2 July, 2012, 5:13 pm, Editor: matoa

Pertanian Organik dan Prinsip-Prinsipnya

Dengan segala fakta yang ada, saat ini masyarakat mulai menyadari pentingnya pangan organik yang tidak melibatkan bahan-bahan kimia.

Menurut USDA, pertanian organik merupakan sistem produksi yang mengabaikan penggunaan pupuk sintesis, pestisida, bahan-bahan mempercepat pertumbuhan dan bahan aditif lainnya. Untuk memaksimalkan tingkat kemungkinan produksi, sistem pertanian organik mempercayakan pada rotasi pemanenan, hasil residu, pupuk kandang, pupuk hijau, sampah dari pertanian organik dan memperhatikan aspek-aspek biologi pengontrolan hama untuk mempertahankan produktivitas tanah dan lembah serta mendukung nutrisi tumbuhan dan mengontrol serangga, tumbuhan liar, dan hama lainnya.

Sebelum menerapkan pertanian organik dalam kehidupan sehari-hari. Alangkah lebih baik lagi jika kita mengetahui dan mengerti prinsip-prinsip pertanian organik:

  • Prinsip Kesehatan

Pertanian organik harus mempertahankan dan meningkatkan kesuburan tanah, kesehatan tanaman, hewan, dan manusia sebagai sesuatu yang utuh dan tak dapat dibagi.

  • Prinsip Ekologi

Pertanian organik harus berdasarkan kepada siklus dan sistem ekologi yang hidup, bekerja dengannya, melampauinya dan membantu mempertahankannya.

  • Prinsip Keadilan

Pertanian organik harus dibangun berdasarkan hubungan yang memastikan adanya kejujuran dan keadilan dengan lingkungan umum dan peluang kehidupan.

  • Prinsip Perlindungan/Kepedulian

Pertanian organic harus dikelola dalam cara yang penuh kehati-hatian dan bertanggung jawab untuk melindungi kesehatan dan kesejahteraan generasi dan lingkungan sekarang dan masa datang.

Pertanian organik memiliki manfaat yang tidak sedikit bagi lingkungan dan tanaman, apa saja?

  • Konservasi tanah dan pemeliharaan kesuburan tanah
  • Mengurangi polusi air (air tanah, sungai, dan danau)
  • Perlindungan binatang liar (burung, kodok, dan serangga)
  • Meningkatkan keragaman hayati, lanskap yang lebih beragam
  • Perlakuan hewan ternak yang lebih baik
  • Mengurangi penggunaan input eksternal dan energi yang tidak terbarukan
  • Mengurangi residu pestisida dalam makanan
  • Tidak terdapat hormon dan antibiotik dalam produk hewani
  • Mutu produk yang lebih baik (rasa, sifat-sifat penyimpanan)

 

Sumber: Ir. Ahmad Sulaeman, Ph.D. 2007. Prinsip-Prinsip Pertanian Organik

Sumber gambar: bisnis-jatim.com

Share: