9 April, 2010, 2:53 am, Editor: matoa

SENGON BUTO (Enterolobium cyclocarpum)

Biji Sengon Buto

Sengon Buto adalah pohon yang pertumbuhannya cepat hingga siap pakai tanpa harus menunggu puluhan tahun untuk layak pakai dan layak jual, kwalitas kayu Sengon Buto lebih baik dibanding sengon putih atau sengon laut. Sebaran alami sengon buto dari daerah tropis Amerika, terutama di bagian utara, tengah dan selatan Mexico. Jenis ini tumbuh pada ketinggian 0 – 1000 m dpl dengan curah hujan 600 – 4800 mm/tahun. Sengon buto tumbuh pada tanah berlapisan dalam, drainase baik. Toleran terhadap tanah berpasir dan asin tapi bukan pada tanah berlapisan dangkal. Tahan terhadap suhu dingin dan terpaan angin. Di Indonesia mulau di tanam pada tahun 1974 di kebun percobaan Pusat Penelitian hutan di Sumber Wringin dan RPH Sumber Wringin, Situbondo Jawa Timur dan berfungsi sebagai sumber benih.

Buah sengon buto termasuk buah polong, dengan kulit keras. Bentuk polong melingkar dengan garis tengah 7 dan 5 cm sehingga pangkal buah dan ujungnya menempel. Benih masak ditandai dengan warna buah coklat tua dan berisi ± 13 benih. Benih sengon buto berukuran panjang 1,1 – 2 cm dan garis tengah 0,8 – 1,3 cm dan agak gemuk, berwarna coklat tua dengan garis coklat muda ditengahnya. Dalam 1 kg terdapat 900 – 1000 benih.


Kegunaan Sengon Buto

Kayu sengon buto coklat kemerahan, ringan (kerapatan 0,34-0,6 g / cm ³) dan kedap air, digunakan untuk membuat barang-barang seperti pintu, jendela, perabot, lemari, dan untuk pembuatan kapal.

Referensi

http://en.wikipedia.org/wiki/Enterolobium_cyclocarpum

http://cikud.wordpress.com

http://sengonbuto.com/identifikasi-benih-sengon/

Share:

11 Komentar

  1. Semarang & Sekitarnya
    28 Nopember 2009
    Budidaya Pohon Jabon, Punya Nilai Ekonomis

    * Alternatif Pengganti Sengon

    POHON Jabon, relatif belum dikenal petani yang berkecimpung dalam budidaya tanaman keras di daerah Kendal. Padahal, pohon bernama latin antochepalus chineasis memiliki nilai ekonomis cukup tinggi.

    Batang kayu pohon Jabon antara lain bisa dimanfaatkan untuk bahan baku kayu lapis, vinir, wood parking, papan tripleks, furniture. Bahkan, konon kayu yang dihasilkan tersebut kualitasnya lebih bagus daripada pohon sengon.

    Paling tidak, Jabon bisa menjadi alternatif bagi petani untuk mengganti tanaman sengon yang terserang penyakit karat tumor, seperti yang terjadi akhir-akhir ini di wilayah eks Kawedanan Selakaton, yakni Kecamatan Sukorejo, Plantungan, dan Patean.

    Untuk mengenalkan pohon Jabon, Perhutani Unit I Jateng pada Minggu (23/11) bekerja sama dengan warga telah melaksanakan penanaman pertama pohon Jabon di Desa Wonodari,

    Plantungan. Rencananya, pohon berdaun lebar ini akan ditanam di lahan seluas 50 hektare yang tersebar di Desa Wonodadi, Kediten, serta Pikatan. Lokasi penanaman adalah lahan milik warga, atau di luar kawasan Perhutani.

    Menurut Cahyo Kawedar SHut, selaku petugas pembinaan hutan Perhutani, penanaman Jabon merupakan program pembangunan hutan rakyat yang bermitra dengan instansinya.

    Masyarakat menaman pada lahan milik mereka, sedangkan Perhutani membantu bibit dan biaya pemeliharaan. Tanaman Jabon dipilih karena cepat tumbuh (dalam waktu sekitar 5 tahun, bisa dipanen dengan diameter batang pohon di atas 30 cm dan memiliki tinggi hingga 15 meter).

    Tanaman mempunyai batang silinder, dengan tingkat kelurusan yang relatif bagus dan tak perlu memangkas dahan, karena bersifat menggugurkan daunnya sendiri. Tanaman memiliki kayu berwarna putih kekuningan, tekstur halus, dan mudah dikupas.
    Kelompok Tani ’’Kualitas pohon cenderung lebih bagus, daripada pohon sengon. Dalam kurun lima tahun, petani diperkirakan mampu meraup keuntungan ratusan juta, dengan menaman Jabon di lahan seluas satu hektare. Kalau dalam setiap hektarenya menghasilkan kayu 350 m3, keuntungan yang didapat mencapai Rp 300 juta,’’ kata Cahyo, kemarin.

    Pihaknya optimistis, tanaman Jabon memiliki prospek bagus ke depan. Terlebih kebutuhan kayu di Indonesia saat ini sekitar 18 juta m3 per tahun, sementara produksi kayu yang tersedia setiap tahunnya berkisar 9 juta m3.

    Kondisi di lapangan, sebagian masyarakat di wilayah Kecamatan Plantungan dan sekitarnya, yang selama ini menanam sengon, seolah menjadi khawatir meneruskan budidaya tanaman tersebut. Hal ini setelah, tanaman sengon banyak yang terserang tumor karat.

    Pohon usia muda dan dewasa yang terserang penyakit ’’daging tumbuh’’ di dahan sengon itu, hampir dipastikan akan kering dan mati. Sedangkan, sejauh ini belum ada obat tanaman untuk penyakit itu.

    Ketua kelompok tani Jabon di Sukorejo, Ardha menambahkan pihaknya telah bekerja sama dengan Perhutani sehingga mendapat fasilitas bantuan bibit, bimbingan dalam perawatan serta pemasaran kayu.

    Melalui kerja sama itu, kelompok tani yang dipimpinnya akan mendapat sertifikasi, sehingga produk kayu bisa diterima di pasar luar negeri.

    ’’Jabon mudah tumbuh di lahan dengan ketinggian maksimal 1.300 meter di atas permukaan laut, serta tidak memerlukan perlakukan khusus, tahan terhadap penyakit karat tumor. Kami siap menerima konsultasi secara langsung dengan datang ke kelompok tani di Dusun Sempu, Desa Tamping Winarno, Sukorejo, atau melalui ponsel di 081.3285 19551,’’ ujar Ardha. (Setyo Sri Mardiko-16)

  2. Saya tertarik Dengan Pohon Jabon dan mohon penjelasan yang rinci ke email saya

  3. kami sangat tertarik dg budidaya sengon. Bisa minta informasi ttg cara penanaman sengon dan cara membuat bibit. Bisa dikirim contsct person yg bisa saya hubungi. ANTON : 031-7015 2007, 081330 140055

  4. Sangat tertarik! bagaimana kualitas tanah setelah panen? apakah akarnya akan merusak tanah? bibitnya ada dmana? menjualnya ke siapa? terimakashi..

  5. @Buat Fita: Tanah yg telah ditanami sengom sangat subur krn daunnya yg kecil yg brguguran banyak mengandung unsur N dan mengenai bibitnya banyak di tasikmalaya (Jabar) atau magelang dan Pacitan (jawa Timur), Soal menjual wah jangan tanya deh krn banyak di cr
    @

  6. saya ingin mnanyakan sistem kerja sama dengan perhutani…tlg dikirim ke email saya,trims…

  7. Assalam……Bagaimana sih sebenarnya tentang sengon buto ini,ada sebagian saya dapatkan informasi bahwa sengon buto itu hanya dipakai sebagai bubur kertas dan kayu bakar,,sementara sengon laut bisa dikatakan multi fungsi…mohon penjelasannya ke email saya efendi_fia@yahoo.co.id Trims,,Wassalam..

  8. Ass. wrwb.
    Terimakasih saya mendapat informasi dan pengetahuan tentang sengon buto. mau tanya ada pengalaman penanaman sengon buto di wilayah dataran rendah dengan kondisi tanah yang asam dan drainase yang sangat terhambat. Jika ada mohon dapat berbagi info ke alamat engkos.koswara@rajawali.com. Kebetulan lagi mengembangkan dan membibitkan sengon buto, sengon laut, dan trembesi untuk dibagikan kepada para petani. Trims.
    Wass.wrwb.

  9. maaf mau nanya..kalo beli bibit sengon buto yang murah daerah jawabarat dimana ya………?saya perlu 10.000
    pohon…..
    mohon jawabannya….

  10. Dear Mas Avit,
    kami menyediakan bibit sengon buto. Silahkan hubungi (0251) 8333 267.
    salam sahabat hijau