21 March, 2011, 2:50 pm, Editor: matoa

Sepuluh Cara Melestarikan Tanah

Untuk membantu mengurangi dampak lingkungan, Anda dapat mempertimbangkan melakukan satu atau lebih tips berikut untuk melestarikan tanah. Erosi tanah menghilangkan tanah bagian atas yang mengandung nutrisi penting, bahan organik, dan mikro-organisme yang penting bagi kelangsungan lahan subur. Mengambil langkah untuk melestarikan tanah merupakan bagaian penting dalam menunjang gaya hidup yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Lebih dari 99 persen makanan manusia berasal dari bumi. Kerusakan tanah dapat mengakibatkan konsekuensi bencana. Kerusakan tanah diartikan sebagai kerugian ekonomi yang serius. Sayangnya, kebanyakan tanah berakhir di sumber air, membawa serta pestisida dan pupuk yang digunakan pada lahan pertanian.

Terdapat beberapa metode mengkonservasi tanah yang dapat dilakukan melalui metode pertanian dan langkah-langkah yang dapat dilakukan di rumah.

Konservasi Lahan  Pertanian

1. Pertahankan hingga masuk masa tanam

Sebelum masuk masa tanam, tanaman dibiarkankan bertahan dibandingkan dibajak pada akhir musim. Metode ini membantu berada tanah tetap di lahan daripada tanah tak terlindung dari angin dan air.

2. Gunakan pertanian bertingkat

Pertanian jenis ini menggunakan topografi lahan untuk memperlambat aliran air melalui beberapa tingkat. Manpulasi air ini mencegah kecepatan berkumpulnya dan pencucian tanah dari lahan pertanian.

3. Terapkan pertanian berkontur

Pertanian berkontur hampir sama dengan pertanian bertingkat, tetapi lebih kecil. Daripada menanam tanaman pada kolom vertikal lurus, tanaman ditanam mengikuti kontur tanah. Tanaman ditanam di atas dan bawah samping bukit menciptakan jalur air untuk mengalir. Tanaman ditanam paralel dengan lahan memperlambat aliran air untuk mencegah erosi tanah.

Metode rumahan

4. Kurangi permukaan tahan air.

Permukaan tahan air seperti jalan raya dan teras membiarkan hujan mengalir bebas. Aliran air melawan momentum ketika bergerak berlebihan seperti permukaan dan dapat mengikis aliran sungai dan tepi danau. Cara yang dapat dilakukan adalah menggunakan bata paving daripada lumpur beton untuk teras agar air dapat meresap ke dalam tanah.

5. Tanam kebun hujan

Kebun hujan merupakan penurunan dangkal di halaman rumah Anda yang akan mengumpulkan hujan di atas permukaan tahan air. ini mencegah erosi tanah dan memberikan Anda kesempatan untuk menumbuhkan tanaman lahan basah.

6. Gunakan tong hujan

Anda dapat menaruh tong hujan di bawah semburan air hujan untuk mengumpulkan aliran air yang mengallir di atap. Atap anda merupakan permukaan tahan air. Anda dapat menggunakan air yang kumpulkan untuk halaman atau kebun. Dengan cara ini Anda melakukan konservasi air dan tanah.

7. Tanam pohon penahan angin

Penahan angin mencegah erosi tanah dengan memperlambat angin membuka tanah. Anda dapat menanam tanah atau belukar. untuk mencegah erosi, penanaman akan mencegah salju dari gesekan pada kendaraan di jalan. Selain itu, tanaman ini dapat melindungi rumah dari kerusakan angin.

8. Kembalikan lahan basah

Lahan basah merupakan salah satu cara paling efektif untuk mencegah erosi tanah. Lahan basah bertindak sebagai sponge alami, menyerap air hujan, dan mencegahnya membawa tanah. Lahan basah juga menyediakan habitat untuk burung dan mahluk hidup lainnya dan membantu mencegah polusi air.

9. Tanam lajur penyangga sepanjang aliran

Lajur penyangga membantu menahan aliran utuh selama banjir. Lajur penyangga ini juga mencegah aliran air dari aliran air. Lajur penyangga termasuk campuran rumput, belukar, dan pohon.

10. Membangun kembali hutan.

Membangun kembali hutan menyediakan secara luas, jaringan akar pohon menawarkan tanah yang padat dalam waktu lama tanah bererosi. Dapat juga berfungsi sebagai penahan angin dan menahan tanah.

Dengan menajaga kelestarian tanah dari erosi, makan efek negatif banjir dan tanah longsor dapat dikurangi.

Selamat mencoba

Sumber: treehugger.com

Sumber foto: bebasbanjir2025.wordpress.com

 

Share:

3 Komentar