Salah satu satwa terlangka dan paling dilindungi di Indonesia, Harimau Sumatera semakin berkurang populasinya. Sekitar 40 Harimau Sumatera mati sepanjang 2011 akibat konflik dengan masyarakat dan ekspansi lahan perkebunan dan pembalakan liar.
Satwa yang memiliki nama latin Panthera tigris sumatrae ini memiliki Sembilan subspesies di dunia. Indonesia memiliki 3 subspesies, namun sayangnya 2 subspesies telah punah yaitu Harimau Jawa dan Harimau Bali.
Diperkirakan tahun 1990 terdapat 400 – 500 ekor Harimau Sumatera. Namun, penelitian akhir tahun 2007 menunjukan jumlah harimau sumatera sekitar 300 – 400 ekor. Sebanyak 86 ekor harimau di kawasan konservasi Riau, 15 ekor terpantau di Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBTT), 30 ekor di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), 15 – 20 ekor terlihat di hutan lindung Senepis, dan sekitar 6 harimau hidup di daerah luar konservasi, di sekitar Hutan Tanaman Industri (HTI) dan perkebunan sawit.
Harimau merupakan satwa yang patut dilestarikan karena peranannya sebagai predator utama rantai makanan. Harimau mempertahankan populasi mangsa liar yang ada di bawahnya, sehingga keseimbangan antara mangsa dan vegetasi dapat terjaga.
Ancaman yang dihadapai harimau adalah kehilangan habitat karena tingginya laju deforestasi dan perburuan ilegal yang memperjualbelikan bagian-bagian tubuh harimau. Laporan tahun 2008 yang dikeluarkan TRAFFIC menemukan adanya pasar ilegal yang berkembang subur yang memperdagangkan bagian-bagian tubuh harimau. Dalam laporan yang sama, paling sedikit 50 harimau sumatera diburu setiap tahunnya dalam kurun waktu 1998 – 2002.
Saat habitat harimau semakin berkurang, harimau terpaksa memasuki kawasan penduduk yang mengakibatkan terjadinya konflik dengan manusia. Sehingga tidak sedikit harimau yang dibunuh atau ditangkap karena memasuki daerah pedesaan.
Sebagai langkah penyelamatan satwa langka ini, saat ini pemerintah tengah mencari lahan seluas 300 ha untuk dijadikan kawasan pengembangan dan peningkatan populasi satwa langka, terutama harimau sumatera.
Sumber: Berbagai Sumber
Sumber foto: reino-animal.webege.com








Sangat disayangkan betul kalau satwa yang satu ini populasinya semakin sedikit. Perlu usaha dan tindakan nyata untuk melindungi kawasan yang menjadi habitat Harimau Sumatera. Didaerah saya, kawasan Gunung Talamau di Kab. Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat, sekitar 25 – 30 tahun yang lalu masih sering dijumpai jejak-jejak harimau di pinggir hutan dekat perkampungan penduduk,tapi sekarang ini, kawasan yang menjadi habitatnya sudah berganti menjadi ladang penduduk dan kawasan perkebunan. Mari kita mulai tindakan nyata untuk menyelamatkan satwa ini.
lestarikan harimau sebelum punah!