13 October, 2011, 4:19 pm, Editor: matoa

Tips Dapur Hijau

Selain halaman yang hijau, ada bagian rumah yang bisa Anda buat menjadi lebih hijau atau lebih ramah lingkungan. Dapur kesayangan Anda dapat menjadi bagian hijau selain pekarangan rumah. Bagaimana caranya?

  • Gunakan peralatan dan perkakas masakan yang tahan lama. Hal tersebut berarti Anda harus menyingkirkan perkakas atau peralatan teflon. Selain isu bahaya permukaan yang anti lengket, teflon juga tidak dapat dipakai seumur hidup. Sebaiknya gunakan peralatan yang terbuat dari stainlees steel atau besi cor. Walau harganya mahal, peralatan yang lebih mahal memiliki kualitas yang lebih bagus dan tahan lama. Hindari membeli peralatan yang terbuat dari plastik atau kayu karena bahan-bahan tersebut tidak tahan panas. Gunakan pisau yang berkualitas agar selalu tajam dan gunakan lap handuk bukan tisu untuk membersihkan dapur.
  • Pilih kompor yang sesuai dengan budget dan gaya hidup Anda. Yang harus Anda ingat, jenis kompor tersebut (berbahan bakar gas atau listrik) harus bisa digunakan lebih dari satu dekade.
  • Gunakan oven seefisien mungkin. Sebelum Anda memanggang makanan, sebaiknya oven dinyalakan 5-10 menit sebelum digunakan agar suhu yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan. Jika memungkinkan, Anda dapat memanggang lebih dari satu jenis makanan agar lebih efisien. Saat memasak gunakan penutup panci agar waktu masak lebih singkat karena panas tidak keluar dari panci. Anda dapat menggunakan pressure cooker yang mampu memperpendek waktu pemasakan hingga 70% yang artinya menghemat energi listrik atau gas.
  • Gunakan sampah dapur Anda sebagai bahan baku pupuk kompos yang bisa digunakan untuk pekarangan rumah Anda.  Gunakan bahan-bahan dapur untuk membersihkan dapur Anda (lihat di sini). Selain alami, Anda tak perlu mengeluarkan uang untuk membelinya dan aman digunakan.
  • Anda pasti tahu jika semakin banyak buah impor yang masuk ke pasar Indonesia. Namun, buah tersebut telah mengalami perjalanan yang sangat jauh yang menghasbiskan banyak bahan bakar. Beralihlah ke bahan makanan lokal, selain tidak menghabiskan banyak energi untuk transportasinya, kualitas bahan pangan lokal tidak kalah dibanding bahan pangan impor.
  • Dapur merupakan bagian rumah penghasil sampah terbanyak. Bawa tas sendiri ke manapun Anda pergi, hal ini dilakukan agar tak banyak kantong plastik yang masuk ke dapur Anda. Beli bahan pangan yang sesuai dengan kebutuhan. Gunakan kembali kemasan yang Anda dapatkan seperti: tempat selai atau jam, kantung plastik, dan botol air mineral (lihat caranya di sini). Gunakan sampah dapur organik Anda untuk pembuatan kompos. Jika tidak memiliki pekarangan rumah, gunakan di tanah kosong dekat rumah atau berikan ke petani terdekat rumah Anda. Gunakan bahan berbahan alami untuk membersihkan area dapur Anda (lihat di sini).
  • Merenovasi dapur tak perlu menggunakan barang-barang yang baru. Anda dapat menggunakan barang antik untuk menghiasi dapur Anda.
  • Manfaatkan jendela yang besar untuk mendapatkan cahaya matahari di siang hari dan udara segar.

Selamat mencoba

 

Sumber: treehugger.com dan matoa.org

Sumber foto: loghome.com

 

 

Share:

Satu Komentar

  1. Tip Dapur Hijau,juga melakukan pemilahan sampah, sampah basah untuk kompos, bungkus pastik (untuk kreasi fungsional)… usahakan seminimal mungkin berbelanja yang tidak dibungkus plastik, kertas dan karton serta logam bisa dikumpulkan dan dijual (kalau sudah ada Bank sampah atau koperasi sampah lebih mudah), sehingga yang dikumpulkan ke tempat pengolahan akhir hanya yang B3B. AKan betul-betul hujau kalau disebelah dapur terdapat kebon biointensive yang menyediakan betrbagai macam sayur dan empon-empon / bumbu.

    diambil dari pengalaman pribadi dan Pusat Studi Pengolahan Sampah