12 November, 2012, 4:04 pm, Editor: matoa

Pengolahan Lahan dengan Agroforestry

sumber: matoa.org

Agroforestri atau wanatani merupakan sistem dan teknologi penggunaan lahan secara terencana pada satu unit lahan dengan mengkombinasikan tumbuhan berkayu dan tanaman pertanian yang di lakukan pada waktu bersamaan atau bergiliran.

Sistem penggunaan lahan ini memiliki ciri: minimal dua jenis tanaman musiman atau tahunan; siklus lebih dari satu tahun; dilaksanakan bersamaan atau bergilir dalam suatu periode; adanya interaksi ekologi, ekonomi dan social; minimal dua macam produk; dan mempunyai satu fungsi pelayanan jasa.

Teknologi penggunaan lahan ini memiliki dua sistem yang berbeda yaitu agroforestri sederhana dan agroforestry kompleks. Manfaat yang didapatkan dari penggunaan sistem ini dalam pengolahan lahan sangat besar, seperti:

  1. Kombinasi tanaman dapat mengurangi erosi
  2. Pemanfaatan sinar matahari lebih maksimal
  3. Mencegah perluasan degradasi pada tanah
  4. Memperluas kesempatan kerja
  5. Meningkatkan pendapatan masyarakat
  6. Pemanfaatan lahan
  7. Menghasilkan serasah (kotoran) untuk pupuk organic

Selain bermanfaat, agroforestri memiliki keunggulan dibandingkan dengan sistem pengunaan lahan lainnya, diantaranya: produk total lebih tinggi, keberagaman produk dan jasa, lepas dari ketergantungan produk luar, dan menjamin pendapatan petani

Sistem yang memiliki bentuk agrosilvikultur, silvopastura, silvofishery, dan apiculture ini membutuhkan langkah-langkah penanaman sebagai berikut:

–       Penanaman lahan kosong memerlukan cahaya

–       Penanaman sisipan memerlukan jenis tanah naungan

–       Penanaman pertama pada lahan terbuka untuk pengendalian alang – alang

–       Jenis tanaman yang butuh cahaya di tanam terlebih dahulu

–       Lakukan kombinasi tanaman tahunan dan semusim

Sedangkan jenis – jenis tanaman yang cocok untuk sistem Agroforestri adalah jenis tanaman yang butuh cahaya penuh (sukun, kelapa, jati putih, mangga, sengon, mahoni, jati, suren), jenis tanaman yang butuh nauangan (durian, manggis, rambutan, gaharu, pala, langsat, sirsak), tanaman pagar (kaliandra, gamal, lamtaro gung, turi), tanaman kacang – kacangan penghambat alang – alang (centrosema sp, pueraria sp), tanaman buah di lahan alang – alang (kemiri, nangka, jambu mete, manggis), tanaman kayu di lahan alang – alang (akasia, jati putih, bitti), tanaman kayu dan buah di tanah masam (sungkai, sengon, mahoni, jati putih, nangka, durian, rambutan).

 

Selamat mencoba

 

Sumber: pnpm mandiri berkolaborasi dengan danida

Share:

2 Komentar

  1. Saudara Maisaro, agroforestry merupakan upaya pemnafaatan lahan secara berkelanjutan. Artinya tidak harus menebang hutan dan dapat dikombinasikan dengan tanaman pangan, tanaman obat, peternakan lebah, dan sebagianya. Manfaat yang didapat dari sistem agroforestri diharapkan dapat mencegah pembabatan hutan namun kebutuhan masyarakat yang tinggal di sekitar hutan tetap dapat terpenuhi tanpa harus menebang kayu. Tentunya dengan adanya nilai tambah yang didapat diharapkan dapat mengatasi kemiskinan. Hal yang utama dari agroforestri yaitu keberlanjutan hutan serta nilai tambah yang didapat oleh masyarakat. Semoga membantu. Terima kasih telah mengunjungi matoa.org…