7 June, 2013, 11:33 am, Editor: matoa

Menikmati Kekayaan Dewi Soran

hamparan sawah, durian, dan soto bebek

hamparan sawah, durian, dan soto bebek

Pergi dinas ke daerah Yogyakarta menurut saya sangat menyenangkan karena saya tak pernah bosan bernostalgia dengan daerah kasultanan tersebut. Saat itu daerah yang harus saya kunjungi adalah Yogyakarta dan Jawa Tengah. Karena terlalu malam untuk mencari penginapan di daerah Yogyakarta, seorang rekan kerja menyarankan untuk bermalam di Klaten, tepatnya di sebuah desa wisata, Desa Wisata Soran atau Dewi Soran.

Singkat cerita, saat mencapai daerah tersebut waktu sudah menunjukan jam 22.00 malam dan energi sudah cukup terkuras, sehingga tidak terlalu bisa melihat detil pemandangan yang disuguhkan dan jalan menuju dewi soran. Namun, Dewi soran dapat ditempuh melalui Solo (34 km) dan Yogyakarta (28 km).

Dewi soran merupakan desa wisata yang menawarkan kekayaan alam dan budaya. Saat mencapai kawasan tersebut, sempat terkejut karena tidak ada angkutan umum, sedangkan kendaraan pribadi seperti mobil dan motor pun sangat jarang. Yang terlihat hanya hamparan luas sawah dan perkebunan milik pemerintah, atau ladang milik warga.

Tidak ada hotel di sini, yang ada wisma atau losmen milik warga setempat atau menginap di tempat warga sekitar yang sudah melalui proses kelayakan oleh pengurus dewi soran setempat. Hal ini dilakukan agar setiap pendatang atau pengunjung yang mengunjungi kawasan wisata soran mampu berbaur dengan masyarakat sekitar. Tariff yang ditawarkan oleh pengurus setempat adalah Rp70 ribu permalam/orang dengan fasilitas tempat menginap dan makan 3 x sehari.

Tidak hanya keindahan alam yang ditawarkan, pengunjung akan mendapatkan pengalaman seni dan budaya karena dewi soran menawarkan edukasi dan pertujukan sendratari budaya Jawa Tengah. Pengunjung dapat mengikuti latihan menari atau drama jawa atau juga menikmati penampilan tarian yang disuguhkan.

Dewi soran cukup efektif mengusir kepenatan dan kejenuhan yang didapat dari kesibukan di kota-kota besar. Jalan yang dilalui pun tidak membuat stress karena tidak ada kemacetan dan polusi, yang ada ketenangan di tengah keramahan alam dan masyarakat yang ditawarkan.

Selain berwisata alam dan budaya, wisata kuliner juga ada di sini. Ada satu soto yang cukup terkenal di daerah ini yaitu soto bebek. Soto bebek ini sudah mulai diserbu warga sekitar jam 5 pagi dan sudah habis jam 7 pagi, padahal bebek yang disediakan sudah banyak sekali, namun tetap habis terjual karena rasanya yang enak dan gurih. Harga yang dipatok pun sangat terjangkau, 6 porsi dengan teh manis panas dan gorengan sekitar 50 – 60 ribu rupiah saja.

Soto bebek hanya awalan, dewi soran juga menyediakan wisata kuliner berupa buah durian. Tidak jauh dari dewi soran, ada sebuah pondok durian yang menawarkan kelezatan buah berduri ini. Buah durian yang ditawarkan sangat beragam, tersedia buah durian kering berwarna oranye, buah durian berwarna krem basah, dan terdapat jenis-jenis buah durian lainnya dengan varietas yang berbeda. Pondok durian ini memiliki kebun sendiri, sehingga durian yang disajikan merupakan durian jatuh yang sudah pasti matang dan manis. Selain itu, harga yang ditawarkan cukup terjangkau sekitar 25 – 30 ribu per buah.

Berwisata tidak hanya melulu bersenang-senang di kawasan yang ramai dan menawarkan banyak hiburan. Desa yang menawarkan ketenangan dan kekayaan alam, budaya dan kuliner bisa menjadi pilihan untuk mendapatkan kesenangan lahir dan batin.

Selamat berwisata.

Share: