11 April, 2012, 5:17 pm, Editor: matoa

Yuk Bertanam Hidroponik!

Tak punya banyak lahan belum tentu tidak bisa berkebun. Saat ini beragam metode bertanam dikembangkan untuk memfasilitasi masyarakat yang tidak memiliki lahan besar untuk bercocok tanam. Metode bertanam yang cocok untuk lahan yang sempit di antaranya verticultur (lihat di sini) dan hidroponik.

Banyak keuntungan yang bisa didapatkan dengan bercocok tanam metode hidroponik, antara lain:

  • Dapat dilakukan di ruang yang terbatas, seperti garasi dan atap rumah.
  • Tanaman tumbuh lebih cepat
  • Penggunaan pupuk lebih hemat
  • Lebih terjamin dan bebas dari serangga dan hama penyakit
  • Produksi tanaman lebih tinggi dibanding dengan menggunakan media tanam tanah
  • Efisien dalam teknis perawatan dan peralatan yang digunakan
  • Kualitas tanaman yang dihasilkan lebih bagus dan tidak kotor

Berdasarkan tipe media tanam, hidroponik dibedakan menjadi 6 jenis:

  • Kultur air: hidroponik terapung dan Nutrient Film Technique (NFT)
  • Kultur Pasir: pasir perlit dan pasir butiran
  • Kultur kerikil: kerikil, batu apung, batu karang, dan batu bata
  • Vermikulaponik: serbuk gergaji, tanah gambut, dan arang sekam
  • Rockwool culture
  • Aeroponik

Sedangkan langkah-langkah menanam dengan metode hidroponik sebagai berikut:

  • Pembibitan

Bibit yang digunakan untuk ditanam pada metode hidroponik sebaiknya menggunakan bibit hibrida dengan kemurnian 100%, bebas dari pathogen, tidak tercampur kotoran, dan viabilitasnya tinggi.

  • Persemaian

Persemaian sistem hidroponik dapat menggunakan bak dari kayu atau plastic. Bak tersebut berisi campuran pasir yang sudah diayak halus, sekam bakar, kompos, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1:1. Semua bahan tersebut dicampur merata dan dimasukkan ke dalam bak dengan ketinggian sekitar 7 cm. Benih tanaman yang sudah dipilih ditanam di media penyemaian dengan jarak 1 x 1,5 cm. Tutup media persemaian dengan tisu/karung/kain yang telah dibasahi hingga tetap lembab, penyiraman dilakukan jika media persemaian tampak kering.

  • Penyiapan media tanam

Media tanam yang cocok untuk hidroponik diharapkan mampu menyerap dan menghantarkan air, tidak mudah busuk, tidak mempengaruhi pH dan steril. Media tanam yang bisa digunakan adalah gambut, sabut kelapa, sekam bakar, dan  rockwool. Isi kantung plastik, polibag, pot plastik, karung plastik, atau bantalan plastik dengan media tanam yang telah disiapkan.

  • Perawatan tanaman

Media tanam hidroponik tidak menyediakan nutrisi tanaman. Sehingga, metode hidroponik membutuhkan pemupukan yang teratur agar pertumbuhan tanaman tidak terganggu. Kebutuhan pupuk pada sistem hidroponik sama dengan kebutuhan pupuk pada metode tanam konvensional. Penyiraman tanaman dilakukan 5 – 8 kali setiap hari dan pasang benang lanjaran yang bertujuan menahan batang agar tidak roboh. Pemangkasan bagian tanaman yang tidak diperlukan dan pemberantasan hama tetap dilakukan.

Selamat mencoba

Sumber: carapedia.com, anneahira.com, matoa.org, dan faperta ugm

Sumber gambar: mizanfarm.wordpress.com

Share: