2 September, 2010, 10:49 am, Editor: matoa

“Obat Kadaluarsa” Sampah Yang Berbahaya

Tahukah anda  apa yang terjadi apabila kita mengkonsumsi obat kadaluarsa . Obat kadaluarsa sangat berbahaya bagi kesehatan diantaranya bisa mengakibatkan gangguan fungsi ginjal, iritasi lambung, kerusakan hati, dan masih banyak lagi dampak-dampak yang dapat ditimbulkan apabila kita mengkonsumsi obat kadaluarsa.

Sama halnya dengan obat kadaluarsa, sampah obat kadaluarsa juga berbahaya . Sampah jenis ini digolongkan kepada sampah B3(Barang Beracun dan Berbahaya). Dalam membuang sampah B3 ini harus diperhatikan dimana kita membuangnya.Dampak ketika kita membuang sampah obat kadaluarsa begitu saja, dapat berbahaya bagi lingkungan. Ada beberapa jenis obat tertentu yang tidak bisa terurai langsung dan akhirnya menjadi racun seperti ; Antibiotik, Anti septic, Anti Virus, Anti Jamur, Anti cacing. Hal tersebut dapat membahayakan bagi keberlangsungan hidup flora, fauna dan terutama bagi diri kita sendiri.

Jika sampai teruarai ke tanah maka akan menyebabkan ketidak  seimbangan kehidupan mikroorganisme dalam tanah atau malah dapat menyebabkan kekebalan pada mikroorganismeberbahaya. Obat kadaluarsa juga dapat mencemari air tanah, jika dibuang sembarangan.

Membuang obat kadaluarsa sembarangan juga dapat menimbulkan tindakaan kriminalitas. Hal ini dikarenakan obat kadaluarsa dapat dijual kembali oleh pihak tak bertanggung jawab.

Obat kadaluarsa untuk jenis obat vitamin dan mineral ternyata juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk. Caranya hanya tinggal dihancurkan apabila vitamin berbentuk tablet dan kapsul lalu taburkan bubuk obat ke tanaman. Untuk vitamin bentuk cair hanya perlu menungkan cairan ke tanaman.

Berikut beberapa solusi cara penanganan sampah obat kadaluarsa :

  1. Kumpulkan obat-obatan yang sudah tak terpakai. Setelah agak banyak, titipkan ke apotik, rumah sakit, atau pabrik obat. Pihak-pihak tersebut biasanya melakukan pemusnahan rutin terhadap stok obat yang sudah kadaluarsa.
  2. Kalau jumlah tablet/kapsul yang sudah kadaluarsa terdapat dalam jumlah sangat besar, dapat juga dititipkan di pabrik semen, untuk dijadikan campuran semen.
  3. Jangan lupa untuk membuang terlebih dahulu kemasan obat. Misalnya stiker pada botol disobek, kotak kemasan digunting. Hal ini untuk mencegah pemalsuan obat, karena bisa saja botol berstiker obat diambil pemulung dan selanjutnya diisi obat palsu
  4. Sisa obat yang tidak akan digunakan lagi tetapi belum kadaluarsa, dapat diserahkan pada yayasan amal yang mengadakan pengobatan gratis. Kondisi obat sebaiknya masih bagus. Artinya tablet/kapsul masih dalam wadahnya (strip, blister) yang belum dibuka, sementara untuk obat cair, tutup botol belum dibuka.[amd]
Share: