22 March, 2012, 4:19 pm, Editor: matoa

Satwa Langka Asli Indonesia

Kuskus

Salah satu satwa langka endemik Pulau Sulawesi adalah Kuskus Beruang atau Kuse. Satwa yang bernama latin Ailurops ursinus ini termasuk golongan binatang berkantung (marsupialia), yaitu kaum betina membawa bayi di dalam kantong perutnya. Ciri morfologi kuskus beruang memiliki panjang badan dan kepala sekitar 56 cm dan ekor 54 cm dengan berat sekitar 8 kg. satwa yang memiliki ekor prehensil (ekor yang dapat memegang dan biasa digunakan untuk membantu berpegangan pada waktu memanjat pohon yang tinggi) ini memiliki nasib malang karena kepadatan populasinya menurun 50%, dari 3,9 ekor/km2 menjadi 2,0 ekor/km2.

Elang Jawa

Satwa yang hanya terdapat di Pulau Jawa ini merupakan burung nasional Indonesia karena memiliki persamaan dengan burung Garuda. Elang jawa memiliki peranan penting menjadi predator puncak dalam menjaga keseimbangan dan fungsi bioma hutan di Jawa. Satwa yang masuk ke dalam kategori endangered ini merupakan salah satu burung pemangsa terlangka di dunia.

Burung Gosong (Maleo)

Burung gosong

Satwa yang bernama latin Eulipoa wallacei ini memiliki panjang sekitar 31 cm, sehingga merupakan burung gosong berukuran kecil. Satwa yang merupakan satu-satunya spesies di dalam genus tunggal Eulipoa ini memiliki bulu berwarna coklat zaitun, kulit sekitar muka berwarna merah muda, iris mata coklat, tungkai kaki gelap, paruh kuning keabu-abuan, bulu sisi bawah abu-abu biru gelap dan tungging berwarna putih. Ciri morfologi burung ini adalah di punggungnya terdapat motif berbentuk palang dan penutup sayap berwarna merah gelap berujung abu-abu. Satwa ini tinggal hanya di hutan perbukitan dan pegunungan di Kepulauan Maluku dan Pulau Misool di Papua Barat. Burung gosong Maluku merupakan satu-satunya burung gosong yang bertelur pada malam hari.

Anoa

Satwa yang biasa disebut juga sapi hutan atau kerbau kerdil ini merupakan satwa terbesar daratan Sulawesi. Anoa atau Bubalus spp. memiliki 2 jenis anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis) dan anoa dataran tinggi (Bubalus quarlesi). Anoa mengkonsumsi buah-buahan, tunas daun, rumput, pakis, dan lumut. Sama halnya dengan sapi liar, anoa dikenal agresif dan perilakunya sulit diramalkan. Satwa yang melengkapi makanannya dengan natrium ini memiliki populasi yang merosot tajam. Jumlah anoa terus menurun sebanyak 90% dalam 15 tahun dan sudah mengalami kepunahan setempat.

Babi Rusa

Babyrousa babirussa hanya terdapat di daerah sekitar Sulawesi, Pulau Togjan, Malenge, Sula, Buru, dan Maluku. Satwa pemakan buah-buahan dan tumbuhan ini banyak ditemukan di hutan hujan tropis. Babirusa hanya berburu pada malam hari untuk menghindari serangan binatang buas. Ciri morfologi babirusa adalah memiliki panjang tubuh sekitar 87 – 106 cm dengan berat tubuh mencapai 90 kg.

Badak Bercula Satu

Badak jawa atau badak bercula satu ini hanya bisa ditemukan di Taman Nasional Ujung Kulon. Satwa satu ini juga merupakan satwa langka yang patut dilindungi. Banyak yang memburu badak bercula satu karena culanya yang bisa digunakan sebagai obat. Selain itu, badak jawa termasuk satwa yang lama dan sulit bereproduksi. Sehingga jumlah satwa ini menurun drastis. Satwa ini paling suka berkubang di cuaca yang panas untuk menurunkan suhu tubuhnya.

Komodo

Siapa yang tak kenal komodo? Satwa yang merupakan kadal terbesar di dunia ini hanya hidup di Pulau Komodo. Komodo merupakan penduduk asli Pulau Komodo. Penduduk lokal menyebutnya ora. Dengan panjang kira-kira 2 – 3 m, ukuran komodo yang membesar berkaitan dengan gejala gigantisme atau kecenderungan meraksasanya tubuh hewan-hewan tertentu.

Sumber: cupu.web.id, rofingi.com, dan berbagai sumber

Sumber gambar: mediakonservasi.org

Share: