9 April, 2010, 2:35 am, Editor: matoa

SAGA POHON (Adenanthera Pavonina)

Biji Saga Pohon

Saga pohon (Adenanthera pavonina) adalah pohon yang buahnya menyerupai petai (tipe polong) dengan bijinya kecil berwarna merah. Tumbuhan ini berasal dari Asia Selatan namun sekarang telah tersebar pantropis. Saga pohon umum dipakai sebagai pohon peneduh di jalan jalan besar. Tumbuhan ini juga mudah ditemui di pantai. Daunnya menyirip ganda, seperti kebanyakan anggota suku polong-polongan lainnya. Dahulu biji saga dipakai sebagai penimbang emas karena beratnya yang selalu konstan. Daunnya dapat dimakan dan mengandung alkaloid yang berkhasiat bagi penyembuhan reumatik. Bijinya mengandung asam lemak sehingga dapat menjadi sumber energi alternatif (biodiesel). Kayunya keras sehingga banyak dipakai sebagai bahan bangunan serta mebel.

Saga pohon (Adenanthera pavonina) berbeda dengan Saga rambat (Abrusprecatorius) yang mengandung racun. Saga pohon memiliki biji yang lebih besar berwarna merah terang, dengan batang pohon yang tinggi, dan daun yang lebih kecil. Saga pohon mampu memproduksi biji kaya protein serta memiliki ongkos produksi yang murah. Hal tersebut karena penanaman saga pohon tidak memerlukan lahan khusus karena bisa tumbuh di lahan kritis, tidak perlu dipupuk atau perawatan intensif. Selain itu, hama dan gulmanya minim sehingga tidak memerlukan pestisida, jadi bersifat ramah lingkungan karena dapat ditanam bersama tumbuhan lainnya. Kandungan protein yang terdapat pada biji saga pohon tersebut juga lebih besar bila dibandingkan dengan kedelai dan beberapa tanaman komersil lainnya.

Tanaman Saga pohon dikenal dengan bermacam-macam nama antara lain bead tree, circassian bean, circassian seed, coral wood, crab’s eyes, false sandalwood, jumbie bead, redbead tree, red sandalwood, redwood (Inggris) : anikundumani, lopa, manjadi, raktakambal, Saga (India) ; Saga, Saga daun tumpul, Saga tumpil (Malaysia); kitoke laut, Saga telik, segawe sabrang (Indonesia) dan masih banyak nama daerah lainnya (International Centre for Research in Agroforestry, 2005).

Fisiologis Daun Saga

Saga Pohon

Pada umumnya tinggi tanaman Saga pohon yang tua bisa mencapai 20-30 m. Saga pohon termasuk tanaman deciduous atau berganti daun setiap tahun (International Centre for Research in Agroforestry, 2005). Daun majemuk menyirip genap, tumbuh berseling, jumlah anak daun bertangkai 2-6 pasang, helaian daun 6-12 pasang, panjang tangkaimya mencapai 25 cm, daun berwarna hijau muda. Bunga kecil-kecil berwarna kekuning-kuningan, korola 4-5 helai, benang sari berjumlah 8-10 (Pasific Island Ecosistems at Risk, 2004).
Polong berwarna hijau, panjangnya mencapai 15 sampai 20 cm, polong yang tua akan kering dan pecah dengan sendirinya, berwarna coklat kehitaman. Setiap polong berisi 10-12 butir biji. Biji dengan garis tengah 5-6 mm, berbentuk segitiga tumpul, keras dan berwarna merah mengkilap (Stone, 1970 yang dikutip Topilab, 2005)

Kegunaan Saga Pohon

Di Indonesia, Saga pohon belum banyak dimanfaatkan ataupun dibudidayakan secara komersial. Tanaman tersebut biasa digunakan sebagai pelindng atau peneduh, karena pohonnya tinggi, daunnnya rimbun, dan batangnya keras atau kuat (Balai Informasi Pertanian, 1985). Padahal, Saga pohon seharusnya dapat menggantikan penggunaan kedeai sebagai bahan baku utama pembuatan tempe, karena kadar protein biji saga pohon lebih besar dibandingkan kedelai. Namun demikian, penggunaan biji saga pohon sebagai tempe yang difermentasioleh Rhizopu oryzae belum pernah dilakukan. Oleh karena itu penelitian peningkatan nilai guna biji saga pohon sebagai bahan baku alternatif dalam pembuatan tempe perlu dilakukan uuntuk memperoleh data atau informasi yang jelas terhadap pemanfaatan biji saga pohon tersebut nantinya.

Referensi

http://id.wikipedia.org/wiki/Saga_pohon

Share:

4 Komentar

  1. dimana kami bisa membeli tanaman ini? ada permintaan niy buat keperluan herbal, tlg info untuk wil sulsel ya

  2. Mas broo
    Klo ♏a̲̅ü beli bijinya ªјª dmn yah?
    ♏a̲̅ü dong infonya ϑϊ sekitar jabodek
    Trms