29 June, 2012, 3:43 pm, Editor: matoa

Simakobu: Primata Endemik yang Terancam

Mengenal Taman Nasional Siberut tentu harus mengenal satwa langka endemik yang berasal dari sana. Siberut memiliki 4 jenis primata endemik: Joja (Presbytis potenziani), Bilou (Hylobates klosii), Bokkoi (Macaca pagensis), dan Simakobu (Simias concolor). Namun, Simakobu merupakan jenis primata paling langka di antara yang lain.

Primata yang berhidung pesek ini merupakan spesies monoleptik (hanya ada satu jenis primata pada tingkat genus), dengan kata lain simakobu tidak memiliki saudara semarga. Menurut Presiden Conservation International, Russel A. Mittermeier, simakobu merupakan satu-satunya monyet pemakan daun berhidung pesek yang berekor melingkar.

Populasi simakobu yang menurun drastis menjadi perhatian bagi kalangan pemerintah dan pemerhati binatang. Faktor yang mengancam kelestarian simakobu adalah perburuan yang dilakukan masyarakat adat setempat. Simakobu dikonsumsi sebagai sumber protein bagi masyarakat tradisional.

Hal yang harus digaris-bawahi adalah simakobu selalu ingin melihat ancaman, sehingga tidak melarikan diri ketika ada orang yang berburu. Sehingga, sangat mudah bagi masyarakat adat untuk memburu simakobu.

Primata yang berukuran sekitar 50 cm dengan berat tubuh kira-kira 7 – 9 kg ini mendiami Pulau Pagai Selatan, Pagai Utara, dan Sipora yang merupakan bagian dari taman nasional siberut. Populasinya yang terus mengalami penurunan hingga 80% dalam 10 tahun terakhir yang diperkirakan berjumlah 6.700 – 17.300 ekor di tahun 2006.

 

Sumber: tamannasionalsiberut.org dan alamendah.wordpress.com

Sumber gambar: spotline.us

Share: