8 February, 2012, 1:59 pm, Editor: matoa

Musim Dingin di Eropa dan Es Arktik

Musim dingin di Eropa Tengah lebih bersalju dan dingin ketika Benua Arktik tertutup es lebih sedikit pada musim panas. Ilmuwan dari Research Unit Potsdam of the Alfred Wegener Institute for Polar and Marine Research in the Helmholtz Association telah mendeskripsikan mekanisme yang menyusutkan musim panas es penutup laut yang merubah zona tekanan udara di atmosfer Arktik dan berdampak pada cuaca musim dingin Eropa.

Hasil analisis iklim global ini dipublikasikan dalam penelitian ilmiah jurnal Tellus A.

Jika terdapat es laut Arktik skala besar meleleh pada musim panas, seperti yang diamati tahun-tahun belakangan ini, dua efek penting diitensifkan. Pertama, mundurnya cahaya permukaan es memperlihatkan lautan yang menghitam, menyebabkan lebih menghangatkan musim panas dari radiasi matahari (ice albedo feedback mechanism). Yang kedua adalah pengurangan es penutup tidak bisa lebih lama mencegah penyimpanan panas di samudra yang dilepaskan ke atmosfer (lid effect). Akibat pengurangan es penutup laut, udara lebih panas dari biasanya saat musim semi dan dingin karena selama periode ini samudra lebih hangat dibanding atmosfer. “Suhu yang lebih tinggi dapat dibuktikan dengan pengukuran sekarang dari wilayah Arktik.” Kata Ralf Jaiser, pengarang utama publikasi Research Unit Potsdam of tha Alfred Wegener Institute.

Pemanasan udara yang dekat dengan tanah menyebabkan kenaikan perpindahan dan atmosfer menjadi kurang stabil. “Kami telah menganalisa kompleks proses non-linear di belakang ketidakstabilan dan telah menunjukan bagaimana kondisi perubahan di Arktik ini mempengaruhi tipe sirkulasi dan pola tekanan udara,” kata Jaiser. Salah satu pola ini adalah perbedaan pola tekanan udara antara Arktik dan pertengahan garis lintang: oscilasi Arktik dengan puncak Azores dan daratan rendah Islandia diketahui dari berita cuaca. Jika perbedaannya tinggi, angin barat yang kuat akan menghasilkan musim dingin yang membawa massa udara Atlantik yang lebih hangat dan lembab ke Eropa. Jika angin tidak datang, udara Arktik yang dingin akan menembus ke bawah melalui Eropa, hal tersebut merupakan dua musim dingin lalu. Model kalkulasi menunjukan perbedaan tekanan udara dengan pengurangan es penutup laut pada musim panas Arktik melemahkan musim dingin selanjutnya, memungkinkan dinginnya Arktik menekan pertengahan garis lintang.

Meskipun es penutup laut rendah pada musim panas 2011, musim dingin yang dingin dengan banyak salju sedah lama tidak terjadi di Jerman. Jaiser menjelaskan bahwa banyak faktor alam mengambil peranan dalam sistem kompleks iklim di bumi yang overlap. Hasil penelitian kami menjelaskan mekanisme bagaimana perubahan es penutup laut wilayah Arktik memiliki efek global dengan periode dari musim panas ke musim dingin. Mekanisme yang lain berhubungan, contohnya dengan penutup salju di Siberia atau mempengaruhi tropis. Interaksi antara faktor pengaruh akan menjadi topik pada penelitian selanjutnya.

Hal ini merupakan tujuan peneliti Potsdam untuk menemukan dan menganalisa mekanisme lebih jauh dan secara jelas menunjukan model sistem iklim Bumi dengan bantuan model mekanisme ini. “Penelitian kami berkontribusi mengurangi model iklim global yang ada dan mengembangkan scenario iklim wilayah yang lebih kredibel – pondasi yang penting untuk memungkinkan masyarakat mengatur kondisi perubahan.

Sumber: sciencedaily.com

Sumber gambar: inilahinfo.blogspot.com

Share: