25 November, 2011, 4:08 pm, Editor: matoa

PBB dan Cina Luncurkan Joint Initiative untuk Mempromosikan Manajemen Ekosistem

United Nations Environment Programme (UNEP) dan ilmuwan Cina saat ini meluncurkan programme bersama yang dirancang untuk mempromosikan pengelolaan yang cocok untuk ekosistem di negara berkembang, dengan fokus khusus di Afrika.

International Ecosystem Management Partnership (IEMP), sebuah inisiatif UNEP dan Chinese Academy of Sciences (CAS) akan memiliki mandat inti untuk mensintesis ilmu pengelolaan ekosistem bagi pengambil keputusan di pemerintahan melalui pemantauan, peningkatan kapasitas dan kebijakan.

Dengan ekosistem yang meningkat ancamannya akibat dari populasi yang meningkat, deforestasi yang tinggi dan transformasi menjadi lahan pertanian, peranan pengelolaan ekosistem menjadi lebih penting dari sebelumnya, mengacu pada UNEP.

IEMP berbasis di Cina merupakan program kerja sama Selatan-Selatan pertama UNEP untuk mempromosikan pembangunan berkelanjutan melalui pembagian praktek dan teknologi antara negara berkembang.

Lingkup kemitraan meliputi ekosistem darat dan perairan, dan kliennya akan mengikutsertakan pemerintah nasional, lembaga dan program intergovernmental, sama halnya dengan pembangunan komunitas agensi dan ilmu.

Di bawah Sekretaris Jenderal Ekonomi dan Sosial dan Sekertaris Jenderal UN Conference on Sustainable Development (Rio+20), Sha Zukang, menekankan peran kritis ekosistem dan tantangan degradasi dalam konteks pertambahan populasi dan peningkatan ketidakseimbangan.

Menurut Sha Zukang, ekosistem merupakan dasar di mana manusia hidup dan sumber mata pencahariannya. Masa depan pembangunan kebudayaan dan berkelanjutan tergantung pada suara, kesehatan, dan ketangguhan ekosistem. Sudah sangat lama, manusia telah mengabaikan kebenaran fundamental pada bahayanya sendiri.

Eksekutif Direktur UNEP, Achim Steiner menegaskan kembali komitmen agensi untuk mempromosikan pengelolaan ekosistem sebagai batu pertama transisi menuju green economy di negara berkembang.

Direktur IEMP, Jian Liu menekankan pengelolaan berkelanjutan pada ekosistem  dan keanekaragaman hayati merupakan jalan kritis untuk kebudayaan selanjutnya yang disebut “ecological civilization” mengatakan konstitusinya merupakan bagian integral industrilisasi keempat (pembangunan green economy).

Sumber: uncsd2012.org

Sumber foto: indonesiasmart.files.wordpress.com

Share: