 1 takaran
    3. Air Gula 1 takaran
    4. Pupuk Kompos min. 1 takaran

    Cara Pembuatan :
    1. Campurkan bahan2 di atas
    2. Tambahkan air hingga cukup lembab
    3. Campuran dimasukkan ke dalam karung selama 1 – 1,5 hari, sampai hangat.
    4. Diamkan campuran hingga 4 – 7 hari
    5. Masukkan ke dalam keranjang, sampai memenuhi 2/3 nya

    Nah klo starternya dah jadi dan dimasukin ke dalam keranjang, udah siap deh Komposter Takakura kita. Tinggal dimasukin sampah ke dalamnya. Urutan lapisan komposter Takakura dari bawah ke atas adalah Lapisan kardus, bantalan sekam, starter, bantalan sekam, kain penutup.
    Oh iya perlu diingat, sebelum dimasukin ke dalam keranjang, sampah sebaiknya dipotong-potong kecil dahulu. Sampah yang dimasukkan ke komposter diaduk dengan starter sebelum disimpan. Nah klo udah diaduk, tutup komposter dengan baik dengan bantalan sekam dan lapisan kain agar tidak ada lalat yang masuk.

    Klo keranjang penuh, maka 1/3 dari kompos yang sudah jadi dapat dipanen.
    1. Keluarkan sampah bagian atas, pindahkan ke penampungan sementara (karung dll).
    2. Ambil kira-kira sepertiga bagian bawah, untuk digunakan sebagai kompos.
    3. Masukkan kembali kompos dan sampah organis yang belum terurai sempurna, hingga keranjang takakura kembali terisi 2/3 nya. Tempatkan sampah organis yang belum mengurai di bagian bawah.

    Kompos yang dipanen kita matangkan di tempat yang terlindungi dari sinar matahari selama setidaknya satu minggu. Setelah itu, kompos siap digunakan.

    Oh iya, komposter juga perlu buat dirawat, ada beberapa gejala yang menandakan komposter harus di’service’, yaitu :
    1. terlalu kering atau terlalu basah
    2. terlalu padat/kurang gembur
    3. timbul bau tak sedap
    4. kompos menjadi dingin
    5. penguraian sampah lebih lambat dari biasanya

    Cara buat ‘service’ nya seperti ini ni :

    Penyebab masalah Cara Mengatasi
    1. Terlalu banyak sampah dimasukan sekaligus (lebih dari 1 kg per hari). Prinsip pengkomposan dengan Takakura adalah kompos jadi harus jauh lebih banyak dari sampah yang akan diuraikan. Tambahkan banyak sekam. Aduk-aduk dengan kompos di dalam Takakura. Bila dalam beberapa hari ternyata kompos masih dingin, coba tambahkan bekatul.

    2. sampah terlalu basah atau terlalu kering. § Bila terlalu basah, tambahkan sejumlah sekam dan aduk-aduk dengan sampah lainnya.

    Bila terlalu kering, tambahkan air dan aduk-aduk. Lebih baik gunakan air bekas cucian beras atau rebusan sayur, karena menambah nutrisi. Usahakan tidak menggunakan air PDAM yang mengandung kaporit.

    3. takakura terlalu lama tidak diisi sampah. § Tambahkan kembali sampah dan air, aduk-aduk. Sampah kaya karbohidrat (nasi dll) dan buah bagus untuk membangunkan kembali para pengurai. Kalau dalam beberapa hari, kompos tidak menjadi hangat, tambahkan kembali sejumlah bekatul,dan bila dirasa perlu, sejumlah sekam.
    Bila jumlah kompos telah menjadi terlalu sedikit (kurang dari ½ tinggi wadah), campurkan sekam hingga tingginya mendekati 2/3. Tambahkan beberapa genggam bekatul. Aduk hingga merata.

    sumber : http://ridhanugraha.wordpress.com

  3. mmm…mau tanya tentang tanaman hias apa yang cocok ditanam di pot? sama tanaman hias apa yang mudah pemeliharaannya

  4. Dear Mbak Stephanie,

    Beberapa tanaman hias yang sudah dilakukan penelitian oleh NASA sebagai tanaman yang mampu menyerap gas-gas polutan di dalam ruangan dan juga dapat ditanam di pot adalah sebagai berikut:

    Formaldehyde

    1. Aloe barbadensis (Lidah Buaya)
    2. Chlorophytum comosum (Lili Paris)
    3. Philodendron sp.
    4. Dracaena fragrans (Hanjuang)
    5. Scindapsus aureus (Pothos)
    6. Syngonium podophyllum
    7. Fern/Adiantum (Leatherleaf Fern)
    8. Nephrolepis exaltata (Pakis Boston)
    9. Ficus elastica (Karet Hias)
    10. Ficus benjamina (Beringin)
    11. Aglaonema modestum (Sri Rejeki)
    12. Sanseviera laurentii (Lidah Mertua)
    13. Rhapis excelsa (Palem Waregu)
    14. Chrysalidocarpus lutescens (Palem Areca)
    15. Chamaedorea sefritzii (Palem Bambu)
    16. Phoenix roebelenii (Kurma Kerdil)
    17. Spathiphyllum sp.
    18. Dendrobium sp.

    Benzene

    1. Dracaena marginata (Hanjuang)
    2. Dracaena deremensis (Hanjuang)
    3. Dracaena warneckei (Hanjuang)
    4. Spathiphyllum sp.
    5. Aglaonema modestum (Sri Rejeki)
    6. Sanseviera laurentii (Lidah mertua)

    Trichloroethylene

    1. Dracaena marginata (Hanjuang)
    2. Spathiphyllum sp.
    3. Dracaena warneckei (Hanjuang)
    4. Sanseviera laurentii (Lidah mertua)

    Xylene

    * Phalaenopsis sp (Anggrek Bulan)

    Alcohol

    1. Dendrobium sp.
    2. Spathiphyllum sp.

    Ammonia
    Palem waregu (Rhapis excelsa)

    Acetone

    1. Spathiphyllum sp.
    2. Dendrobium sp.

    Selanjutnya adalah tanaman yang mampu memberikan kesegaran di dalam ruangan seperti:

    1. Chrysalidocarpus lutescens (Palem Areca)
    2. Pisang kerdil/dwarf (Musa acuminata)
    3. Palem waregu (Rhapis excelsa)
    4. Spathiphyllum sp.
    5. Dendrobium sp.
    6. Sanseviera sp.

    Tips:
    Letakkan minimal 1 pot tanaman hias untuk luasan ruang 9 m2, agar rumah, gedung atau perkantoran lebih segar, sehat dan menyenangkan.

  5. Waah keren2…. btw sekarang udah ada lho website pembelajaran lingkungan hidup buat pelajar Indonesia
    alamatnya http://www.lenvy-online.com

    Buat matoa n pengunjung website lain Tolong disampein ke temen2 pelajar ya…

  6. sangat inspiratif dan menarik. Kalau banyak yang lakukan pasti rumah tambah hijau dan hemat. he..he…

  7. very inspiring….saya berniat mencobanya…
    Di mana tempat yang menjual bibit sayuran? mohon informasinya terima kasih

  8. Untuk sayuran bisa dilakukan tanpa harus membeli bibit secara khusus, misalnya biji cabai atau tomat yang sudah tua (matang dan membusuk) dari dapr kita tidak dibuang tapi dikeringkan dan selanjutnya disemaikan, bila sudah 3 cm bisa dipindahkan ke tanah yang lebih luas.

    Labu siam yang kita beli dan ada tunasnya bisa ditanam juga, begitu pula dengan sereh, bisa kita tanam juga yang sudah ada akarnya. langsung bisa di tanam di tempat yang kita inginkan.

    Ubi jalar ataupun singkong bisa kita tanam pula. semua ini telah saya lakukan di halaman rumah.

    Namun bila menginginkan bibit-bibit sayur lainnya dengan merek-merek tertentu bisa ditemui di mall-mall besar atau bisa juga dipasar tradisional pasti ada yang menjual bibit-bibit tanaman sayuran.

  9. Bagus skali artikelnya. Saya sudah mencoba dengan Tabulampot, ada lengkeng (pingpong), nangka cempedak, jambu air, jambu batu, mangga, rambutan, sawo, belimbing dan jeruk. beberapa diantaranya sudah mulai berbuah. Namun ada kendala ternyata beberapa tabulampot diserang rayap dari lubang air di bawah pot. Gimana cara mengusirnya, Makasih.

    Mohon bantuannya om Matoa. Saya ingin coba membuat komposter sederhana buat di rumah. Mohon kirimkan ke email saya ya, Terimaksasih.

  10. saya bukan mau beri tanggapan. Tapi mau nanya. Begini ceritanya, Pekarangan rumah saya telah saya tanamin cabe jahe dan lainnya..akan tetapi semakin lama, setiap saya korek tanah untuk menanam tanaman yang baru banyak sekali rayap. bagaimana cara membunuhnya.? Apakah dengan menyemprotkan anti rayap tanaman akan tetap hidup atau malah mat. Saya khawatir kalo saya semprot, tanaman yang telah tumbuh besar pada mati, dan sis-sia usaha saya.

  11. Oak Polarys,

    Untuk membasmi rayap pada tanaman Bapak, kami rekomendasikan membeli buku ini, semoga bisa mengatasi masalah Bapak…trims.

    Mencegah & Membasmi Rayap secara Ramah Lingkungan & Kimia
    Harga: Rp28.000
    (harga yang berlaku di Pulau Jawa)
    Penulis: Kurnia Wiji P & DR. Sulaeman Yusuf
    Jumlah halaman: 36 bw + 32 fc
    Cetakan: 1
    Penerbit: AgroMedia Pustaka

  12. artikelnya sgt inspiratif,dr dl q py impian py rmh yg asri n q hobi berkebun,sayang q tinggal di pemukiman padat n gak py kebun,halaman rmh jg gak ada,mk q pgn bkn kebun di atap,stlh membaca artikel ni mg impian jd kenyataan he he,thanks alot.

  13. sy sangat menyukai smua artikel di atas. sy tdk memberi tanggapan. klu bs bantu, sy mt tlg bgmn cara mengatur tata letak tanaman dipekarangan rmh sy agr bs dipake untuk tempat bermain, bersantai tpi tetap sy tanami tanaman yg bermanfaat bgi sy jg, sprti tanaman cabe, tomat, daun sirih, laos, daun salam, daun jeruk purut, jahe, kunir, daun pandan, dan lain sejenis nya. sy tingal diperumahan, kebetulan ada kelebihan tanah sekitar 100 m2 krn rmh ada di paling pojok/ tanah hook. sy bingung gmn sy hrs mengaturnya krn rmh sy letaknya dpn jalan untuk lalu lalang keluar masuk kendaraan yang lewat di perumahan sy. biar tetap terkesan rapi klu ada orng yang melihat nya. selain tanaman diatas, sy jg ingin sy tanam tanaman yg dapat menyerap gas-gas polutan. tpi tetap bs digunakan jg sbg area tempat bermain/ bersantai. klu bs menolong sy, mhn balasannya dikirim ke email sy. trimksh & maaf klu melenceng jauh dari topik seputar artikel diatas.

  14. salam kenal
    saya dah baca artikelnya,cukup menginspirasi untuk saya mulai berkebun karena dirumah punya lahan kosong 45 m2 untuk bisa dimanfaatkan

    minta saran agar tanah itu bisa menghasilkan saya tanam apa?

    terimakasih

  15. terima kasih,
    Anda dapat membaca artikel “Ciptakan Dapur Hidup di Rumah”, di artikel tersebut dijelaskan beberapa tanaman yang dapat ditanam di pekarangan atau Anda dapat menanam tanaman hias berkhasiat misalnya euphorbia, daun kupu-kupu, bunga pukul empat, kemuning, dan tanaman lainnya. Anda juga bisa menanam lidah mertua, sri rejeki, bambu, dan aglonema, Anda dapat membaca beragam tanaman pereduksi polusi di “Pereduksi Polusi di Halaman Rumah”.
    Selamat mencoba

    Salam Sahabat Hijau!

  16. saya punya impian sandainya sy bisa berkebun di halaman alangkah senangnya…….apalagi harga keperluan dapur semakin meningkat……makanya sy banyak cari info tentang cara berkebun… trims ya… atas artikelnya,moga dpt memberikan yg lebih detil buat pemula sperti sy………..

  17. terima kasih atas apresiasinya.
    Anda dapat membaca artikel mengenai tanaman di web ini seperti “Ciptakan Dapur Hidup di Rumah”.
    Semoga Membantu

    Salam Sahabat Hijau!

  18. saya baru baru ini saya berkebun dsuatu daerah pedesaan. saya mw tanya hasil paanennya linknya kemana yah….ke supermarketkan atau kepasar…

  19. dear matoa,

    saya dapet tugas csr mengenai berkebun di pekaranagan, saya cuma ingin menanyakan tumbuh2an apa saja yang bisa ditanam pada sistem verticulture ini? apakah media ini bersifat sementara?yang akhirnya berujung pada pemindahan tanaman tsb ke media yang lebih besar

  20. Jenis tanaman y ang dapat ditanam dengan sistem ini sangat banyak, misalnya tanaman buah dan sayur semusim (sawi, selada, kubis, wortel, tomat, terong, cabai dan lain-lainnya), juga bunga seperti anggrek, bougenv ille, mawar, melati, azelea dan kembang sepatu y ang diatur tingginy a dengan pemangkasan.
    Media pada sistem vertikulur tetap karena tanaman yang ditanam biasanya sayuran yang bisa langsung dipanen begitu sudah siap.
    trims

    Salam Sahabat Hijau

  21. saya sangat memperhatikan perkebunan yg ada di sini, saya sangat terkesima , saya berangan2 seandainya saya tua nanti saya masih mau beraktifitas dan tdk mau menganggur. seandainya saya punya lahan pasti akan saya wujudkan dlm bentuk kebun. saya pikir pasti bermanfaat. Atau paling tidak saya dapat bekerja di tempat orang utk menyayangi dan merawat tanaman

  22. saya sangat senang dengan artikel diatas,ini akan kami mampaatkan dihalaman rumah kami.Disamping itu alangkah baiknya tambah lagi artikel2lain,misalnya cara membuat pot dari semen atau dari tanah. Terimakasih.

  23. suka sekali dg artikel d jawaban2 yg disampaikan… kebetulan sy sdg mencari cara berkebun di halaman rumah sy yg sempit.. terimaksih

  24. sya sangat senang karena kebetulan saya ingin mencobanya tetapi ngk tau gimana caranya..tks telah memberi informasi yg berguna.

  25. saya sudah praktekkan metode vertikultur ini dengan pipa paralon, pot semen maupun polibag. Hasilnya saya dapatkan sayuran organik, hemat belanja sayuran, halaman dan pekarangan belakang jadi hijau dan yg paling penting hati puas.
    mau coba buka blog saya di http://www.denmas-kenthus.blogspot.com