26 April, 2012, 3:29 pm, Editor: matoa

Membuat Instalansi Biogas

Seperti dijelaskan di awal, pembuatan sistem biogas memerlukan dana di awal pembuatan. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan instalasi biogas. Bangunan utama dari instalasi biogas adalah digester yang berfungsi untuk menampung gas metana hasil perombakan bakteri. Sebaiknya gunakan digester dengan model continuous feeding, model ini cukup banyak digunakan karena pengisian bahan organik bisa dilakukan kontinyu setiap hari.

Ukuran digester yang akan dibangun tergantung pada bahan baku yang dihasilkan. Misal bahan baku yang digunakan adalah kotoran ternak sapi, maka harus menghitung volume keseluruhan kotoran ternak yang dihasilkan sapi setiap harinya. Namun, biasanya lahan yang diperlukan untuk pembuatan instalasi biogas sekitar 16 m2. Bahan bangunan yang digunakan pembuatan digester adalah semen, pasir, batu kali, batu koral, bata merah, besi konstruksi, cat, dan pipa prolon.

Pastikan lokasi instalasi biogas dekat dengan sumber bahan baku (kandang ternak), sehingga dapat langsung disalurkan ke digester. Hasil sampingan instalasi biogas adalah sludge (lumpur), sediakan bak penampung untuk menampung sludge. Sludge dapat digunakan sebagai pupuk organic bagi tanaman Anda.

Pipa prolon digunakan sebagai penghubung dan penyalur digester ke saluran gas metana yang bisa langsung digunakan dan penyalur kotoran hewan ke digester. dihasilkan instalasi biogas. Pasang kran gas pada bagian atas digester untuk mengatur keluar masuk gas dalam digester.

Setelah instalasi selesai, berikut langkah-langkah membuat biogas:

  • Mencampur kotoran sapi dan air dengan perbandingan 1:1. Percampuran dengan air dilakukan agar bahan baku dapat masuk ke digester dengan mudah.
  • Bahan baku dimasukkan ke dalam digester melalui pipa prolon yang menghubungkan kandang dengan digester. Saat memasukan kotoran hewan, sebaiknya kran gas pada digester dibuka untuk memudahkan pemasukan bahan baku ke digester. Untuk pengisian pertama, sebaiknya penuhi digester dengan bahan baku kotoran sapi.
  • Tambahkan starter sebanyak 1 liter dan 5 karung isi rumen segar yang bisa didapat di rumah potong hewan (RPH) untuk kapasitas digester 3,5 – 5 m2. Setelah semua bahan dicampur, tutup rapat digester agar fermentasi dapat dilakukan.
  • Agar optimal, buang gas pertama yang dihasilkan pada hari ke-1 hingga ke-8 karena gas yang terbentuk adalah karbon dioksida. Sedangkan pada hari ke-10 hingga hari ke-14, gas yang terbentuk adalah gas metana. Sehingga dapat digunakan untuk keperluan rumah tangga.
  • Hari ke-14, gas yang terbentuk sudah bisa digunakan untuk menyalakn api pada kompor gas. Agar terus kontinyu, lumpur kotoran harus terus dialirkan ke digester.

Biogas tidak beracun, namun jika biogas bertemu dengan udara dan api maka dapat menyebabkan ledakan. Ledakan terjadi jika hanya udara dan api berdekatan dengan sumber gas metana.

Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, lebih baik Anda memelihara instalansi gas dengan baik dan teratur:

  • Mengisi bahan baku (bahan organik) ke dalam reactor (digester) sesuai kapasitas pengisian setiap hari
  • Menghindari bahan-bahan penghambat pertumbuhan bakteri (pestisida, desinfektan, air deterjen, sabun, dan shampoo) masuk ke dalam reactor
  • Membersihkan peralatan (kompor, lampu, generator listrik), melakukan pemeriksaan jaringn pipa/selang gas dan bagian pengaman secara rutin dalam kurunwaktu tertentu
  • Memanfaatkan lumpur hasil sampingan biogas sebagai pupuk organik tanaman

Sumber: litbang.deptan.go.id, dekfendy.blog.uns.ac.id, pustaka.litbang.deptan.go.id, dan paceproject.net

Sumber gambar: sosbud.kompasiana.com

Share: