Pengomposan kini tengah menjadi tren masyarakat. Selain dapat mengurangi limbah yang dihasilkan oleh rumah tangga, pengomposan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami tanah. Penggunaan kompos pada tanah merupakan cara terbaik untuk mengembalikan dan memperbaiki kondisi tanah.
Kompos mampu meningkatkan jumlah kandungan bahan humus ke tanah, sehingga meningkatkan kandungan mineral pokok seperti N, P, dan K yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Kompos juga mampu meningkatkan kandungan unsur-unsur mikro yang dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah sedikit. Selain itu, penggunaan kompos dapat mempertahankan kandungan organik tanah.
Salah satu limbah organik yang banyak dan bisa dimanfaatkan adalah sampah pasar. Sebagian besar sampah pasar merupakan sampah organik yang bisa dijadikan sebagai bahan kompos.
Bagaimana cara membuatnya? Berikut langkah-langkah pembuatan kompos cair:
- Pemilahan
Setelah sampah pasar dikumpulkan, lakukan pemilahan awal untuk memisahkan bahan non-organik kasar seperti plastik dan pisahkan juga bahan yang dapat merusak mesin penggiling seperti kayu besar.
- Pencacahan
Pencacahan bahan organik dilakukan menggunakan mesin cacah bertenaga besar. Pencacahan ini sangat berguna agar proses lebih cepat dan kompos lebih seragam.
- Pengomposan
Bahan-bahan organik yang telah dicacah, dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam bak pengomposan. Bahan tersebut dicampurdengan kotoran ternak, dan aktifator. Setelah bahan tercampur, tutup campuran bahan menggunakan plastik. Sebaiknya aduk campuran seminggu sekali selama sebulan (30 hari) agar aerasi tetap berjalan.
- Penyelesaian
Setelah kompos matang, tumpukan komposa dipindahkan ke ruang pengeringan. Ruang pengeringan merupakan ruangan yang tak beratap dan berlantai semen. Kompos ditebarkan di lantai agar terkena angin, sehingga menjadi kering dan siap disaring.
- Penyaringan
Kompos yang sudah mengering, harus disaring untuk memisahkan kompos halus dan kasar. Gunakan kawat penyaring dengan diameter 1 cm sehingga kompos yang lebih kecil dari 1 cm akan tersaring. Dan sisanya dikomposkan kembali.
Cukup mudah dan bisa dilakukan oleh ibu rumah tangga maupun siswa sekolah. Pupuk kompos yang dihasilkan bisa digunakan untuk taman di sekitar rumah Anda atau dijual ke penjual bunga.
Selamat mencoba
Sumber: Dr. Hilman Affandi dan Arif Nuryadin (SEAMEO BIOTROP)
Sumber gambar: matoa.org


























