16 April, 2012, 4:00 pm, Editor: matoa

Sumber-Sumber Metana

Salah satu penyumbang polusi dan meningkatnya efek pemanasan global di dunia adalah metana. Metana merupakan gas yang terbentuk karena adanya ikatan kovalen antara empat H dengan satu atom C. Gas yang merupakan alkana ini bersifat mudah mengalami pembakaran sempurna dengan oksigen dan menghasilkan gas karbon dioksida (CO2) dan uap air (H2O).

Metana merupakan alkana yang mudah ditemukan di kotoran hewan (sapi, kambing, domba, babi, dan unggas). Gas metana berbahaya bagi lingkungan karena 23 kali lebih berbahaya dari gas karbon dioksida. Sehingga, jika dibiarkan bebas atau jumlahnya bertambah, efek gas metana akan sangat besar terhadap pemanasan global.

Selain dari kotoran hewan, gas metana terkandung dalam gas elpiji, lahan gambut, Danau Baikal (terletak di bagian barat Siberia) dengan luas daerah seluas Perancis dan Jerman yang beku oleh es abadi mengandung 70 miliar ton metana hidrat, serta daerah antartika mengandung sekitar 70 miliar ton hidrat.

Dalam laporan PBB (FAO) mencatat industri peternakan menghasilkan emisi gas rumah kaca paling tinggi (18%). Jumlah ini lebih tinggi dibanding dengan emisi GRK yang dihasilkan transportasi (13%). Hal ini kemudian yang membuat banyak kalangan menghentikan konsumsi daging.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, untuk memelihara sampai menghasilkan sepotong daging sapi, domba, atau babi sama besar dengan energi yang dibutuhkan untuk menyalakan lampu 100 watt selama 3 minggu. Satu kilogram daging sapi menyumbang 36,4 kg karbon dioksida, sehingga emisi seekor sapi selama setahun sama dengan mengendarai kendaraan selama 70.000 km.

Selain cukup berpengaruh dalam pemanasan global, gas metana berpengaruh juga dalam perkembangan energi alternatif. Gas metana bersifat mudah terbakar jika bercampur dengan oksigen. jika diolah dengan tepat dan benar, gas metana mampu menjadi alternatif energi pengganti gas alam.

Saat ini sudah banyak dilakukan penelitian dalam mengimplementasikan kotoran hewan untuk dijadikan biogas. Namun, implementasi real dalam masyarakat belum berkembang cukup jauh. Sehingga, ketergantungan akan energi belum bisa dikurangi secara signifikan.

Saatnya kita mulai mencermati hal-hal kecil yang bisa dilakukan untuk menghambat pemanasan global pada bumi.

Sumber: jejaringkimia.blogspot.com dan alpensteel.com

Share: