Info Lingkungan | Tips |

Mengolah Air Bersih

Air merupakan sumber bagi kehidupan. Bisa kita bayangkan jika sehari saja kita hidup tanpa air. Maka tubuh kita akan kekurangan cairan (dehidrasi), tanaman akan mati, hewan-hewan juga kehausan. Sekarang ini banyak sekali masyarakat yang membuat sumur bor untuk mendapatkan air bersih. Akan tetapi dengan membuat sumur masalah untuk mendapatkan air bersih dan jernih serta aman untuk dikonsumsi belum begitu teratasi. Tidak semua sumur dibuat menghasilkan air bersih. Hal ini terjadi dimungkinkan kandungan zat-zat yang ada dalam tanah masing-masing tempat berbeda-beda. Penyebabnya tentu saja karena pencemaran lingkungan.

Untuk pengolahan air bersih dengan sumber air baku sungai, tanah dan air pegunungan, dengan skala atau standar air minum, memerlukan beberapa proses. Mengenai proses yang perlu diterapkan  juga tergantung dari kualitas air baku tersebut. Proses yang diterapkan dalam sistem pengolahan air bersih antara lain:

  • Proses penampungan air dalam bak penampungan air yang bertujuan sebagai tolak ukur dari debit air bersih yang dibutuhkan. Ukuran bak penampungan disesuaikan dengan kebutuhan (debit air) yang mana ukuran bak 2 kali dari kebutuhan.
  • Proses oksidasi atau penambahan oksigen ke dalam air agar kadar-kadar logam berat serta zat kimiawi lainnya yang terkandung dalam air mudah terurai. Dalam proses ini perlu dilakukan seperti dengan penambahan oksigen dengan sistem aerasi (dengan menggunakan alat aerator) dan juga dapat dilakukan dengan menggunakan katalisator bahan kimia untuk mempercepat proses terurainya kadar logam berat serta zat kimiawi lainnya (dengan menggunakan clorine, kaporite, kapur dll.
  • Proses pengendapan atau koagulasi, proses ini bisa dilakukan dengan menggunakan bahan kimia seperti bahan koagulan (Hipoklorite/PAC) dengan rumus kimia juga proses ini bisa dilakukan dengan menggunakan teknik lamela plate.
  • Proses filtrasi (carbon actived), proses ini bertujuan untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang masih terkandung dalam air dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas air agar air yang dihasilkan tidak mengandung bakteri (sterile) dan rasa serta aroma air. Biasanya proses ini menggunakan bahan sand filter yang disesuaikan dengan kebutuhan baik debit maupun kualitas air dengan media filter (silica sand/quarsa, zeolite, dll).
  • Proses terakhir adalah proses pembunuhan bakteri, virus, jamur, makroba dan bakteri lainnya yang tujuannya mengurangi patogen yang ada, proses ini menggunakan proses chlorinator atau sterilisasi dengan menggunakan kaporit.

Penyaring Air dan Penjernih Air, kedua-duanya adalah kata benda namun memiliki makna yang berbeda. Penyaring air lebih mengandung arti alat atau perangkat yang diisi media pasir silika, karbon aktif atau yang lainnya yang digunakan untuk menjalankan proses menjernihkan air dari berbagai partikel dan lumpur. Sedangkan penjernih air lebih mengandung arti suatu bahan/cairan/bubuk tertentu yang digunakan untuk memisahkan air dari partikel dan lumpur dan/atau juga untuk membunuh bakteri dan virus. Mari kita pelajari satu persatu bahan penjernih air ini:

  • Tawas berfungsi untuk memisahkan dan mengendapkan kotoran dalam air. Lama pengendapan berkisar 12 jam. Fungsi Tawas hanya untuk pengendapan, tidak berfungsi untuk membunuh kuman atau menaikkan PH dalam air
  • Kaporit berfungsi untuk membunuh bakteri,kuman dan virus dalam air,juga menaikkan PH air Bukan digunakan untuk pengendapan. Kalaupun mengendap prosesnya sangat lama.
  • Kapur Gamping berfungsi untuk pengendapan,namun prosesnya cukup lama hingga 24 jam. Juga berfungsi untuk menaikkan PH air namun tidak berfungsi untuk membunuh kuman,virus dan bakteri.
  • Arang batok kelapa berfungsi untuk menghilangkan bau,rasa tidak enak dalam air dan juga menjernihkan.

Dari penjelasan di atas idealnya adalah pencampuran antara tawas dan kaporit. Untuk tandon air 1200 liter takaran tawas 4 sendok makan penuh, kaporit 1 sendok makan penuh. Cara mencampurnya bergantian: yang pertama kaporit dahulu diaduk dalam 1 ember air kemudian dimasukkan dalam tandon dan diaduk merata. Kemudian masukkan tawas dalam 1 ember air dan masukkan dalam tandon dan aduk secara merata.

Sumber :

http://www.airminumisiulang.com/page.php?penyaring-air-dan-penjernih-air

http://zeofilt.wordpress.com/2008/01/31/sistem-pengolahan-air-bersih/

18 Komentar untuk “Mengolah Air Bersih”

  1. albert says:

    saya ada masalah dengan sumur bor dirumah saya, air yang keluar jernih tapi ada sedikit berbau dan meninggalkan karat, bgm caranya ya untuk membuat bau dan karat dalam sumur bor tersebut hilang ?

  2. mila says:

    Apakah pencampuran kaporite dengan tawas pada bak yang sama tidak menimbulkan masalah?misalnya akan terjadi reaksi kimia yang akan merugikan kesehatan

  3. andi says:

    siang ini sumur saya ada kucing mati,sehingga airnya bau.sudah si beri tawas 1.2kg tadi siang tapi masih bau.kenapa ya?apa kurang banyak atau tunggu sampai 12 jam.mohon tanggapannya segera.thanks

  4. sugeng says:

    air di daerah perumahan saya bekas sawah, air terlihat jernih tapi dalam jangka 2-3 hari terjadi endapan kuning, ada seperti lapisan transparan mengambang dan bila tercampur teh akan berwarna kebiruan sedikit, dapatkah air tersebut dikonsumsi dan bila tidak penyaring jenis bagaimana yag harus digunakan?

  5. ino sutrisno says:

    mohon solusi untuk hal ini : saya ada masalah dengan sumur bor dirumah saya, air yang keluar jernih tapi ada sedikit berbau dan meninggalkan karat, bgm caranya ya untuk membuat bau dan karat dalam sumur bor tersebut hilang ?

  6. matoa says:

    Anda dapat menggunakan karbon aktif untuk menghilangkan bau pada air dan dapat menggunakan pasir aktif untuk menyaring kotoran (partikel besar dan kecil) dan menjernihkan air. Pasir aktif berwarna hitam dan direkomendasikan untuk menyaring air sumur bor.
    Semoga bermanfaat dan selamat mencoba

  7. priyo says:

    saya menggunakan tandon air. sering ada masalah dengan air dimana terdapat hewan kecil2 berenang2 di dalam air. setelah tandon dibersihkan beberpa lama nanti muncul kembali. apakah ada obat untuk mengatasinya (selain preventif seperti menguras tandon dengan rutin). nb: saya menggunakan air tanah, dan tetangga tidak mengalami masalah yang sama

  8. iwan says:

    saya sangat tertarik dengan air bersih.
    kondisi lingk. dtempat saya ada PDAM namun airnya masih sama dengan air sungai, kira2 cuma dialirkan ya???
    Tempat saya daerah tambang batu bara, air besih adalah barang yang langka. Saya berinisiatif ingin menyaring air sungai menjdai air bersih, setidaknya cuma untuk kebutuhan rumah tangga saja, bukan untuk air minum. Saya punya pemikiran ingin membuat saringan dari bebatuan kapur dan pasir, mungkin ada bahan yang lain perlu ditambahkan. Daerah saya batuan kapur banyak dipakai untuk batu pondasi, dari itu saya dapat pemikiran….minta pendapatnya ya…….

  9. matoa says:

    Mas Iwan yang baik.
    Anda dapat mencoba susunan saringan berikut (mulai dari paling atas), ijuk (15 cm), pasir halus (15 cm), ijuk (20 cm), pasir halus (20 cm), arang tempurung kelapa (15 cm), kerikil (10 cm), batu (15 cm).
    Selamat mencoba.

    salam hijau

  10. rina says:

    saya sudah coba dengan berbagai macam bhn kimia yg dianjurkan, namun hasilnya NIHIL,,? sumur saya tetap kuning dan berminyak, gimana ya?

  11. matoa says:

    jika boleh tahu, apakah lokasi sumur Ibu dekat dengan lokasi pertambangan?
    trims

    Salam Sahabat Hijau1

  12. meli says:

    bagaimana membuat air menjadi lebih enak rasanya atau layak minum pada air berkapur?rumah di dekat pegunungan kapur.thx.

  13. ery says:

    sumur saya berada sangat dekat dengan septic tank rumah tetangga, jaraknya +- 3 M dari sumur. yg ingin saya tanyakan apakah sumur saya masih layak untuk dipakai untuk keperluan MCK? karena air dari sumur tsb lumayan jernih dan hanya berbau ketika hujan turun. seandainya msh bisa dipergunakan, bagaimana supaya bau dan bakteri2 bisa hilang? mohon petunjuk dan trim’s

  14. matoa says:

    Terima kasih atas pertanyaanya ery,
    idealnya jarak minimal antara septic tank dengan sumur adalah 5 meter. Namun, jika tidak memungkinkan Anda dapat menggunakan kaporit untuk membunuh bakteri.
    Semoga membantu

    Salam Sahabat Hijau!

  15. etcha says:

    cara kerja kaporit dalam menghilangkan bakteri dalam air itu gimana zich…
    mohon penjelasanx.

  16. gilang says:

    saya ingin mendapatkan air bersih,tanpa penambahan bahan kimia,kira kira apa ya yg cocok?selain ijuk ,apa lagi yg bisa digunakan?
    kalau ingin bebas mikroba,apa yang bisa ditambahkan selain bahan kimia…?

  17. sugie says:

    saya pakai sumur bor, air saya buang selama dua menit, setelah dua menit airnya bersih tapi masih agak bau sedikit, air saya tampung ke tandon 1200 ltr, pakai pipa diatas tandon diberi lubang banyak sebesar jarum seperti air hujan/sower untuk aerasi udara, setelah itu saya pakai aerator aquarium 30 menit, kemudian saya beri kaporit dulu atau tawas dulu ? setelah itu saya pakai filter pvc 4″ masing2 1 mtr (4buah) 1.pakai spon aquarium 2.pakai pasir zeolit 3.pakai pasir aktif 4.pakai karbon aktif. MOHON PENJELASAN URUTAN PENJERNIHAN AIR YANG BENAR UNTUK MENDAPATKAN AIR BERSIH YANG LAYAK UNTUK DIKONSUMSI ???!!
    terima kasih.

  18. dedi says:

    apakah ada pengaruh bekas daerah rawa terhadap air sumur bor yg kotor ? saat ini memakai tanki air, instalasi pipa air sudah diganti dengan pipa baru, 2 (dua) bulan pertama setelah pengeboran hasil airnya bersih tapi setelah itu air kotor jika di endapkan

Kirim Komentar