Trengguli (Cassia fistula) biasanya tumbuh di hutan terbuka dan padang rumput pada dataran rendah. Pohon kecil yang sampai medium ini umumnya gugur atau semi-gugur pada musim panas, percabangan menyebar, dengan ranting yang gundul. Daunnya majemuk dengan 3-7 pasang pinak daun, pinak daun membundar telur-lonjong, agak menjangat, pangkal membaji lebar, ujung meruncing, permukaan atas berkilau, gundul bila matang. Perbungaan tandan terletak renggang di ketiak, menggantung, berbunga banyak. Bunga harum, daun mahkota membundar telur lebar, kuning keemasan. Buah menggantung, menggalah, hitam, gundul. Biji banyak, terpisah oleh sekat seperti kertas dan menyatu pada bubur kayu yang lengket dan hitam. Pohon ini tersebar di daerah tropik; di jawa sering dibudidayakan sebagai tanaman hias, di Filipina ditanam sebagai tanaman obat dan hias, dibudidayakan di seluruh Nugini.
Manfaat
Sejak jaman dulu jenis ini sudah digunakan sebagai laksatif di seluruh daerah tropik. Di Thailand, secara tradisional jenis ini dipakai sebagai anthelmintic. Kayu kadang-kadang digunakan untuk tonggak, gerobak dan alat-alat pertanian. Kulit kayu dipakai untuk penyamakan dan sebagai bahan dalam pasta sirih.
Referensi
http://www.proseanet.org/prohati2/browser.php?docsid=137








